Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kweiya

Kweiya adalah cerita rakyat Indonesia dari daerah Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Wikipedia article
Diperbarui 18 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kweiya adalah cerita rakyat Indonesia dari daerah Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.[1]

Cerita Kweiya

Alkisah, seorang perempuan dan anjingnya menemukan buah merah yang terlihat lezat di Pegunungan Fak Fak. Ketika buah itu dibuka, ternyata ada seorang bayi di dalamnya. Perempuan itu memberi nama bayi itu, Kweiya dan merawatnya seperti anaknya sendiri. Kweiya tumbuh besar menjadi anak yang suka menolong dan rajin bekerja. Tak lama perempuan tersebut juga menikah dengan seorang laki-laki. Mereka memiliki 2 anak kembar yang bernama, Pohak dan Nggein.

Pohak dan Nggein iri hati dengan Kweiya dan memukulinya saat Bapak dan Mama mereka tidak ada di honai. Kweiya yang sedih, diam-diam memintal kulit pohon dan membuat sayap dari pintalan tali. Ketika Bapak dan Mama sudah pulang, Kweiya naik ke atas honai dan mengenakan sayap yang sudah dibuatnya. Mendadak, secara ajaib Kweiya berubah menjadi seekor burung yang sangat cantik. Pohak dan Nggein sangat menyesal dan mereka berkelahi menggunakan abu tungku api yang kehitaman. Tubuh mereka menghitam dan mendadak mereka berubah menjadi burung hitam yang buruk rupa.

Pohak dan Nggein yang sudah berubah menjadi burung hitam mencari Kweiya untuk meminta maaf. Kweiya ternyata ditangkap pemburu dan akhirnya dilepaskan oleh Pohak dan Nggein. Pohak dan Nggein meminta maaf kepada Kweiya dan secara ajaib mereka berubah menjadi burung berwarna-warni. Lalu mereka pun terbang menari-nari.

Hubungan Kweiya dan Cenderawasih

Dalam cerita Kweiya ini, sesungguhnya tidak ada kata yang mendeskripsikan bahwa nama burung cantik itu adalah Cenderawasih. Namun deskripsi "cantik," dan "terbang menari-nari" ini memang diketahui merupakan salah satu ciri khas burung Cenderawasih[2] dan diilustrasikan secara indah sebagai Cenderawasih di dalam buku Kweiya karya Sefilianto Ahmad Darmansyah.

Referensi

  1. ↑ "Let's Read | Children's Books | Free to Read Download Translate". Let's Read (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-02-22.
  2. ↑ "Tanah Papua: A Paradise for Birds - YouTube". www.youtube.com. Diakses tanggal 2021-02-22.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Cerita Kweiya
  2. Hubungan Kweiya dan Cenderawasih
  3. Referensi

Artikel Terkait

Cenderawasih

burung famili Paradisaeidae

Folklor Indonesia

Todilaling Asal Mula Ikan Duyung Lahilote Putri Tandampalik Sigarlaki dan Limbat Kweiya Kucing Karkal dan Burung Puyuh Empat Raja yang Lahir dari Telur Batu Menangis

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026