Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paus Feliks III

Paus Feliks III adalah Uskup Roma yang menjabat dari tahun 483 hingga 492 M. Ia dikenal sebagai salah satu paus yang memimpin Gereja pada masa sulit, ketika perselisihan teologis dan politik memisahkan Gereja Barat dan Timur. Feliks III juga diingat sebagai paus yang meneguhkan otoritas kepausan dalam menegakkan ajaran iman yang benar.

Paus Gereja Katolik dari tahun 483 hingga 492 M
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paus Feliks III
Santo Paus

Feliks III
Awal masa kepausan
13 Maret 483
Akhir masa kepausan
492
PendahuluSimplisius
PenerusGelasius I
Informasi pribadi
Nama lahirtidak diketahui
Lahirtidak diketahui
Roma, Italia
Meninggal492
Roma, Italia
Paus lainnya yang bernama Feliks

Paus Feliks III adalah Uskup Roma yang menjabat dari tahun 483 hingga 492 M. Ia dikenal sebagai salah satu paus yang memimpin Gereja pada masa sulit, ketika perselisihan teologis dan politik memisahkan Gereja Barat dan Timur. Feliks III juga diingat sebagai paus yang meneguhkan otoritas kepausan dalam menegakkan ajaran iman yang benar.

Latar Belakang

Feliks III lahir sekitar tahun 440 M di Roma, Kekaisaran Romawi Barat. Ia berasal dari keluarga Kristen yang terhormat, dan beberapa sumber menyebutkan bahwa ia adalah leluhur langsung dari Paus Gregorius I yang kemudian dikenal sebagai Gregorius Agung. Feliks tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai kekristenan, dan sejak usia muda ia dikenal karena kesalehan serta kebijaksanaannya.

Sebelum menjadi paus, Feliks III melayani Gereja sebagai seorang imam di Roma. Ia dikenal sebagai seorang teolog yang teguh dan sangat peka terhadap ajaran iman yang murni. Dedikasinya dalam pelayanan membuatnya dihormati oleh para pemimpin gereja dan umat beriman.

Pemilihan sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Simplisius pada 10 Maret 483 M, Gereja Roma menghadapi tantangan besar. Perselisihan dengan Gereja Timur akibat ajaran Monofisitisme semakin memperlebar jurang perpecahan. Feliks III terpilih sebagai paus pada 13 Maret 483 M melalui proses pemilihan yang dipimpin oleh para klerus Roma. Pemilihannya didasarkan pada reputasinya sebagai seorang imam yang bijaksana, ortodoks, dan penuh dedikasi.

Kepemimpinan dan Tantangan

Selama masa kepemimpinannya, Feliks III menghadapi konflik serius dengan Patriark Akakios dari Konstantinopel. Konflik ini berakar pada penerimaan Henotikon oleh Akakios, sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh Kaisar Zeno dengan tujuan untuk menyatukan kembali Gereja yang terpecah akibat kontroversi Monofisitisme. Namun, Henotikon dianggap oleh Gereja Barat sebagai penyimpangan dari ajaran Konsili Kalsedon tahun 451 M.

Pada tahun 484 M, Feliks III mengadakan sinode di Roma yang menghasilkan keputusan untuk mengutuk dan mengekskomunikasi Akakios. Keputusan ini menandai dimulainya Skisma Akakian, sebuah perpecahan yang berlangsung hingga tahun 519 M. Feliks menegaskan bahwa kebenaran iman tidak boleh dikorbankan demi kesatuan semu. Ia berkata, "Lebih baik kita memiliki perpecahan yang benar daripada kesatuan yang sesat."

Hubungan dengan Kekaisaran Romawi Barat

Masa kepemimpinan Feliks III juga berlangsung di tengah-tengah kemunduran Kekaisaran Romawi Barat. Setelah jatuhnya Roma pada tahun 476 M, Gereja semakin menjadi pusat kekuatan moral dan spiritual di wilayah Barat. Feliks III bekerja sama dengan para pemimpin bangsa barbar yang memeluk Kristen, seperti raja Ostrogoth, Theoderikus Agung. Meskipun hubungan ini tidak selalu mulus, Feliks terus berusaha memastikan bahwa iman Katolik tetap menjadi landasan kehidupan masyarakat.

Ajaran dan Warisan

Feliks III dikenal sebagai seorang paus yang setia kepada ajaran Gereja dan Konsili Kalsedon. Ia menegaskan pentingnya Kristus sebagai satu Pribadi dengan dua kodrat, yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusia, tanpa tercampur, berubah, terbagi, atau terpisah. Dalam surat-suratnya, ia sering mengutip Kitab Suci untuk meneguhkan iman umat dan memperingatkan mereka terhadap ajaran sesat.

Salah satu warisan penting Feliks III adalah upayanya memperkokoh otoritas paus sebagai penggembala universal Gereja. Ia menegaskan bahwa paus Roma memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemurnian ajaran iman di seluruh dunia.

Wafat dan Kanonisasi

Feliks III wafat pada 1 Maret 492 M di Roma. Ia dimakamkan di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Gereja menghormatinya sebagai seorang santo atas kontribusinya dalam mempertahankan iman yang benar dan memperkokoh Gereja pada masa-masa sulit. Hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 1 Maret.

Didahului oleh:
Simplisius
Paus
483 – 492
Diteruskan oleh:
Gelasius I

Referensi

  1. "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Pope St. Felix III". www.newadvent.org. Retrieved 2024-01-04.
  2. R.A. Markus, Gregory the Great and his world (Cambridge: University Press, 1997), p. 8
  3. Herbermann, Charles, ed. (1913). "Sts. Trasilla and Emiliana" . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.
  4. This article incorporates text from a publication now in the public domain: Coleman, Ambrose (1909). "Pope St. Felix III". In Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 6. New York: Robert Appleton Company.
  5. Victor of Vita, History of the Vandal Persecution, 2.3-6 (John Moorhead, trans.), Liverpool: University Press, 1992, p. 25
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Polandia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Tokoh Italia
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Pemilihan sebagai Paus
  3. Kepemimpinan dan Tantangan
  4. Hubungan dengan Kekaisaran Romawi Barat
  5. Ajaran dan Warisan
  6. Wafat dan Kanonisasi
  7. Referensi

Artikel Terkait

Paus Gelasius I

Paus Gereja Katolik dari tahun 492 hingga 496

Daftar orang kudus Katolik

daftar tidak lengkap dari orang dan malaikat yang telah dikanonisasi sebagai santo/a oleh Gereja Katolik. Menurut teologi Katolik, semua santo menikmati

Edward VII dari Britania Raya

Raja Britania Raya dari tahun 1901 hingga 1910

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026