Masjid Raya Al-Jabbar, disingkat MRAJ atau yang lebih dikenal dengan Masjid Terapung Gedebage adalah sebuah masjid yang berada di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pembangunan masjid al jabbar sebesar kurang lebih 1 triliun dari dana APBD, masjid ini mulai dibangun pada tahun 2017 di atas danau buatan dan baru selesai pada tahun 2020.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Masjid Al-Jabbar مسجد جامع الجبار | |
|---|---|
Koordinat: 6°56′53.2″S 107°42′13.0″E / 6.948111°S 107.703611°E / -6.948111; 107.703611Lihat peta diperbesar Koordinat: 6°56′53.2″S 107°42′13.0″E / 6.948111°S 107.703611°E / -6.948111; 107.703611Lihat peta diperkecil | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Provinsi | Jawa Barat |
| Kepemilikan | Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat |
| Lokasi | |
| Lokasi | Bandung |
| Negara | Indonesia |
| Arsitektur | |
| Arsitek | Ridwan Kamil |
| Tipe | Masjid |
| Gaya | Perpaduan antara arsitektur Modern, Sunda, dan Utsmaniyah |
| Didirikan | 2017 (2017) |
| Spesifikasi | |
| Kapasitas | 60.000 |
| Menara | 4 |
| Situs web | |
| https://masjidrayaaljabbar.com/ | |
Masjid Raya Al-Jabbar (bahasa Arab: مسجد جامع الجبارcode: ar is deprecated ), disingkat MRAJ atau yang lebih dikenal dengan Masjid Terapung Gedebage adalah sebuah masjid yang berada di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pembangunan masjid al jabbar sebesar kurang lebih 1 triliun dari dana APBD,[1] masjid ini mulai dibangun pada tahun 2017 di atas danau buatan dan baru selesai pada tahun 2020.[2]
Masjid ini diprakarsai pembangunannya oleh Ahmad Heryawan. Peletakan batu pertama masjid ini dilakukan pada tanggal 29 Desember 2017 oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.
Di masa lalu, kawasan Gedebage merupakan sebuah rawa-rawa bekas peninggalan Danau Bandung Purba. Lalu akhir abad ke-19, rawa-rawa ini mulai mengering dan dijadikan area persawahan. Kemudian perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen membangun jalur kereta api yang menghubungkan Gedebage dan Cicalengka di tengah rawa-rawa ini. Tak lama kemudian, Gedebage menjadi sebuah kecamatan, setelah Kota Bandung dimekarkan dari Kabupaten Bandung pada tahun 2006.
Karena padatnya kawasan perumahan, pemerintah Provinsi Jawa Barat berinisiatif membangun masjid yang lebih besar dari Masjid Raya Bandung. Kemudian ide pembangunan masjid disetujui oleh Pemerintah Indonesia, dan pembangunan masjid dimulai tanggal 29 Desember 2017, ditandai dengan upacara peletakan batu pertama oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.[3] Pembangunan sempat terhenti pada tahun 2020 karena pandemi COVID-19, dan kembali dilanjutkan satu setengah tahun kemudian, tepatnya tanggal 24 Agustus 2021.[4] Setelah melewati masa pembangunan selama 5 tahun, masjid ini akhirnya diresmikan pada tanggal 30 Desember 2022 oleh Gubernur Ridwan Kamil.[5]
Akibat biayanya yang mencapai triliunan, dan sudah terdapatnya sekitar hampir 50.000 masjid di Jawa Barat,[6] kritikan pun ramai datang dari masyarakat yang menganggap dana tersebut akan jauh lebih baik bila dialokasikan untuk pendidikan, menanggulangi kemiskinan, memperbaiki infrastruktur dan gedung-gedung sekolah yang masih banyak yang rusak di provinsi tersebut.[6][7]
Bangunan tersebut pernah ditampilkan dalam Transisi video azan Subuh & Maghrib di Indosiar saat Bulan ramadan 2023.[8]