Masjid Darul Awwabin adalah sebuah masjid dan pusat pendidikan keagamaan Islam yang terletak di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Masjid Darul Awwabin | |
|---|---|
Darul Awabin Masjid Awwabin | |
bagian belakang Masjid Darul Awwabin (foto tahun 2021) | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Distrik | Seruyan |
| Provinsi | Kalimantan Tengah |
| Lokasi | |
| Lokasi | jl. Budi Utomo, Kuala Pembuang II, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Indonesia |
| Munisipalitas | Kuala Pembuang |
| Negara | |
| Arsitektur | |
| Tipe | Masjid |
| Gaya | Masjid Vernakular |
| Dibangun oleh | Yayasan As-Salafy DKM Darul Awwabin |
| Didirikan | 2000 |

Masjid Darul Awwabin adalah sebuah masjid dan pusat pendidikan keagamaan Islam yang terletak di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.[1][2][3]
Masjid Darul Awwabin dibangun pada pertengahan 2000. Masjid ini adalah salah satu dari beberapa pusat dakwah islam lainnya di Kuala Pembuang.
Lokasi masjid ini terletak di kelurahan Kuala Pembuang II, Kuala Pembuang.[4] Di belakang masjid ini terdapat sebuah sekolah dasar islam, SDIT An-Najiyah.[5]
Masjid Awwabin menggunakan gaya arsitektur vernakular sederhana yang umumnya juga terdapat pada masjid lain di Kuala Pembuang. Masjid ini memiliki atap berwarna kemerahan dan plafon kayu berwarna coklat. Di sekitar masjid ini, terdapat sabat (istilah banjar untuk menyebut daerah hutan dan semak-semak) yang masih lebat.[a] Bagian dalam masjid ini berwarna putih dengan keramik berwarna krem, memiliki 4 lembar sajadah berwarna merah tua yang digelar di keramik tersebut.[b]

Masjid Darul Awwabin dibangun oleh Yayasan As-Salafy dan DKM Darul Awwabin pada pertengahan tahun 2000 dan hingga kini masih dalam tahap pembangunan. Keterbatasan dana membuat pembangunan masjid ini tidak terselesaikan.[7]
Pada mulanya, halaman masjid ini adalah sebuah lapangan kecil yang ditumbuhi rerumputan. Namun sekitar 2017, halaman ini dibangun dengan paving blok. Pada akhir 2019, sebuah pagar beton dibangun di sekitar masjid.[butuh rujukan]
Seperti kebanyakan masjid pada umumnya, salat wajib dilakukan setiap 5 waktu. Begitu pula dengan Salat Jumat yang digelar setiap siang Jumat.
Masjid Awabin, adalah salah satu pusat peribadatan Islam Sunni, khususnya Salafiyah di Kuala Pembuang. Masjid ini sering kedatangan para ustadz dan da'i untuk mengajarkan agama.[8]
Di belakang masjid ini, terdapat sebuah sekolah dasar islam SDIT An-Najiyah yang dibangun pada 2015.[9]