Telurium trioksida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia TeO3. Di dalam senyawa ini, telurium memiliki bilangan oksidasi sebesar +6.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Nama | |
|---|---|
| Nama lain
telurium(VI) oksida | |
| Penanda | |
Model 3D (JSmol) |
|
| ChemSpider |
|
| Nomor EC | |
PubChem CID |
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
CompTox Dashboard (EPA) |
|
| |
| |
| Sifat | |
| TeO3 | |
| Massa molar | 175.6 g/mol |
| Penampilan | kristal kuning-jingga (α-TeO3) |
| Densitas | 5.07 g/cm³, padat |
| Titik lebur | 430 °C (806 °F; 703 K) |
| Bahaya | |
Klasifikasi UE (DSD) (usang) |
tidak terdaftar |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Telurium trioksida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia TeO3. Di dalam senyawa ini, telurium memiliki bilangan oksidasi sebesar +6.
Terdapat dua bentuk, yaitu α-TeO3 yang berwarna kuning-merah dan β-TeO3 yang berwarna abu-abu dan kurang reaktif.[1]
α-TeO3 memiliki struktur yang serupa dengan FeF3.[2]
α-TeO3 dapat disiapkan dengan memanaskan asam ortotelurat, Te(OH)6, pada suhu yang melebihi 300 °C .[1] Bentuk β-TeO3 dapat disiapkan dengan memanaskan α-TeO3 di dalam tabung tertutup dengan O2 dan H2SO4.
α-TeO3 tidak reaktif dengan air, tetapi menjadi oksidator yang kuat jika dipanaskan.[2] Jika bereaksi dengan alkali, senyawa ini akan membentuk telurat.[2]
α-TeO3 ketika dipanaskan kehilangan oksigen dan pertama-tama membentuk Te2O5 dan kemudian menjadi TeO2.[1]