Mangan(II,III) oksida adalah sebuah mangan oksida dengan rumus kimia Mn3O4. Mangan hadir dalam dua bilangan oksidasi, +2 dan +3, dan rumusnya terkadang ditulis sebagai MnO·Mn2O3. Mn3O4 ditemukan di alam sebagai mineral hausmanit.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nama | |
|---|---|
| Nama IUPAC
Mangan(II) dimangan(III) oksida | |
| Nama lain
Mangan tetroksida, Mangan oksida, Manganomanganat oksida, Trimangan tetraoksida, Trimangan tetroksida[1] | |
| Penanda | |
Model 3D (JSmol) |
|
| ChemSpider | |
| Nomor EC | |
PubChem CID |
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
| UNII | |
CompTox Dashboard (EPA) |
|
| |
| |
| Sifat | |
| Mn3O4 MnO·Mn2O3 | |
| Massa molar | 228,812 g/mol |
| Penampilan | Bubuk hitam kecokelatan[1] |
| Densitas | 4,86 g/cm3 |
| Titik lebur | 1.567 °C (2.853 °F; 1.840 K) |
| Titik didih | 2.847 °C (5.157 °F; 3.120 K) |
| Tak larut | |
| Kelarutan | Larut dalam HCl |
| +12400·10−6 cm3/mol | |
| Struktur | |
| Windusari (tetragonal), tI28 | |
| I41/amd, No. 141 | |
| Bahaya | |
| Batas imbas kesehatan AS (NIOSH): | |
PEL (yang diperbolehkan) |
C 5 mg/m3[1] |
REL (yang direkomendasikan) |
Tak tersedia[1] |
IDLH (langsung berbahaya) |
N.D.[1] |
| Termokimia | |
| Entropi molar standar (S |
149 J·mol−1·K−1[2] |
| Entalpi pembentukan standar (ΔfH |
−1387 kJ·mol−1[2] |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Mangan(II,III) oksida adalah sebuah mangan oksida dengan rumus kimia Mn3O4. Mangan hadir dalam dua bilangan oksidasi, +2 dan +3, dan rumusnya terkadang ditulis sebagai MnO·Mn2O3. Mn3O4 ditemukan di alam sebagai mineral hausmanit.
Mn3O4 terbentuk ketika mangan oksida apa pun dipanaskan di udara di atas suhu 1000 °C.[3] Penelitian yang cukup banyak telah difokuskan pada produksi Mn3O4 nanokristalin dan berbagai sintesis yang melibatkan oksidasi MnII atau reduksi MnVI.[4][5][6]
Mn3O4 bertindak sebagai katalis untuk berbagai reaksi, misalnya oksidasi metana dan karbon monoksida;[7][8] dekomposisi NO,[9] reduksi nitrobenzena[10] dan pembakaran katalitik senyawa organik.[11]
Mn3O4 memiliki struktur windusari, di mana ion oksida berbentuk kubik rapat dan MnII menempati situs tetrahedral dan situs oktahedral MnIII.[3] Strukturnya terdistorsi karena adanya efek Jahn–Teller.[3] Pada suhu kamar Mn3O4 bersifat paramagnetik. Di bawah suhu 41–43 K, ia bersifat ferimagnetik,[12] meskipun telah dilaporkan terjadi penurunan pada sampel nanokristalin hingga suhu sekitar 39 K.[13]
Mn3O4 terkadang digunakan sebagai bahan awal dalam produksi ferit lunak, misalnya ferit mangan seng,[14] dan litium mangan oksida, yang digunakan dalam baterai litium.[15]
Mangan tetroksida juga dapat digunakan sebagai bahan pemberat saat mengebor bagian reservoir di sumur minyak dan gas.[butuh rujukan]