Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Vespasianus

Vespasianus adalah seorang kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 69 hingga 79 M. Ia merupakan pendiri Dinasti Flavian, yang menguasai Kekaisaran Romawi selama 27 tahun antara 69 hingga 96 M. Vespasianus menjadi kaisar setelah periode kekacauan yang dikenal sebagai Tahun Empat Kaisar, di mana empat kaisar; Galba, Otho, Vitellius, dan akhirnya Vespasianus, memerintah dalam waktu yang sangat singkat. Masa pemerintahannya dikenal sebagai masa stabilisasi politik dan pemulihan ekonomi setelah kekacauan selama Perang Saudara.

Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 69 M hingga 79 M
Diperbarui 14 Oktober 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Vespasianus
Untuk Titus Flavius Vespasianus atau kaisar Titus, lihat Titus Flavius Vespasianus.
Vespasianus
Kaisar Romawi
Vespasianus
Berkuasa1 Juli 69 – 23 Juni 79
PendahuluVitellius
PenerusTitus
Pemakaman
Roma
Istri
  • Domitilla yang Tua
  • Caenis
KeturunanTitus
Domitianus
Domitilla yang Muda
Nama lengkap
Titus Flavius Vespasianus
Titus Flavius Caesar Vespasianus Augustus
DinastiFlavia
AyahTitus Flavius Sabinus I
IbuVespasia Polla

Vespasianus (Latin: Titus Flavius Vespasianus; lahir 17 November 9 M – meninggal 23 Juni 79 M) adalah seorang kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 69 hingga 79 M. Ia merupakan pendiri Dinasti Flavian, yang menguasai Kekaisaran Romawi selama 27 tahun antara 69 hingga 96 M. Vespasianus menjadi kaisar setelah periode kekacauan yang dikenal sebagai Tahun Empat Kaisar (69 M), di mana empat kaisar; Galba, Otho, Vitellius, dan akhirnya Vespasianus, memerintah dalam waktu yang sangat singkat. Masa pemerintahannya dikenal sebagai masa stabilisasi politik dan pemulihan ekonomi setelah kekacauan selama Perang Saudara.

Latar Belakang

Vespasianus lahir di sebuah desa dekat kota Reate (sekarang Rieti, Italia) di Sabinum pada 17 November 9 M. Ia berasal dari keluarga equestrian (kelas menengah Romawi) yang relatif sederhana. Ayahnya, Titus Flavius Sabinus, adalah pemungut pajak, dan ibunya, Vespasia Polla, berasal dari keluarga senator. Meskipun keluarganya tidak berada di jajaran aristokrasi Romawi tertinggi, Vespasianus berhasil meniti karier yang sukses dalam militer dan administrasi Romawi.

Karier Awal

Vespasianus memulai karier politik dan militernya pada masa pemerintahan Kaisar Tiberius. Ia menjabat sebagai quaestor pada tahun 29 M dan kemudian sebagai aedile dan praetor. Selama pemerintahannya sebagai legatus legionis, ia memimpin Legiun II Augusta dalam invasi Romawi ke Britania di bawah Kaisar Claudius pada tahun 43 M. Vespasianus menunjukkan kemampuan militernya di Britania dengan berhasil menaklukkan sebagian wilayah di selatan dan barat pulau tersebut.

Pada masa pemerintahan Kaisar Nero, Vespasianus diangkat menjadi gubernur Yudea pada tahun 66 M, ketika pemberontakan besar-besaran kaum Yahudi pecah di provinsi tersebut. Vespasianus dikirim untuk memadamkan pemberontakan ini, dan pada tahun 68 M, ia berhasil menundukkan sebagian besar wilayah Yudea, kecuali Yerusalem, yang masih dalam pengepungan.

Tahun Empat Kaisar

Setelah kematian Nero pada tahun 68 M, Kekaisaran Romawi memasuki masa kekacauan yang dikenal sebagai Tahun Empat Kaisar. Vespasianus, yang saat itu sedang berada di Yudea, didukung oleh pasukan legiun di Timur dan oleh Gaius Licinius Mucianus, gubernur Suriah. Pada bulan Juli 69 M, legiun Mesir, Yudea, dan Suriah menyatakan dukungan mereka kepada Vespasianus sebagai kaisar. Setelah Kaisar Vitellius dikalahkan oleh pasukan Vespasianus dalam pertempuran yang menentukan di Italia, Vespasianus dinyatakan sebagai kaisar pada Desember 69 M.

Pemerintahan

Sebagai kaisar, Vespasianus menghadapi tugas besar untuk memulihkan stabilitas politik dan ekonomi kekaisaran setelah tahun-tahun kekacauan di bawah Nero dan perang saudara. Ia memulai berbagai reformasi, termasuk memperkuat keuangan kekaisaran yang telah habis akibat pengeluaran besar Nero dan biaya perang saudara. Vespasianus memberlakukan kebijakan fiskal yang ketat, termasuk pajak baru yang terkenal seperti vectigal urinae (pajak atas urin publik).

Vespasianus juga memulai proyek-proyek besar pembangunan publik, termasuk dimulainya pembangunan Colosseum di Roma, yang kemudian diselesaikan oleh putranya, Titus. Di bidang militer, ia menyelesaikan perang di Yudea, yang berakhir dengan penghancuran Yerusalem pada tahun 70 M oleh putranya Titus. Peristiwa ini menjadi salah satu peristiwa paling terkenal dalam sejarah Romawi dan Yahudi.

Kebijakan dan Reformasi

Selain kebijakan fiskal dan pembangunan, Vespasianus juga dikenal sebagai seorang administrator yang bijaksana. Ia membangun kembali jaringan komunikasi dan memperkuat sistem provinsi Romawi. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan stabilitas di provinsi-provinsi yang jauh dari pusat kekaisaran. Ia menempatkan gubernur dan pejabat setia di wilayah-wilayah penting untuk menjaga loyalitas dan ketertiban.

Vespasianus juga memulihkan kehormatan lembaga-lembaga tradisional Romawi, seperti Senat, yang telah mengalami kemunduran di bawah Nero. Ia bekerja sama dengan Senat, meskipun tetap mempertahankan kontrol otoriter khas seorang kaisar. Pemerintahannya ditandai dengan stabilitas, meskipun beberapa pemberontakan kecil terjadi di berbagai wilayah kekaisaran.

Keluarga dan Dinasti Flavian

Vespasianus mendirikan Dinasti Flavian yang berkuasa setelahnya. Putra sulungnya, Titus, diangkat sebagai Caesar dan pewarisnya selama pemerintahannya, dan setelah kematian Vespasianus, Titus naik takhta. Putra bungsunya, Domitianus, juga akhirnya menjadi kaisar setelah kematian Titus. Dinasti Flavian berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan dan memerintah Kekaisaran Romawi hingga tahun 96 M.

Kematian dan Warisan

Vespasianus meninggal pada 23 Juni 79 M di usia 69 tahun, setelah menderita penyakit yang panjang. Sebelum kematiannya, ia terkenal berkata, "Vae, puto deus fio" (Celakalah, aku pikir aku sedang menjadi dewa), yang merupakan ungkapan ironis mengenai apoteosis (pengangkatan ke status dewa) kaisar Romawi setelah kematian mereka. Vespasianus didewakan setelah kematiannya, dan putranya Titus menggantikannya sebagai kaisar.

Pemerintahan Vespasianus dipandang sebagai masa pemulihan dan reformasi setelah kekacauan yang terjadi di bawah Nero dan perang saudara. Karya-karya pembangunan publiknya, termasuk Colosseum, serta keberhasilannya dalam memulihkan stabilitas ekonomi dan politik menjadikannya salah satu kaisar yang dihormati dalam sejarah Romawi.

Referensi

  • Suetonius, The Lives of Twelve Caesars, Life of Vespasian, Latin text with English translation
  • Cassius Dio, Roman History, Books 64, 65 and 66, Latin text with English translation
  • Flavius Josephus, The War of the Jews, Books 2, 3 and 4, English translation
  • Public Domain Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press. ;
  • l
  • b
  • s
Daftar kaisar Romawi bersatu, Barat, dan Timur
  • Kaisar Romawi
  • Raja Romawi
Principatus
27 SM – 235 M
  • Augustus
  • Tiberius
  • Caligula
  • Claudius
  • Nero
  • Galba
  • Otho
  • Vitellius
  • Vespasianus
  • Titus
  • Domitianus
  • Nerva
  • Trajanus
  • Hadrianus
  • Antoninus Pius
  • Marcus Aurelius dan Lucius Verus
  • Commodus
  • Pertinax
  • Didius Julianus
  • (Pescennius Niger)
  • (Clodius Albinus)
  • Septimius Severus
  • Caracalla dgn Geta
  • Macrinus dgn Diadumenian
  • Elagabalus
  • Alexander Severus
Krisis
235–284
  • Maximinus Thrax
  • Gordian I dan Gordian II
  • Pupienus dan Balbinus
  • Gordian III
  • Filipus si Arab dan Philippus II
  • Decius dgn Herennius Etruscus
  • Hostilian
  • Trebonianus Gallus dgn Volusianus
  • Aemilianus
  • Valerian
  • Gallienus dgn Saloninus dan Valerianus II
  • Klaudius Gothikus
  • Kuintillus
  • Aurelianus
  • Tacitus
  • Florianus
  • Probus
  • Carus
  • Carinus dan Numerianus
  • Kaisar-kaisar Galia:
  • Postumus
  • (Laelianus)
  • Marius
  • Victorinus
  • (Domitianus II)
  • Tetricus I dgn Tetricus II sbg Caesar
Dominatus
284–395
  • Diokletianus (seluruh kekaisaran)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat) dgn Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) dgn Severus (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) Severus (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Maxentius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Licinius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Maxentius (sendiri)
  • Licinius (Barat) dan Maximinus II (Timur) dgn Konstantinus Agung (proklamasi sendiri sbg Augustus) dan Valerius Valens
  • Licinius (Timur) dan Konstantinus Agung (Barat) dgn Lisinius II, Konstantinus II dan Krispus sbg Caesar
  • Martinianus
  • Konstantinus Agung (seluruh kekaisaran) dgn putra Krispus sbg Caesar
  • Konstantinus II
  • Konstans
  • Magnentius
  • Decentius sbg Caesar
  • Konstantius II dgn Vetranio
  • Flavius Claudius Julianus
  • Yovianus
  • Valentinianus I
  • Valens
  • Gratianus
  • Valentinianus II
  • Magnus Maximus dgn Victor
  • Theodosius I
  • Flavius Eugenius
Romawi Barat
395–480
  • Honorius
  • Konstantinus III dgn putra Konstans II
  • Priskus Attalus
  • Konstantius III
  • Ioannes
  • Valentinianus III
  • Petronius Maximus dgn Palladius
  • Avitus
  • Majorianus
  • Libius Severus
  • Anthemius
  • Olybrius
  • Glycerius
  • Julius Nepos
  • Romulus Augustus
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
  • Arcadius
  • Theodosius II
  • Marcianus
  • Leo I
  • Leo II
  • Zeno (pemerintahan pertama)
  • Basiliskus dgn putra Marcus sbg rekan-kaisar
  • Zeno (pemerintahan kedua)
  • Anastasius I Dicorus
  • Yustinus I
  • Yustinianus I
  • Yustinus II
  • Tiberius II Konstantinus
  • Mauricius dgn putra Theodosius sbg rekan-kaisar
  • Phocas
  • Heraklius
  • Heraklius Konstantinus
  • Heraklonas
  • Konstans II
  • Konstantinus IV dgn saudara-saudara Heraklius dan Tiberius dan kemudian Yustinianus II sbg rekan-kaisar
  • Yustinianus II (pemerintahan pertama)
  • Leontios
  • Tiberius III
  • Yustinianus II (pemerintahan kedua) dgn putra Tiberius sbg rekan-kaisar
  • Filippikos Bardanes
  • Anastasius II
  • Theodosius III
  • Leōn III
  • Kōnstantinos V
  • Artabasdos
  • Leōn IV Khazar
  • Kōnstantinos VI
  • Irene
  • Nikēphoros I
  • Stavrakos
  • Mikhaēl I Rangabes dgn putra Theophylaktos sbg rekan-kaisar
  • Leo V Armenia dgn Konstantinus sbg kaisar junior
  • Mikhaēl II
  • Theophilos
  • Mikhaēl III
  • Basileios I
  • Leōn VI
  • Alexander
  • Konstantinus VII
  • Romanos I Lekapenos dgn putra-putra Christopher Lakapenos, Stefanos Lakapinos dan Konstantinos Lakapinos sbg rekan-kaisar junior
  • Rōmanos II
  • Nikēphoros II Phōkas
  • Iōannēs I Tzimiskēs
  • Basileios II Boulgaroktonos
  • Kōnstantinos VIII
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Rōmanos III Argyros
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Mikhaēl IV Paphlagōn
  • Mikhael V Kalafatis
  • Zōē (pemerintahan kedua) dgn Theodōra dan Kōnstantinos IX Monomakhos
  • Kōnstantinos IX Monomakhos (kaisar tunggal)
  • Theodōra
  • Mikhaēl VI Bringas
  • Isaakius I Komnenos
  • Konstantinus X Doukas
  • Mikhaēl VII Doukas dgn saudara-saudara Andronikos dan Konstantios dan putra Kōnstantinos
  • Rōmanos IV Diogenēs
  • Nikephoros III Botaneiates
  • Alexios I Komnenos
  • Iōannēs II Komnēnos dgn Alexius Komnenus sbg rekan-kaisar
  • Manouēl I Komnēnos
  • Alexios II Komnēnos
  • Andronikos I Komnenos
  • Isaakius II Angelus
  • Alexius III Angelus
  • Alexios IV Angelus
  • Nikolaos Kanavos (dipilih oleh Senat)
  • Alexios V Doukas
Kekaisaran Nicea
1204–1261
  • Konstantinos Laskaris
  • Theodōros I Laskaris
  • Iōannēs III Doukas Vatatzēs
  • Theodōros II Doukas Laskaris
  • Ioannes IV Laskaris
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
  • Mikhaēl VIII Paleologos
  • Andronikos II Palaiologos dgn Mikhaēl IX Paleologos sbg rekan-kaisar
  • Andronikos III Palaiologos
  • Iōannēs V Paleologos
  • Iōannēs VI Kantakouzēnos dgn Iōannēs V Palaiologos dan Matthaios Asanēs Kantakouzēnos sbg rekan-kaisar
  • Iōannēs V Palaiologos
  • Andronikos IV Palaiologos
  • Iōannēs VII Palaiologos
  • Andronikos V Palaiologos
  • Manouel II Palaiologos
  • Iōannēs VIII Paleologos
  • Kōnstantinos XI Dragasēs Paleologos
  • Dēmētrios Palaiologos
  • Thōmas Palaiologos
  • Andreas Palaiologos
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  • Republik Romawi
  • Julius Caesar
    Kekaisaran Romawi Suci
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Kroasia
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
  • Belgia
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Te Papa (Selandia Baru)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Karier Awal
  3. Tahun Empat Kaisar
  4. Pemerintahan
  5. Kebijakan dan Reformasi
  6. Keluarga dan Dinasti Flavian
  7. Kematian dan Warisan
  8. Referensi

Artikel Terkait

Kaisar Romawi

gelar yang digunakan oleh penguasa Kekaisaran Romawi

Kekaisaran Romawi

periode Romawi kuno setelah era Republik

Konstantinus Agung

kaisar Romawi dari tahun 306 hingga 337 dan kaisar pertama yang pindah ke agama Kristen

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026