Lokomotif JNR DD17 adalah adalah lokomotif diesel bergandar Bo'-2-Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways dan JR East sebagai lokomotif pembersih salju sejak tahun 1984 hingga 1991.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| DD17 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Lokomotif JNR DD17 (国鉄DD17code: ja is deprecated ) adalah adalah lokomotif diesel bergandar Bo'-2-Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways dan JR East sebagai lokomotif pembersih salju sejak tahun 1984 hingga 1991.
Klasifikasi DD17 untuk jenis lokomotif ini dijelaskan di bawah ini.
Mengingat kondisi keuangan Japan National Railways (JNR) saat itu, mereka berupaya meminimalkan biaya pada investasi kendaraan dan sarana perkeretaapian. Dengan kondisi keuangan yang tidak baik, JNR terpaksa memanfaatkan kelebihan stok lokomotif DD51 yang ada pada saat itu. Salah satu lokomotif DD51 bernomor induk DD51 507 (diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries pada 15 Maret 1966) direkonstruksi di Balai Yasa Takatori untuk menjadi lokomotif baru sebagai DD17 (DD17-1). Lokomotif DD17 hasil konversi ini selesai pada 29 Maret 1983.
Sebagian besar peralatan lokomotif ini, termasuk bogie, mesin, komponen rem, dan bagian kelistrikan, digunakan kembali dari lokomotif aslinya, yakni DD51-507. Hanya transmisi hidraulik yang dimodifikasi dengan penambahan poros keluaran (rotary output shaft) untuk menggerakkan peralatan pembersih salju. Perangkat beban gandar variabel (variable axle load device) yang ada pada unit aslinya dihilangkan, sehingga beban gandar ditetapkan secara permanen pada 14 ton.
Dari dua mesin yang tersedia, satu mesin selalu dialokasikan untuk menggerakkan peralatan pembersih salju, sementara mesin lainnya digunakan untuk menjalankan lokomotif. Saat beroperasi dengan kondisi lintas tanpa salju, hanya satu mesin yang digunakan.
Bodi lokomotif tetap menggunakan material baru dengan desain kotak dan kabin ujung ganda (double cab), dirancang khusus untuk memastikan visibilitas ke depan dan memantau kondisi pembersihan salju. Posisi kabin masinis dan meja kendali kendali pembersih salju dibuat lebih tinggi dibandingkan dengan lokomotif DD53 (yang mengendalikan pembersih salju dari kereta depan). Peningkatan ketinggian ini bertujuan agar masinis dapat mengendalikan peralatan pembersih salju langsung dari lokomotif. Pada tampilan luar, lokomotif ini memiliki warna merah vermilion. Cat berwarna putih diberikan untuk pegangan tangan (handrail) dan anak tangga pada kabin.
Lokomotif ini dilengkapi dengan pembersih salju putar (rotary snowplow) yang dapat dilepas dan dipasang pada setiap ujung kereta melalui mekanisme penghubung atau coupler. Alat pembersih salju yang digunakan lokomotif ini dapat dikatakan sebagai gerbong, karenaa menempel pada coupler dan memiliki bogie satu gandar. Pembersih salju ini adalah desain baru dan merupakan hasil penyempurnaan dari pembersih salju milik DD14. Dimensi dan transmisi poros pelempar salju telah dimodifikasi agar sesuai dengan panjang keseluruhan lokomotif dan daya mesin.
Berbeda dengan pembersih salju DD14 yang hanya bisa menggeser salju ke kiri dan kanan, pembersih salju baru ini memiliki nosel pelempar salju yang dapat berputar hingga jangkauan 240°. Kemampuan ini memungkinkan pengendalian nosel agar tidak terlempar hingga area permukiman, nosel juga dapat disesuaikan sesaat sebelum memasuki terowongan. Berbagai perbaikan juga dilakukan pada bentuk baling-baling pelempar salju dan jumlah bilah baling-baling tersebut; ujung pertama memiliki enam bilah, sedangkan ujung kedua memiliki lima bilah.
Lokomotif DD17 dikembangkan sebagai pengganti unit-unit awal DD14 yang sudah menua. Namun karena adanya penurunan volume salju di tahun-tahun berikutnya, frekuensi lokomotif pembersih salju ikut berkurang. Selain itu, penutupan jalur percabangan pada pertengahan 1980-an mengurangi urgensi untuk penggantian armada baru yang pada akhirnya membatasi konversi lokomotif DD51 hanya pada satu unit, yaitu menjadi lokomotif DD17-1.
Unit DD17-1 dialokasikan ke Depo Lokomotif Koriyama. Penggunaan pertamanya tercatat pada Januari 1984 di Jalur Utama Ōu, tepatnya di Itaya Pass antara Fukushima dan Yonezawa.
Tak lama setelah mulai beroperasi, lokomotif ini mengalami anjlok saat melakukan pembersihan salju antara Stasiun Osawa dan Stasiun Sekine. Meskipun sempat diperbaiki, lokomotif ini kembali anjlok antara Stasiun Toge dan Stasiun Osawa, menyebabkan gangguan layanan selama 10 jam antara Fukushima dan Yonezawa.[1]
Pasca-kecelakaan tersebut, lokomotif ini diperbaiki secara menyeluruh untuk menyesuaikan distribusi bobot peralatan pembersih salju dan meningkatkan pegas gandar bogie sebagai langkah mitigasi anjlok. Setelah perbaikan, DD17-1 ditempatkan di Distrik Operasi Aizu-Wakamatsu (kemudian Distrik Transportasi Aizu-Wakamatsu mulai Maret 1989) dan digunakan untuk membersihkan salju di Jalur Ban'etsu Barat dan Jalur Tadami.[1]
Ketika Jalur Utama Ou dikonversi menjadi lebar sepur standar pada tahun 1991, lokomotif DD17-1 dikonversi lagi menjadi lokomotif seri baru, yakni DD19. Konversi ini secara resmi mengakhiri keberadaan lokomotif DD17.
| DD19 | |||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
DD19-1 yang merupakan konversi dari DD17-1 di Stasiun Yonezawa pada tahun 2008 | |||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||
Pada tahun 1992, Yamagata Shinkansen mulai beroperasi di Jalur Utama Ou antara Stasiun Fukushima dan Stasiun Yamagata. Persiapan untuk proyek ini mencakup konversi lebar sepur (gauge conversion) pada jalur tersebut menjadi lebar sepur standar pada November 1991.
Sejalan dengan proyek perubahan lebar sepur pada jalur tersebut, lokomotif DD17-1 menjalani konversi pada tahun 1991 dan diaktifkan kembali sebagai DD19 (DD19-1) pada 31 Januari 1992. Konversi dilakukan di Pabrik Hyogo Kawasaki Heavy Industries. Oleh karena itu, lokomotif ini diangkut dari Koriyama ke pabrik tersebut pada pertengahan Juli 1991.[2]
Perubahan utama dalam konversi ini adalah penggantian bogie lebar sepur sempit dengan bogie lebar sepur standar. Akibatnya, hampir semua fitur eksterior dari lokomotif dasar DD51 yang tersisa dihilangkan. Selain itu, sistem keselamatan diubah dari ATS-S menjadi ATS-P, dan dipasang juga rem cadangan langsung (direct backup brake) yang baru. Perangkat kendali ATS-P yang baru dipasang secara menggantung dari langit-langit ruang mesin.
Setelah dikonversi, DD19-1 ditempatkan di Depo Yamagata (kemudian berganti nama menjadi berbagai fasilitas, terakhir Pusat Sarana Shinkansen Yamagata pada April 2019). Tugas utamanya adalah membersihkan salju di bagian Itaya Pass antara Stasiun Fukushima dan Stasiun Yonezawa. Karena lokomotif putar (rotary) hanya dikerahkan saat terjadi hujan salju yang sangat lebat, penggunaan DD19-1 tergolong jarang. Meskipun demikian, lokomotif ini memainkan peran kunci dalam memastikan operasional Yamagata Shinkansen selama musim dingin.
Mengingat lokomotif dasar sudah berusia 42 tahun dan telah 25 tahun sejak konversi pertamanya menjadi DD17, kondisi kendaraan semakin menurun. Penggantinya adalah kendaraan pemeliharaan lintasan dan pelempar salju (kereta motor seri ENR1000), yang tidak memerlukan lisensi masinis lokomotif untuk operatornya. Oleh karena itu, lokomotif seri ini, bersama dengan lokomotif diesel tipe Russell DD18, ditarik dari layanan pada akhir musim dingin 2007 (musim semi 2008) dan dibesituakan pada 8 September di tahun yang sama, menandai berakhirnya model ini.