Lokomotif JNR DD12 atau DED8500 adalah lokomotif diesel elektrik bergandar Bo'Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways dan Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai lokomotif langsir sejak tahun 1945 hingga 1972.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| DD12 | |||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Lokomotif US ARMY 8500, kemudian menjadi lokomotif diesel DD12 di Stasiun Shinagawa pada 1947 | |||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||
Lokomotif JNR DD12 (国鉄DD12code: ja is deprecated ) atau DED8500 adalah lokomotif diesel elektrik bergandar Bo'Bo' yang pernah dioperasikan oleh Japan National Railways dan Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai lokomotif langsir sejak tahun 1945 hingga 1972.
Klasifikasi DD12 untuk jenis lokomotif ini dijelaskan di bawah ini.
Lokomotif ini diproduksi selama Perang Pasifik dan dibawa ke Jepang oleh militer Amerika Serikat saat menduduki negara tersebut setelah perang.[1] Awalnya, lokomotif ini dipinjamkan kepada Napan National Railways (JNR) sebelum akhirnya dialihkan kepemilikannya. Lokomotif ini dikenal dengan julukan populer "Ameroko" (America Locomotive) dan dikenal juga dengan lokomotif diesel dengan kabin sentral.
Menjelang akhir perang pada tahun 1945, pasukan sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat, merencanakan pendudukan Jepang. Pasukan pendudukan memperkirakan bahwa armada kereta api Jepang akan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara dan tidak dapat beroperasi. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menyediakan sendiri lokomotif dan gerbong barang guna mengangkut logistik militer di seluruh Jepang.
Sebagai langkah awal, pasukan pendudukan memutuskan untuk membawa lokomotif diesel standar General Electric (GE) yang sebelumnya telah digunakan di jalur kereta api industri di Amerika dan jalur kereta api militer di Filipina (GE47-TON DROP CAB, No. 8584-8589).[2] Selain itu, mereka juga memesan unit baru dari tipe yang sama (GE47-TON DROP CAB, No. 8592, 8593). Seluruh model ini diberi nomor seri US ARMY 8500.
Setelah pasukan sekutu memasuki Jepang, sekutu menemukan fakta bahwa jaringan kereta api di Jepang masih berfungsi sebagaimana mestinya, meskipun pada saat itu masih memerlukan beberapa penyesuaian. Oleh karena itu, kebutuhan transportasi kereta api untuk pasukan pendudukan segera dipenuhi dengan cara merekuisisi sarana kereta api milik JNR dan perusahaan swasta yang masih dalam kondisi baik, serta memprioritaskan pemeliharaan dan operasionalnya. Proses impor sarana perkeretaapian ke Jepang berakhir hanya dengan delapan unit lokomotif US ARMY 8500. Meskipun jumlahnya sedikit, lokomotif-lokomotif ini memiliki kinerja dan keandalan yang jauh lebih unggul dibandingkan berbagai lokomotif diesel yang sebelumnya digunakan dalam jumlah kecil di Jepang, menandai dimulainya penyebaran lokomotif diesel di negara tersebut pasca-perang.
Pada April 1946, material untuk 13 unit lokomotif diesel tiba di Dermaga Takashima, Pelabuhan Yokohama. Dari material tersebut, delapan unit lokomotif berhasil dirakit di Balai Yasa Omiya pada bulan Mei tahun yang sama. Nasib kelima unit sisanya tidak diketahui.
Lokomotif ini awalnya ditempatkan di Depo Lokomotif Takashima (kemudian menjadi Depo Lokomotif Yokohama) dan beberapa unit dialihkan ke Depo Lokomotif Takatori serta Depo Lokomotif Kure. Di lokasi-lokasi ini, lokomotif dioperasikan oleh masinis dari JNR untuk melangsir gerbong barang milik pasukan sekutu. Penggunaan lokomotif ini terus berlanjut bahkan setelah Perjanjian Perdamaian San Francisco ditandatangani pada tahun 1951. Lokomotif ini juga digunakan untuk langsir di halaman barang Stasiun Fuchinobe pada Jalur Yokohama. Salah satu unit tercatat sebagai lokomotif terakhir yang dimiliki militer AS dan digunakan untuk langsir di Depo Militer AS Sagami.
Pada akhir Maret 1952, lokomotif ini tidak lagi dikelola sebagai aset militer AS dan statusnya diubah menjadi lokomotif pinjaman. Daftar alokasi lokomotif JNR per 1 Agustus 1955 mencantumkan enam unit (DE8584, DE8585, DE8586, DE8588, DE8593, dan DE8592—unit terakhir yang dipinjamkan ke Depo Lokomotif Kedua Hiroshima) dialokasikan ke Depo Lokomotif Tokyo. Namun catatan menunjukkan bahwa kepemilikan resminya baru dialihkan ke JNR setahun kemudian, sehingga tidak jelas apakah alokasi tersebut hanya untuk tujuan operasional dan bukan pemindahan kepemilikan.[3]
Pada tahun 1956, militer AS memutuskan untuk menjual kedelapan lokomotif ini. JNR mengakuisisi lima unit (8585, 8586, 8588, 8592, 8593), dua unit (8584, 8589) dijual kepada Nagoya Railroad (Meitetsu), dan satu unit (8587) dijual kepada Yawata Steel yang memiliki jaringan rel di halaman pabriknya untuk kebutuhan langsir. Tindakan ini dilakukan terutama untuk menggantikan lokomotif uap yang digunakan untuk angkutan pasukan AS di Jepang, mengingat pada saat itu teknologi manufaktur lokomotif diesel Jepang masih belum mapan dan banyak produk domestik memiliki kinerja buruk. JNR kemudian menetapkan lokomotif yang diakuisisi sebagai Seri DD12, sementara Meitetsu menetapkannya sebagai Seri DED8500.
Ketika JNR mengakuisisi lokomotif ini, kelima unit awalnya dialokasikan ke Depo Lokomotif Tokyo. Selanjutnya, tiga unit ditempatkan di Depo Lokomotif Shinagawa (nomor 2, 3, 5) dan dua di Depo Lokomotif Kurihama (nomor 1, 4), meskipun unit nomor 4 kemudian dipindahkan ke Shinagawa. Lokomotif-lokomotif ini digunakan untuk langsir gerbong barang pengangkut bahan bakar militer di jalur cabang yang memanjang ke dalam pangkalan atau batalion militer, seperti di Stasiun Anzen dan Stasiun Taura. Bobot gandar lokomotif yang ringan juga dimanfaatkan secara optimal di jalur-jalur tersebut. Namun, setelah tahun 1958 (showa 33), penggunaan lokomotif seri DD12 menurun karena diperkenalkannya seri DD13 yang lebih bertenaga. Setelah angkutan bahan bakar militer menurun drastis, kelima unit dikumpulkan di Depo Lokomotif Shin-Tsurumi. Pada tahun 1972 (showa 47), semua unit ditetapkan sebagai lokomotif non-operasional dan dibiarkan terbengkalai di sepur simpang Depo Lokomotif Chigasaki, sebelum akhirnya beberapa lokomotif diputuskan untuk dibesituakan dan dibongkar pada tahun 1974 (showa 49).
Lokomotif ini memiliki desain bodi konveks dengan kabin masinis sentral dan dua mesin yang ditempatkan di dalam kap (bonet) di bagian depan dan belakang kabin. Dibandingkan dengan seri diesel yang dimiliki Jepang kemudian hari, seperti DD11, DD13, dan DD51, model ini memiliki ciri khas berupa kap mesin yang tinggi dan cerobong knalpot (exhaust stack) yang pendek. Gaya desain ini umum ditemukan pada lokomotif diesel buatan Amerika Serikat.
Sistem transmisi daya yang digunakan adalah sistem listrik. Lokomotif ini ditenagai oleh dua mesin Caterpillar D17000 yang masing-masing menghasilkan 180 tenaga kuda (130 kW). Komponen utama sistem transmisinya buatan General Electric (GE), meliputi generator GE GT555 dan empat motor traksi GE733. Lokomotif ini memiliki susunan gandar B+B. Secara eksterior, warna aslinya adalah cokelat, tetapi JNR kemudian mengecat ulang dengan skema warna standar lokomotif diesel JNR, yaitu abu-abu, putih, dan vermilion (merah jingga).
Meskipun fungsi utamanya adalah untuk langsir dan beroperasi pada kecepatan rendah, lokomotif ini dikenal sebagai kendaraan militer yang praktis, kokoh, dan sangat andal. Perawatannya juga sangat mudah berkat penggunaan banyak suku cadang yang bersifat saling tukar (interchangeable) dengan berbagai kendaraan militer AS lainnya. Peralatan kendalinya pun mudah dioperasikan, sehingga konon "bahkan prajurit amatir dapat mengoperasikan lokomotif ini dengan pelatihan singkat." Namun, karena boginya yang kecil dan posisi motor traksi yang rendah, lokomotif ini rentan mengalami kerusakan akibat terendam air saat terjadi banjir atau hujan deras.