Lokomotif JNR DE50 adalah adalah lokomotif diesel purwarupa bergandar A'A'A'-Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways sebagai prototipe lokomotif yang direncanakan untul angkutan barang dan penumpang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| DE50 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Lokomotif DE50-1 di Stasiun Okayama pada tahun 1997 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||
Lokomotif JNR DE50 (国鉄DE50code: ja is deprecated ) adalah adalah lokomotif diesel purwarupa bergandar A'A'A'-Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways sebagai prototipe lokomotif yang direncanakan untul angkutan barang dan penumpang.
Klasifikasi DE50 untuk jenis lokomotif ini dijelaskan di bawah ini.
Pengembangan lokomotif ini dilakukan pada akhir tahun 1960-an, ketika Japan National Railways (JNR) tengah gencar melaksanakan rencana modernisasi tenaga untuk menggantikan lokomotif uap di jalur non-elektrifikasi dengan lokomotif dan kereta rel diesel.
Lokomotif DE50 dengan nomor induk DE50-1 diselesaikan pada Juli 1970 oleh Hitachi di Pabrik Kasado, manufaktur besar yang juga bertanggung jawab atas unit lokomotif DD51. Setelah selesai, lokomotif prototipe ini digunakan untuk menjalani berbagai uji coba.[1]
Lokomotif DE50-1 merupakan prototipe pra-produksi, ditunjukkan oleh penomoran "1" alih-alih "901" yang menandakan JNR memiliki niat untuk langsung beralih ke produksi massal jika uji coba membuahkan hasil positif, sebagaimana yang direncanakan untuk lokomotif DD51.
Setelah selesai diproduksi, lokomotif ini ditempatkan di Depo Lokomotif Inazawa I pada 21 Juli 1970.[2] Uji kelaikan dilakukan pada Agustus dan September 1970, diikuti dengan uji kinerja pada musim dingin di Balai Yasa Nagano pada Februari 1971. Pada 20 November 1971, lokomotif DE50-1 dialihkan ke Depo Lokomotif Okayama dan diuji coba di Jalur Hakubi.[3] Lokomotif ini juga digunakan untuk menarik kereta barang selama periode tersebut.[4]
Meskipun DE50 memiliki desain yang ambisius, rencana produksi massalnya dibatalkan karena beberapa faktor yang terjadi setelah selesai dibangun. Krisis minyak yang terjadi kemudian mendorong percepatan elektrifikasi semua jalur yang seharusnya direncanakan untuk menggunakan lokomotif ini, hal tersebut mengurangi permintaan akan lokomotif diesel jalur utama yang memiliki jumlah perjalanan yang tinggi.
Faktor penentu lainnya adalah situasi keuangan JNR yang memburuk, menyebabkan kantor pusat mengubah kebijakan untuk mengurangi jumlah lokomotif guna menekan biaya pemeliharaan yang semakin tinggi. Akibatnya, semua pengembangan dan rencana produksi massal untuk lokomotif seri ini dan turunannya dibatalkan, serta lokomotif diesel jalur utama dan jakur cabang diputuskan untuk dikonsolidasikan pada lokomotif DD51 yang dinilai lebih stabil.
Meskipun rencana produksi massal dibatalkan, satu-satunya unit yang diproduksi, lokomotif DD50-1 tetap digunakan di Jalur Hakubi untuk sementara waktu. Namun, lokomotif ini akhirnya ditarik dari layanan setelah mengalami kerusakan suku cadang yang membuatnya tidak dapat berjalan.
Setelah dinonaktifkan, lokomotif ini tidak langsung dibesituakan, melainkan disimpan dalam waktu yang sangat lama di Depo Lokomotif Okayama. Sebagian badan lokomotif DD50-1 dibesituakan pada 26 Mei 1986, sesaat sebelum privatisasi JNR.
Namun, karena Depo Lokomotif Okayama dialihkan ke Japan Freight Railway Company (JR Freight) setelah privatisasi, lokomotif ini diwarisi oleh West Japan Railway Company (JR West) dan dipindahkan ke Depo Lokomotif Diesel Okayama. Setelah disimpan dan dibiarkan selama lebih dari 10 tahun di sana, lokomotif ini dipindahkan lagi pada tahun 2011 ke bekas los bundar di Pusat Kereta Rel Diesel Okayama, berdekatan dengan Stasiun Tsuyama pada Jalur Tsuyama. Sejak tahun 2016, lokomotif ini dibuka untuk umum di Museum Kereta Api Tsuyama yang dibangun di sekitar bekas los bundar tersebut.
Bodi lokomotif DE50 mengadopsi tipe kabin semi-sentral yang didasarkan pada lokomotif DE10, namun turut mengintegrasikan fitur-fitur dari seri DD51. Desain bodi ini secara spesifik berfokus pada upaya pengurangan bobot pada rangka bawah, yang berhasil menghasilkan pengurangan bobot signifikan sekitar 75% per unit panjang dibandingkan dengan lokomotif konvensional.
Berbeda dengan lokomotif DE10 dimana mesin, sistem penggerak, dan sistem pendingin terkonsentrasi di bagian kap depan, model DE50 mengadopsi struktur terdistribusi karena ukuran mesin dan sistem pendingin yang diperbesar. Kap pertama menampung mesin, transmisi hidraulik, dan peralatan tambahan. Sementara itu, kap kedua dipasang radiator besar, tangki air, dan dua kipas pendingin elektrik. Penempatan terdistribusi ini bertujuan untuk mengakomodasi peningkatan pembuangan panas akibat daya mesin yang ditingkatkan dan perangkat rem hidrodinamik (hydrodynamic brake).
Lokomotif ini dirancang untuk menarik kereta barang dan kereta penumpang dengan formasi tetap (fixed-form passenger cars). Lokomotif ini tidak ditujukan untuk menarik kereta penumpang dengan gerbong konvensional yang diacak setiap perjalanan.
Selain itu, tujuan utama lokomotif ini adalah untuk menarik kereta barang berkecepatan tinggi di jalur utama. Oleh karena itu, struktur kabinnya tidak sejajar dengan rel seperti pada seri DE10 yang dirancang untuk langsir, melainkan sejajar dengan bantalan rel (sleepers) seperti pada seri DD51 dan bentuk eksterior area kabin didesain untuk menyatu.