Lokomotif JNR DF50 adalah adalah lokomotif diesel bergandar Bo'Bo'Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways sejak tahun 1957 sampai 1985. Per 21 Januari 1985, seluruh armada seri dibesituakan dan hanya tiga yang dipreservasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| DF50 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Lokomotif DF50-65 menarik rangkaian angkutan barang pada tahun 1982. | |||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||
Lokomotif JNR DF50 (国鉄DF50code: ja is deprecated ) adalah adalah lokomotif diesel bergandar Bo'Bo'Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways sejak tahun 1957 sampai 1985. Per 21 Januari 1985, seluruh armada seri dibesituakan dan hanya tiga yang dipreservasi.
Klasifikasi DF50 untuk jenis lokomotif ini dijelaskan di bawah ini.
Dalam upaya mewujudkan program modernisasi lokomotif dan membebaskan jalur cabang utama (sub-main lines) dari asap lokomotif uap, sebuah unit prototipe diproduksi pada tahun 1957. Kemudian produksi unit tambahan terus berlanjut setelahnya hingga tahun 1963.[1]
Lokomotif ini merupakan lokomotif diesel pertama yang memiliki kemampuan mumpuni untuk melayani kereta penumpang maupun kereta barang di jalur utama. Berkat fleksibilitasnya, seri ini digunakan secara luas untuk berbagai jenis layanan kereta, mulai dari kereta ekspres hingga kereta barang, di jalur-jalur utama dan beberapa jalur cabang non-elektrifikasi di seluruh wilayah Jepang (kecuali wilayah Hokkaido).
Batch pertama dari seri ini terdiri dari 65 unit lokomotif yang diproduksi antara tahun 1957 hingga 1962. Unit pada varian ini ditenagai oleh mesin diesel Sulzer 8-silinder tipe 8LDA25A yang mampu menghasilkan daya sebesar 1.060 hp.[2] Proses produksinya dilakukan melalui kerja sama antara tiga manufaktur besar di Jepang, yaitu Kisha Seizō, Mitsubishi, dan Nippon Sharyō.[2]
Batch selanjutnya yang terdiri dari 73 unit lokomotif diproduksi antara tahun 1958 hingga 1963. Berbeda dengan seri sebelumnya, batch ini menggunakan mesin diesel MAN V6 tipe V22/30 dengan keluaran daya yang lebih besar, yakni 1.200 hp. Proses manufaktur untuk unit-unit ini dilakukan oleh perusahaan Hitachi, Kawasaki, dan Toshiba.
Lokomotif Seri DF50 dirancang sebagai lokomotif serbaguna untuk melayani kereta penumpang maupun kereta barang. Untuk menunjang kenyamanan penumpang pada musim dingin, lokomotif ini telah dilengkapi dengan generator uap (steam generator) sebagai pemanas rangkaian kereta.[3]
Selama masa jayanya, lokomotif ini melayani berbagai jalur utama di Jepang, termasuk menarik layanan kereta tidur bergengsi yang dikenal sebagai "Blue Train". Beberapa jalur utama yang pernah dilayani oleh seri ini antara lain:
Pada tahun-tahun terakhir masa operasionalnya, wilayah tugas DF50 dibatasi hanya di area Kyushu dan Shikoku. Beberapa mulai dibesituakan saat tahun 1976. Sebagian besar unit yang tersisa akhirnya ditarik dari layanan pada tahun 1983. Namun, unit lokomotif DF50-1 menjadi pengecualian; unit pertama ini tidak dibesituakan dan kepemilikannya kemudian beralih ke JR Shikoku untuk tujuan preservasi.
Lokomotif ini awalnya diperkenalkan pada jalur-jalur utama yang belum memiliki jaringan LAA, terutama untuk melayani kereta penumpang. Namun performanya dinilai tidak memadai untuk menggantikan peran lokomotif uap sepenuhnya, khususnya pada layanan kereta barang yang memerlukan daya tarik lebih besar. Selain itu, karena beberapa komponen utamanya diproduksi di bawah lisensi pabrikan luar negeri, yang menjadikan biaya manufakturnya menjadi sangat tinggi.
Sebagai solusi, pada tahun 1962, JNR memperkenalkan lokomotif DD51. Lokomotif ini merupakan unit produksi dalam negeri sepenuhnya yang dilengkapi dengan dua mesin bertenaga masing-masing 1.000 hp. Kekuatan satu unit DD51 ini setara dengan pengoperasian ganda (double-heading) lokomotif seri DF50.
Pada masa-masa terakhirnya, lokomotif ini masih beroperasi di Jalur Utama San'in, Jalur Utama Kisei, Jalur Utama Yosan (sekarang Jalur Yosan), Jalur Utama Dosan (sekarang Jalur Dosan), dan Jalur Utama Nippo. Namun, karena usia teknis dan efisiensi, proses penghapusan armada dengan perucatan (scrapping) mulai dilakukan secara bertahap sejak tahun 1976.
Terdapat tiga unit lokomotif Seri DF50 yang berhasil dilestarikan dan kini menjadi bagian dari koleksi museum serta taman di Jepang.[4]