Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Masjid Pathok Nagara Taqwa Wonokromo

Masjid Pathok Nagara Taqwa Wonokromo adalah Masjid Pathok Nagara sisi tenggara yang terletak di Dusun Wonokromo I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini bersebelahan dengan tempuran Sungai Opak dan Sungai Gajahwong.

masjid di Indonesia
Diperbarui 3 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Masjid Pathok Nagara Taqwa Wonokromo
Masjid Pathok Nagara Taqwa
ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦥꦛꦺꦴꦏ꧀ꦤꦒꦫꦠꦏ꧀ꦮ
مسجد التقوی
Tampak depan Masjid Pathok Nagara Taqwa Wonokromo
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 7°52′31.10081″S 110°23′39.96024″E / 7.8753057806°S 110.3944334000°E / -7.8753057806; 110.3944334000Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 7°52′31.10081″S 110°23′39.96024″E / 7.8753057806°S 110.3944334000°E / -7.8753057806; 110.3944334000Lihat peta diperkecil
Agama
AfiliasiIslam
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
KepemilikanKesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat
Lokasi
LokasiWonokromo, Pleret, Bantul
NegaraIndonesia
Koordinat7°52′31″S 110°23′40″E / 7.8753095°S 110.394465°E / -7.8753095; 110.394465[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Masjid_Pathok_Nagara_Taqwa_Wonokromo&params=7.8753095_S_110.394465_E_type:landmark <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">7°52′31″S</span> <span class=\"longitude\">110°23′40″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">7.8753095°S 110.394465°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-7.8753095; 110.394465</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwCA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt8\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwCQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Masjid_Pathok_Nagara_Taqwa_Wonokromo&amp;params=7.8753095_S_110.394465_E_type:landmark\" class=\"external text\" id=\"mwCw\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwDQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDg\">7°52′31″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDw\">110°23′40″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwEA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwEw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwFA\">7.8753095°S 110.394465°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFw\">-7.8753095; 110.394465</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwGA\"/></span>"}' id="mwGQ"/>
Arsitektur
TipeMasjid
GayaTradisional Jawa
Dibangun olehKiai Muhammad Faqih
Rampung1774
Spesifikasi
Arah fasadKiblat
Kubah1 (mustaka)

Masjid Pathok Nagara Taqwa Wonokromo (bahasa Jawa: ꦩꦱ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦥꦛꦺꦴꦏ꧀ꦤꦒꦫꦠꦏ꧀ꦮcode: jv is deprecated , bahasa Arab: مسجد التقویcode: ar is deprecated , translit. Masjid at-Taqwā) adalah Masjid Pathok Nagara sisi tenggara yang terletak di Dusun Wonokromo I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid ini bersebelahan dengan tempuran Sungai Opak dan Sungai Gajahwong.

Sejarah

Pendirian Masjid Taqwa tidak dapat dipisahkan dari tokoh bernama Kyai Mohammad Fakih.[1] Dia adalah seorang guru agama Islam yang bertempat tinggal di Desa Ketonggo. Kyai Mohammad Fakih juga dikenal senang membuat welit (atap rumbia) yang terbuat dari daun ilalang, bukan dari daun tebu. Hal inilah yang menyebabkan dirinya memiliki nama lain “Kyai Welit”.

Suatu saat, Sri Sultan Hamengku Buwono I hendak menemui Kyai Mohammad Fakih untuk ngangsu kawruh (menuntut ilmu). Awalnya, Kyai Mohammad Fakih merasa keberatan karena pada prinsipnya dia hanya memberikan ilmu kepada murid-muridnya saja. Sri Sultan Hamengku Buwono I lantas menyamar sebagai utusan sultan untuk menemui Kyai Mohammad Fakih. Penyamarannya itu tidak diketahui oleh Kyai Mohammad Fakih dan permintaannya sebagai murid dikabulkan karena niatnya yang sungguh-sungguh. Ketika sedang menuntut ilmu, Sri Sultan Hamengku Buwono I yang menyamar meminta nasihat kepada Kyai Mohammad Fakih mengenai tatanan kerajaan yang baik.[2]

Kyai Mohammad Fakih menjelaskan bahwa sultan harus melantik pathok, yaitu orang-orang yang dapat mengajar dan menuntun akhlak para rakyatnya. Pathok-pathok inilah di kemudian hari dianugerahi tanah perdikan. Selain itu, Kyai Mohammad Fakih juga memberikan saran agar sultan juga melantik kenthol (kepala desa), yang karena tugasnya diberikan tanah pelungguh. Sri Sultan Hamengku Buwono I yang melakukan penyamaran selanjutnya meminta izin kepada Kyai Mohammad Fakih kembali ke kasultanan untuk menyampaikan saran-saran tersebut. Sri Sultan Hamengku Buwono I akhirnya melantik dan membuat pathok-pathok yang ditempatkan di Mlangi, Plosokuning, Babadan, Gedongkuning, Ringinsari Gethan, Demak Ijo, Klegum, Godean, dan Jumeneng.

Sebagai ungkapan rasa syukur, Sri Sultan Hamengku Buwono I mengutus para pengawalnya untuk menjemput Kyai Mohammad Fakih di Desa Ketonggo dan Ki Derpoyudo di Laweyan, Surakarta agar melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Yogyakarta. Setelah melaksanakan salat Jumat, Sri Sultan Hamengku Buwono I melakukan pertemuan dengan keduanya untuk membahas tatanan kerajaan. Saat itulah Sri Sultan Hamengku Buwono I mengakui bahwa dirinya pernah menyamar sebagai utusan agar bisa menjadi murid Kyai Fakih Mohammad. Selain itu, Ki Derpoyudo juga memberikan keterangan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I bahwa Kyai Fakih Mohammad putra menantu dari anak sulungnya. Dengan kata lain, Kyai Mohammad Fakih adalah kakak ipar dari Sri Sultan Hamengku Buwono I, sebab Sri Sultan Hamengku Buwono I adalah menantu Ki Derpoyudo dari putrinya yang kedua. Sejak saat itulah, Sri Sultan Hamengku Buwono I begitu welas asih kepada Kyai Mohammad Fakih. Selain sebagai kakak iparnya, dia juga menjadi gurunya. Hal inilah yang menyebabkan Kyai Mohammad Fakih dipanggil ngabiyantoro (menghadap ke keraton).

Pada 1701, Kyai Mohammad Fakih dilantik menjadi kepala pathok dengan candrasengkala Nyata Luhur Pendhita Ratu dan dianugerahi tanah perdikan di sebelah selatan Ketonggo yang berupa hutan. Dikarenakan hutan tersebut banyak ditumbuhi pohon awar-awar, maka daerah tersebut disebut dengan alas awar-awar. Tanah anugerah Sri Sultan Hamengku Buwono I yang masih berwujud hutan awar-awar itu kemudian dibuka dan didirikanlah sebuah masjid di tempat tersebut dengan nama Masjid Taqwa. Setelah selesai dibangun, Kyai Mohammad Fakih menghadap kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk menyampaikan laporan bahwa di atas tanah perdikan tersebut sudah didirikan sebuah masjid. Atas amanat dari Sri Sultan Hamengku Buwono I, daerah itu diberi nama Wana Karoma, yang berarti “supaya benar-benar mulia”.

Selanjutnya, pada tahun 1702-1705 Sri Sultan Hamengku Buwono I berniat menunaikah ibadah haji, namun karena keadaan kasultanan belum begitu aman, dia mengutus Kyai Mohammad Fakih ke Mekah untuk menghajikannya. Kyai Mohammad Fakih mukim selama dua tahun di Mekah karena pada tahun pertama dia menunaikan ibadah haji untuk dirinya sendiri dan pada tahun kedua dia menunaikan ibadah haji untuk Sri Sultan Hamengku Buwono I. Kyai Fakih Mohammad juga memiliki sebutan “Kyai Sedo Laut” karena dia meninggal di laut sepulang dari tanah suci pada tahun 1757. Kapal yang ditumpanginya karam di Selat Malaka.

Ukiran-ukiran ayat suci yang berada di sepanjang bangunan masjid ini memiliki kemiripan dengan Masjid Agung Kotagede dan Masjid Kauman. Para warga yang berada di sekitar Wonokromo meyakini bahwa masjid ini merupakan salah satu dari sekian masjid yang dinamakan Masjid Tiang Negara. Masjid tiang negara ini memiliki pengertian bahwa masjid tersebut berfungsi sebagai simbol kekuatan negara (Kerajaan Mataram).[3]

Rujukan

  1. ↑ Kriesdinar, Mona (27 Juli 2013). "Masjid Taqwa Wonokromo, Tempat Berkumpulnya Gerilyawan RI". Tribunnews.com. Diakses tanggal 17 Mei 2019.
  2. ↑ Pertana, Pradito Rida (14 Mei 2019). "Tentang Masjid Taqwa, Tempat Ngaji Sri Sultan HB I di Bantul". detikcom. Diakses tanggal 17 Mei 2019.
  3. ↑ Dunia Masjid (tanpa tanggal). "Masjid Taqwa Wonokromo". Jakarta Islamic Centre. Diakses tanggal 17 Mei 2019.

Lihat pula

  • Masjid Kauman Pleret
  • Masjid Pajimatan Imogiri

Daftar pustaka

  • Endang Setyowati, dkk (2017). Mengenal Lebih Jauh Masjid Islam Jawa dalam Arsitektur Masjid Pathok Negoro. Yogyakarta: Galang Press. ISBN 978-602-8620-62-8.
  • Zein, Abdul Baqir (1999). Masjid-Masjid Bersejarah di Indonesia. Yogyakarta: Gema Insani Press. ISBN 978-979-5615-67-5.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Wonokromo Mosque.
  • Laman Desa Wonokromo Diarsipkan 2021-10-24 di Wayback Machine.
  • Laman Kalurahan Wonokromo
  • Lokasi dan Akses Masjid Wonokromo
  • l
  • b
  • s
Masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta
Bantul
  • Banyusumurup
  • Gedhe Mataram
  • Kauman Pleret
  • Manunggal
  • Miniatur Baiturrahman
  • Pajimatan Imogiri
  • Pathok Nagara Ad-Darajat Babadan
  • Pathok Nagara Dongkelan
  • Pathok Nagara Taqwa Wonokromo
  • Taqorrub Kanggotan
Gunungkidul
  • Al-Huda Paliyan
  • Al-Husna Playen
  • Al-Ikhlas
  • Al-Jami' Ponjong
  • Sunan Kalijaga Panggang
  • Tiban
Kota Yogyakarta
  • Dukuh Tawangsari
  • Gedhe Kauman
  • Gedhe Pakualaman
  • Jogokariyan
  • Kuncen
  • Margoyuwono
  • Rotowijayan
  • Selo Panembahan
  • Siti Djirzanah
  • Soko Tunggal
  • Sulthonain
  • Syuhada
Kulon Progo
  • Agung Kulon Progo
  • Jami' Wates
Sleman
  • Agung Sleman
  • Kampus UGM
  • Pathok Nagara Mlangi
  • Pathok Nagara Plasakuning
  • Pogung Raya
  • Real Masjid 2.0
  • Suciati Saliman
  • Sulthoni Wotgaleh
  • l
  • b
  • s
Masjid utama di Indonesia menurut provinsi
Sumatra
Aceh
  • Baitul Makmur
  • Baiturrahim Singkil
  • Baiturrahim Ulee Lheue
  • Habib Muda Seunagan
  • Oman Al-Makmur
  • Po Teumeureuhom
  • Pucok Krueng
  • Rahmatullah Lampuuk
  • Raya Baiturrahman Aceh
  • Sheikh Abdurrauf
  • Teungku di Anjong
  • Tua Indra Puri
  • Tua Indra Purwa
Bengkulu
  • Jamik Bengkulu
  • Akbar At-Taqwa
  • Al-Ikhlas Bengkulu
Jambi
  • Al-Falah Jambi
  • Pondok Tinggi
  • Ikhsaniyyah
Kepulauan Riau
  • Agung Batam
  • Sultan Lingga
  • Sultan Riau
Lampung
  • Terapung Al-Aminah
Riau
  • Al-Manan
  • Ar-Rahman
  • Air Tiris
  • Lama Kunto
Kep. Bangka Belitung
  • Kiai Muara Ogan
Sumatera Barat
  • 60 Kurang Aso
  • Al-Muhsinin
  • Nurul Iman
  • Nurul Islam
  • Al-Hakim
  • Al-Imam
  • Ampang Gadang
  • Asasi
  • Babussalam
  • Bingkudu
  • Ishlah Pariangan
  • Istighfar
  • Birugo
  • Mandiangin
  • Parabek
  • Sungai Jambu
  • Taluak
  • Kurai Taji
  • Lubuk Bauk
  • Muhammadan
  • Nurul Amin Pagaruyung
  • Nurul Huda Sawahlunto
  • Nurul Iman Koto Gadang
  • Pariaman
  • Pincuran Gadang
  • Rao-Rao
  • Air Pampan
  • Ampek Lingkuang
  • Andalas
  • Balai Gadang Mungo
  • Bayur
  • Ganting
  • Koto Baru
  • Kubang Putih
  • Kubang
  • Lima Kaum
  • Padusunan
  • Pincuran Tujuah
  • Sumatra Barat
  • Teluk Bayur
  • Saadah
  • Sheikh Burhanuddin
  • Taqwa Muhammadiyah
  • Tua Siguntur
  • Tuanku Pamansiangan
  • Kayu Jao
  • Koto Nan Ampek
  • Ummil Qura
  • Piladang
Sumatera Selatan
  • Agung Palembang
  • Cheng Ho Palembang
Sumatera Utara
  • Al-Mashun
  • Al-Osmani
  • Azizi
  • Lama Gang Bengkok
Jawa
Banten
  • Banten
  • Al-A'zhom
  • Ats-Tsauroh
  • Caringin
  • Carita
  • Fathullah
  • Kali Pasir
  • Kasunyatan
  • Nurul Ikhlas
DKI Jakarta
  • Al-Alam Marunda
  • Al-Azhar Jakarta
  • Al-Makmur
  • Angke
  • An-Nawier
  • Cut Meutia
  • Hasyim Asy'ari
  • Hidayatullah Jakarta
  • Islamic Center Jakarta
  • Istiqlal
  • Kampung Baru
  • Lautze
  • Luar Batang
  • Pangeran Diponegoro
  • Ramlie Musofa
  • Sunda Kelapa
  • Langgar Tinggi
Jawa Barat
  • Cirebon
  • Harakatul Jannah
  • Manonjaya
  • Sumedang
  • Al-Imtizaj
  • Al-Furqon
  • Al-Hurriyyah
  • Al-Jabbar
  • At-Taqwa Cirebon
  • Dian Al-Mahri
  • Al-Huda Pangandaran
  • Al-Juman
  • Merah Panjunan
  • Rahmatan Lil-Alamin
  • Bandung
  • Salman ITB
  • Sumber
Jawa Tengah
  • Al-Jami
  • Baitul Makmur Jepara
  • Brebes
  • Demak
  • Agung Jawa Tengah
  • Purbalingga
  • Surakarta
  • Tegal
  • Besar Al-Atiiq Kauman Salatiga
  • Agung Semarang
  • Mantingan
  • Menara Kudus
  • Nurut Taqwa
  • Saka Tunggal Banyumas
  • Sheikh Zayed
  • Sholihin
  • Wustha Mangkunegaran
  • Raden Sayyid Kuning
DIY
  • Ad-Darajat Babadan
  • Gedhe Kauman
  • Gedhe Mataram
  • Jogokariyan
  • Kampus Universitas Gadjah Mada
  • Kauman Pleret
  • Pajimatan Imogiri
  • Plasakuning
  • Saka Tunggal
  • Syuhada
  • Taqwa Wonokromo
Jawa Timur
  • An-Nur Pare
  • Baitul Hakim
  • Baiturrahman Trenggalek
  • Agung Malang
  • Sumenep
  • Al-Karomah Kresek
  • Al-Akbar
  • Al-Qana Taman
  • Ampel
  • Baiturrahman Banyuwangi
  • Cheng Ho Surabaya
  • Ahmad Dahlan
  • Miftahul Jannah
  • Namira
Kepulauan Nusa Tenggara
Bali
  • Daftar
  • Baitul Makmur Denpasar
  • Keramat Kuno
  • Nurul Huda
  • Jamik Singaraja
  • Agung Sudirman
NTB
  • Bayan Beleq|Bayan Beleq|Bayan Beleq
  • Raya Hubbul Wathan
  • Agung Darussalam Sumbawa Barat
  • Agung Praya
  • Lama Gunung Pujut
NTT
  • Agung Al-Baitul Qadim
  • Al-Muqarrabin
Kalimantan
Kalimantan Barat
  • Al-Falah Mempawah
  • Keraton Landak
  • Keraton Sambas
  • Pontianak
  • Sultan Nata
  • Kiai Gede
  • Mujahidin
  • Singkawang
Kalimantan Selatan
  • Al-Karomah
  • Al-Jihad
  • Ar-Raudhah Sekumpul
  • As-Suada
  • Banjarmasin
  • Pandulangan
  • Sungai Banar
  • Tuhfaturroghibin
  • Banua Halat
  • Pelajau
  • Muhammadiyah Kelayan
  • Banua Lawas
  • Amuntai
  • Sabilal Muhtadin
  • Sheikh Abdul Hamid
  • Sultan Suriansyah
  • Riadhussalihin
Kalimantan Tengah
  • Al-Istiqlal
  • Ar-Raudhah
  • Baiturrahman Buntok
  • Darul Awwabin
  • Darussalam Palangka Raya
  • Wahyu Al-Hadi
Kalimantan Timur
  • Negara Ibu Kota Nusantara
  • Darussalam
  • Islamic Center Samarinda
  • Aji Amir Hasanuddin
  • Shiratal Mustaqiem
Kalimantan Utara
  • Kasimuddin
Sulawesi
Gorontalo
  • Hunto Sultan Amai
Sulawesi Barat
  • Agung Mamuju
  • Raya Syuhada
Sulawesi Selatan
  • 99 Kubah
  • Al-Markaz Al-Islami
  • Amirul Mukminin
  • Katangka
  • Nur Balangnipa
  • Makassar
  • Tua Palopo
Sulawesi Tengah
  • Arqam Baburahman
Sulawesi Tenggara
  • Wolio
  • Al-Alam Kendari
Sulawesi Utara
  • Kiai Madja
Kepulauan Maluku
Maluku
  • Wapauwe
Maluku Utara
  • Al-Munawwar Ternate
  • Sultan Ternate
Pulau Papua
Papua
  • Nurul Amin
Papua Barat
  • Tua Patimburak
Papua Barat Daya
  • Al-Akbar Sorong
Papua Pegunungan
  • Al-Ihsan Jayawijaya
Papua Selatan
  • An-Nur Agats Asmat
Papua Tengah
  • Baabul Munawwar
  • Kategori
  • Daftar
  • Commons
Ikon rintisan

Artikel bertopik masjid ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Rujukan
  3. Lihat pula
  4. Daftar pustaka
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar masjid di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Arsitektur masjid di Indonesia

Arsitektur masjid di Indonesia merupakan bagian utama dari arsitektur Islam Indonesia. Meskipun banyak bangunan Islam tertua di Jawa dan hampir semuanya di Sumatera

Masjid di Indonesia

Masjid di Indonesia adalah tempat-tempat penyelenggaraan Salat Lima Waktu dan Salat Jumat secara berjamaah secara rutin. Keberadaan masjid-masjid berusia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026