Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Rara Mendut

Rara Mendut adalah cerita rakyat klasik yang merupakan salah satu cerita dalam Babad Tanah Jawi. Kisah ini menceriterakan perjalanan hidup dan tragedi cinta seorang perempuan cantik dari pesisir pantai Kadipaten Pati yang hidup pada zaman Sultan Agung,

novel karya Y.B. Mangunwijaya
Diperbarui 30 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk kegunaan lain, lihat Rara Mendut (disambiguasi).

Rara Mendut (dibaca "Roro Mendut" dalam bahasa Jawa) adalah cerita rakyat klasik yang merupakan salah satu cerita dalam Babad Tanah Jawi (teks Jawa baru). Kisah ini menceriterakan perjalanan hidup dan tragedi cinta seorang perempuan cantik dari pesisir pantai Kadipaten Pati (sekarang Kabupaten Pati) yang hidup pada zaman Sultan Agung,

Latar belakang

Dikisahkan kecantikan Rara Mendut telah memukau semua orang, dari Adipati Pragola penguasa Kadipaten Pati, sampai termasuk juga Tumenggung Wiraguna ("Wiroguno", dalam bahasa Jawa), panglima perang Sultan Agung dari kerajaan Mataram yang sangat berkuasa saat itu. Namun, Rara Mendut bukanlah wanita yang lemah. Dia berani menolak keinginan Tumenggung Wiraguna yang ingin memilikinya. Bahkan dia berani terang-terangan untuk menunjukkan kecintaannya kepada pemuda lain pilihannya, Pranacitra ("Pronocitro", dalam bahasa Jawa).

Tumenggung Wiraguna yang murka dan iri kemudian mengharuskan Rara Mendut untuk membayar pajak kepada kerajaan Mataram. Rara Mendut pun harus berpikir panjang untuk mendapatkan uang guna membayar pajak tersebut. Sadar akan kecantikannya dan keterpukauan semua orang terutama kaum lelaki kepadanya, akhirnya dia tiba pada sebuah cara untuk menjual rokok yang sudah pernah dihisapnya dengan harga mahal kepada siapa saja yang mau membelinya. Dikisahkan bahwa Rara Mendut dan kekasihnya Pranacitra akhirnya mati bersama demi cinta mereka.

Sebagai sejarah

Erotisme Roro Mendut ketika berjualan rokok linting-nya, dengan lem dari jilatan lidah-nya, menggambarkan telah dikenalnya potensi "perempuan dalam pemasaran", bahkan pada zaman kerajaan Jawa abad ke-17. Di samping itu, penolakan Rara Mendut diperistri oleh Tumenggung Wiraguna yang notabene adalah seseorang yang kaya dan berkuasa, memperlihatkan adanya "sifat kemandirian perempuan Nusantara" yang telah ada, walaupun tidak umum, pada saat babad tersebut ditulis. Satu hal yang perlu mendapat perhatian dari kisah Roro Mendut adalah bahwa tidak semua hal dapat diperoleh dengan mengandalkan kekuasaan.

Dalam literatur

Kisah Rara Mendut ditulis ke dalam sebuah karya sastra klasik oleh Y.B. Mangunwijaya (atau "Romo Mangun"), tokoh sastra terkenal asal Ambarawa, Jawa Tengah, Indonesia, ke dalam sebuah novel trilogi yang pertama kali diterbitkan tahun 1982 sampai tahun 1987 dalam harian Kompas dalam format cerita bersambung. Trilogi ini masing-masing berjudul "Rara Mendut", "Genduk Duku", dan "Lusi Lindri".

Pada tahun 2008, trilogi tersebut kembali diterbitkan ke dalam gabungan sebuah buku novel berjudul "Rara Mendut: Sebuah Trilogi" oleh Gramedia Pustaka Utama.

Dalam film

Setelah kepopuleran cerita bersambung Rara Mendut karya Y.B. Mangunwijaya tersebut, pada tahun 1983 kisah roman Rara Mendut diadaptasi menjadi sebuah film berjudul Roro Mendut yang disutradarai oleh Ami Prijono, dibintangi antara lain oleh Meriam Bellina, Mathias Muchus, dan W.D. Mochtar - aktor-aktor yang populer di Indonesia saat itu.

Lihat pula

  • Babad Tanah Jawi
  • l
  • b
  • s
Legenda dan cerita rakyat Nusantara
Aceh
  • Banta Berensyah
  • Mentiko Betuah
  • Putra Mahkota Amat Mude
  • Si Kepar
  • Si Parkit Raja Paraket
  • Tujuh Anak Lelaki
  • Tradisi Smong
Sumatera Utara
  • Asal mula Danau Toba
  • Putri Hijau
  • Sampuraga
  • Dayang Bandir dan Sandean Raja
Riau
  • Batang Tuaka
  • Bawang Merah Bawang Putih
  • Putri Kaca Mayang
  • Putri Mambang Linau
  • Putri Tujuh
  • Si Umbut Muda
Sumatera Barat
  • Kaba Anggun Nan Tongga
  • Kaba Cindua Mato
  • Kaba Sutan Pangaduan
  • Lebai Malang
  • Malin Kundang
  • Sabai Nan Aluih
  • Asal Usul Danau Maninjau
Kepulauan Riau
  • Awang Sambang Elang Raja di Laut
  • Badang Sandim Sani dan Batu Ampar
  • Datuk Putih Laksemana Bentan
  • Hang Nadim Laksemana
  • Jenawi Pusaka Perang Lanun
  • Keris Sempena Riau
  • Padi Penaungan
  • Putri Pandan Berduri
  • Raja Bentan Wan Seri Benai
  • Tok Nyang Saka Baka Muka Kuning
Jawa Barat
  • Ciung Wanara
  • Leungli
  • Lutung Kasarung
  • Mundinglaya Dikusumah
  • Sangkuriang
Jawa Tengah
  • Jaka Tarub
  • Rara Jonggrang
  • Rara Mendut
  • Timun Mas
Jawa Timur
  • Ande Ande Lumut
  • Aryo Menak
  • Bubuksah dan Gagangaking
  • Damar Wulan
  • Keong Mas
  • Sarip Tambak Oso
  • Sri Tanjung
  • Sudamala
  • Aji Saka
  • Joko Seger dan Roro Anteng
Sulawesi Selatan
  • Sureq Galigo
Papua
  • Kweiya

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Sebagai sejarah
  3. Dalam literatur
  4. Dalam film
  5. Lihat pula

Artikel Terkait

Y.B. Mangunwijaya

pastor Katolik, budayawan, arsitek, sastrawan

Durga Umayi

novel karya Y.B. Mangunwijaya

Rara Mendut: Sebuah Trilogi

novel antologi sejarah karya Y.B. Mangunwijaya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026