Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMalin Kundang
Artikel Wikipedia

Malin Kundang

Malin Kundang adalah kaba atau cerita rakyat yang berasal dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dia dikutuk menjadi batu.

Cerita rakyat Sumatera Barat
Diperbarui 19 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Malin Kundang
Untuk sinetron yang bernama sama, lihat Malin Kundang (sinetron).
Malin Kundang
Sebuah prangko dengan ilustrasi legenda Malin Kundang, tahun 1998.
Dongeng rakyat
NamaMalin Kundang
Data
MitologiMinangkabau
NegaraIndonesia
KawasanSumatera Barat

Malin Kundang adalah kaba atau cerita rakyat yang berasal dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dia dikutuk menjadi batu.

Cerita rakyat yang mirip juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Di Malaysia cerita serupa berkisah tentang Si Teng gang[1] yang berasas dari kisah lebih awal lagi pada tahun 1900 dalam buku Malay Magic yang ditulis oleh Walter William Skeat sebagai satu cerita rakyat berjudul Saleh Megat Sajobang.[2] Cerita Si Tenggang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta pada tahun 1975 sebagai judul Nakoda Tenggang: Sebuah Legenda dari Indonesia.[3]

Kisah

Diceritakan bahwa Malin Kundang merupakan anak semata wayang yang tinggal bersama ibunya. Saat remaja, ia memutuskan untuk merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Di tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Malin Kundang diserang oleh bajak laut. Semua barang dagangan dirampas, sementara para awak kapal dan penumpang dibantai. Malin Kundang bersembunyi sehingga nyawanya selamat. Setelah terkatung-katung di laut, akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dan memulai kehidupan yang baru di sana. Berkat kegigihannya dalam bekerja, ia berhasil menjadi saudagar yang memiliki banyak kapal dagang beserta anak buah. Setelah menjadi kaya, Malin Kundang pun menikah.

Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang dan istrinya melakukan pelayaran dan berlabuh di tanah kelahirannya. Ibu Malin menyaksikan kedatangannya. Sang ibu melihat bahwa saudagar di kapal sangat mirip dengan Malin Kundang. Ia mendekati kapal untuk memastikan ciri-ciri anaknya dan semakin yakin setelah semuanya cocok, lalu ia berusaha untuk berbicara dengan Malin Kundang. Akan tetapi, Malin Kundang menjadi marah meskipun dia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya. Kemarahan itu karena dia malu akan penampilan ibunya yang lusuh dan kotor. Mendapat perlakukan seperti itu, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia pun menyumpah anaknya, “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Saat Malin Kundang kembali pergi berlayar, badai dahsyat menghancurkan kapalnya. Lalu ia terdampar di pantai tanah kelahirannya. Setelah itu, tubuhnya perlahan menjadi kaku, dan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Kisah tersebut berlatar di pantai Air Manis (Aia Manih), di selatan kota Padang, Sumatera Barat.

Dalam sejumlah kajian folklor, kisah Malin Kundang juga dibaca melalui perspektif gender yang menyoroti posisi ibu dalam struktur sosial masyarakat pesisir Minangkabau. Tokoh ibu digambarkan sebagai perempuan yang membesarkan anaknya seorang diri setelah suaminya tidak lagi hadir dalam kehidupan keluarga. Ia menjalankan peran domestik sekaligus menjaga keberlangsungan rumah tangga, tetapi tetap berada dalam posisi sosial yang rentan.[4]

Penolakan Malin Kundang terhadap ibunya setelah ia kembali sebagai saudagar kaya sering ditafsirkan sebagai gambaran perubahan relasi kekuasaan yang dipengaruhi oleh status ekonomi dan prestise sosial. Dalam beberapa pembacaan modern, tindakan tersebut tidak hanya dilihat sebagai bentuk kedurhakaan seorang anak, tetapi juga sebagai refleksi bagaimana figur perempuan yang miskin dan menua dapat tersisih dari pengakuan sosial.[4]

Kutukan yang diucapkan sang ibu hingga Malin Kundang berubah menjadi batu sering dipahami sebagai simbol otoritas moral yang dimiliki oleh sosok ibu dalam tradisi lisan. Meskipun tokoh ibu dalam cerita digambarkan hidup dalam keterbatasan, narasi tersebut menempatkannya sebagai penjaga nilai etika dan kehormatan keluarga. Dalam konteks ini, kisah Malin Kundang tidak hanya berfungsi sebagai cerita moral mengenai bakti kepada orang tua, tetapi juga mencerminkan pentingnya posisi perempuan sebagai figur moral dalam masyarakat.[4]

Batu Malin Kundang

Batu Malin Kundang di pantai Air Manis, Padang.

Legenda Malin Kundang telah memberi inspirasi bagi sebuah karya seni di pantai Air Manis, Padang.[5] Karya itu berbentuk pecahan kapal dan seseorang yang disebutkan sebagai Malin Kundang, dalam posisi tertelungkup di pesisir Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumatera Barat. Bongkahan batu menggambarkan akhir hidup tokoh Malin Kundang, saudagar yang saat kedatangannya ke kampung halaman mendapat kutukan karena menolak mengakui ibunya.

Keberadaan Batu Malin Kundang telah memopulerkan Pantai Air Manis, tempat latar legenda sebagai salah satu daya tarik wisata di Padang. Relief pada Batu Malin Kundang sendiri dikerjakan pada tahun 1980-an, hasil karya Ibenzani Usman.[5]

Dalam budaya populer

Karena kepopulerannya kisah Malin Kundang berkali-kali diolah dalam berbagai bentuk, baik cerpen, drama, dan sinetron. Karya-karya adaptasi ini sangat beragam.

Drama

Dramawan dan sastrawan Wisran Hadi menjadikan kisah Malin Kundang sebagai dasar dalam dramanya Malin Kundang (1978) dan Puti Bungsu (1979).[6]

Sinetron

Karakter Malin Kundang dimunculkan dalam dua episode sinetron Lorong Waktu 2 yang dirilis pada tahun 2000. Dalam versi ini, Malin Kundang diperankan oleh Septian Dwi Cahyo sementara ibunya diperankan oleh Aty Cancer Zein. Berbeda dengan versi cerita klasik, dalam Lorong Waktu Malin Kundang diceritakan bertobat sesaat sebelum kutukan menjadi batu yang diucapkan oleh ibunya menjadi kenyataan.[7][8]

Malin Kundang merupakan sinetron yang diputar di SCTV pukul 20:00-21:00 WIB sejak 11 Januari 2005 hingga 25 Juli 2006 memiliki 81 episode dalam 2 musim yaitu musim 1: 65 episode & musim 2: 16 episode diproduksi MD Entertainment dan Surya Citra Pictures. Dalam sinetron ini latar cerita Malin Kundang dibawa ke alam modern. Malin Kundang diperankan oleh Fachri Albar. Dalam versi sinetron ini ibu Malin Kundang bernama Zainab dan diperankan Desy Ratnasari. Dan juga di musim kedua ini ada juga pemeran Jennifer Dunn sebagai Intan, anak dari Malin Kundang.[9]

Upin dan Ipin

Salah satu episode Upin dan Ipin musim ke-9 yang berjudul "Jambatan ilmu" pernah menyinggung soal kesamaan cerita Malin Kundang dengan Si Tanggang. Murid-murid Tadika Mesra yang saat itu ditugaskan oleh Cikgu Melati untuk membacakan cerita rakyat. Ipin memilih cerita Si Tanggang, sedangkan Susanti memilih cerita Malin Kundang, hingga akhirnya terjadi perdebatan di antara keduanya.[10]

Referensi

  1. ↑ Stories of a people: asserting place and presence via Orang Asli oral tradition, Colin Nicholas, One-day Seminar and Exhibition on Orang Asli Oral Tradition, PPBKKM, FSSK, UKM, Bangi, 8 September 2004
  2. ↑ Malay magic: an introduction to the folklore and popular religion of the ... By Walter William Skeat
  3. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-14. Diakses tanggal 2008-10-23.
  4. 1 2 3 Krisna, Eva (2016). "Malin Kundang dalam Perspektif Feminisme". Aksara Kemendikdasmen.
  5. 1 2 antaranews.com. "Wisata Batu Malin Kundang". ANTARA News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-07. Diakses tanggal 2019-11-12.
  6. ↑ Azizah, Noor; Budhrasa, M.; Darussalam, Malin Kundang, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-16, diakses tanggal 2024-01-10
  7. ↑ "},"date":{"wt":""},"website":{"wt":"[[Vidio.com]]"},"publisher":{"wt":"[[Demi Gisela Citra Sinema]] dan [[SCTV]]"},"access-date":{"wt":"7 April 2021"},"quote":{"wt":""},"archive-date":{"wt":"2021-10-15"},"archive-url":{"wt":"https://web.archive.org/web/20211015220501/https://www.vidio.com/watch/112137-lorong-waktu-2-episode-10"},"dead-url":{"wt":"no"}},"i":0}}]}' id="mwxg"/>"Lorong Waktu 2 Episode 10". Vidio.com. Demi Gisela Citra Sinema dan SCTV. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-15. Diakses tanggal 7 April 2021.
  8. ↑ "},"date":{"wt":""},"website":{"wt":"[[Vidio.com]]"},"publisher":{"wt":"[[Demi Gisela Citra Sinema]] dan [[SCTV]]"},"access-date":{"wt":"7 April 2021"},"quote":{"wt":""},"archive-date":{"wt":"2021-02-08"},"archive-url":{"wt":"https://web.archive.org/web/20210208152529/https://www.vidio.com/watch/112140-lorong-waktu-2-episode-11"},"dead-url":{"wt":"no"}},"i":0}}]}' id="mw2A"/>"Lorong Waktu 2 Episode 11". Vidio.com. Demi Gisela Citra Sinema dan SCTV. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-08. Diakses tanggal 7 April 2021.
  9. ↑ Erlin, Penulis:. "Dessy Ratnasari Berperan di Serial 'MALIN KUNDANG'". KapanLagi.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-01-10. Diakses tanggal 2024-01-10. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  10. ↑ "Upin Ipin The Movie Ceritakan Petulangan di Kisah Malin Kundang dan Bawang Merah Bawang Putih". Tribunnewsbogor.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-07-31. Diakses tanggal 2024-01-10.

Pranala luar

  • (Melayu) Junus, Umar. "Malin Kundang dan Dunia Kini" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-04-01. Diakses tanggal 2009-8-7. ;
  • (Indonesia) MD Entertainment merilis Legenda Malin Kundang Diarsipkan 2007-03-11 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Versi lain dari kisah Malin Kundang
  • Cerita rakyat Indonesia
  • l
  • b
  • s
Legenda dan cerita rakyat Nusantara
Aceh
  • Banta Berensyah
  • Mentiko Betuah
  • Putra Mahkota Amat Mude
  • Si Kepar
  • Si Parkit Raja Paraket
  • Tujuh Anak Lelaki
  • Tradisi Smong
Sumatera Utara
  • Asal mula Danau Toba
  • Putri Hijau
  • Sampuraga
  • Dayang Bandir dan Sandean Raja
Riau
  • Batang Tuaka
  • Bawang Merah Bawang Putih
  • Putri Kaca Mayang
  • Putri Mambang Linau
  • Putri Tujuh
  • Si Umbut Muda
Sumatera Barat
  • Kaba Anggun Nan Tongga
  • Kaba Cindua Mato
  • Kaba Sutan Pangaduan
  • Lebai Malang
  • Malin Kundang
  • Sabai Nan Aluih
  • Asal Usul Danau Maninjau
Kepulauan Riau
  • Awang Sambang Elang Raja di Laut
  • Badang Sandim Sani dan Batu Ampar
  • Datuk Putih Laksemana Bentan
  • Hang Nadim Laksemana
  • Jenawi Pusaka Perang Lanun
  • Keris Sempena Riau
  • Padi Penaungan
  • Putri Pandan Berduri
  • Raja Bentan Wan Seri Benai
  • Tok Nyang Saka Baka Muka Kuning
Jawa Barat
  • Ciung Wanara
  • Leungli
  • Lutung Kasarung
  • Mundinglaya Dikusumah
  • Sangkuriang
Jawa Tengah
  • Jaka Tarub
  • Rara Jonggrang
  • Rara Mendut
  • Timun Mas
Jawa Timur
  • Ande Ande Lumut
  • Aryo Menak
  • Bubuksah dan Gagangaking
  • Damar Wulan
  • Keong Mas
  • Sarip Tambak Oso
  • Sri Tanjung
  • Sudamala
  • Aji Saka
  • Joko Seger dan Roro Anteng
Sulawesi Selatan
  • Sureq Galigo
Papua
  • Kweiya
Daftar cerita rakyat di Indonesia menurut provinsi (kategori)
Sumatra
  • Aceh
  • Bengkulu
  • Jambi
  • Kepulauan Riau
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Lampung
  • Riau
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Sumatera Utara
Jawa
  • Banten
  • Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Yogyakarta
Nusa Tenggara
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
Kalimantan
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
Sulawesi
  • Gorontalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara
Maluku
  • Maluku
  • Maluku Utara
Papua
  • Papua
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Tengah
  • l
  • b
  • s
Mitologi di Indonesia
Aceh
  • Balum Beude
  • Beuno
  • Burong Tujoh
  • Geunteut
  • Sane
Sumatera
  • Mak Lampir
  • Orang bunian
  • Orang pendek
  • Pelesit
  • Silewe Nazarata
  • Putri Tangguk
  • Siluman harimau
  • Kuntilanak
Kepulauan Riau
  • Buaya Pulau Bayan
  • Buaya putih Sungai Pulai
  • Gajah Mina
  • Hantu laut
  • Hantu wanita Potong Lembu
  • Orang bedung
  • Ruh Datuk Kemuning
Jawa
  • Aji Saka
  • Babi ngepet
  • Ahool
  • Aul
  • Banaspati
  • Danyang
  • Dewata Cengkar
  • Dewi Sri
  • Genderuwo
  • Gundul pringis
  • Kuda Sembrani
  • Jailangkung
  • Jenglot
  • Lampor
  • Naga Jawa
  • Nyi Blorong
  • Onggo-inggi
  • Pocong
  • Ratu Laut Selatan
  • Ratu Laut Utara
  • Sundel bolong
  • Tuyul
  • Urangayu
  • Warak ngendok
  • Wewe Gombel
  • Kolor ijo
Bali
  • Barong
  • Batara Kala
  • Bulan Pejeng
  • Hyang
  • Kala Rau
  • Leak
  • Rangda
  • Setesuyara
  • Twalen
Kalimantan
  • Amot
  • Kuyang
  • Lembuswana
  • Hudoq
Sulawesi
  • Asu panting
  • Bungung Barania
  • Batitong
  • Bombo
  • Cambeu'
  • Dompe
  • Kalimpau'
  • Kembar buaya
  • Kongkong pancing
  • Longga
  • I Laurang Manusia Udang
  • Meong Palo Karellae
  • Nene' Pakande
  • Pogo
  • Nenek Toeng Royong
  • Noni
  • Parakang
  • Pok-pok
  • Sangiang Serri
  • Sumiati
  • Sureq Galigo
  • Tallu Ana
  • Toakala
  • Tomanurung
  • Wa Ndiu-Ndiu
Nusa Tenggara
  • Ebu gogo
  • Suanggi
  • Veo
Maluku
  • Hainuwele
  • Buaya Putih
Papua
  • Imunu

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kisah
  2. Batu Malin Kundang
  3. Dalam budaya populer
  4. Drama
  5. Sinetron
  6. Upin dan Ipin
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Sumatera Barat

provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia

Cerita Rakyat Indonesia

Cerita rakyat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara lisan. Cerita Rakyat

Puti Bungsu

merupakan nama tokoh yang ditemui dalam cerita rakyat Minang Kabau Sumatera Barat. Puti bungsu menurut cerita rakyat setempat ialah satu dari tujuh putri

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026