Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mitsubishi Heavy Industries

Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. adalah sebuah perusahaan rekayasa, peralatan listrik, dan elektronik multinasional yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang. MHI adalah salah satu perusahaan inti dari Mitsubishi Group dan departemen produksi mobilnya merupakan pendahulu dari Mitsubishi Motors.

perusahaan asal Jepang
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mitsubishi Heavy Industries
Perusahaan rekayasa, peralatan listrik, pembuatan kapal, dan elektronik asal JepangTemplat:SHORTDESC:Perusahaan rekayasa, peralatan listrik, pembuatan kapal, dan elektronik asal Jepang
Mitsubishi Heavy Industries, Ltd.
Kantor pusat di Chūō, Tokyo
Nama asli
三菱重工業株式会社
Nama latin
Mitsubishi Jūkōgyō Kabushiki-kaisha
Jenis perusahaan
Publik KK
Kode emitenTYO: 7011
IndustriRekayasa
Peralatan listrik
Elektronik
Dirgantara
Pertahanan
Didirikan1884; 142 tahun lalu (1884)
PendiriYataro Iwasaki
Kantor pusatMarunouchi Nijūbashi Building, Marunouchi, Chuo, Tokyo,
Jepang
Wilayah operasi
Global
Tokoh kunci
Shunichi Miyanaga (Chairman)
Seiji Izumisawa Presiden & CEO)
PendapatanPenurunan ¥4041,3 miliar (2019)[1]
Laba operasi
Penurunan ¥53,2 miliar (2019)[1]
Laba bersih
Penurunan ¥312,1 miliar (2019)[1]
Total asetPenurunan ¥4985,6 miliar (2019)[1]
Total ekuitasPenurunan ¥1290,0 miliar (2019)[1]
Karyawan
81.631
DivisiKapal Laut dan Samudera
Mesin Tenaga
Permesinan dan Struktur Besi
Dirgantara dan Antariksa
Produk Berukuran Sedang
Anak usaha
  • Mitsubishi Caterpillar Forklifts
  • Mitsubishi FBR Systems
  • Mitsubishi Power
  • Mitsubishi Shipbuilding
  • Primetals Technologies
  • Mitsubishi Aircraft Corporation
  • MHI RJ Aviation Group
Situs webwww.mhi.com
Facebook: mhi.ltd X: MHI_Group LinkedIn: mitsubishi-heavy-industries Modifica els identificadors a Wikidata

Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (三菱重工業株式会社code: ja is deprecated , Mitsubishi Jūkōgyō Kabushiki-kaisha, secara informal MHI) adalah sebuah perusahaan rekayasa, peralatan listrik, dan elektronik multinasional yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang. MHI adalah salah satu perusahaan inti dari Mitsubishi Group dan departemen produksi mobilnya merupakan pendahulu dari Mitsubishi Motors.

Produk MHI antara lain komponen dirgantara dan otomotif, pendingin udara, elevator, forklift, peralatan hidraulik, peralatan mesin, rudal, peralatan pembangkitan listrik, mesin cetak, kapal, pesawat terbang, sistem perkeretaapian, serta kendaraan peluncur antariksa.[2][3] Melalui bisnisnya yang terkait dengan militer, MHI merupakan kontraktor pertahanan dengan pendapatan terbesar ke-23 di dunia dan merupakan yang terbesar di Jepang pada tahun 2011.[4]

Sejarah

Derek besar di Dok Mitsubishi di Nagasaki pada Periode Meiji

Pada tahun 1857, sesuai permintaan dari Keshogunan Tokugawa, sekelompok insinyur asal Belanda mulai mengerjakan Nagasaki Yotetsusho, sebuah galangan kapal dan pencetakan logam modern bergaya Barat di dekat permukiman Belanda di Dejima, Nagasaki.[5] Nagasaki Yotetsusho kemudian diubah namanya menjadi Nagasaki Seitetsusho pada tahun 1860, dan konstruksi pun selesai pada tahun 1861. Pasca Restorasi Meiji pada tahun 1868, Nagasaki Seitetsusho diletakkan di bawah kendali Pemerintah Meiji Jepang. Pembangunan dok kering pertama pun selesai pada tahun 1879.

Pada tahun 1884, Yataro Iwasaki, pendiri Mitsubishi, resmi menyewa Nagasaki Seitetsusho dari pemerintah Jepang, dan mengubah namanya menjadi Nagasaki Shipyard & Machinery Works, dan mulai membuat kapal dalam skala besar. Iwasaki kemudian resmi membeli Nagasaki Seitetsusho pada tahun 1887. Pada tahun 1891, Mitsubishi Heavy Industries - Yokohama Machinery Works memulai sejarahnya dengan nama Yokohama Dock Company, Ltd. Bisnis utamanya adalah perbaikan kapal, dan pada tahun 1897 juga mulai melayani perawatan kapal.[6] Galangan kapal tersebut kemudian diubah namanya menjadi Mitsubishi Shipyard of Mitsubishi Goshi Kaisha pada tahun 1893. Dok kering tambahan juga selesai dibangun pada tahun 1896 dan 1905.[5]

Pada tahun 1914, Mitsubishi Heavy Industries - Shimonoseki Shipyard & Machinery Works resmi didirikan untuk memproduksi permesinan industrial dan kapal dagang.[7]

Pada tahun 1917, Nagasaki Shipyard & Machinery Works diubah namanya menjadi Mitsubishi Shipbuilding & Engineering Company, Ltd. dan kembali diubah menjadi Mitsubishi Heavy Industries pada tahun 1934. Mitsubishi Heavy Industries pun menjadi perusahaan swasta terbesar di Jepang, dengan bisnis di bidang produksi kapal, alat berat, pesawat terbang, dan gerbong kereta api. Mitsubishi Heavy Industries lalu digabung dengan Yokohama Dock Company pada tahun 1935.[6] Sejak didirikan, galangan kapal Mitsubishi di Nagasaki telah mengerjakan banyak kontrak dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Kapal perang terbesar Jepang, Musashi pun selesai dibuat di Nagasaki pada tahun 1942. Mitsubishi Heavy Industries menaungi sejumlah perusahaan, yakni Mitsubishi Steel and Arms Works, Akunoura Engine Works, Mitsubishi Arms Plant, Mitsubishi Electric Shipyards, Mitsubishi Steel and Arms Works, dan Mitsubishi-Urakami Ordnance Works, yang mempekerjakan 90% dari total tenaga kerja di Nagasaki, serta menyumbang 90% dari total industri di Nagasaki.[8] Hal tersebut pun menjadikan Nagasaki sebagai target yang layak untuk pengeboman strategis selama Perang Dunia II oleh angkatan udara Sekutu, yang akhirnya menjatuhkan sebuah bom atom di Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Pengeboman tersebut, yang terjadi tiga hari setelah pengeboman Hiroshima, pun menjadi pukulan telak bagi pimpinan Jepang, dan akhirnya mengarah pada penyerahan diri Jepang enam hari kemudian.

Kobe Shipyard of Mitsubishi Goshi Kaisha didirikan pada tahun 1905. Kobe Shipyard lalu digabung dengan Mitsubishi Heavy Industries pada tahun 1934. Kobe Shipyard membuat kapal samudera Argentina Maru (kemudian diubah menjadi sebuah kapal induk Kaiyo), dan kapal selam I-19 dan I-25.[9]

Pasca pembubaran zaibatsu setelah Jepang menyerahkan diri pada akhir Perang Dunia II, Mitsubishi pun dibagi menjadi tiga perusahaan pada bulan Januari 1950, yakni Mitsubishi Nagasaki menjadi West Japan Heavy Industries, Ltd, Kobe Shipyard menjadi Central Japan Heavy-Industries, Ltd.,[9] dan cabang Yokohama menjadi East Japan Heavy-Industries, Ltd. Pada tanggal 28 April 1952, pendudukan Jepang berakhir, sehingga larangan untuk menggunakan nama zaibatsu juga berakhir.[10] Ketiga perusahaan tersebut pun mengubah namanya pada tanggal 7 Mei 1952, yakni West Japan Heavy Industries (Nagasaki Shipyard) mengubah namanya menjadi Mitsubishi Shipbuilding & Engineering Co., Ltd.,[5] Central Japan Heavy Industries, Ltd. mengubah namanya menjadi Shin-Mitsubishi Jukogyo K.K. (juga berbisnis dengan nama Mitsubishi Heavy Industries, Reorganized, Ltd.;[11] shin berarti "baru"), sementara East Japan Heavy-Industries mengubah namanya menjadi Mitsubishi Nippon Heavy Industries.[10]

Pada tahun 1964, ketiga perusahaan tersebut resmi bergabung untuk membentuk Shin-Mitsubishi Jukogyo dan kemudian menjadi Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. Nagasaki Shipyard diubah namanya menjadi Nagasaki Shipyard & Engine Works. Sementara Kobe Shipyard diubah namanya menjadi Mitsubishi Heavy Industries - Kobe Shipyard & Machinery Works.[12]

Pada tahun 1970, departemen suku cadang mobil MHI resmi dipisah dengan nama Mitsubishi Motors.

Pada tahun 1974, kantor pusat MHI di Tokyo menjadi target pengeboman yang menewaskan delapan orang.

Pada bulan Januari 2005, MHI berpartisipasi dalam upaya penyelamatan Mitsubishi Motors senilai ¥540 miliar, bersama Mitsubishi Corporation dan Mitsubishi Tokyo Financial Group.[13][14] Sebagai bagian dari penyelamatan, MHI mengakuisisi saham Mitsubishi Motors senilai ¥50 miliar, sehingga meningkatkan kepemilikan sahamnya di Mitsubishi Motors menjadi 15%, dan menjadikan Mitsubishi Motors sebagai afiliasinya lagi. Penyelamatan darurat tersebut dilakukan empat tahun setelah adanya skandal penarikan produk di Jepang, yang dipicu oleh tuduhan Mitsubishi Motors berupaya menyembunyikan cacat produksi secara sistematis untuk menghindari penarikan, serta masalah pemasaran di Amerika Serikat.[13]

Pada bulan Oktober 2009, MHI mengumumkan pesanan 100 unit pesawat jet regional dari Trans States Holdings asal Amerika Serikat.[15][16]

Pada bulan Agustus 2011, MHI mengadakan diskusi dengan Hitachi mengenai potensi penggabungan antara keduanya, yang jika terjadi, akan menjadi penggabungan dua perusahaan asal Jepang terbesar dalam sejarah.[17][18] Diskusi tersebut kemudian dihentikan dan ditunda.[19]

Pada bulan November 2012, MHI dan Hitachi setuju untuk menggabungkan bisnis pembangkitan listrik termal milik keduanya guna membentuk sebuah joint venture yang 65% sahamnya dipegang oleh MHI dan sisanya dipegang oleh Hitachi.[20][21] Joint venture tersebut pun mulai beroperasi pada bulan Februari 2014 dan berakhir pada tahun 2020, karena Hitachi menyerahkan saham yang dipegangnya ke MHI.[20][21][22]

Pada bulan Juni 2014, Siemens dan MHI mengumumkan pembentukan joint venture untuk mengajukan tawaran pembelian terhadap bisnis energi dan transportasi milik Alstom (lokomotif, turbin uap, dan mesin pesawat terbang) yang sedang bermasalah. Tawaran pembelian juga diajukan oleh General Electric (GE), tetapi mendapat kritik dari pemerintah Prancis, yang menganggap bisnis Alstom sebagai sebuah "kepentingan vital nasional", dan pada saat itu, tingkat pengangguran Prancis berada di atas 10%, sehingga sejumlah pemilih pun beralih ke partai konservatif.[23] Namun tawaran dari GE akhirnya diterima.[24]

MHI masuk ke bisnis kereta cepat pada tahun 1995, dengan memproduksi kereta MLX01 SCMaglev, namun akhirnya keluar dari bisnis tersebut pada tahun 2017, setelah mengalami kesulitan biaya pengembangan Mitsubishi SpaceJet, dan ketidaksetujuan dengan Central Japan Railway Company mengenai biaya produksi kereta SCMaglev.[25]

Operasi

Gedung Mitsubishi Heavy Industries di Yokohama, Jepang

Dirgantara

MHI memiliki pabrik dirgantara di Nagoya, Aichi, Komaki, Aichi, dan Mississauga, Kanada.

Pada dekade 1950-an, perusahaan ini mulai masuk kembali ke industri dirgantara. Bersama perusahaan besar asal Jepang yang lain, MHI terlibat dalam perancangan dan produksi NAMC YS-11, pesawat terbang buatan Jepang pertama yang diproduksi pasca Perang Dunia II.[26] Pada tahun 1956, perancangan Mitsubishi MU-2 dimulai, dan menjadi rancangan pesawat terbang pertama dari MHI pasca perang.[27]

Pada sektor pertahanan, MHI telah memproduksi pesawat tempur jet untuk Angkatan Udara Bela Diri Jepang dan helikopter anti-kapal selam untuk Angkatan Laut Bela Diri Jepang, serta mesin pesawat terbang, rudal, dan torpedo.

Catatan

  1. 1 2 3 4 5 "MHI Announces FY2019 Consolidated Financial Results" (PDF).
  2. ↑ "Products". Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. Diarsipkan dari asli tanggal 5 January 2012. Diakses tanggal 27 December 2011.
  3. ↑ "Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. Global Website | PRODUCTS". Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-20.
  4. ↑ "Defense News Top 100 for 2011". Defense News. Diarsipkan dari asli tanggal 6 December 2012. Diakses tanggal 19 July 2012.
  5. 1 2 3 Nagasaki Shipyard & Machinery Works. "History". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-07. Diakses tanggal 2011-02-28.
  6. 1 2 Yokohama Machinery Works. "Outline". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-07. Diakses tanggal 2011-02-28.
  7. ↑ Shimonoseki Shipyard & Machinery Works. "Outline". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-07. Diakses tanggal 2011-02-28.
  8. ↑ "Chapter II The Effects of the Atomic Bombings". United States Strategic Bombing Survey.
  9. 1 2 Kobe Shipyard & Machinery Works. "Brief History". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-07. Diakses tanggal 2011-03-02.
  10. 1 2 Toma, Setsuo (2019-08-27). "「モーターファン」誌1952年1月号に載った広告" [Advertising in the January 1952 issue of "Motorfan" magazine]. M-Base (dalam bahasa Jepang). Miki Press. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-19.
  11. ↑
  12. ↑ Kobe Shipyard & Machinery Works. "Outline". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-07. Diakses tanggal 2011-02-28.
  13. 1 2 "Mitsubishi's rocky road". The New York Times. 29 January 2005. Diakses tanggal 17 July 2012.
  14. ↑ "Mitsubishi seeks $5.2bn bail out". BBC News. 28 January 2005. Diakses tanggal 17 July 2012.
  15. ↑ "Mitsubishi announces order for 100 regional jets". The Sydney Morning Herald. 2 October 2009. Diakses tanggal 17 July 2012.
  16. ↑ "Japan jet business gets boost with big US order". Reuters. 2 October 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-04. Diakses tanggal 17 July 2012.
  17. ↑ "Hitachi, Mitsubishi edge towards groundbreaking merger". Reuters. 4 August 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-07-02. Diakses tanggal 17 July 2012.
  18. ↑ "Shares of Hitachi and Mitsubishi Heavy get merger boost". BBC News. 4 August 2011. Diakses tanggal 17 July 2012.
  19. ↑ "Mitsubishi Heavy, Hitachi shares tumble as merger talks stall". Reuters. 4 August 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-05. Diakses tanggal 17 July 2012.
  20. 1 2 "Hitachi and Mitsubishi Heavy shares rise after merger". BBC News. 30 November 2012. Diakses tanggal 11 December 2012.
  21. 1 2 "MHI, Hitachi plan to merge thermal power units to boost overseas sales". The Japan Times. 30 November 2012. Diakses tanggal 11 December 2012.
  22. ↑ "MHPS changing name as Mitsubishi, Hitachi part ways in joint venture". Power Engineering (dalam bahasa American English). 2020-04-27. Diakses tanggal 2020-07-20.
  23. ↑ "Jens Hack and Natalie Huet, "Siemens and Mitsubishi challenge GE with Alstom offer", Reuters (June 16 2014)". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-16. Diakses tanggal 2021-05-27.
  24. ↑ "GE Completes Acquisition of Alstom Power and Grid Businesses | GE News". www.ge.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-07-22.
  25. ↑ https://asia.nikkei.com/Business/Mitsubishi-Heavy-to-back-out-of-maglev-train-project
  26. ↑ NAMC YS-11 airliners.net Retrieved December 7, 2016
  27. ↑ Mitsubishi MU-2 airliners.net Retrieved December 7, 2016

Referensi

  • Chida, Momohei and Peter N. Davies. (1990). The Japanese Shipping and Shipbuilding Industries: A History of their Modern Growth. London: Athlone Press. ISBN 978-0-485-11271-9; OCLC 20799046
  • Kizu, Shigetoshi. (1984). A 100 Years' History of the Ships of Nippon Yusen Kaisha. Tokyo: NYK. ISBN 978-4-905551-20-1; OCLC 16781302
  • Ponsonby-Fane, Richard Arthur Brabazon. (1935). The Nomenclature of the N.Y.K. Fleet. Tokyo: NYK. OCLC 27933596
  • Wray, William D. (1984). Mitsubishi and the N.Y.K., 1870–1914: Business Strategy in the Japanese Shipping Industry. Cambridge: Council on East Asian Studies, Harvard University, Harvard University Press. ISBN 978-0-674-57665-0; OCLC 10825248

Pranala luar

  • Situs web resmi
  • WW2DB: Mitsubishi Military Aircraft of World War II
  • l
  • b
  • s
Jepang Perusahaan TOPIX 100 di Jepang
30 Inti
  • 7&i
  • Astellas
  • Canon
  • Denso
  • FANUC
  • Hitachi
  • Honda
  • JR East
  • JT
  • KDDI
  • Komatsu
  • Mitsubishi Corporation
  • Mitsubishi Estate
  • Mitsui & Co.
  • Mitsui Fudosan
  • Mizuho
  • MUFG
  • Nissan
  • Nomura
  • NSSMC
  • NTT
  • NTT DoCoMo
  • Panasonic
  • Shin-Etsu
  • SoftBank
  • Sony
  • Sumitomo Mitsui Financial
  • Takeda
  • Tokio Marine
  • Toyota
70 Besar
  • ÆON
  • Ajinomoto
  • ANA
  • Asahi Breweries
  • AGC
  • Asahi Kasei
  • Bank of Yokohama
  • Bridgestone
  • Chubu Electric Power
  • Dai-ichi Life
  • Daiichi Sankyo
  • Daikin
  • Daito Trust Construction
  • Daiwa House
  • Daiwa Securities
  • DNP
  • Eisai
  • Fast Retailing
  • Fujifilm
  • Fuji Heavy Industries
  • Fujitsu
  • Hoya
  • INPEX
  • Isuzu
  • Itochu
  • JGC
  • JR Central
  • JR West
  • JFE
  • JXTG
  • Kao
  • KEPCO
  • Keyence
  • Kirin
  • Kubota
  • Kyocera
  • Marubeni
  • Mitsubishi Chemical
  • Mitsubishi Electric
  • Mitsubishi Heavy Industries
  • MS&AD
  • Murata
  • Nidec
  • Nikon
  • Nintendo
  • Nitto Denko
  • NKSJ
  • Oriental Land
  • Orix
  • Osaka Gas
  • Otsuka Pharmaceutical
  • Resona
  • Ricoh
  • Secom
  • Sekisui House
  • Shiseido
  • SMC
  • Sumitomo Corporation
  • Sumitomo Electric
  • Sumitomo Metal Mining
  • Sumitomo Mitsui Trust
  • Sumitomo Realty & Development
  • Suzuki
  • T&D Holdings
  • Tokyo Electron
  • Tokyo Gas
  • Toray
  • Toshiba
  • Unicharm
  • Yamato Transport
  • l
  • b
  • s
Jepang Perusahaan Nikkei 225 di Jepang
  • 7&i
  • Advantest
  • ÆON
  • AGC
  • Ajinomoto
  • Alps
  • ANA
  • Amada
  • Aozora Bank
  • Asahi Breweries
  • Asahi Kasei
  • Astellas
  • Bridgestone
  • Canon
  • Casio
  • Chiba Bank
  • Chiyoda
  • Chuden
  • Chugai
  • Citizen
  • Comsys
  • Concordia Financial
  • Credit Saison
  • Dai-ichi Life
  • Daiichi Sankyo
  • Daikin
  • Dainippon Screen
  • Dainippon Sumitomo Pharma
  • Daiwa House
  • Daiwa Securities
  • Denka
  • Denso
  • Dentsu
  • DNP
  • Dowa
  • Ebara
  • Eisai
  • Fanuc
  • Fast Retailing
  • Fuji Electric
  • Fujifilm
  • Fujikura
  • Fujitsu
  • Fukuoka Financial
  • Furukawa Group
  • Furukawa Electric
  • GS Yuasa
  • Heiwa Real Estate
  • Hino
  • Hitachi
  • Hitachi Construction Machinery
  • Hitz
  • Hokuetsu Paper
  • Honda
  • IHI
  • INPEX
  • Isetan-Mitsukoshi
  • Isuzu
  • Itochu
  • JFE
  • J. Front Retailing
  • JGC
  • JR Central
  • JR East
  • JR West
  • JSW
  • JT
  • JTEKT
  • JXTG
  • Kajima
  • KEPCO
  • Kao
  • Kawasaki
  • KDDI
  • Keio
  • Keisei
  • Kikkoman
  • Kirin
  • K Line
  • Kobelco
  • Komatsu
  • Konami
  • Konica Minolta
  • Kubota
  • Kuraray
  • Kyocera
  • Kyowa Hakko Kirin
  • Marubeni
  • Maruha Nichiro
  • Marui
  • Matsui Securities
  • Mazda
  • Meidensha
  • Meiji Holdings
  • MES
  • Minebea
  • Mitsubishi Chemical
  • Mitsubishi Corporation
  • Mitsubishi Electric
  • Mitsubishi Estate
  • Mitsubishi Heavy Industries
  • Mitsubishi Logistics
  • Mitsubishi Materials
  • Mitsubishi Motors
  • Mitsui & Co
  • Mitsui Chemicals
  • Mitsui Fudosan
  • Mitsui Kinzoku
  • Mitsumi Electric
  • Mizuho
  • MOL
  • MS&AD
  • MUFG
  • NEC
  • NEG
  • NGK
  • Nichirei
  • Nikon
  • Nippon Express
  • Nippon Kayaku
  • Nippon Light Metal
  • Nippon Ham
  • Nippon Paper Industries
  • Nippon Soda
  • Nissui
  • Nissan Motor Company
  • Nissan Chemical
  • Nisshin Seifun
  • Nisshin Steel
  • Nisshinbo
  • Nittobo
  • Nitto Denko
  • Sompo Japan Nipponkoa Holdings
  • Nomura
  • NSG
  • NSK
  • NSSMC
  • NTN
  • NTT
  • NTT Data
  • NTT Docomo
  • NYK
  • Obayashi
  • Odakyu
  • Oji Holdings Corporation
  • OKI
  • Okuma
  • Olympus
  • Osaka Gas
  • Pacific Metals
  • Panasonic
  • Pioneer
  • Resona
  • Ricoh
  • Sapporo Holdings
  • Secom
  • Sekisui House
  • Sharp
  • Shimz
  • Shin-Etsu
  • Shinsei Bank
  • Shionogi
  • Shiseido
  • Shizuoka Bank
  • Showa Denko
  • Showa Shell
  • SKY Perfect JSAT
  • SoftBank
  • Sojitz
  • Sony Corporation
  • Sony Financial
  • Subaru Corporation
  • SUMCO
  • Sumitomo Chemical
  • Sumitomo Corporation
  • Sumitomo Electric
  • Sumitomo Heavy Industries
  • Sumitomo Metal Mining
  • Sumitomo Mitsui Financial
  • Sumitomo Mitsui Trust
  • Sumitomo Osaka Cement
  • Sumitomo Realty
  • Suzuki
  • T&D
  • Taiheiyo Cement
  • Taisei
  • Taiyo Yuden
  • Takara
  • Takashimaya
  • Takeda
  • TDK
  • Teijin
  • TEPCO
  • Terumo
  • Tobu
  • Toho
  • Toho Zinc
  • Tokai Carbon
  • Tokuyama Corporation
  • Toyo Seikan
  • Tokio Marine
  • Tokyo Dome
  • Tokyo Electron
  • Tokyo Gas
  • Tokyo Tatemono
  • Tokyu
  • Tokyu Land
  • Toppan
  • Toray
  • Toshiba
  • Tosoh
  • Toto
  • Toyobo
  • Toyota
  • Toyota Tsusho
  • Trend Micro
  • Ube
  • Unitika
  • Uny
  • Yahoo! Japan
  • Yamaha
  • Yamato Transport
  • Yasakawa
  • Yokogawa Electric
  • Yokohama Rubber
  • l
  • b
  • s
Mitsubishi Group
Anggota Misubishi Kinyokai ditebalkan.
Makanan dan minuman
  • Kirin Holdings
Kertas dan serat
  • Mitsubishi Paper Mills
  • Mitsubishi Rayon
Konstruksi
  • P.S. Mitsubishi Construction
Bahan kimia
  • Mitsubishi Chemical Holdings
  • Mitsubishi Chemical
  • Mitsubishi Gas Chemical
  • Mitsubishi Plastics
  • Dai Nippon Toryo
Kaca dan keramik
  • Asahi Glass
Minyak bumi dan nuklir
  • Nippon Oil Group
  • Nippon Oil
  • Mitsubishi Nuclear Fuel
Baja
  • Mitsubishi Steel Mfg
Logam non-besi
  • Mitsubishi Materials
  • Mitsubishi Aluminum
  • Mitsubishi Cable Industries
Mesin
  • Mitsubishi Kakoki
  • Mitsubishi Heavy Industries
  • Caterpillar Japan
  • Toyo Engineering Works
Automobil
  • Mitsubishi Motors
  • Mitsubishi Fuso Truck and Bus
Peralatan listrik
  • Mitsubishi Electric
Peralatan presisi
  • Nikon
  • Mitsubishi Precision
Perdagangan
  • Mitsubishi Corporation
  • Astomos Energy
  • Ryoshoku
Keuangan
  • Mitsubishi UFJ Financial Group
  • The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ
  • Mitsubishi UFJ Securities
  • Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation
  • MUFG Union Bank
  • Mitsubishi Auto Leasing
  • Mitsubishi UFJ NICOS
  • Mitsubishi UFJ Lease & Finance
Asuransi
  • Tokio Marine Holdings
  • Tokio Marine Nichido
  • Meiji Yasuda Life
Properti
  • Mitsubishi Estate
Transportasi dan gudang
  • Mitsubishi Logistics
  • Nippon Yusen
  • Mitsubishi Ore Transport
Informasi dan komunikasi
  • Mitsubishi Research Institute
  • Mitsubishi Space Software
  • IT Frontier
  • Mitsubishi Zaibatsu
  • Iwasaki Yataro
  • Keluarga Iwasaki
  • Kyu-Iwasaki-tei Gardens
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Norwegia
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Operasi
  3. Dirgantara
  4. Catatan
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Jepang

negara di Asia Timur

Yanmar

perusahaan Jepang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026