Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paus Stefanus IX

Paus Stefanus IX adalah Uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 3 Agustus 1057 hingga kematiannya pada tanggal 29 Maret 1058. Dia adalah anggota keluarga Ardenne-Verdun, yang memerintah Kadipaten Lorraine, dan memulai karier gerejawinya sebagai seorang kanon di Liège. Dia diundang ke Roma oleh Paus Leo IX, yang menjadikannya kanselir pada tahun 1051 dan salah satu dari tiga legatus ke Konstantinopel pada tahun 1054. Kegagalan negosiasi mereka dengan Patriark Michael I Cerularius dari Konstantinopel dan Uskup Agung Leo dari Ohrid menyebabkan Skisma Timur-Barat yang permanen. Ia melanjutkan jabatannya sebagai kanselir untuk paus berikutnya, Viktor II, dan terpilih sebagai kepala biara Benediktin di Montecassino.

Kepala Gereja Katolik dari tahun 1057 hingga 1058
Diperbarui 16 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Head of the Catholic Church from 1057 to 1058Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 1057 to 1058
"Stefanus IX" beralih ke halaman ini. Untuk penguasa Moldavia, lihat Ștefan IX Tomșa.
Paus

Stefanus IX
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
3 Agustus 1057
Akhir masa kepausan
29 Maret 1058
PendahuluViktor II
PenerusNikolaus II
Informasi pribadi
Nama lahirFrederick dari Lorraine
Lahirca 1020
Lorraine, Kekaisaran Romawi Suci
Meninggal29 Maret 1058 (umur 37–38 tahun)
Florence, Pawai Toskana, Kekaisaran Romawi Suci
Paus lainnya yang bernama Stefanus

Paus Stefanus IX (Latin: Stephanuscode: la is deprecated , dibaptis sebagai Frederick; ca 1020[1] – 29 Maret 1058) adalah Uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 3 Agustus 1057 hingga kematiannya pada tanggal 29 Maret 1058. Dia adalah anggota keluarga Ardenne-Verdun, yang memerintah Kadipaten Lorraine, dan memulai karier gerejawinya sebagai seorang kanon di Liège. Dia diundang ke Roma oleh Paus Leo IX, yang menjadikannya kanselir pada tahun 1051 dan salah satu dari tiga legatus ke Konstantinopel pada tahun 1054. Kegagalan negosiasi mereka dengan Patriark Michael I Cerularius dari Konstantinopel dan Uskup Agung Leo dari Ohrid menyebabkan Skisma Timur-Barat yang permanen. Ia melanjutkan jabatannya sebagai kanselir untuk paus berikutnya, Viktor II, dan terpilih sebagai kepala biara Benediktin di Montecassino.

Stefanus terpilih sebagai pengganti Viktor pada tanggal 2 Agustus 1057. Sebagai paus, Stefanus mempertahankan abbat Montecassino, memberlakukan Reformasi Gregorian, dan melanjutkan upaya Leo IX untuk mengusir bangsa Norman dari Italia selatan. Dia meninggal di Florence, tampaknya diracuni oleh orang Romawi, saat berusaha menobatkan saudaranya Godfrey si Berjanggut sebagai Kaisar Romawi Suci. Dia tetap menjadi paus terakhir yang menyandang nama kepausan "Stefanus".

Kehidupan Awal dan Panggilan Rohani

Frederick dilahirkan dalam lingkungan bangsawan, keturunan dari keluarga Ardenne-Verdun yang berkuasa atas Kadipaten Lorraine. Sejak muda, ia menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap kehidupan rohani. Dengan panggilan ilahi yang kuat, ia memulai karier gerejawi sebagai kanon di Liège, sebuah wilayah yang menjadi pusat spiritualitas pada masanya. Di sana, ia bertemu dengan Paus Leo IX, yang kemudian menjadi pembimbing rohani dan mentor baginya. Pertemuan ini membuka jalan bagi Frederick untuk lebih terlibat dalam urusan gereja tingkat tinggi.

Sebagaimana Musa yang dipanggil di semak duri yang menyala, Frederick pun merasakan tangan Tuhan mengarahkan langkah-langkahnya. Ia meninggalkan keduniawian demi melayani Tuhan sepenuh hati, bahkan ketika panggilan itu membawa beban tanggung jawab yang besar.

Pemilihan sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Viktor II pada tahun 1057, para kardinal dan pemimpin gereja berkumpul untuk memilih penggantinya. Dalam keputusan yang dipandu oleh Roh Kebijaksanaan, mereka memilih Frederick dari Monte Casino sebagai paus baru. Ia menerima pemilihan tersebut dengan kerendahan hati, seperti Daud yang dipilih Tuhan dari antara saudara-saudaranya untuk menjadi raja Israel. Frederick mengambil nama "Stefanus IX" saat naik tahta suci pada 3 Agustus 1057.

Namun, masa jabatannya tidaklah mudah. Seperti nabi-nabi Perjanjian Lama yang sering kali harus menghadapi oposisi dari raja-raja dan bangsa-bangsa, Stefanus IX juga dihadapkan pada tantangan politik dan gerejawi yang kompleks. Salah satu fokus utamanya adalah memperbaiki hubungan antara gereja dan negara, serta membersihkan praktik-praktik korupsi yang mulai merusak kesucian gereja.

Masa Kepemimpinan

Selama masa kepemimpinannya yang singkat, Paus Stefanus IX berusaha keras untuk memperbarui gereja sesuai dengan ajaran Kristus. Ia memperhatikan reformasi gereja yang telah dimulai oleh pendahulunya, Paus Leo IX, terutama dalam hal penunjukan uskup-uskup secara adil tanpa campur tangan politik. Ia juga berusaha memperkuat disiplin rohani di kalangan klerus, mengingatkan mereka akan tanggung jawab mereka sebagai gembala umat Allah.

Namun, masa jabatannya yang hanya berlangsung selama delapan bulan membuat banyak rencana reformasinya tidak dapat diselesaikan sepenuhnya. Seperti Yesaya yang dipanggil untuk memberitakan firman Tuhan di tengah bangsa yang keras kepala, Stefanus IX harus menghadapi kenyataan bahwa waktu yang diberikan Tuhan kepadanya sangat singkat.

Wafat dan Warisan

Paus Stefanus IX wafat pada 29 Maret 1058, setahun setelah ia naik tahta suci. Meskipun masa jabatannya singkat, warisannya tetap hidup melalui upayanya untuk memperbaiki gereja. Ia digantikan oleh Paus Nikolaus II, yang melanjutkan reformasi gereja yang telah dirintis oleh Stefanus IX dan pendahulunya.

Dalam catatan sejarah, Stefanus IX dikenang sebagai paus yang saleh dan berdedikasi. Ia adalah contoh nyata dari seorang pemimpin yang dipanggil Tuhan untuk melayani dengan rendah hati di tengah dunia yang penuh godaan. Seperti Stefanus, protomartir yang mati sebagai saksi iman kepada Kristus, Stefanus IX juga meninggalkan jejak kesalehan yang menginspirasi generasi-generasi berikutnya.

Didahului oleh:
Viktor II
Paus
1057 – 1058
Diteruskan oleh:
Nikolaus II

Referensi

  1. ↑ Mittermaier, Karl (2006). Die deutschen Päpste. Benedikt XVI. und seine deutschen Vorgänger. hlm. 102.
  1. Mittermaier, Karl (2006). Die deutschen Päpste. Benedikt XVI. und seine deutschen Vorgänger. p. 102.
  2. Kelly, Thomas Forrest, The Beneventan Chant, (Cambridge University Press, 1989), 39.
  3. Patrick Healy, The Chronicle of Hugh of Flavigny: Reform and the Investiture Contest in the Late Eleventh Century, (Ashgate Publishing, 2006), 50.
  4. Pierre-Paul Brucker (1889). L'Alsace et l'Église au temps du pape saint Léon IX (Bruno d'Egisheim) 1002–1054 (in French). Strasbourg: F.-X. Le Roux. p. 366. Wattendorff, pp. 3–6.
  5. Jules Borgnet (1846). Histoire du comté de Namur (in French). Bruxelles: A. Jamar. pp. 23, 26.
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik


Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Swedia
  • Vatikan
    • 2
  • Israel
Orang
  • Tokoh Italia
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal dan Panggilan Rohani
  2. Pemilihan sebagai Paus
  3. Masa Kepemimpinan
  4. Wafat dan Warisan
  5. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Paus Gereja Katolik

daftar Paus Gereja Katolik

Robert Guiscard

selatan dan Sisilia. Robert berasal dari Wangsa Hauteville di Normandia, kemudian menjadi conte Puglia dan Calabria (1057–1059), dan kemudian adipati Puglia

Heinrich IV, Kaisar Romawi Suci

seawal-awalnya antara tahun 1057 sampai 1058. Paus Nikolaus II mengangkat dua orang pemimpin orang Norman, Robert Guiscard dan Richard I dari Capua, menjadi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026