Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Leontius

Leontius adalah seorang Kaisar Bizantium yang memerintah dari tahun 695 hingga 698. Sebagai seorang jenderal yang cakap dan berpengalaman, Leontius naik ke tampuk kekuasaan setelah menggulingkan Kaisar Yustinianus II. Meskipun pemerintahannya singkat, masa kepemimpinannya diwarnai dengan berbagai tantangan, termasuk ancaman eksternal dari Kekhalifahan Umayyah dan pemberontakan internal yang akhirnya menyebabkan kejatuhannya.

Kaisar Romawi Timur dari tahun 695 hingga 698
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Leontius
Leontius
Λεόντιος
Solidus emas dengan Leontios, menunjukkan simbol kekuasaan: mahkota, globus cruciger, dan akakia. Pada sisi belakangnya, salib ampuh di atas tiga undakan.
Kaisar Kekaisaran Bizantium
Berkuasa695–698
PendahuluYustinianus II
PenerusTiberius III
Kelahiran660
Isauria
Kematian15 Februari 706
Konstantinopel
DinastiDinasti Heraklius

Leontius (bahasa Yunani: Λεόντιος, meninggal tahun 705) adalah seorang Kaisar Bizantium yang memerintah dari tahun 695 hingga 698. Sebagai seorang jenderal yang cakap dan berpengalaman, Leontius naik ke tampuk kekuasaan setelah menggulingkan Kaisar Yustinianus II. Meskipun pemerintahannya singkat, masa kepemimpinannya diwarnai dengan berbagai tantangan, termasuk ancaman eksternal dari Kekhalifahan Umayyah dan pemberontakan internal yang akhirnya menyebabkan kejatuhannya.

Latar Belakang

Leontius lahir di Isauria, wilayah yang saat itu terkenal sebagai daerah pegunungan di Asia Kecil (sekarang bagian dari Turki). Sebagai putra seorang petani atau bangsawan kecil, Leontius awalnya bergabung dengan militer Bizantium, di mana ia memperoleh reputasi sebagai jenderal yang berbakat. Namanya mulai dikenal pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus IV (berkuasa 668–685) dan Kaisar Yustinianus II (berkuasa 685–695).

Leontius juga dikenal memiliki pendidikan yang baik untuk seorang prajurit dan memiliki pengalaman diplomasi serta strategi militer yang cukup matang. Kemampuan ini membuatnya diangkat sebagai strategos (gubernur militer) dari Thema Anatolikon, salah satu provinsi militer utama Kekaisaran Bizantium.

Masa Pemerintahan

Kudeta Terhadap Yustinianus II

Pada tahun 695, Leontius memimpin kudeta terhadap Kaisar Yustinianus II. Kudeta ini didukung oleh faksi-faksi yang tidak puas dengan pemerintahan Yustinianus, termasuk kalangan militer dan aristokrasi Konstantinopel. Setelah berhasil menggulingkan Yustinianus II, Leontius memerintahkan agar sang kaisar yang digulingkan diasingkan ke Chersonesos di Krimea.

Reformasi Internal

Sebagai kaisar, Leontius mencoba memperkuat kekaisaran yang menghadapi tekanan besar dari Kekhalifahan Umayyah. Ia memfokuskan pemerintahannya pada stabilisasi ekonomi dan militer. Namun, banyak kebijakan ekonominya yang dianggap terlalu berat oleh rakyat dan elit istana. Reformasi pajak dan pengelolaan thema yang diperkenalkan olehnya juga menimbulkan ketidakpuasan di kalangan bangsawan lokal.

Kekalahan di Afrika Utara

Kekaisaran Bizantium setelah jatuhnya Bizantium di Afrika Utara. Wilayah yang diarsir ditandai dengan serangan gencar Bani Umayyah.

Pada tahun 697, Leontius memimpin ekspedisi militer untuk mempertahankan Kartago, yang menjadi target utama invasi Kekhalifahan Umayyah. Namun, pasukan Bizantium mengalami kekalahan besar dalam pertempuran tersebut, sehingga Kartago jatuh ke tangan pasukan Muslim. Kekalahan ini melemahkan otoritas Leontius di mata rakyat dan militer.

Kudeta dan Kejatuhan

Kekalahan di Kartago memicu pemberontakan di Konstantinopel. Pada tahun 698, seorang jenderal bernama Apsimarus memimpin pemberontakan melawan Leontius. Apsimarus mengambil alih kekuasaan dan mengganti namanya menjadi Tiberius III. Leontius ditangkap, diturunkan dari takhta, dan diasingkan ke sebuah biara.

Kematian

Setelah hidup dalam pengasingan selama beberapa tahun, Leontius menghadapi nasib tragis pada tahun 705. Yustinianus II, yang berhasil merebut kembali takhta dengan bantuan tentara Bulgar, memerintahkan eksekusi Leontius bersama dengan Tiberius III. Keduanya dihukum mati dengan cara dipenggal di Hippodrome Konstantinopel.

Referensi

  1. Treadgold, Warren. A History of the Byzantine State and Society. Stanford University Press, 1997.
  2. Ostrogorsky, George. History of the Byzantine State. Rutgers University Press, 1969.
  3. Kaegi, Walter E. Byzantium and the Early Islamic Conquests. Cambridge University Press, 1995.
  • l
  • b
  • s
Daftar kaisar Romawi bersatu, Barat, dan Timur
  • Kaisar Romawi
  • Raja Romawi
Principatus
27 SM – 235 M
  • Augustus
  • Tiberius
  • Caligula
  • Claudius
  • Nero
  • Galba
  • Otho
  • Vitellius
  • Vespasianus
  • Titus
  • Domitianus
  • Nerva
  • Trajanus
  • Hadrianus
  • Antoninus Pius
  • Marcus Aurelius dan Lucius Verus
  • Commodus
  • Pertinax
  • Didius Julianus
  • (Pescennius Niger)
  • (Clodius Albinus)
  • Septimius Severus
  • Caracalla dgn Geta
  • Macrinus dgn Diadumenian
  • Elagabalus
  • Alexander Severus
Krisis
235–284
  • Maximinus Thrax
  • Gordian I dan Gordian II
  • Pupienus dan Balbinus
  • Gordian III
  • Filipus si Arab dan Philippus II
  • Decius dgn Herennius Etruscus
  • Hostilian
  • Trebonianus Gallus dgn Volusianus
  • Aemilianus
  • Valerian
  • Gallienus dgn Saloninus dan Valerianus II
  • Klaudius Gothikus
  • Kuintillus
  • Aurelianus
  • Tacitus
  • Florianus
  • Probus
  • Carus
  • Carinus dan Numerianus
  • Kaisar-kaisar Galia:
  • Postumus
  • (Laelianus)
  • Marius
  • Victorinus
  • (Domitianus II)
  • Tetricus I dgn Tetricus II sbg Caesar
Dominatus
284–395
  • Diokletianus (seluruh kekaisaran)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat) dgn Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) dgn Severus (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) Severus (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Maxentius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Licinius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Maxentius (sendiri)
  • Licinius (Barat) dan Maximinus II (Timur) dgn Konstantinus Agung (proklamasi sendiri sbg Augustus) dan Valerius Valens
  • Licinius (Timur) dan Konstantinus Agung (Barat) dgn Lisinius II, Konstantinus II dan Krispus sbg Caesar
  • Martinianus
  • Konstantinus Agung (seluruh kekaisaran) dgn putra Krispus sbg Caesar
  • Konstantinus II
  • Konstans
  • Magnentius
  • Decentius sbg Caesar
  • Konstantius II dgn Vetranio
  • Flavius Claudius Julianus
  • Yovianus
  • Valentinianus I
  • Valens
  • Gratianus
  • Valentinianus II
  • Magnus Maximus dgn Victor
  • Theodosius I
  • Flavius Eugenius
Romawi Barat
395–480
  • Honorius
  • Konstantinus III dgn putra Konstans II
  • Priskus Attalus
  • Konstantius III
  • Ioannes
  • Valentinianus III
  • Petronius Maximus dgn Palladius
  • Avitus
  • Majorianus
  • Libius Severus
  • Anthemius
  • Olybrius
  • Glycerius
  • Julius Nepos
  • Romulus Augustus
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
  • Arcadius
  • Theodosius II
  • Marcianus
  • Leo I
  • Leo II
  • Zeno (pemerintahan pertama)
  • Basiliskus dgn putra Marcus sbg rekan-kaisar
  • Zeno (pemerintahan kedua)
  • Anastasius I Dicorus
  • Yustinus I
  • Yustinianus I
  • Yustinus II
  • Tiberius II Konstantinus
  • Mauricius dgn putra Theodosius sbg rekan-kaisar
  • Phocas
  • Heraklius
  • Heraklius Konstantinus
  • Heraklonas
  • Konstans II
  • Konstantinus IV dgn saudara-saudara Heraklius dan Tiberius dan kemudian Yustinianus II sbg rekan-kaisar
  • Yustinianus II (pemerintahan pertama)
  • Leontios
  • Tiberius III
  • Yustinianus II (pemerintahan kedua) dgn putra Tiberius sbg rekan-kaisar
  • Filippikos Bardanes
  • Anastasius II
  • Theodosius III
  • Leōn III
  • Kōnstantinos V
  • Artabasdos
  • Leōn IV Khazar
  • Kōnstantinos VI
  • Irene
  • Nikēphoros I
  • Stavrakos
  • Mikhaēl I Rangabes dgn putra Theophylaktos sbg rekan-kaisar
  • Leo V Armenia dgn Konstantinus sbg kaisar junior
  • Mikhaēl II
  • Theophilos
  • Mikhaēl III
  • Basileios I
  • Leōn VI
  • Alexander
  • Konstantinus VII
  • Romanos I Lekapenos dgn putra-putra Christopher Lakapenos, Stefanos Lakapinos dan Konstantinos Lakapinos sbg rekan-kaisar junior
  • Rōmanos II
  • Nikēphoros II Phōkas
  • Iōannēs I Tzimiskēs
  • Basileios II Boulgaroktonos
  • Kōnstantinos VIII
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Rōmanos III Argyros
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Mikhaēl IV Paphlagōn
  • Mikhael V Kalafatis
  • Zōē (pemerintahan kedua) dgn Theodōra dan Kōnstantinos IX Monomakhos
  • Kōnstantinos IX Monomakhos (kaisar tunggal)
  • Theodōra
  • Mikhaēl VI Bringas
  • Isaakius I Komnenos
  • Konstantinus X Doukas
  • Mikhaēl VII Doukas dgn saudara-saudara Andronikos dan Konstantios dan putra Kōnstantinos
  • Rōmanos IV Diogenēs
  • Nikephoros III Botaneiates
  • Alexios I Komnenos
  • Iōannēs II Komnēnos dgn Alexius Komnenus sbg rekan-kaisar
  • Manouēl I Komnēnos
  • Alexios II Komnēnos
  • Andronikos I Komnenos
  • Isaakius II Angelus
  • Alexius III Angelus
  • Alexios IV Angelus
  • Nikolaos Kanavos (dipilih oleh Senat)
  • Alexios V Doukas
Kekaisaran Nicea
1204–1261
  • Konstantinos Laskaris
  • Theodōros I Laskaris
  • Iōannēs III Doukas Vatatzēs
  • Theodōros II Doukas Laskaris
  • Ioannes IV Laskaris
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
  • Mikhaēl VIII Paleologos
  • Andronikos II Palaiologos dgn Mikhaēl IX Paleologos sbg rekan-kaisar
  • Andronikos III Palaiologos
  • Iōannēs V Paleologos
  • Iōannēs VI Kantakouzēnos dgn Iōannēs V Palaiologos dan Matthaios Asanēs Kantakouzēnos sbg rekan-kaisar
  • Iōannēs V Palaiologos
  • Andronikos IV Palaiologos
  • Iōannēs VII Palaiologos
  • Andronikos V Palaiologos
  • Manouel II Palaiologos
  • Iōannēs VIII Paleologos
  • Kōnstantinos XI Dragasēs Paleologos
  • Dēmētrios Palaiologos
  • Thōmas Palaiologos
  • Andreas Palaiologos
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  • Republik Romawi
  • Julius Caesar
    Kekaisaran Romawi Suci
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Belanda

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Masa Pemerintahan
  3. Kudeta Terhadap Yustinianus II
  4. Reformasi Internal
  5. Kekalahan di Afrika Utara
  6. Kudeta dan Kejatuhan
  7. Kematian
  8. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026