Lokomotif DB10 adalah lokomotif diesel bergandar B' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways pada saat masih bernama Kementerian Perkeretaapian Jepang sejak tahun 1932 sampai 1948. Hanya satu yang masih beroperasi hingga tahun 1980 sebagai lokomotif langsir di Stasiun Mojiko sementara beberapa lainnya dirucat dan dibuang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| DB10 | |||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Lokomotif DB10 bernomor in | |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||
Lokomotif DB10 (国鉄DB10code: ja is deprecated ) adalah lokomotif diesel bergandar B' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways pada saat masih bernama Kementerian Perkeretaapian Jepang sejak tahun 1932 sampai 1948. Hanya satu yang masih beroperasi hingga tahun 1980 sebagai lokomotif langsir di Stasiun Mojiko sementara beberapa lainnya dirucat dan dibuang.
Klasifikasi DB10 untuk jenis lokomotif ini dijelaskan di bawah ini.
Sebagai respons terhadap krisis ekonomi global yang terjadi setelah Perang Dunia I, dunia perkeretaapian dihadapkan pada tuntutan efisiensi operasional. Untuk menekan biaya tenaga kerja dan bahan bakar, muncul rencana untuk beralih dari lokomotif uap ke lokomotif diesel, terutama untuk operasi langsir dan pekerjaan serupa. Dengan alasan tersebut, lokomotif ini diproduksi sebagai lokomotif diesel pertama Jepang yang murni sepenuhnya diproduksi di dalam negeri.
Delapan unit lokomotif ini diproduksi pada tahun 1932 (tahun showa 7). Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui, diperkirakan lokomotif ini selesai pada sekitar bulan Maret atau April tahun tersebut. Berdasarkan tabel alokasi lokomotif biro kereta api per tanggal 30 April, unit DB10-1 dan DB10-2 dialokasikan ke Depo Lokomotif Takatori. Namun, pada akhir bulan tersebut, unit DB10-2 sedang menjalani perbaikan di Kawasaki Sharyo.
Sementara itu, unit DB10-3 dialokasikan ke Depo Lokomotif Kozu, DB10-4 ke Depo Lokomotif Takasaki, DB10-5 dan DB10-6 keduanya ke Depo Lokomotif Sendai, DB10-7 ke Depo Lokomotif Hamamatsu, dan DB10-8 ke Depo Lokomotif Inazawa.
Setelah didistribusikan, lokomotif ini digunakan untuk kegiatan langsir ringan di berbagai stasiun dan pabrik armada perkeretaapian. Namun, pada tahun 1938 (showa 13), unit DB10-5 sudah ditarik dari layanan di Depo Lokomotif Akkeshi dan sebagian besar lokomotif seri ini ditarik dari operasional setelah tahun 1943 (showa 18) akibat pembatasan bahan bakar.[1] Selama masa perang, semua unit dinonaktifkan kecuali DB10-1 yang digunakan untuk langsir di Depo Inspeksi Wakamatsu, DB10-5 di Depo Lokomotif Hakodate, DB10-6 di Depo Mekanis Morioka, dan DB10-8 di Depo Lokomotif Fukui. Berdasarkan daftar alokasi lokomotif per 1 April 1948 (showa 23), DB10-5 tidak beroperasi di Depo Lokomotif Hakodate. Akhirnya, pada September 1948 (showa 23), unit DB10-3 dan DB1-4 dibesituakan di Depo Lokomotif Oyama, diikuti oleh sisa delapan unit lainnya yang juga dibongkar seluruhnya.
Dua unit dari Biro Kereta Api Mojiko (DB10-1 dan DB10-7) dimodifikasi setelah perang dan digunakan sebagai pelangsir gerbong barang di Stasiun Mojiko. Salah satu dari unit ini dibesituakan lebih awal, sementara yang tersisa digunakan hingga akhir 1980-an.[2] Ketika tempatnya beroperasi ditutup,, unit tersebut dibongkar dan tidak dilestarikan.[3]
Seiring berjalannya waktu, kabin dan kap lokomotif yang khas dengan paku kelingnya secara bertahap diganti, sehingga bentuk aslinya hilang. Pelat nomornya juga menghilang. Akibatnya, pada akhir masa pakainya, unit ini hanya menyerupai penggerak gerbong biasa, sehingga sulit bagi orang yang tidak familiar untuk menyadari bahwa alat yang tidak biasa ini dulunya adalah sebuah lokomotif DB10.[4][5]
Selain itu, lokomotif ini pernah tercatat digunakan di Depo Lokomotif Maibara untuk memindahkan gerbong kecil di dalam depo. Lokomotif ini memiliki kecepatan 4–5 km/jam, kapasitas tarik sekitar 230 ton, dan menggunakan pelat nomor MN01 dan nomor MAB1.[6]
Lokomotif ini ditenagai oleh mesin diesel 4-silinder segaris berkapasitas 50 tenaga kuda (hp) pada 1.000 rpm, yang diproduksi oleh Ikegai atau Kobe Steel, Ltd. [7] Sementara itu, Kawasaki Sharyo, Nippon Sharyo, dan Hitachi bertanggung jawab atas pembuatan bodi dan perakitan lokomotif secara keseluruhan. Sebagai lokomotif diesel buatan dalam negeri pertama yang dibuat untuk Kementerian Perkeretaapian (sekarang JNR), lokomotif ini memerlukan banyak revisi dan perbaikan sebelum dapat dioperasikan secara praktis.
Sistem transmisi daya yang digunakan adalah sistem mekanis empat percepatan. Daya dari transmisi disalurkan ke roda gigi pembalik di bawah lantai, lalu dikeluarkan melalui sprocket. Sprocket ini menggerakkan salah satu gandar melalui rantai rol yang terletak di dalam rangka bawah (underframe). Gandar kedua kemudian terhubung dengan gandar pertama melalui batang (rod) yang berada di sisi luar roda.
Sistem pengereman pada lokomotif ini tidak menggunakan rem blok (shoe-type brake) yang umum, melainkan rem tromol (drum brake). Sebuah tromol rem dipasang di satu sisi poros pembalik di bawah lantai dan diaktifkan menggunakan tuas rem manual.