Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paus Yohanes II

Paus Yohanes II adalah Paus Gereja Katolik dari 2 Januari 533 hingga wafatnya pada 8 Mei 535. Ia dikenal sebagai Paus pertama yang mengganti nama aslinya setelah terpilih, sebuah tradisi yang kemudian menjadi kebiasaan di antara para paus. Yohanes II memimpin Gereja Katolik selama masa yang penuh tantangan, termasuk perselisihan doktrinal dan ketegangan dengan penguasa sipil di Kekaisaran Romawi Timur.

Paus Gereja Katolik dari tahun 533 hingga 535
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paus Yohanes II
Terjemahkan ke bahasa Indonesia
Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2.

Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
Paus

Yohanes II
Awal masa kepausan
2 Januari 533
Akhir masa kepausan
8 Mei 535
PendahuluBonifasius II
PenerusAgapitus I
Informasi pribadi
Nama lahirMerkurius
Lahirtanggal tidak diketahui
Roma, Italia
Meninggal8 Mei 535
tempat tidak diketahui
Paus lainnya yang bernama Yohanes

Paus Yohanes II (nama lahir Mercurius; lahir sekitar tahun 470 – wafat 8 Mei 535) adalah Paus Gereja Katolik dari 2 Januari 533 hingga wafatnya pada 8 Mei 535. Ia dikenal sebagai Paus pertama yang mengganti nama aslinya setelah terpilih, sebuah tradisi yang kemudian menjadi kebiasaan di antara para paus. Yohanes II memimpin Gereja Katolik selama masa yang penuh tantangan, termasuk perselisihan doktrinal dan ketegangan dengan penguasa sipil di Kekaisaran Romawi Timur.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Merkurius lahir sekitar tahun 470 di Roma, yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi Barat. Nama aslinya, yang diambil dari dewa pagan Romawi, menunjukkan bahwa ia berasal dari keluarga Kristen yang hidup di tengah pengaruh kuat budaya pagan. Tidak banyak yang diketahui tentang masa mudanya, tetapi ia dikenal karena kebajikannya, kerendahan hatinya, dan kesetiaannya kepada ajaran Kristus.

Merkurius menjadi seorang imam di Roma dan melayani dengan tekun di komunitasnya. Ia dikenal sebagai seorang pembela iman yang gigih, yang menentang segala bentuk bidaah dan penyimpangan dari ajaran Gereja. Kariernya dalam hierarki Gereja akhirnya membawanya kepada pemilihan sebagai Paus setelah kematian pendahulunya, Paus Bonifasius II.

Pemilihan dan Penggantian Nama

Setelah terpilih pada tahun 533, Merkurius memilih untuk mengganti namanya menjadi Yohanes II. Langkah ini dianggap penting karena nama aslinya, yang terkait dengan dewa pagan, dianggap tidak pantas bagi seorang pemimpin Gereja. Tindakan Yohanes II mencerminkan keyakinannya akan pemurnian spiritual dan komitmennya untuk menjauhkan Gereja dari pengaruh paganisme.

Penggantian nama ini menjadi preseden bagi paus-paus berikutnya, terutama dalam situasi di mana nama asli paus dianggap tidak sesuai dengan martabat jabatan kepausan.

Masa Kepausan

Perselisihan Ajaran

Kepausan Yohanes II berlangsung pada masa kekacauan doktrinal di Gereja. Salah satu tantangan besar pada masa itu adalah kontroversi seputar Monofisitisme, sebuah ajaran yang menyatakan bahwa Kristus hanya memiliki satu kodrat, yaitu ilahi, dan bukan dua kodrat, yaitu ilahi dan manusia. Yohanes II dengan tegas menegaskan kembali ajaran Konsili Kalsedon (451) yang mengakui kedua kodrat tersebut.

Kaisar Yustinianus I, penguasa Kekaisaran Romawi Timur, mencoba memengaruhi keputusan Gereja dalam perselisihan ini. Yohanes II dengan bijaksana menjaga keseimbangan antara mempertahankan independensi Gereja dan menjaga hubungan baik dengan kekaisaran.

Skisma di Afrika Utara

Yohanes II juga menghadapi skisma di Afrika Utara yang melibatkan penunjukan uskup-uskup secara ilegal oleh kelompok-kelompok tertentu. Paus bekerja untuk memulihkan kesatuan Gereja di wilayah tersebut dengan mengirimkan utusan dan surat-surat pastoral yang menegaskan otoritas Gereja Roma.

Kebijakan Gereja dan Reformasi

Yohanes II dikenal sebagai paus yang memperhatikan integritas moral para klerus. Ia mengeluarkan dekrit yang melarang praktik-praktik korupsi, seperti pembelian jabatan gerejawi (simonia). Ia juga menekankan pentingnya kesucian hidup di antara para uskup dan imam.

Kematian dan Warisan

Paus Yohanes II wafat pada 8 Mei 535 setelah memimpin Gereja selama lebih dari dua tahun. Jenazahnya dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Meskipun masa kepausannya relatif singkat, Yohanes II dikenang sebagai paus yang bijaksana dan setia kepada ajaran Gereja.

Tindakan Yohanes II mengganti namanya dan membela iman menjadi teladan bagi para paus dan umat Kristen sepanjang sejarah. Ia dihormati sebagai seorang pemimpin yang membawa Gereja melewati masa-masa sulit dengan penuh keteguhan dan hikmat.

Lihat pula

  • Paus Yohanes II dari Aleksandria, seorang Paus Koptik
Didahului oleh:
Bonifasius II
Paus
533 – 535
Diteruskan oleh:
Agapitus I

Referensi

  1. Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press, 1986.
  2. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages, Vol. 3: The Popes Under the Lombard Rule, St. Gregory I (590-604). Kegan Paul, 1903.
  3. Richards, Jeffrey. The Popes and the Papacy in the Early Middle Ages: 476–752. Routledge, 1979.
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Vatikan
  • Israel
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Tokoh Italia
  • Deutsche Biographie
  • DDB


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang dan Kehidupan Awal
  2. Pemilihan dan Penggantian Nama
  3. Masa Kepausan
  4. Perselisihan Ajaran
  5. Skisma di Afrika Utara
  6. Kebijakan Gereja dan Reformasi
  7. Kematian dan Warisan
  8. Lihat pula
  9. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Paus menurut negara

Toskana. Paus Hormisdas (514–523) Paus Yohanes I (523–526) Paus Feliks IV (526–530) Paus Bonifasius II (530–532) Paus Yohanes II (533–535) Paus Agapetus

Daftar orang kudus Katolik

daftar tidak lengkap dari orang dan malaikat yang telah dikanonisasi sebagai santo/a oleh Gereja Katolik. Menurut teologi Katolik, semua santo menikmati

Paus Yohanes

halaman disambiguasi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026