Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paus Yohanes XIV

Paus Yohanes XIV adalah seorang Paus Gereja Katolik yang memimpin Takhta Suci dari Desember 983 hingga kematiannya pada tahun 984. Ia merupakan salah satu paus yang masa kepemimpinannya tergolong singkat dalam sejarah Gereja Katolik. Yohanes XIV berasal dari Pavianum (Pavia), wilayah Lombardia, Italia, dan sebelum menjadi paus, ia menjabat sebagai kanselir istana bagi Kaisar Otto II.

Paus Gereja Katolik dari tahun 983 hingga 984
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paus Yohanes XIV
Paus

Yohanes XIV
Awal masa kepausan
983
Akhir masa kepausan
20 Agustus 984
PendahuluBenediktus VII
PenerusYohanes XV
Informasi pribadi
Nama lahirPeter Campenora
Lahirtanggal tidak diketahui
Pavia, Italia
Meninggal20 Agustus 984
Roma, Italia
Paus lainnya yang bernama Yohanes

Paus Yohanes XIV (nama lahir: Pietro Canepanova, wafat pada 20 Agustus 984) adalah seorang Paus Gereja Katolik yang memimpin Takhta Suci dari Desember 983 hingga kematiannya pada tahun 984. Ia merupakan salah satu paus yang masa kepemimpinannya tergolong singkat dalam sejarah Gereja Katolik. Yohanes XIV berasal dari Pavianum (Pavia), wilayah Lombardia, Italia, dan sebelum menjadi paus, ia menjabat sebagai kanselir istana bagi Kaisar Otto II.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Pietro Canepanova lahir di Pavia, Italia Utara, sekitar pertengahan abad ke-10. Pavia pada masa itu merupakan salah satu pusat intelektual dan budaya Kekaisaran Romawi Suci. Sebagai seorang yang terdidik, Pietro dikenal memiliki kemampuan administratif yang menonjol. Hal ini menarik perhatian Kaisar Otto II, yang kemudian mengangkatnya menjadi kanselir kerajaan.

Sebagai seorang klerus dan pejabat istana, Pietro terlibat dalam banyak urusan politik dan gerejawi, termasuk pembentukan hubungan antara Kekaisaran Romawi Suci dan Gereja. Pengetahuan teologinya yang mendalam serta kesetiaannya kepada kaisar menjadikannya pilihan yang cocok untuk jabatan Paus pada masa transisi kekuasaan antara Otto II dan putranya, Otto III.

Pengangkatan sebagai Paus

Setelah kematian Paus Benediktus VII pada Oktober 983, Pietro Canepanova terpilih menjadi Paus dengan dukungan kuat dari Kaisar Otto II. Pietro mengambil nama kepausan Yohanes XIV, sebuah nama yang mencerminkan penerus tradisi rasuli dan penghormatan kepada Santo Yohanes Rasul.

Pengangkatannya dilakukan dalam suasana ketidakstabilan politik, terutama setelah kematian Kaisar Otto II pada Desember 983. Ketika Otto III, putra Otto II, masih berada di bawah umur, kekuasaan efektif berada di tangan permaisuri Theophanu dan seorang kelompok penasihat istana. Situasi ini menciptakan kekosongan kekuasaan yang dimanfaatkan oleh musuh-musuh kekaisaran.

Tantangan Kepemimpinan

Kepemimpinan Yohanes XIV diwarnai oleh konflik politik yang melibatkan pihak-pihak yang menentang pengaruh Kekaisaran Romawi Suci atas Gereja. Salah satu tokoh utama dalam konflik ini adalah Crescentius II, seorang bangsawan Romawi yang berambisi mengendalikan pemerintahan kota Roma.

Pada tahun 984, Crescentius II mendukung Benediktus VII yang sebelumnya telah menjadi Antipaus. Dengan dukungan militer dan politik dari kelompok bangsawan Roma, Crescentius berhasil menahan Yohanes XIV di Kastil Sant'Angelo. Yohanes XIV akhirnya ditawan selama beberapa bulan hingga ia meninggal dunia, diduga karena diracun atau karena kondisi penahanan yang buruk.

Kematian dan Warisan

Paus Yohanes XIV meninggal dunia pada 20 Agustus 984 di Kastil Sant'Angelo. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus, dan masa kepemimpinannya yang singkat sering kali luput dari perhatian sejarah. Meski demikian, Yohanes XIV diingat sebagai seorang paus yang setia kepada ajaran Gereja dan mendukung kemurnian iman di tengah pergolakan politik yang sulit.

Warisan Yohanes XIV terletak pada komitmennya untuk mempertahankan otonomi Gereja meskipun ia menghadapi tekanan besar dari kelompok politik yang ingin memanfaatkan Gereja untuk kepentingan duniawi. Dalam perspektif Gereja, ia dianggap sebagai martir iman karena kesetiaannya kepada panggilan kerasulan hingga akhir hayatnya.

Pengaruh pada Masa Berikutnya

Kematian Yohanes XIV menandai awal dari masa yang penuh ketidakstabilan dalam sejarah Gereja Katolik. Pergantian paus yang sering terjadi selama abad ke-10 mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh Takhta Suci, termasuk campur tangan politik, konflik internal, dan ancaman dari pihak luar.

Meski masa jabatannya singkat, Yohanes XIV menginspirasi reformasi Gereja pada abad-abad berikutnya. Kesetiaannya kepada nilai-nilai Injil menjadi teladan bagi para pemimpin Gereja dalam menghadapi ancaman duniawi.

Didahului oleh:
Benediktus VII
Paus
983 – 984
Diteruskan oleh:
Yohanes XV

Referensi

  1. Chisholm, Hugh, ed. (1911). "John XIV." . Encyclopædia Britannica. Vol. 15 (11th ed.). Cambridge University Press. p. 435.
  2. Kelly & Walsh 1988, p. 132.
  3. McBrien 2000, p. 163.
  4. Kelly & Walsh 1988, pp. 132–133.
  5. Levillain 2002, p. 842.
  6. Kelly & Walsh 1988, p. 133.
  7. McBrien 2000, pp. 163–164.
  8. Reardon 2004, p. 74.
  9. McBrien 2000, p. 164.
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Tokoh Italia
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang dan Kehidupan Awal
  2. Pengangkatan sebagai Paus
  3. Tantangan Kepemimpinan
  4. Kematian dan Warisan
  5. Pengaruh pada Masa Berikutnya
  6. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026