Masjid 99 Kubah atau yang lebih dikenal dengan Masjid 99 Asmaulhusna adalah sebuah masjid artistik dan menjadi ikon yang berada di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Masjid dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan pada tahun 2023. Masjid 99 Kubah berlokasi di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Tanjung Bunga.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Masjid 99 Kubah مسجد القبة ٩٩ | |
|---|---|
Koordinat: 5°8′37.612″S 119°24′14.548″E / 5.14378111°S 119.40404111°E / -5.14378111; 119.40404111Lihat peta diperbesar Koordinat: 5°8′37.612″S 119°24′14.548″E / 5.14378111°S 119.40404111°E / -5.14378111; 119.40404111Lihat peta diperkecil | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Provinsi | Sulawesi Selatan |
| Lokasi | |
| Lokasi | Makassar |
| Negara | Indonesia |
| Arsitektur | |
| Arsitek | Ridwan Kamil |
| Tipe | Masjid |
| Gaya | Timur Tengah |
| Didirikan | 2023 |
| Spesifikasi | |
| Kapasitas | ±13.000 Jemaah |
| Kubah | 99 (2025) |
| Menara | Sudah Selesai dibangun |
Masjid 99 Kubah (bahasa Arab: مسجد القبة ٩٩) atau yang lebih dikenal dengan Masjid 99 Asmaulhusna (bahasa Arab: مسجد اسماء الحسنى) adalah sebuah masjid artistik dan menjadi ikon yang berada di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] Masjid dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan pada tahun 2023.[2] Masjid 99 Kubah berlokasi di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Tanjung Bunga.[3][4]
Masjid terbesar di Sulawesi yang memiliki bangunan dua lantai. Dalam pembangunannya juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.[3] Dilansir dari berbagai sumber, masjid yang memiliki banyak warna ini menghabiskan dana lebih dari 160 miliar rupiah.[5] Tidak hanya dana yang besar, waktu yang dibutuhkan untuk membangun masjid berkubah 99 ini juga tidak sedikit mengingat detailnya terbilang rumit.[6]
Arsitektur masjid dirancang oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat. Konsep desain masjid ini klasik modern, futuristik dan juga bentuknya unik dengan mengusung tema Asmaulhusna.[7] Bekerja sama dengan arsitek lokal bernama Muhammad Mursif untuk membuat sebuah bangunan. Sebelumnya, arsitek setempat juga bertemu langsung dengan Ridwan Kamil sebelum masjid tersebut akhirnya dibangun dengan desain yang disepakati bersama dan menggunakan 99 kubah dalam bangunannya, berbeda dengan masjid-masjid yang biasa dijumpai.