Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kuyang

Kuyang adalah makhluk supranatural yang dikenal dalam kepercayaan masyarakat Kalimantan, Indonesia. Makhluk ini digambarkan berbentuk kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit, serta anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi atau wanita yang sedang melahirkan. Dalam kepercayaan setempat, mereka yang bertatapan dengan Kuyang diyakini akan mengalami kesulitan saat melahirkan. Kuyang sering dianggap sebagai bentuk manusia yang menguasai ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi atau kekuatan gaib tertentu.

makhluk halus yang populer di Kalimantan
Diperbarui 15 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kuyang
Ilustrasi kuyang

Kuyang adalah makhluk supranatural yang dikenal dalam kepercayaan masyarakat Kalimantan, Indonesia. Makhluk ini digambarkan berbentuk kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit, serta anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi atau wanita yang sedang melahirkan. Dalam kepercayaan setempat, mereka yang bertatapan dengan Kuyang diyakini akan mengalami kesulitan saat melahirkan. Kuyang sering dianggap sebagai bentuk manusia (biasanya perempuan) yang menguasai ilmu hitam untuk mencapai kehidupan abadi atau kekuatan gaib tertentu.[1][2]

Fenomena kepercayaan terhadap Kuyang yang muncul di Kalimantan juga dapat ditemukan dalam bentuk-bentuk serupa di wilayah lain. Misalnya di Sulawesi dinamai Poppo, Sumatera dikenal sebagai Palasik,[3] Malaysia mengenal Penggalan atau Penanggalan,[4] di Thailand disebut Krasue,[5][6] di Bali dikenal sebagai Leak,[7] di Lombok dinamai Seraq[8] dan di Filipina dikenal sebagai Manananggal.[9]

Asal-usul

Asal-usul Kuyang di Kalimantan memiliki beberapa versi yang berkembang dalam tradisi lisan dan catatan sejarah lokal. Salah satu versi menyatakan bahwa kepercayaan ini telah ada sejak zaman Hindu Kaharingan, terutama pada era Kerajaan Mulawarman di Kutai Kertanegara sekitar abad ke-4 Masehi. Pada masa itu, peperangan antar kerajaan sering disertai dengan penggunaan ilmu hitam dan kesaktian mistik. Dalam konflik tersebut, sebagian masyarakat Mulawarman dikisahkan menggunakan praktik mistik untuk melawan musuh, termasuk menggunakan ilmu yang kemudian dikaitkan dengan Kuyang. Seiring kekalahan Mulawarman, para penganut ilmu hitam tersebut tersebar ke pedalaman, dan kepercayaan tentang Kuyang mulai berkembang di masyarakat.[10][11]

Versi lain mengenai asal-usul Kuyang berkaitan dengan penggunaan minyak pesugihan atau minyak Kuyang. Minyak ini digunakan untuk berbagai tujuan mistis, seperti memperoleh kekayaan, awet muda, atau menarik lawan jenis.[12] Beberapa versi juga menyebutkan bahwa Kuyang dapat diturunkan secara turun-temurun melalui suatu sekte, di mana anggota keluarga yang mewarisi ilmu tersebut bisa berubah menjadi kuyang pada malam hari. Pada siang hari, mereka terlihat seperti manusia biasa dan berinteraksi dengan masyarakat secara normal, sedangkan pada malam hari mereka menjadi makhluk supranatural yang mencari darah wanita bersalin.[1]

Aktivitas

Kuyang digambarkan sebagai makhluk yang bisa memisahkan kepala dan organ tubuh dari jasadnya untuk terbang dan mencari mangsa. Kepala beserta isi perut ini dapat melayang, bersenandung, atau meratap di atas atap rumah, sementara tubuh Kuyang tetap kosong. Dalam tradisi lokal, jika Kuyang berhasil menemukan korban, darah dari wanita yang sedang melahirkan akan diisap. Kepercayaan ini mendorong masyarakat melakukan berbagai bentuk perlindungan, termasuk memanggil laki-laki yang pandai membaca mantra atau ayat suci untuk menjaga perempuan yang sedang bersalin. Kepercayaan masyarakat menekankan bahwa Kuyang bukan berasal dari orang yang sudah meninggal, melainkan dari orang hidup yang mempelajari ilmu hitam. Aktivitas Kuyang, termasuk kemampuan terbang dan mengisap darah, dikaitkan dengan penggunaan mantra dan minyak jampi. Perempuan yang diyakini menjadi Kuyang dipercaya memperoleh kekuatan gaib untuk menyerang korban sekaligus melindungi diri dari ancaman.[2][13]

Masyarakat juga meyakini bahwa Kuyang memiliki Tajau Kuyang, yaitu gentong atau wadah tempat anak-anak yang lahir dari keluarga penganut ilmu hitam ini ditempatkan sambil dibacakan mantra. Hal ini dianggap sebagai proses pengikatan anak ke dalam sekte atau keluarga Kuyang. Lokasi Tajau Kuyang terutama di Kutai Kertanegara, diyakini sebagai tempat keramat. Masyarakat setempat umumnya menghindari mengganggunya karena berbagai insiden mistis yang dikaitkan dengan pelanggaran terhadap lokasi tersebut.[11]

Referensi

  1. 1 2 Biancaa, Ferren (2019-01-01). Ensiklopedi Hantu dan Makhluk Gaib Nusantara. MediaPressindo. ISBN 978-602-51702-4-9.
  2. 1 2 Murniatmo, Gatut (2000). Khazanah budaya lokal: sebuah pengantar untuk memahami kebudayaan daerah di Nusantara. Adicita. ISBN 978-979-9246-29-5.
  3. ↑ CS, Trio Hantu (2016-07-01). #Hantupedia: Ensiklopedia Hantu-Hantu Nusantara. MediaKita. ISBN 978-979-794-521-3.
  4. ↑ Werner, Roland (1975). Jah-hĕt of Malaysia: Art and Culture (dalam bahasa Inggris). Penerbit Universiti Malaya.
  5. ↑ Ghost Movies in Southeast Asia and Beyond: Narratives, Cultural Contexts, Audiences (dalam bahasa Inggris). BRILL. 2016-08-09. ISBN 978-90-04-32364-3.
  6. ↑ Guelden, Marlane (1995). Thailand Into the Spirit World (dalam bahasa Inggris). Times Editions. ISBN 978-981-204-110-4.
  7. ↑ KM13 (2013-01-01). Terjebak di Dunia Lain. MediaKita. ISBN 978-979-794-426-1. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  8. ↑ Liputan6.com (2023-07-21). "Misteri Selaq, Makhluk Jadi-Jadian di Pulau Lombok". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-03-26. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  9. ↑ Orde, Joen Rico M.; Publishing, Ukiyoto (2020-10-31). Collected Tales And Legends From The Philippines (dalam bahasa Inggris). Ukiyoto Publishing. ISBN 978-981-14-8708-8.
  10. ↑ Rahayu, Riani (2024-04-01). "Legenda Mistis Kuyang, Kisah Siluman di Tanah Kalimantan". IDN Times Kaltim. Diakses tanggal 2026-03-26.
  11. 1 2 Balham, Johansyah (2009). Riwayat Samarinda & cerita legenda Kaltim. Biro Humas Pemprov Kalimantan Timur.
  12. ↑ PhD, Prof Dr M. S. P. A. Iansyah Rechza FW (2025-06-23). Cerau Upacara Adat Mulawarman. Uwais Inspirasi Indonesia. ISBN 978-623-133-716-0.
  13. ↑ Tsing, Anna Lowenhaupt (1998). Di Bawah Bayang-Bayang Ratu Intan: Proses Marjinalisasi pada Masyarakat. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-306-1.
  • l
  • b
  • s
Mitologi di Indonesia
Aceh
  • Balum Beude
  • Beuno
  • Burong Tujoh
  • Geunteut
  • Sane
Sumatera
  • Mak Lampir
  • Orang bunian
  • Orang pendek
  • Pelesit
  • Silewe Nazarata
  • Putri Tangguk
  • Siluman harimau
  • Kuntilanak
Kepulauan Riau
  • Buaya Pulau Bayan
  • Buaya putih Sungai Pulai
  • Gajah Mina
  • Hantu laut
  • Hantu wanita Potong Lembu
  • Orang bedung
  • Ruh Datuk Kemuning
Jawa
  • Aji Saka
  • Babi ngepet
  • Ahool
  • Aul
  • Banaspati
  • Danyang
  • Dewata Cengkar
  • Dewi Sri
  • Genderuwo
  • Gundul pringis
  • Kuda Sembrani
  • Jailangkung
  • Jenglot
  • Lampor
  • Naga Jawa
  • Nyi Blorong
  • Onggo-inggi
  • Pocong
  • Ratu Laut Selatan
  • Ratu Laut Utara
  • Sundel bolong
  • Tuyul
  • Urangayu
  • Warak ngendok
  • Wewe Gombel
  • Kolor ijo
Bali
  • Barong
  • Batara Kala
  • Bulan Pejeng
  • Hyang
  • Kala Rau
  • Leak
  • Rangda
  • Setesuyara
  • Twalen
Kalimantan
  • Amot
  • Kuyang
  • Lembuswana
  • Hudoq
Sulawesi
  • Asu panting
  • Bungung Barania
  • Batitong
  • Bombo
  • Cambeu'
  • Dompe
  • Kalimpau'
  • Kembar buaya
  • Kongkong pancing
  • Longga
  • I Laurang Manusia Udang
  • Meong Palo Karellae
  • Nene' Pakande
  • Pogo
  • Nenek Toeng Royong
  • Noni
  • Parakang
  • Pok-pok
  • Sangiang Serri
  • Sumiati
  • Sureq Galigo
  • Tallu Ana
  • Toakala
  • Tomanurung
  • Wa Ndiu-Ndiu
Nusa Tenggara
  • Ebu gogo
  • Suanggi
  • Veo
Maluku
  • Hainuwele
  • Buaya Putih
Papua
  • Imunu

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal-usul
  2. Aktivitas
  3. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026