Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paus Gelasius I

Paus Gelasius I adalah Paus Gereja Katolik Roma yang memerintah dari tanggal 1 Maret 492 hingga wafatnya pada tanggal 21 November 496. Ia dikenal sebagai seorang teolog yang brilian, pemimpin rohani yang tegas, dan pelopor doktrin Dua Kuasa. Paus Gelasius I lahir di Afrika Utara, kemungkinan besar dari keluarga Romawi-Afrika, dan merupakan salah satu dari sedikit Paus asal Afrika dalam sejarah Gereja Katolik.

Paus Gereja Katolik dari tahun 492 hingga 496
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paus Gelasius I
Santo Paus

Gelasius I
Awal masa kepausan
492
Akhir masa kepausan
19 November 496
PendahuluFelix III
PenerusAnastasius II
Informasi pribadi
Nama lahirGelasius
Lahirtidak diketahui
Roma, Italia
Meninggal19 November 496
Roma, Italia
Paus lainnya yang bernama Gelasius

Paus Gelasius I (bahasa Latin: Gelasius PP. I) adalah Paus Gereja Katolik Roma yang memerintah dari tanggal 1 Maret 492 hingga wafatnya pada tanggal 21 November 496. Ia dikenal sebagai seorang teolog yang brilian, pemimpin rohani yang tegas, dan pelopor doktrin Dua Kuasa (kekuasaan rohani dan kekuasaan duniawi). Paus Gelasius I lahir di Afrika Utara, kemungkinan besar dari keluarga Romawi-Afrika, dan merupakan salah satu dari sedikit Paus asal Afrika dalam sejarah Gereja Katolik.

Kehidupan Awal

Gelasius lahir sekitar tahun 410 di wilayah Afrika Utara, yang pada masa itu merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi. Sedikit informasi tersedia mengenai masa mudanya, tetapi ia diduga menerima pendidikan yang sangat baik, terutama dalam bidang teologi, filsafat, dan hukum kanon. Sebelum menjadi Paus, Gelasius dikenal sebagai seorang imam yang saleh dan teolog yang bersemangat dalam membela ajaran Gereja.

Gelasius mulai dikenal dalam hierarki Gereja ketika ia diangkat sebagai sekretaris Paus Simplisius (468–483) dan kemudian melanjutkan pelayanan di bawah Paus Feliks III (483–492). Dalam kapasitas ini, ia memainkan peran penting dalam urusan administrasi Gereja dan penyusunan dokumen teologis.

Kepausan

Masalah Skisma Akasia

Ketika Gelasius menjadi Paus pada tahun 492, Gereja menghadapi tantangan besar akibat Skisma Akasia (Acacian Schism). Konflik ini terjadi karena perbedaan doktrin antara Gereja Barat yang berpusat di Roma dan Gereja Timur yang berpusat di Konstantinopel. Patriark Akasia dari Konstantinopel telah mendukung doktrin Monofisitisme, yang mengajarkan bahwa Kristus hanya memiliki satu kodrat ilahi. Paus Gelasius menegaskan ajaran Konsili Kalsedon (451) bahwa Kristus memiliki dua kodrat, yaitu ilahi dan manusia, yang bersatu tanpa bercampur.

Gelasius mengutuk Patriark Akasia dan mendukung ekskomunikasi terhadapnya, suatu langkah yang mempertegas otoritas paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja. Meski konflik ini tidak terselesaikan selama masa kepausannya, usaha Gelasius memperlihatkan keberanian dan ketegasan dalam mempertahankan kebenaran iman.

Doktrin Dua Kuasa

Salah satu warisan terpenting dari Gelasius adalah doktrinnya tentang Dua Kuasa (Duo Sunt), yang ia jabarkan dalam surat kepada Kaisar Anastasius I pada tahun 494. Dalam doktrin ini, Gelasius menyatakan bahwa dunia ini diatur oleh dua kuasa utama, yakni kuasa rohani (auctoritas sacrata pontificum) yang dimiliki oleh Gereja dan kuasa duniawi (regalis potestas) yang dimiliki oleh para penguasa sekuler.

Menurut Gelasius, kuasa rohani lebih tinggi daripada kuasa duniawi karena menyangkut keselamatan jiwa manusia. Doktrin ini menjadi dasar bagi hubungan antara Gereja dan negara di dunia Kristen Barat selama berabad-abad berikutnya.

Liturgi dan Kanonisasi Kitab Suci

Gelasius juga berperan penting dalam pembentukan liturgi Gereja. Ia menyusun Sacramentarium Gelasianum, sebuah kumpulan doa dan tata liturgi yang menjadi dasar bagi perkembangan liturgi Romawi. Selain itu, ia mengesahkan kanon Kitab Suci yang sebelumnya telah ditetapkan oleh para pendahulunya, memastikan bahwa tulisan-tulisan yang diterima dalam Gereja benar-benar merupakan firman Allah.

Gelasius dikenal karena menentang pengaruh paganisme yang masih bertahan di Kekaisaran Romawi. Ia mengganti perayaan pagan Lupercalia dengan pesta Hari Santo Valentinus, memperlihatkan usahanya untuk mengkristenkan budaya Romawi.

Wafat dan Kanonisasi

Paus Gelasius I wafat pada tanggal 21 November 496. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Gereja Katolik menghormatinya sebagai santo, dan hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 21 November.

Warisan dan Pengaruh

Gelasius dikenang sebagai seorang pemimpin yang bijaksana dan berani dalam menghadapi tantangan teologis dan politik. Doktrinnya tentang Dua Kuasa menjadi dasar penting dalam hubungan antara Gereja dan negara sepanjang Abad Pertengahan. Ia juga dikenang sebagai seorang reformator liturgi dan pembela ortodoksi iman.

Sebagai seorang teolog dan Paus, Gelasius menunjukkan bagaimana iman yang teguh dan pemikiran yang mendalam dapat membimbing Gereja melewati masa-masa sulit. Dalam kata-kata terakhirnya, ia menegaskan keyakinannya akan kasih karunia Allah yang memimpin Gereja-Nya sepanjang zaman.

Didahului oleh:
Felix III
Paus
492 – 496
Diteruskan oleh:
Anastasius II

Referensi

  1. Browne, M. (1998). "The Three African Popes". The Western Journal of Black Studies. 22 (1): 57–8.
  2. Herbermann, Charles, ed. (1913). "Pope St. Gelasius I" . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.
  3. The title of his biography by Walter Ullmann expresses this:Gelasius I. (492–496): Das Papsttum an der Wende der Spätantike zum Mittelalter (Stuttgart) 1981.
  4. Ullmann, Walter (1981). Gelasius I. (492-496) : das Papsttum an der Wende der Spätantike zum Mittelalter. Hiersemann. pp. 135–141. ISBN 3-7772-8135-2. OCLC 781406544.
  5. Salzman, Michele Renee (2019). "Lay Aristocrats and Ecclesiastical Politics: A New View of the Papacy of Felix III (483–492 C.E.) and the Acacian Schism". Journal of Early Christian Studies. 27 (3): 482, n. 73. doi:10.1353/earl.2019.0040. ISSN 1086-3184. S2CID 204419785.
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Yunani
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
  • Belgia
Akademik
  • CiNii
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Trove
  • Tokoh Italia
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Kepausan
  3. Masalah Skisma Akasia
  4. Doktrin Dua Kuasa
  5. Liturgi dan Kanonisasi Kitab Suci
  6. Wafat dan Kanonisasi
  7. Warisan dan Pengaruh
  8. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Paus menurut negara

(468–483) Paus Felix III (483–492) Paus Anastasius II (496–498) Paus Simakhus (498–514) Paus Silverius (536–537) Paus Pelagius I (556–561) Paus Yohanes

Daftar orang kudus Katolik

daftar tidak lengkap dari orang dan malaikat yang telah dikanonisasi sebagai santo/a oleh Gereja Katolik. Menurut teologi Katolik, semua santo menikmati

Decretum Gelasianum

sebagai Dekretal Paus Gelasius I, uskup Roma tahun 492–496, yang dikenal banyak menghasilkan karya. Dikatakan bahwa karya ini berasal dari sebuah teks lima

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026