Bonto Somba adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa Bonto Somba berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swakarsa. Desa Bonto Somba memiliki luas wilayah 32,13 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.335 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 41,55 jiwa/km² pada tahun 2017. Desa Bonto Somba termasuk kawasan desa tertinggal, terutama di Dusun Cindakko yang sejak kemerdekaan belum teraliri listrik dan juga sinyal telepon selular saat ini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bonto Somba ᨅᨚᨈᨚ ᨔᨚᨅ | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Hutan Pinus Bonto-Bonto di Desa Bonto Somba | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kabupaten | Maros | ||||
| Kecamatan | Tompobulu | ||||
| Kode pos | 90565[1] | ||||
| Kode Kemendagri | 73.09.11.2004 | ||||
| Luas | 32,13 km² tahun 2017 | ||||
| Jumlah penduduk | 1.335 jiwa tahun 2017 | ||||
| Kepadatan | 41,55 jiwa/km² tahun 2017 | ||||
| Jumlah RT | 7 | ||||
| Jumlah RW | 4 | ||||
| |||||
Bonto Somba (Lontara Bugis & Makassar: ᨅᨚᨈᨚ ᨔᨚᨅ , transliterasi: Bonto Somba ) adalah nama sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa Bonto Somba berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swakarsa. Desa Bonto Somba memiliki luas wilayah 32,13 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.335 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebanyak 41,55 jiwa/km² pada tahun 2017. Desa Bonto Somba termasuk kawasan desa tertinggal, terutama di Dusun Cindakko yang sejak kemerdekaan belum teraliri listrik dan juga sinyal telepon selular saat ini.
Desa Bonto Somba terbentuk dari hasil pemekaran dari desa induk Desa Tompobulu pada tahun 1989. Pada saat pemekaran tersebut, status Desa Bonto Somba masih menjadi desa persiapan dan bagian dari Kecamatan Tanralili. Baru pada tahun 1992, berdasarkan hasil kesepakatan masyarakat maka Desa Persiapan Bonto Somba berubah status menjadi Desa Definitif Bonto Somba sekaligus bergabung ke kecamatan yang baru mekar, yaitu Kecamatan Tompobulu.
Bonto Somba berasal dari bahasa Makassar yang terdiri dari dua kata yang masing-masing mempunyai makna tersendiri. Kata Bonto atau Bontoa memiliki makna "tinggi" atau "ketinggian" sedangkan kata Somba memiliki makna "raja" atau "yang dipertuan, yang dipuja (sebagai panutan)". Jadi, makna dari Bonto Somba adalah raja atau pemimpin tertinggi yang menjadi panutan sehingga siapa pun yang menjadi kepala desa di wilayah Desa Bonto Somba harus menjadi panutan dan sebagai pamong didalam masyarakat Desa Bonto Somba.
Wilayah Desa Bonto Somba memiliki topografi berupa dataran tinggi dengan elevasi 800 meter di atas permukaan laut. Dengan formasi struktur berbukit-bukit dan batuan jenis formasi Tonasa. Terdapat Sungai Muntia yang mengalirkan airnya ke Sungai Maros. Aksesibilitas desa ini masih kendala utama karena berada di atas perbukitan dengan akses jalan yang terjal.
Di Dusun Cindakko merupakan salah satu pelosok yang garis wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Bone dan Kabupaten Gowa. Untuk mengunjungi tempat ini, cuma butuh waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan sepeda motor, tetapi motor yang digunakan harus motor bebek, karena kondisi jalannya yang benar-benar penuh bebatuan dan jalanan menanjak dikarenakan lokasinya berada di wilayah pegunungan yang cukup jauh (Pegunungan Cindakko). Wilayah Dusun Cindakko juga merupakan wilayah bagian penyebaran hewan-hewan endemik Sulawesi Selatan, salah satu di antaranya adalah anoa, macaca maura, dan kuskus. Komoditas andalan disini adalah madu hutan, gula merah, dan pertanian sawah.
Beberapa lokasi pada jarak orbitrasi atau pusat pemerintahan dari Desa Bonto Somba adalah sebagai berikut:
Desa Bonto Somba memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
| Sebelah | Berbatasan |
|---|---|
| utara | Desa Laiya (Kecamatan Cenrana) |
| selatan | Desa Bonto Manurung |
| barat | Desa Bonto Manai, Desa Bonto Manurung, dan Desa Bonto Matinggi |
| timur | Desa Erelembang (Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa) |
KDesa Bonto Somba memiliki luas 32,13 km² dan penduduk berjumlah 1.295 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 40,31 jiwa/km² pada tahun 2021. Adapun rasio jenis kelamin penduduk Desa Bonto Somba pada tahun tersebut adalah 116,19. Artinya, tiap 100 penduduk perempuan ada sebanyak 116 penduduk laki-laki. Berikut ini adalah data jumlah penduduk Desa Bonto Somba dari tahun ke tahun:
| Tahun | Laki-laki | Perempuan | Rasio Jenis Kelamin | Jumlah Rumah Tangga | Total Penduduk (jiwa) | Pertumbuhan Penduduk (jiwa) | Kepadatan Penduduk (jiwa/km²) | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2011 | 637 | 599 | 106,34 | 306 | 1.236 | N/A | 38,47 | [2] |
| 2012 | 643 | 603 | 106,63 | 224 | 1.246 | 38,78 | [3] | |
| 2013 | 653 | 614 | 106,35 | 228 | 1.267 | 39,43 | [4] | |
| 2014 | 666 | 626 | 106,39 | 231 | 1.292 | 40,21 | [5] | |
| 2015 | 674 | 633 | 106,48 | N/A | 1.307 | 40,68 | [6] | |
| 2016 | 682 | 639 | 106,73 | 236 | 1.321 | 41,11 | [7] | |
| 2017 | 689 | 646 | 106,66 | 238 | 1.335 | 41,55 | [8] | |
| 2018 | 696 | 653 | 106,58 | 300 | 1.349 | 41,99 | [9] | |
| 2019 | 703 | 659 | 106,68 | 303 | 1.362 | 42,39 | [10] | |
| 2020 | 704 | 618 | 113,92 | N/A | 1.322 | 41,15 | [11] | |
| 2021 | 696 | 599 | 116,19 | 342 | 1.295 | 40,31 | [12] |
Di Desa Bonto Somba terdapat beragam suku dan penggunaan bahasa. Namun secara mayoritas penduduk Desa Bonto Somba adalah Suku Makassar dengan menggunakan Bahasa Makassar Dialek Lakiung, Bahasa Melayu Makassar, atau Bahasa Indonesia dalam berinteraksi sehari-hari.
Desa Bonto Somba memiliki empat wilayah pembagian administrasi daerah tingkat V berupa dusun sebagai berikut:
Desa Bonto Somba memiliki 4 wilayah pembagian administrasi berupa rukun warga (RW) sebagai berikut:
Desa Bonto Somba memiliki 7 wilayah pembagian administrasi berupa rukun tetangga (RT) sebagai berikut:
Sejak terbentuknya Desa Bonto Somba pada tahun 1989, telah mengalami penggantian pemerintah desa sampai pada saat ini. Berikut ini adalah daftar kepala desa di Desa Bonto Somba dari masa ke masa:
| No. | Foto | Nama | Awal Menjabat | Akhir Menjabat | Keterangan | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | - | Muhammad Idris Mattoreang, B.Sc. | 1989 | 1992 | kepala desa persiapan | |
| (1.) | - | Muhammad Idris Mattoreang, B.Sc. | 1992 | 1997 | kepala desa definitif; meninggal dunia saat masih menjabat | |
| 2. | - | Muhammad Idrus Mattoreang, S.P. | 1997 | 2006 | kepala desa definitif | |
| (2.) | - | Muhammad Idrus Mattoreang, S.P. | 30 Oktober 2006 | 30 Oktober 2012 | kepala desa definitif | |
| 3. | - | Mulawarman, S.Pd.I. | 30 Oktober 2012 | 30 Oktober 2018 | kepala desa definitif; pemenang Pilkades Bonto Somba 2012 | |
| 4. | - | - | 30 Oktober 2018 | 7 Februari 2019 | plt. kepala desa | |
| 5. | Suparman | 7 Februari 2019 | sedang menjabat | kepala desa definitif; pemenang Pilkades Bonto Somba 2018 |
Masyarakat Desa Bonto Somba telah dikenal memiliki peradaban pandai besi pada masa silam dengan diketemukannya badik jenis Dedde Cindakko.



Desa Bonto Somba memiliki beberapa potensi sumber daya alam, seperti produksi gula aren, madu hutan sulawesi, jagung, dan kopi arabika. Di Dusun Cindakko terdapat potensi tambang golongan A berupa emas, tetapi jumlah deposit jenis bahan galian tersebut hingga saat ini belum teridentifikasi.[13]
Mayoritas Desa Bonto Somba bekerja sebagai petani dan pekebun.
| Tahun | Nomenklatur | Nilai | Kategori | Posisi ADWI | Status | Referensi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2021 | Desa Wisata Hutan Pinus Bonto-bonto | 37,50 | Berkembang | Tidak masuk | Terverifikasi Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Maros | [14] |
| 2022 | Desa Wisata Hutan Pinus Bonto-bonto | Berkembang | Tidak masuk | Terverifikasi Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Maros | [14] | |
Data informasi mengenai Indeks Desa Membangun (IDM) berperan membantu upaya pemerintah dalam memahami kondisi desa. Data yang diekspos sangat penting dalam perencanaan agar setiap tahun ada peningkatan status desa. Setiap tahun status desa diperbarui sesuai dengan capaian yang ada dalam indeks desa membangun. Tim ahli IDM yang menilai terdiri dari tenaga ahli bidang infrastruktur, pengembangan masyarakat desa, perencanaan partisipatif, dan pelayanan sosial dasar. IDM ini mengukur aspek indeks pembangunan desa, yakni ketahanan sosial, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi. Indeks Desa Membangun meliputi kategori sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Kategori desa mandiri adalah kategori ideal yang ingin dicapai.
Pada tahun 2020, prestasi Indeks Desa Membangun (IDM) dari Desa Bonto Somba mendapatkan raihan nilai 0,5205 dan diklasifikasikan dengan status desa tertinggal di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
| Tahun | Nilai IDM Desa | Status IDM Desa | Peringkat | Referensi | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Dalam Kecamatan | Dalam Kabupaten | Dalam Provinsi | Nasional | ||||
| 1996 | Indeks Desa Tertinggal (IDT) | [15] | |||||
| 2010 | |||||||
| 2011 | |||||||
| 2012 | |||||||
| 2013 | |||||||
| 2014 | |||||||
| 2015 | |||||||
| 2016 | 0,5375 | tertinggal | 8 | 71 | 1.786 | 48.610 | [16] |
| 2017 | |||||||
| 2018 | 0,5307 | tertinggal | 6 | 75 | 1.902 | 54.641 | [17] |
| 2019 | |||||||
| 2020 | 0,5205 | tertinggal | 7 | 79 | 2.125 | 65.644 | [18] |
| 2021 | 0,5224 | tertinggal | 7 | 79 | 2.161 | 66.309 | [19] |
| 2022 | 0,5946 | tertinggal | 60.941 | ||||
| IDM Desa Bonto Somba Sumber: Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kemendes PDTT RI |
|||||||
5°08′59″S 119°44′57″E / 5.1497172°S 119.7491918°E / -5.1497172; 119.7491918[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Bonto_Somba,_Tompobulu,_Maros¶ms=5.1497172_S_119.7491918_E_ <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">5°08′59″S</span> <span class=\"longitude\">119°44′57″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">5.1497172°S 119.7491918°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-5.1497172; 119.7491918</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBJM\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt101\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBJQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBJU\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Bonto_Somba,_Tompobulu,_Maros&params=5.1497172_S_119.7491918_E_\" class=\"external text\" id=\"mwBJY\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwBJc\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwBJg\"><span class=\"latitude\" id=\"mwBJk\">5°08′59″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwBJo\">119°44′57″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwBJs\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBJw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBJ0\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwBJ4\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwBJ8\">5.1497172°S 119.7491918°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwBKA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwBKE\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwBKI\">-5.1497172; 119.7491918</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwBKM\"/></span>"}' id="mwBKQ"/>