Spei Yan Bidana, ST. M.Si adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan birokrat Indonesia yang menjabat Bupati Pegunungan Bintang 2 periode yakni 2021–2025 dan 2025–2030. Spei Yan Bidana pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Pegunungan Bintang Provinsi Papua.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Spei Yan Bidana | |
|---|---|
| Bupati Pegunungan Bintang ke-3 | |
| Mulai menjabat 03 Maret 2021 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Gubernur | Lukas Enembe (Gubernur Papua) Nikolaus Kondomo (Pj. Gubernur Papua Pegunungan) John Tabo (Gubernur Papua Pegunungan) |
| Wakil | Piter Kalakmabin Kris Bakweng Uropmabo Arnold Nam |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1977-03-22)22 Maret 1977 Oksibil, Pegunungan Bintang, Irian Jaya |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Suami/istri | Susana Maria Apaseray, S.IP |
| Anak | 5 |
| Orang tua |
|
| Almamater | Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Universitas Gadjah Mada |
Spei Yan Bidana, ST. M.Si (lahir 22 Maret 1977) adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan birokrat Indonesia yang menjabat Bupati Pegunungan Bintang 2 periode yakni 2021–2025 dan 2025–2030.[1] Spei Yan Bidana pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Pegunungan Bintang Provinsi Papua.
Spei Yan Bidana, ST.,M.Si mengawali pendidikan dasar di SDN INPRES Oklip, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan dan lulus pada tahun 1989.
Ia melanjutkan pendidikan ke SMP YPPK Bintang Timur Oksibil, ibukota kabupaten Pegunungan Bintang, dan lulus pada tahun 1992.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMP Taruna Bhakti Waena, Jayapura dan lulus pada tahun 1995.
Ia menempuh pendidikan sarjana strata satu di jurusan Teknik Geologi di Sekolah Tinggi Teknologi Nasional yang kini berganti nama menjadi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta dan lulus tahun 2001.
Ia kemudian melanjutkan Pendidikan Pascasarjana Magister Sains di Universitas Gadjah Mada, lulus pada tahun 2003.
Selama masa kuliah di Daerah Istimewa Yogyakarta, Spei yan Bidana pernah menjadi ketua Mahasiswa Katolik Papua Yogya-Semarang. Ia juga menjadi pendiri Forum Mahasiswa Teknologi Mineral Papua di Yogyakarta. Setelah pemekaran Kabupaten Pegunungan Bintang dari kabupaten jayawijaya, ia mendirikan organisasi pelajar dan Mahasiswa/i asal kabupaten Pegunungan Bintang yang sedang menempuh pendidikan di Jawa.