Gedebage adalah sebuah kecamatan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini dibentuk dari pemekaran Kecamatan Rancasari. Kawasan ini kerap menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gedebage | |||||
|---|---|---|---|---|---|
![]() Peta lokasi Kecamatan Gedebage | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Barat | ||||
| Kota | Bandung | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Jaenudin, AP, M.Si. | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 44,381 jiwa (2.024) jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 32.73.27 | ||||
| Kode BPS | 3273101 | ||||
| Luas | - km² | ||||
| Desa/kelurahan | 4 | ||||
| |||||

Gedebage (bahasa Sunda: ᮌᮨᮓᮦᮘᮌᮦcode: su is deprecated , translit. Gedébagé) adalah sebuah kecamatan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan ini dibentuk dari pemekaran Kecamatan Rancasari. Kawasan ini kerap menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba.
Mencatatkan data kependudukan yang dinamis. Kecamatan ini, yang terdiri dari empat kelurahan dan tidak memiliki desa, menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan urban yang pesat di Kota Bandung.
Demografi dan Perubahan:
Data kependudukan ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi demografis Kecamatan Gedebage pada akhir tahun 2024. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan publik, dan penyediaan layanan masyarakat yang lebih efektif di wilayah tersebut.
Pemilihan Umum 2024 telah selesai dilaksanakan, dan hasil resmi untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bandung 4, yang mencakup Kecamatan Gedebage dan wilayah Bandung Kidul, Buahbatu, Rancasari, Panyileukan, Cinambo,[3] telah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui situs resmi pemilu2024.kpu.go.id.
Dalam pemilihan legislatif ini, sebanyak 7 kursi tersedia bagi para calon anggota dewan yang berhasil memperoleh suara terbanyak sesuai dengan metode Sainte-Laguë.[4]
Berdasarkan hasil perhitungan suara resmi, enam partai politik berhasil memperoleh kursi di DPRD Kota Bandung dari Dapil 4,[5] Tabel yang diurutkan berdasarkan jumlah suara tertinggi:
| No | Partai Politik | Jumlah Suara | Jumlah Kursi |
|---|---|---|---|
| 1 | Partai Keadilan Sejahtera (PKS) | 49.279 | 2 |
| 2 | Partai Golongan Karya (Golkar) | 28.597 | 1 |
| 3 | Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) | 28.565 | 1 |
| 4 | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) | 19.714 | 1 |
| 5 | Partai NasDem | 19.574 | 1 |
| 6 | Partai Demokrat | 17.901 | 1 |
Dari total suara yang masuk, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai dengan suara tertinggi di Dapil Kota Bandung 4, sehingga berhak atas dua kursi. Sementara lima partai lainnya masing-masing mendapatkan satu kursi.[6]
Pemilihan anggota dewan didasarkan pada perolehan suara individu tertinggi dalam setiap partai. Berikut adalah daftar anggota DPRD Kota Bandung yang berhasil memperoleh kursi dari Dapil 4:
| Partai | Nama Caleg Terpilih | Jumlah Suara |
|---|---|---|
| Partai Gerindra | Nunung Nurasiah, S.Pd. | 7.171 suara |
| PDIP | H. Sutaya, S.H., M.H. | 6.044 suara |
| Partai Golkar | Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M. | 10.671 suara[7] |
| Partai NasDem | Asep Sudrajat, S.A.P. | 4.473 suara |
| PKS | H. Andri Rusmana, S.Pd.I. | 13.560 suara |
| PKS | Elton Agus Marjan | 5.189 suara |
| Partai Demokrat | Mukhamad Adi Widyanto | 7.292 suara |
Berdasarkan perolehan suara individu tertinggi, Dr. H. Edwin Senjaya (Golkar) dan H. Andri Rusmana (PKS) menjadi calon dengan suara tertinggi di dapil ini.
Pemkot Bandung berencana membangun "Bandung Teknopolis" sebuah kawasan atau kota baru yang dikhususkan untuk mewadahi mereka yang pakar dan ingin mengembangkan bisnis di bidang teknologi informasi. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan kota baru khusus berbasis IT itu akan dibangun di kawasan Gedebage. Megaproyek dengan lahan sekitar 800 Hektar tersebut akan dijadikan sebagai Central Business District (CBD) berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Menurut Wali Kota, kalau konsep teknopolis sudah jadi, perusahaan-perusahaan seperti Google dan Facebook sangat mungkin untuk tinggal berdampingan di lingkungan yang sama. Investor sendiri sudah ada yang berminat seperti dari Arab Saudi, Jepang, Singapura dan lainnya. Konsep teknopolis sendiri merupakan sumbangan Bandung untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Kota baru ini diharapkan dapat menumbuhkan geliat investasi di sektor teknologi informasi dan komunikasi.[8]
Daerah ini selalu dilanda banjir setiap musim hujan. Untuk mengatasi banjir di Kota Bandung berbagai cara sudah dilakukan, program terbaru adalah membangun tol air atau reservoir. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, Tol Air dipastikan mampu mengurangi banjir di kawasan Gedebage yang selama ini selalu banjir dan sulit diatasi.[9]
Summarecon Mall Bandung, atau disingkat menjadi Summaba, adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Bandung, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 2024, mal ini berada di perumahan Summarecon Bandung yang dicetuskan oleh Summarecon Agung, pengembang properti asal Jakarta. Summaba merupakan mal keempat dengan tajuk "Summarecon Mall", mengikuti Summarecon Mall Kelapa Gading, Summarecon Mall Serpong, dan Summarecon Mall Bekasi.