Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bungung Barania

Bungung Barania merupakan tradisi memohon harapan pada sumur keramat di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa yang dalam kepercayaan masyarakat lokal dianggap sebagai sumber keberanian.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bungung Barania merupakan tradisi memohon harapan pada sumur keramat di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa yang dalam kepercayaan masyarakat lokal dianggap sebagai sumber keberanian.[1][2]

Berdasarkan asal katanya Bungung Barania berarti Sumur Berani. Sumur ini terletak tidak jauh dari makam Sultan Hasanudin, yakni sekitar 10 km di sebelah selatan kota Makassar.[1][3] Setiap dua atau tiga tahun, benda pusaka seperti keris dan poke tamannyala dibawa ke Bungung Barania sebagai rangkaian tahapan dari Upacara Gaukang tu Bajeng.[4][5]

Sejarah

Tradisi memohon doa di sumur ini telah dilakukan oleh masyarakat Kutuli, Bajeng, sejak abad ke-15. Dalam sejarahnya, Karaeng Loe, raja Bantaeng pada masa itu, ingin memperluas wilayahnya ke Polongbangkeng, Takalar. Ketika tiba di kampung Mataallo, Karaeng Loe dan pengikutnya tidak kunjung menemukan sumber air. Namun, dari tongkat yang ditancapkannya keluar lubang mata air. Setelah minum dan mandi dengan air tersebut, mereka merasa lebih berani.[3]

Relevan dengan hal tersebut, konon pahlawan-pahlawan Gowa yang akan bertempur akan mandi dahulu di sumur Bungung Barania, untuk memantik keberaniannya.[4] Para pahlawan yang sudah mandi di sumur keramat ini akan merasa lebih kuat untuk mengalahkan dan menghancurkan musuh-musuhnya. Namun, ketika Sultan Hasanuddin kalah dalam perang, air Bungung Barania ini mendidih. Kemudian, air sumur itu membatu dan sumur itu mengering, sehingga sulit terlihat, menyisakan hanya sebuah batu. Kering dan menghilangnya sumur ini dikaitkan dengan pertanda keruntuhan kerajaan Gowa.[1]

Tahap pelaksanaan

Pelaksanaan tradisi Bungung Barania dibimbing oleh sosok Daeng Guru dan memiliki beberapa tahapan yang perlu dilalui. Sebelum memulai, orang yang ingin menjalankan tradisi perlu memiliki alasan atau nazar yang disampaikan pada Daeng Guru. Setelah itu, Daeng Guru akan membaca doa diawali dengan surah al-Fatihah dan doa lainnya yang hanya diketahui oleh keturunan Daeng Guru. Dalam prosesi doa ini, masyarakat menyiapkan makanan yang kemudian dimakan bersama oleh keluarga. Pada tahap terakhir, orang yang bernazar akan dimandikan oleh Daeng Guru ataupun oleh orang tua anak tersebut. Orang yang bernazar akan mengambil air sebanyak tiga timba, kemudian mengucapkan rasa syukur dalam hati. Ritual pemandian ini dilakukan sebanyak tiga kali.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 M.D., Sagimun (1975). Sultan Hasanuddin Menentang VOC. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Menelusuri "Kota Raja" Tamalate Abad XIV Kabupaten Gowa (PDF). Makassar: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. 2011. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 Mannan, Audah; Aqsa, Ira Wardani (2019-12-01). "PANDANGAN ISLAM DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRADISI BUNGUNG BARANIA DI KUTULU KELURAHAN MATAALLO KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA". Komodifikasi. 7 (2). ISSN 2355-2492.
  4. 1 2 Ningrum, Kusuma; Najamuddin, Najamuddin; Asmunanda, Asmunandar (2018-04-24). "Upacara Gaukang Tu Bajeng Kabupaten Gowa 1945-2017". Jurnal Pattingalloang. 5 (1): 101. doi:10.26858/pattingalloang.v5i1.6706. ISSN 2355-2840.
  5. ↑ Ashar, Muhammad; Maghfirah, Annesa Tasya; Said, Darwis; Alimuddin, Alimuddin (2025-11-07). "AKUNTANSI UNTUK CULTURAL HERITAGE ASSETS: INTERAKSI SIMBOLIK TERHADAP AKUNTABILITAS DAN KEBERLANJUTAN ASET BUDAYA DALAM UPACARA GAUKANG TU BAJENG". Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan. 14 (04): 1703–1718. doi:10.22437/jmk.v14i04.49589. ISSN 2685-9424.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Tahap pelaksanaan
  3. Referensi

Artikel Terkait

Kabupaten Bantaeng

kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan

Tompobulu, Tompobulu, Maros

desa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan

Daftar cagar budaya di Sulawesi Selatan

Satangnga Rumah Adat Takalar Situs Beba Situs Tabbucini Sumur Tua Bungung Barania Kompleks Makam Pong Lapa Konstruksi Rumah Adat Toraja Kuburan Batu

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026