Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tokyo Electric Power Company

Tokyo Electric Power Company Holdings, Inc adalah sebuah perusahaan ketenagalistrikan asal Jepang yang melayani wilayah Kantō, Prefektur Yamanashi, dan Prefektur Shizuoka bagian timur. Selain kantor pusat di Uchisaiwaicho, Chiyoda, Tokyo, perusahaan ini juga memiliki kantor perwakilan di Washington, D.C., dan London. Perusahaan ini pun ikut mendirikan sejumlah konsorsium strategis yang terkait dengan inovasi dan riset energi, seperti JINED, INCJ, dan MAI.

perusahaan asal Jepang
Diperbarui 18 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tokyo Electric Power Company
Perusahaan ketenagalistrikan asal JepangTemplat:SHORTDESC:Perusahaan ketenagalistrikan asal Jepang
"TEPCO" beralih ke halaman ini, yang bukan mengenai Pepco atau Tohoku Electric Power.
Sebagian dari artikel ini (yang berkaitan dengan kalimat pembuka dan Kompensasi Komunitas) memerlukan pemutakhiran informasi. Harap perbarui artikel dengan menambahkan informasi terbaru yang tersedia. (September 2019)
Tokyo Electric Power Company Holdings, Inc
Kantor pusat di Chiyoda, Tokyo
Nama asli
東京電力ホールディングス株式会社
Nama latin
Tōkyō Denryoku Hōrudingusu kabushiki gaisha
Jenis perusahaan
Publik KK
Kode emitenTYO: 9501
IndustriKetenagalistrikan
PendahuluThe Tokyo Electric Light Company, Inc. (didirikan tahun 1883)
DidirikanTokyo, Jepang (1 Mei 1951 (1951-05-01))
Kantor pusat
Chiyoda, Tokyo
,
Jepang
Wilayah operasi
Tokyo, Kanagawa, Saitama, Chiba, Tochigi, Gunma, Ibaraki, Yamanashi, dan Shizuoka bagian timur
Tokoh kunci
Yoshimitsu Kobayashi
(Chairman)
Tomoaki Kobayakawa
(Presiden)
JasaPembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik
PendapatanKenaikan ¥6,803 triliun (2015)[1]
Laba operasi
Kenaikan ¥316,5 miliar (2015)[1]
Laba bersih
Kenaikan ¥451,6 miliar (2015)[1]
Total asetPenurunan ¥14,213 triliun (2015)[1]
Total ekuitasKenaikan ¥2,073 triliun (2015)[1]
Pemilik
  • Pemerintah Jepang, melalui Nuclear Damage Compensation and Decommissioning Facilitation Corporation (54,74%)
  • TMTBJ investment trusts (6,28%)
  • CBJ investment trusts (1,77%)
  • ESOP (1,50%)
  • Pemerintah Metropolitan Tokyo (1,20%)
  • SMBC (1,01%)
Karyawan
37.939 (2022)
Anak usaha
  • TEPCO Power Grid
  • TEPCO Fuel & Power
  • TEPCO Energy Partner
  • Tokyo Electric Generation Company
Situs webwww.tepco.co.jp
Facebook: OfficialTEPCO X: OfficialTEPCO Instagram: tepco.official Youtube: UCoSqHxhc9Su-YV7dFKqqvzA Modifica els identificadors a Wikidata

Tokyo Electric Power Company Holdings, Inc (Jepang: 東京電力ホールディングス株式会社code: ja is deprecated code: ja is deprecated , Tōkyō Denryoku Hōrudingusu kabushiki gaisha, TEPCO, atau juga dikenal sebagai Tōden (東電code: ja is deprecated ) di Jepang) adalah sebuah perusahaan ketenagalistrikan asal Jepang yang melayani wilayah Kantō, Prefektur Yamanashi, dan Prefektur Shizuoka bagian timur. Selain kantor pusat di Uchisaiwaicho, Chiyoda, Tokyo, perusahaan ini juga memiliki kantor perwakilan di Washington, D.C., dan London. Perusahaan ini pun ikut mendirikan sejumlah konsorsium strategis yang terkait dengan inovasi dan riset energi, seperti JINED,[2] INCJ,[3] dan MAI.[4]

Pada tahun 2007, perusahaan ini terpaksa menutup PLTN Kashiwazaki-Kariwa akibat gempa bumi Niigata-Chuetsu-Oki, sehingga perusahaan ini mencatatkan kerugian pertamanya dalam 28 tahun terakhir.[5] Perusahaan ini pun tetap mencatatkan kerugian hingga PLTN tersebut dioperasikan kembali pada tahun 2009.[6] Pasca gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011, salah satu pembangkit listrik milik perusahaan ini menjadi lokasi dari salah satu bencana nuklir terparah di dunia, yakni bencana nuklir Fukushima Daiichi. Perusahaan ini pun terancam merugi hingga ¥2 triliun (US$23.6 miliar),[7] sehingga pemerintah Jepang berencana[butuh klarifikasi] untuk mengambil alih perusahaan ini guna menjamin pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak oleh bencana tersebut.[8] Bencana Fukushima membuat 50.000 keluarga harus mengungsi, karena terjadi kebocoran bahan radioaktif ke udara, tanah, dan laut.[9]

Pada bulan Juli 2012, perusahaan ini mendapat dana sebesar ¥1 triliun (US$12 miliar) dari pemerintah Jepang untuk mencegah kolapsnya perusahaan ini, sehingga listrik tetap dapat dipasok ke Tokyo dan sekitarnya, serta PLTN Fukushima Daiichi dapat ditutup.[10] Manajemen perusahaan ini kemudian mengajukan proposal kepada para pemegang sahamnya agar perusahaan ini dapat dinasionalisasi sebagian.[11] Nuclear Damage Compensation and Decommissioning Facilitation Corporation kemudian resmi menjadi pemegang mayoritas saham dari perusahaan ini, untuk mengawasi kerusakan dan penutupan dari PLTN Fukushima Daiichi. Total biaya untuk menangani bencana tersebut diperkirakan mencapai $100 miliar pada bulan Mei 2012.[10]

Sejarah

Logo TEPCO mulai tahun 1987 hingga bulan Maret 2016

Sektor ketenagalistrikan di Jepang, yang dinasionalisasi pada tahun 1939 sebagai bagian dari persiapan untuk perang total (Perang Pasifik), resmi diprivatisasi pada tahun 1951 atas perintah dari pasukan pendudukan Amerika Serikat/Sekutu, sehingga kemudian terbentuklah sembilan perusahaan swasta yang masing-masing beroperasi di wilayah tertentu, salah satunya adalah perusahaan ini dengan nama Tokyo Electric Power Co., Inc. (TEPCO).[12][13] Perusahaan ini dibentuk dengan mereorganisasi Kanto Haiden dan Nippon Shuden.

Pada dekade 1950-an, tujuan utama dari perusahaan ini adalah untuk memfasilitasi pemulihan infrastruktur yang hancur akibat Perang Dunia II. Setelah itu, untuk memenuhi permintaan listrik yang berkembang pesat, perusahaan ini meningkatkan kapasitasnya dengan mengembangkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan mengembangkan jaringan transmisi listrik yang lebih efisien.

Pada dekade 1960-an dan 1970-an, perusahaan ini menghadapi meningkatnya polusi dan meningkatnya harga minyak, sehingga perusahaan ini mulai mengembangkan PLTG dan PLTN. Pada tanggal 26 Maret 1971, perusahaan ini pun mulai mengoperasikan PLTN Fukushima Dai-ichi.

Selama dekade 1980-an dan 1990-an, penggunaan pendingin udara dan komputer membuat permintaan listrik di siang hari jauh lebih tinggi daripada di malam hari, sehingga untuk mengurangi surplus kapasitas pembangkit listrik dan meningkatkan utilisasi pembangkit listrik, perusahaan ini pun mengembangkan PLTA pumped storage dan mempromosikan unit penyimpanan termal.

Baru-baru ini, perusahaan ini diharapkan dapat memainkan peran penting dalam membantu Jepang mencapai target pengurangan emisi karbon dioksida sesuai Protokol Kyoto. Perusahaan ini juga menghadapi tantangan dengan adanya tren deregulasi industri ketenagalistrikan di Jepang serta rendahnya pertumbuhan permintaan listrik. Oleh karena itu, perusahaan ini kemudian meluncurkan kampanye iklan besar-besaran yang diberi judul 'Switch!', untuk mempromosikan penggunaan perangkat listrik di rumah.

Anak usaha besar

Perusahaan ini memiliki sejumlah anak usaha besar, yakni:[14]

  • TEPCO Power Grid – Bertanggung jawab mengelola sistem tenaga listrik di sekitar wilayah Kantō.
  • TEPCO Energy Partner – Peritel tenaga listrik yang beroperasi dengan merek "TEPCO" di seantero Jepang, kecuali Okinawa.
  • TEPCO Fuel & Power – Mengoperasikan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, terutama untuk TEPCO Energy Partner.
  • Tokyo Electric Generation Company – Membangkitkan listrik untuk pasar tenaga listrik.
  • Tokyo Electric Power Services Co. Ltd (TEPSCO) – Menyediakan jasa konsultansi untuk industri ketenagalistrikan.

Gambaran umum

  • Modal saham: ¥676.424.197.050
  • Jumlah saham beredar: 1.352.876.531
  • Jumlah pemegang saham: 821.841
  • Penjualan listrik (FY 2004): 92,592 miliar kWh (pencahayaan), 194,148 miliar kWh (listrik), 286,741 miliar kWh (total)
  • Beban puncak: 64,3 juta kW (24 Juli 2001)
  • Jumlah pelanggan (hingga 31 Maret 2005): 25.120.000 / 83,89 juta kW (pencahayaan), 2.630.000.000 / 39,75 juta kWh (listrik), 27.740.000 / 123,64 juta kW (total)
  • Pendapatan dari penjualan listrik: ¥4,637 triliun (FY 2004)

Kompensasi komunitas

Perusahaan ini terancam merugi sebesar 2 triliun yen ($23,6 miliar), karena harus memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak di sekitar PLTN Fukushima, menurut JPMorgan.[7]

Pemerintah Jepang pun berencana[kapan?] untuk mengambil alih perusahaan ini guna menjamin bahwa perusahaan ini dapat memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak oleh radiasi dari PLTN Fukushima. Pemerintah Tokyo juga akan menyisihkan beberapa triliun yen yang dapat "digunakan oleh perusahaan ini jika kekurangan dana dalam memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak".[8]

Pemotongan gaji

Pegawai dari perusahaan ini setuju dengan proposal dari manajemen untuk memotong gaji mereka sebagai bentuk tanggung jawab atas bencana nuklir Fukushima. Remunerasi tahunan untuk dewan direksi akan dipotong sebesar 50% mulai bulan April 2011, sementara gaji manajer akan dipotong sebesar 25% dan gaji pelaksana akan dipotong sebesar 20% mulai bulan Juli 2011, sedangkan bonus akan dipotong mulai bulan Juni 2011. Perusahaan ini pun berharap dapat menghemat sekitar 54 miliar yen ($659 juta) per tahun dari pemotongan tersebut.[15][16]

Pada bulan Juli 2012, diumumkan bahwa gaji dari manajer akan dipotong setidaknya sebesar 30%, sementara gaji pelaksana tetap dipotong sebesar 20%. Secara rata-rata, gaji pegawai akan dipotong sebesar 23.68%. Selain itu, porsi asuransi kesehatan pegawai yang dibayarkan oleh perusahaan ini akan dikurangi dari 60% menjadi 50%, yang merupakan standar di Jepang.[17]

Kapasitas pembangkit listrik

  • PLTA: 160 / 8.521 MW
  • PLTD, PLTU, PLTG, dan PLTP: 26 / 36.995 MW
  • PLTN: 3 / 17.308 MW
  • PLTB: 1 / 1 MW
  • Total: 190 / 62.825 MW

Posisi di industri

Perusahaan ini adalah perusahaan ketenagalistrikan terbesar di Jepang dan perusahaan ketenagalistrikan terbesar keempat di dunia, setelah RWE asal Jerman, Électricité de France asal Prancis, dan E.ON asal Jerman. Perusahaan ini pun sangat memengaruhi ekonomi, lingkungan, dan industri energi di Jepang.

Manajemen dan keuangan

Untuk tahun fiskal yang berakhir pada tahun 2011 dan 2012, perusahaan ini mencatatkan kerugian sebelum pajak, sementara untuk tahun 2013, kerugian perusahaan ini mencapai 377,6 miliar yen.[18]

Pembangkitan listrik

Pembangkitan listrik dari perusahaan ini terdiri dari dua jaringan utama. Pembangkit listrik berbahan bakar fosil di sekitar Teluk Tokyo digunakan untuk memikul beban puncak, sementara PLTN di Fukushima dan Niigata digunakan untuk memikul beban dasar. Selain itu, PLTA di wilayah pegunungan di luar Dataran Kanto, walaupun kapasitasnya relatif kecil, tetap penting untuk memikul beban puncak. Perusahaan ini juga membeli listrik dari perusahaan ketenagalistrikan regional lain, seperti Tohoku Electric Power, J-POWER, dan Japan Atomic Power Company.

Transmisi dan distribusi

Tiap saluran transmisi listrik milik perusahaan ini dirancang untuk mentransmisikan listrik dengan tegangan tinggi (66-500kV) dari pembangkit listrik ke gardu induk. Saluran transmisi listrik umumnya berupa saluran udara, tetapi di kawasan metropolitan Tokyo, saluran transmisi listrik diletakkan di bawah tanah.

Dari gardu induk, listrik didistribusikan dengan tegangan rendah (22-66kV). Untuk memasok listrik ke gedung dan pabrik, saluran distribusi listrik terhubung langsung ke sistem tenaga listrik dari gedung dan pabrik, sehingga gedung dan pabrik tersebut harus memiliki transformator sendiri. Untuk memasok listrik ke rumah dan toko, listrik terlebih dahulu disalurkan ke transformator milik perusahaan ini yang dipasang di sejumlah tiang listrik. Transformator kemudian mengubah tegangan listrik menjadi 100/200V, lalu listrik baru disalurkan ke rumah dan toko.

Dalam kondisi normal, infrastruktur transmisi dan distribusi milik perusahaan ini merupakan salah satu yang paling handal di dunia. Perusahaan ini baru pertama kali melakukan pemadaman bergilir pada bulan Maret 2011,[19] karena PLTN Fukushima, yang berada di dekat episentrum gempa bumi, dihentikan operasinya.[20] Contohnya, pada pagi hari tanggal 15 Maret 2011, sebanyak 700.000 rumah tidak mendapat pasokan listrik selama tiga jam.[21] Pemadaman bergilir tersebut harus dilakukan, karena perusahaan ini mengalami kekurangan pasokan listrik sebanyak 10 juta kW pada tanggal 14 Maret 2011.

Tiga unit truk anjungan kerja milik TEPCO sedang memperbaiki sebuah tiang listrik di Tokyo, Jepang (video).

Catatan

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "Annual Report 2015" (PDF). TEPCO.
  2. ↑ "Japanese nuclear exports consortium launches". www.world-nuclear-news.org.
  3. ↑ "Innovation Network Corporation of Japan | Introduction". www.incj.co.jp.
  4. ↑ "MAI consortium members". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-28.
  5. ↑ "Tokyo Electric Has First Loss in 28 Years on Shutdown". Bloomberg News. Diarsipkan dari asli tanggal 9 September 2015.
  6. ↑ "Tokyo Electric stays in red in FY 2008".[pranala nonaktif permanen]
  7. 1 2 Antoni Slodkowski (April 11, 2011). "TEPCO may face $23.6 billion compensation costs: JP Morgan". Reuters.
  8. 1 2 "Japan to control TEPCO to handle compensation claims after nuclear disaster". Herald Sun. April 20, 2011.
  9. ↑ Takahiko Hyuga and Tsuyoshi Inajima (June 10, 2011). "Police to Send Riot Squads to TEPCO Meeting". Bloomberg.
  10. 1 2 McCurry, Justin (9 May 2012). "Fukushima owner saved from collapse by Japanese government". The Guardian. Diakses tanggal 11 July 2012.
  11. ↑ Mitsuru, Obe (27 June 2012). "TEPCO shareholders OK nationalization plan". MarketWatch. Diakses tanggal 11 July 2012.
  12. ↑ Saat ini, Jepang memiliki sepuluh perusahaan ketenagalistrikan regional, termasuk Okinawa Electric Power, tetapi Okinawa diduduki oleh Amerika Serikat hingga tahun 1972.
  13. ↑ Martin, Alex, "When it comes to mighty TEPCO, pride goes before the fall", Japan Times, 17 May 2011, p. 3.
  14. ↑ "},"access-date":{"wt":"2017-06-29"}},"i":0}}]}' id="mwAY8"/>"Introducing a holding company system balancing both responsibility and services". Diakses tanggal 2017-06-29.
  15. ↑ Okada, Yuji (25 April 2011). "Tepco to Cut Worker, Board Pay as Much as 50% to Pare Costs". Bloomberg.
  16. ↑ Inajima, Tsuyoshi; Okada, Yuji (26 April 2011). "Tepco Workers Agree to Up to 25% Pay Cut After Fukushima Nuclear Accident". Bloomberg.
  17. ↑ The Daily Yomiuri TEPCO rate hike reduced to 8.47% July 20 2012 Retrieved on July 22, 2012
  18. ↑ The Mainichi Shimbun (03 July 2013) TEPCO seeks screening to restart nuclear reactors with eye on grim financial status Diarsipkan 2013-07-04 di Archive.is
  19. ↑ "TEPCO to conduct rolling blackout amid power shortage". Reuters. 13 March 2011.
  20. ↑ "Fukushima Nuclear Accident Update Log". 2 June 2011.
  21. ↑ "Rolling blackouts continue". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-28.

Pranala luar

Media terkait Tokyo Electric Power Company di Wikimedia Commons

  • Situs web resmi
  • tokyo electric power company / gettyimages
  • l
  • b
  • s
Jepang Perusahaan Nikkei 225 di Jepang
  • 7&i
  • Advantest
  • ÆON
  • AGC
  • Ajinomoto
  • Alps
  • ANA
  • Amada
  • Aozora Bank
  • Asahi Breweries
  • Asahi Kasei
  • Astellas
  • Bridgestone
  • Canon
  • Casio
  • Chiba Bank
  • Chiyoda
  • Chuden
  • Chugai
  • Citizen
  • Comsys
  • Concordia Financial
  • Credit Saison
  • Dai-ichi Life
  • Daiichi Sankyo
  • Daikin
  • Dainippon Screen
  • Dainippon Sumitomo Pharma
  • Daiwa House
  • Daiwa Securities
  • Denka
  • Denso
  • Dentsu
  • DNP
  • Dowa
  • Ebara
  • Eisai
  • Fanuc
  • Fast Retailing
  • Fuji Electric
  • Fujifilm
  • Fujikura
  • Fujitsu
  • Fukuoka Financial
  • Furukawa Group
  • Furukawa Electric
  • GS Yuasa
  • Heiwa Real Estate
  • Hino
  • Hitachi
  • Hitachi Construction Machinery
  • Hitz
  • Hokuetsu Paper
  • Honda
  • IHI
  • INPEX
  • Isetan-Mitsukoshi
  • Isuzu
  • Itochu
  • JFE
  • J. Front Retailing
  • JGC
  • JR Central
  • JR East
  • JR West
  • JSW
  • JT
  • JTEKT
  • JXTG
  • Kajima
  • KEPCO
  • Kao
  • Kawasaki
  • KDDI
  • Keio
  • Keisei
  • Kikkoman
  • Kirin
  • K Line
  • Kobelco
  • Komatsu
  • Konami
  • Konica Minolta
  • Kubota
  • Kuraray
  • Kyocera
  • Kyowa Hakko Kirin
  • Marubeni
  • Maruha Nichiro
  • Marui
  • Matsui Securities
  • Mazda
  • Meidensha
  • Meiji Holdings
  • MES
  • Minebea
  • Mitsubishi Chemical
  • Mitsubishi Corporation
  • Mitsubishi Electric
  • Mitsubishi Estate
  • Mitsubishi Heavy Industries
  • Mitsubishi Logistics
  • Mitsubishi Materials
  • Mitsubishi Motors
  • Mitsui & Co
  • Mitsui Chemicals
  • Mitsui Fudosan
  • Mitsui Kinzoku
  • Mitsumi Electric
  • Mizuho
  • MOL
  • MS&AD
  • MUFG
  • NEC
  • NEG
  • NGK
  • Nichirei
  • Nikon
  • Nippon Express
  • Nippon Kayaku
  • Nippon Light Metal
  • Nippon Ham
  • Nippon Paper Industries
  • Nippon Soda
  • Nissui
  • Nissan Motor Company
  • Nissan Chemical
  • Nisshin Seifun
  • Nisshin Steel
  • Nisshinbo
  • Nittobo
  • Nitto Denko
  • Sompo Japan Nipponkoa Holdings
  • Nomura
  • NSG
  • NSK
  • NSSMC
  • NTN
  • NTT
  • NTT Data
  • NTT Docomo
  • NYK
  • Obayashi
  • Odakyu
  • Oji Holdings Corporation
  • OKI
  • Okuma
  • Olympus
  • Osaka Gas
  • Pacific Metals
  • Panasonic
  • Pioneer
  • Resona
  • Ricoh
  • Sapporo Holdings
  • Secom
  • Sekisui House
  • Sharp
  • Shimz
  • Shin-Etsu
  • Shinsei Bank
  • Shionogi
  • Shiseido
  • Shizuoka Bank
  • Showa Denko
  • Showa Shell
  • SKY Perfect JSAT
  • SoftBank
  • Sojitz
  • Sony Corporation
  • Sony Financial
  • Subaru Corporation
  • SUMCO
  • Sumitomo Chemical
  • Sumitomo Corporation
  • Sumitomo Electric
  • Sumitomo Heavy Industries
  • Sumitomo Metal Mining
  • Sumitomo Mitsui Financial
  • Sumitomo Mitsui Trust
  • Sumitomo Osaka Cement
  • Sumitomo Realty
  • Suzuki
  • T&D
  • Taiheiyo Cement
  • Taisei
  • Taiyo Yuden
  • Takara
  • Takashimaya
  • Takeda
  • TDK
  • Teijin
  • TEPCO
  • Terumo
  • Tobu
  • Toho
  • Toho Zinc
  • Tokai Carbon
  • Tokuyama Corporation
  • Toyo Seikan
  • Tokio Marine
  • Tokyo Dome
  • Tokyo Electron
  • Tokyo Gas
  • Tokyo Tatemono
  • Tokyu
  • Tokyu Land
  • Toppan
  • Toray
  • Toshiba
  • Tosoh
  • Toto
  • Toyobo
  • Toyota
  • Toyota Tsusho
  • Trend Micro
  • Ube
  • Unitika
  • Uny
  • Yahoo! Japan
  • Yamaha
  • Yamato Transport
  • Yasakawa
  • Yokogawa Electric
  • Yokohama Rubber
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
    • 2
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
Akademik
  • CiNii
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Anak usaha besar
  3. Gambaran umum
  4. Kompensasi komunitas
  5. Pemotongan gaji
  6. Kapasitas pembangkit listrik
  7. Posisi di industri
  8. Manajemen dan keuangan
  9. Pembangkitan listrik
  10. Transmisi dan distribusi
  11. Catatan
  12. Referensi
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Jepang

negara di Asia Timur

Yanmar

perusahaan Jepang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026