Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paus Evaristus

Paus Santo Evaristus adalah Paus Gereja Katolik yang kelima, yang menjabat pada sekitar tahun 97 hingga 105 M. Ia menjadi penerus Paus Klemens I dan menjadi pemimpin Gereja pada masa-masa awal kekristenan, saat umat Kristen masih mengalami penganiayaan oleh Kekaisaran Romawi. Meskipun informasi tentang Paus Evaristus terbatas dan sebagian besar bersumber dari tradisi lisan, ia dihormati sebagai salah satu Bapa Gereja dan martir di dalam tradisi Katolik.

Paus Gereja Katolik ke-5
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paus Evaristus
Santo Paus

Evaristus
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
ca 99
Akhir masa kepausan
ca 107
PendahuluKlemens I
PenerusAleksander I
Informasi pribadi
LahirBethlehem, Yudea
Meninggalca 107
Roma, Kekaisaran Romawi
Orang kudus
Hari peringatan26 Oktober

Paus Santo Evaristus adalah Paus Gereja Katolik yang kelima, yang menjabat pada sekitar tahun 97 hingga 105 M. Ia menjadi penerus Paus Klemens I dan menjadi pemimpin Gereja pada masa-masa awal kekristenan, saat umat Kristen masih mengalami penganiayaan oleh Kekaisaran Romawi. Meskipun informasi tentang Paus Evaristus terbatas dan sebagian besar bersumber dari tradisi lisan, ia dihormati sebagai salah satu Bapa Gereja dan martir di dalam tradisi Katolik.

Kehidupan Awal

Tidak banyak yang diketahui mengenai kehidupan awal Paus Evaristus. Sumber-sumber gereja menyatakan bahwa ia lahir di Betlehem, Yudea, dari seorang ayah Yahudi bernama Juda yang berasal dari Antiokhia. Hal ini mengisyaratkan bahwa ia mungkin memiliki latar belakang Yahudi, meskipun banyak detail tentang kehidupannya sebelum menjadi paus tidak terdokumentasikan dengan baik.

Kepemimpinan Gereja

Evaristus diangkat sebagai Paus sekitar tahun 97 M, menggantikan Paus Klemens I, pada masa pemerintahan Kaisar Trajanus. Pada periode ini, Kekaisaran Romawi masih memandang Kekristenan dengan kecurigaan, dan umat Kristen sering kali menjadi target penganiayaan. Salah satu tugas penting yang harus dihadapi Evaristus adalah melindungi dan memperkuat umat Kristen di tengah situasi sulit tersebut.

Menurut tradisi, Evaristus dikenal karena peran pentingnya dalam mengorganisasi struktur Gereja yang semakin berkembang. Ia diyakini telah memperkenalkan beberapa perubahan penting dalam administrasi gereja, termasuk membagi keuskupan Roma menjadi beberapa paroki yang dipimpin oleh para presbiter (pendeta). Langkah ini diambil untuk mengelola pertumbuhan umat Kristen yang terus meningkat di Roma dan wilayah sekitarnya.

Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa Evaristus adalah paus pertama yang memerintahkan agar diadakan penugasan tetap bagi para imam dalam melakukan pelayanan kepada umat di komunitas mereka, dengan harapan untuk menciptakan struktur gereja yang lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

Hubungan dengan Para Rasul dan Bapa Gereja

Meskipun tidak ada catatan langsung mengenai hubungannya dengan para Rasul, Paus Evaristus menjabat tidak lama setelah kematian Rasul Yohanes, yang dipercaya sebagai rasul terakhir yang meninggal pada akhir abad pertama. Hal ini menempatkan Evaristus dalam posisi yang unik, yakni sebagai pemimpin gereja yang mencoba menjaga ajaran para Rasul dan meneruskannya kepada generasi Kristen berikutnya.

Evaristus juga kemungkinan memiliki kontak dengan para Bapa Gereja awal, seperti Ignatius dari Antiokhia, yang menjadi saksi kehidupan awal gereja dan turut memperjuangkan penyebaran ajaran Kristen di berbagai wilayah kekaisaran Romawi.

Penganiayaan Umat Kristen

Masa kepemimpinan Evaristus berlangsung pada masa pemerintahan Kaisar Trajanus, yang terkenal dengan penganiayaan terhadap umat Kristen. Meskipun tidak ada catatan yang jelas mengenai tingkat penganiayaan yang dihadapi oleh Evaristus sendiri, komunitas Kristen di Roma dan sekitarnya terus berada dalam bahaya. Mereka hidup dalam ketakutan akan penangkapan dan eksekusi oleh otoritas Romawi, yang menganggap kekristenan sebagai gerakan subversif yang mengancam ketertiban publik dan agama-agama tradisional Romawi.

Evaristus diperkirakan melakukan banyak usahanya secara sembunyi-sembunyi, seperti para pendahulunya, guna melindungi umat Kristen dari penganiayaan ini. Gereja terus berkembang meskipun tekanan dan tantangan yang mereka hadapi.

Wafat dan Penghormatan

Paus Evaristus dianggap sebagai martir, meskipun detail mengenai kematiannya masih menjadi subjek spekulasi. Menurut tradisi, ia wafat sebagai martir pada sekitar tahun 105 M selama masa penganiayaan, tetapi tidak ada bukti historis yang jelas tentang bagaimana atau di mana ia meninggal. Setelah kematiannya, Evaristus dimakamkan di dekat makam Santo Petrus di Vatican Hill, Roma.

Paus Evaristus dihormati sebagai santo dalam Gereja Katolik, dan hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 26 Oktober. Penghormatannya sebagai martir mencerminkan penghargaan gereja terhadap pengorbanan yang ia lakukan dalam memimpin umat Kristen pada masa yang penuh tantangan.

Warisan

Meskipun Paus Evaristus tidak meninggalkan karya tertulis yang bertahan, kontribusinya terhadap pengorganisasian gereja tetap diakui sebagai langkah penting dalam perkembangan struktur keuskupan yang masih digunakan hingga saat ini. Pembagian paroki di Roma dan peningkatan pengawasan pastoral oleh imam-imam setempat merupakan salah satu kontribusi penting yang membuat Gereja Katolik semakin terstruktur dan siap menghadapi pertumbuhan yang pesat pada abad-abad berikutnya.

Sebagai salah satu paus paling awal, Evaristus berperan dalam menjaga kontinuitas kepemimpinan gereja dari para rasul ke generasi berikutnya, serta memastikan bahwa ajaran Kristen tetap terjaga di tengah tekanan dari kekaisaran Romawi. Warisan kepemimpinannya turut memperkuat fondasi gereja yang akan terus berkembang hingga menjadi agama besar dunia.

Sumber-sumber Utama

  • Eusebius dari Kaisarea, "Sejarah Gereja," mencatat kepemimpinan Paus Evaristus secara singkat dalam kaitannya dengan perkembangan gereja awal.
  • Liber Pontificalis, sebuah catatan biografi kepausan, juga menyebutkan Evaristus meskipun dengan informasi yang sangat terbatas.

Referensi

  • Eusebius dari Caesarea. Historia Ecclesiastica (Sejarah Gereja).
  • Liber Pontificalis.
  • Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press, 1986.
Didahului oleh:
Klemens I
Paus
±98 – ±105
Diteruskan oleh:
Aleksander I
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
    • 3
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Vatikan
  • Israel
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Kepemimpinan Gereja
  3. Hubungan dengan Para Rasul dan Bapa Gereja
  4. Penganiayaan Umat Kristen
  5. Wafat dan Penghormatan
  6. Warisan
  7. Sumber-sumber Utama
  8. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026