Ngesti Nugraha adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjabat sebagai Bupati Semarang masa jabatan 2021–2025 dan 2025–2030. Ia menjabat untuk periode kedua sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Semarang masa jabatan 2016–2021.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ngesti Nugraha | |
|---|---|
Potret resmi Ngesti Nugraha sebagai Bupati Semarang | |
| Bupati Semarang ke-40 | |
| Mulai menjabat 26 Februari 2021 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Gubernur | Ganjar Pranowo Nana Sudjana (Pj.) |
| Wakil | Nur Arifah |
| Wakil Bupati Semarang | |
| Masa jabatan 2016–2020 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Gubernur | Ganjar Pranowo |
| Bupati | Mundjirin ES |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 22 November 1970 Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia |
| Partai politik | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan |
| Suami/istri | Peni Yulianingsih |
| Anak | 1 |
| Almamater | |
| Pekerjaan | Bupati |
| Profesi |
|
| Situs web | ngestinugraha |
Ngesti Nugraha (lahir 22 November 1970) adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjabat sebagai Bupati Semarang masa jabatan 2021–2025 dan 2025–2030. Ia menjabat untuk periode kedua sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.[1] Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Semarang masa jabatan 2016–2021.
Ngesti pernah menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan Magister Hukum di Universitas Diponegoro Semarang.[2]
Sebelum menjabat sebagai bupati dan wakil bupati, Ia adalah anggota DPRD Kabupaten Semarang selama tiga periode (2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019).[2]
Dalam Pemilihan umum Bupati Semarang tahun 2020, Ia dan pasangannya H. Basari (Ngebas) didukung oleh PDI-P, PKB, Hanura, dan Partai Demokrat serta berhasil menjadi pemenang dengan meraih 386.222 suara.[3][4] Konon, Ia berjanji akan "ngopi" (ngolah pikir) dan menginap di lokasi TPS yang menyatakan dirinya menang 100 persen dengan catatan persentase pemilih yang mendaftar di sana juga tinggi.[5][6][7][8][9] Pencalonannya sebagai calon Bupati Semarang pada Pilkada 2020 juga didukung oleh pedagang pasar dengan alasan telah memberikan bukti dan kerja nyata terhadap kelompok pedagang pasar.[10] Selain itu, Ia juga didukung oleh MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Semarang, Tarung Bebas Indonesia, Satria Boxing Club, serta Paguyuban Masyarakat Minang Semarang.[11]
Ia dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada tanggal 26 Februari 2021 bersama kepala daerah tingkat dua lainnya di Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang, Jawa Tengah.[12] Sebelum dilantik, Ia sempat diperiksa oleh KPK pada tanggal 25 Februari 2021 sebagai salah satu saksi kasus korupsi yang menjerat mantan Menteri Sosial Kabinet Indonesia Maju, Juliari Batubara terkait kasus korupsi bantuan sosial COVID-19.[12] Ia diperiksa bersama dengan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kendal (PDIP) Munawir , Direktur PT. Asri Citra Pratama Mutho Kuncoro, dan dua Anggota Tim Pengadaan Barang atau Jasa Bansos Sembako dalam rangka penanganan COVID-19 yaitu Firmansyah dan Rizki Maulana.[12][13] Dirinya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Semarang sekaligus diminta sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko Santoso.[13] Meskipun demikian, beberapa sumber berita menyatakan ia meminta untuk mengundur jadwal pemeriksaan.[14][15][16][17]
Setelah dilantik, Ia mewujudkan janjinya terkait program "ngopi" atau "ngolah pikir" (mengolah pemikiran) antara dirinya sebagai eksekutif dengan warga.[18] Terkait anggaran pemerintahan, dirinya serta pemerintah Kabupaten Semarang telah merencanakan refocusing anggaran terkait COVID-19.[19]
Setelah menuntaskan periode pertama sebagai Bupati Semarang hasil Pilkada 2020, ia mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Semarang berpasangan dengan mantan Kepala Desa Rembes, Nur Arifah dalam Pilbup Semarang 2024.[20] Pada periode kedua ini, mereka diusung oleh koalisi PDI Perjuangan, PKB, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai NasDem, PKS, Partai Hanura, PAN, Partai Demokrat dan 5 partai politik non-parlemen ini berhasil unggul di seluruh kecamatan dengan mendapatkan dukungan 445.567 suara atau 80,26 persen dari total suara sah. Mereka lantas ditetapkan oleh KPU Kabupaten Semarang sebagai bupati dan wakil bupati terpilih pada Kamis, 9 Januari 2025.[21]
Dalam catatan KPK, ia tercatat memiliki harta kekayaan Rp2.470.155.594 (per tahun 2020).[3]
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Mundjirin ES |
Bupati Semarang 2021 - |
Diteruskan oleh: masih menjabat |
| Didahului oleh: Ir. Warnadi, MM. (2010-2015) |
Wakil Bupati Semarang 2016-2020 |
Diteruskan oleh: Basari (2020-sekarang) |