Kalimantan Utara adalah sebuah provinsi di Indonesia yang berada di bagian utara Pulau Kalimantan. Provinsi ini merupakan salah satu provinsi berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya negara bagian Sabah dan Sarawak. Pusat pemerintahan Kalimantan Utara saat ini berada di Tanjung Selor, yang juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan. Pada akhir tahun 2024, jumlah penduduk kalimantan Utara tercatat sebanyak 770.627 jiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
0°57′N 116°26′E / 0.950°N 116.433°E / 0.950; 116.433[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Kalimantan_Utara¶ms=0_57_N_116_26_E_region:ID_type:adm1st_scale:5000000 <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">0°57′N</span> <span class=\"longitude\">116°26′E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">0.950°N 116.433°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">0.950; 116.433</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt5\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Kalimantan_Utara&params=0_57_N_116_26_E_region:ID_type:adm1st_scale:5000000\" class=\"external text\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDA\">0°57′N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDQ\">116°26′E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEg\">0.950°N 116.433°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFQ\">0.950; 116.433</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFg\"/></span>"}' id="mwFw"/>
Kalimantan Utara | |
|---|---|
|
| |
| Motto: Benuanta (Bulungan) Daerah kita yang harus dibangun bersama | |
![]() Peta | |
| Negara | |
| Dasar hukum pendirian | UU No. 20 Tahun 2012[1] |
| Hari jadi | 22 April 2013[2] 25 Oktober 2012 (berlaku sejak 2021)[3] |
| Ibu kota | Tanjung Selor |
| Kota besar lainnya | Kota Tarakan |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Gubernur | Zainal Arifin Paliwang |
| • Wakil Gubernur | Ingkong Ala |
| • Sekretaris Daerah | Suriansyah |
| • Ketua DPRD | Achmad Djufrie |
| Luas | |
| • Total | 75.467,70 km2 (29,138,24 sq mi) |
| Populasi (31 Desember 2024)[4] | |
| • Total | 770.627 |
| • Kepadatan | 10/km2 (26/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Bahasa Indonesia (resmi), Dayak (dominan), Tidung, Bulungan, Toraja, Jawa, Batak, Bugis, Minahasa |
| • IPM | tinggi [5] |
| Zona waktu | UTC+08:00 (WITA) |
| Kode pos | 77xxx |
| Kode area telepon | Daftar
|
| Kode ISO 3166 | ID-KU |
| Pelat kendaraan | KU |
| Kode Kemendagri | 65 |
| Kode BPS | 65 |
| APBD | Rp 2.146.310.000.000,- (2022[6]) |
| DAU | Rp 1.079.281.761.000,- (2022)[7] |
| Lagu daerah | Leten Jenai, Kucing Hitam, Bebilin, Jugit Demaring |
| Rumah adat | Baloy |
| Senjata tradisional | Mandau |
| Flora resmi | Anggrek hitam |
| Fauna resmi | Rangkong badak |
| Situs web | kaltaraprov |
Kalimantan Utara adalah sebuah provinsi di Indonesia yang berada di bagian utara Pulau Kalimantan. Provinsi ini merupakan salah satu provinsi berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya negara bagian Sabah dan Sarawak. Pusat pemerintahan Kalimantan Utara saat ini berada di Tanjung Selor, yang juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan.[8] Pada akhir tahun 2024, jumlah penduduk kalimantan Utara tercatat sebanyak 770.627 jiwa.[4]
Sebelum pemekaran provinsi Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Barat Daya, Kalimantan Utara menjadi provinsi termuda di Indonesia, yang disahkan menjadi provinsi dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012 berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2012.[9]
Kementerian Dalam Negeri menetapkan 11 daerah otonomi baru yang terdiri atas satu provinsi dan 10 kabupaten, termasuk Kalimantan Utara pada hari Senin, 22 April 2013. Bersama dengan penetapan itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melantik kepala daerah masing-masing, termasuk pejabat Gubernur Kalimantan Utara yakni Irianto Lambrie. Infrastruktur pemerintahan Kalimantan Utara masih dalam proses persiapan yang direncanakan akan berlangsung paling lama dalam 1 tahun.[10]

Dalam sejarahnya negeri-negeri di bagian utara pulau Kalimantan, yang meliputi Sarawak, Sabah, Brunei.[11] Sejak masa Hindu hingga masa sebelum terbentuknya Kesultanan Bulungan, daerah yang sekarang menjadi wilayah provinsi Kalimantan Utara hingga daerah Kinabatangan di Sabah bagian Timur merupakan wilayah mandala negara Berau yang dinamakan Nagri Marancang.[12] Namun belakangan sebagian utara Nagri Marancang (alias Sabah bagian Timur) terlepas dari Berau karena diklaim sebagai wilayah mandala Brunei, kemudian oleh Brunei dihadiahkan kepada Kesultanan Sulu dan Suku Suluk mulai bermukim di sebagian wilayah tersebut.[13] Kemudian Inggris menguasai sebelah utara Nagri Marancang dan Belanda menguasai sebelah selatan Nagri Marancang (sekarang provinsi Kaltara).[14][15]
Wilayah yang menjadi provinsi Kalimantan Utara merupakan bekas wilayah Kesultanan Bulungan. Kesultanan Bulungan menjadi daerah perluasan pengaruh Kesultanan Sulu.[16] Namun Kerajaan Berau (yang merupakan induk dari Kesultanan Bulungan) menurut Hikayat Banjar termasuk salah satu vasal atau negara bagian di dalam mandala Kesultanan Banjar sejak zaman dahulu kala, ketika Kesultanan Banjar masih bernama Kerajaan Negara Dipa (masa Hindu).[17] Sampai tahun 1850, Kesultanan Bulungan masih diklaim sebagai negeri bawahan dalam mandala Kesultanan Sulu.[18] Namun pada tahun 1853, Kesultanan Bulungan sudah dimasukkan dalam wilayah Hindia Belanda atau kembali menjadi bagian dari Berau.[19] Walaupun belakangan negeri Bulungan di bawah kekuasaan Pangeran dari Brunei, tetapi negeri tersebut masih tetap termasuk dalam mandala negara Berau.
Menurut perjanjian antara Kesultanan Banjar dan VOC pada tanggal 13 Agustus 1787 serta 4 Mei 1826, secara hukum Kesultanan Banjar menjadi protektorat VOC. Beberapa wilayah yang dulunya merupakan vasal Kesultanan Banjar diserahkan sebagai milik VOC, termasuk Kesultanan Berau dan daerah taklukannya, maka VOC membuat batas-batas wilayahnya yang diperolehnya dari Kesultanan Banjar berdasarkan perjanjian tersebut yaitu wilayah paling barat adalah Kerajaan Sintang, daerah bagian Lawai dan Daerah Aliran Sungai Jelai (salah satu wilayah Kerajaan Kotawaringin di dalam kesultanan Banjar) sedangkan wilayah paling timur adalah Kesultanan Berau.[20] Kesultanan Berau meliputi kesultanan Gunung Tabur, kesultanan Tanjung/Sambaliung, kesultanan Bulungan & distrik Tidung yang dihapuskan pada tahun 1916.[21] Berdasarkan peta Hindia Belanda pada tahun 1878 saat itu menunjukkan posisi perbatasan jauh lebih ke utara dari perbatasan Kalimantan Utara-Sabah hari ini, karena mencakup semua perkampungan suku Tidung yang ada di wilayah Tawau.[22]
Proses pemekaran Kalimantan Utara menjadi suatu provinsi terpisah dari Kalimantan Timur telah dimulai pada tahun 2000-an.[23][24] Setelah melalui proses panjang, pembentukan provinsi Kalimantan Utara akhirnya disetujui dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012.[25][26]
Provinsi Kalimantan Utara memiliki luas wilayah ± 75.467.70 km², terletak di posisi antara 114º 35’ 22"–118º 03' 00" Bujur Timur dan antara 1º 21’ 36"–4º 24’ 55" Lintang Utara. Selain itu sesuai dengan batas kewenangan provinsi, Provinsi Kalimantan Utara memiliki luas lautan seluas 11.579 km² (13% dari luas wilayah total).[27]
| Utara | Negara Bagian Sabah, Malaysia |
| Timur | Laut Sulawesi |
| Selatan | Provinsi Kalimantan Timur |
| Barat | Negara Bagian Sarawak, Malaysia |
Pada awal berdirinya provinsi Kalimantan Utara, posisi gubernur dijabat oleh Irianto Lambrie, yang bertugas sebagai penjabat gubernur. Irianto dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, pada 22 April 2013.[28] Irianto sebelumnya menjabat sebagai sekretaris daerah Kalimantan Timur, yang kemudian dipilih oleh pemerintah pusat untuk menduduki kursi ekskutif secara sementara di Kalimantan Utara. Pemilihan umum pertama untuk memilih gubernur Kalimantan Utara dilaksanakan pada 2015.[29] Kemudian, Irianto menang pada pemilu 2015, bersama wakil gubernur, Udin Hianggio.
Selanjutnya, pemilihan gubernur Kalimantan Utara diadakan kembali pada tahun 2020. Dalam pemilu ini, pasangan calon gubernur Zainal Arifin Paliwang dan calon wakil gubernur Yansen Tipa Padan menang. Selanjutnya mereka dilantik oleh presiden Indonesia, Joko Widodo, menjadi gubenur dan wakil gubernur Kaliman Utara pada 15 Februari 2021 di Istana Negara Jakarta, untuk masa tugas 2021-2024.[30]
Pada Pemilihan umum Gubernur Kalimantan Utara 2024, pasangan Zainal Arifin Paliwang dan Ingkong Ala menjadi pemenang. Mereka dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka Jakarta.[31]
| No. | Gubernur | Mulai menjabat | Akhir menjabat | Periode | Wakil Gubernur | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2 | Zainal Arifin Paliwang | 20 Februari 2025 | Petahana | 3 (2024) |
Ingkong Ala | ||
Pada saat dibentuk, wilayah Kalimantan Utara dengan 408 orang PNS dibagi menjadi 5 wilayah administrasi, yang terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten sebagai berikut:
| Kabupaten/Kota | Ibu kota | PNS 2018[8] |
|---|---|---|
| Kabupaten Nunukan | Nunukan | 3.836 |
| Kabupaten Malinau | Malinau | 3.365 |
| Kabupaten Bulungan | Tanjung Selor | 7.028 |
| Kabupaten Tana Tidung | Tideng Pale | 1.403 |
| Kota Tarakan | — | 3.223 |
| Total | – | 18.885 |
Daftar terakhir didasarkan pada data wilayah di Kemendagri.[32]
DPRD Kaltara beranggotakan 35 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali.
Pimpinan DPRD Kaltara terdiri dari 1 Ketua dan 2 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik dengan jumlah kursi dan suara terbanyak.
Anggota DPRD Kaltara yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2024 yang dilantik pada 4 September 2024 di Ruang Rapat DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Komposisi anggota DPRD Kaltara periode 2019-2024 terdiri dari 12 partai politik dimana Partai Gerindra, PDI Perjuangan, dan Partai Hanura merupakan pemilik kursi terbanyak yaitu masing-masing 5 kursi.[33][34][35]
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019 | 2019–2024 | 2024–2029 | ||
| PKB | 2 | |||
| Gerindra | 4 | |||
| PDI-P | 4 | |||
| Golkar | 4 | |||
| NasDem | 2 | |||
| PKS | 2 | |||
| PPP | 2 | |||
| PAN | 3 | |||
| Hanura | 4 | |||
| Demokrat | 5 | |||
| PBB | 2 | |||
| PKPI | 1 | |||
| Perindo | (baru) 1 | |||
| Jumlah Anggota | 35 | |||
| Jumlah Partai | 12 | |||
| No. | Kabupaten/kota | Ibu kota | Bupati/wali kota | Luas wilayah (km2)[36] | Jumlah penduduk (2024)[37] | Kecamatan | Kelurahan/desa | Lambang |
Peta lokasi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kabupaten Bulungan | Tanjung Selor | Syarwani | 12.984,41 | 168.116 | 10 | 7/74 | ||
| 2 | Kabupaten Malinau | Malinau | Wempi Wellem Mawa | 38.914,71 | 86.471 | 15 | -/109 | ||
| 3 | Kabupaten Nunukan | Nunukan | Irwan Sabri | 13.555,95 | 223.922 | 21 | 8/232 | ||
| 4 | Kabupaten Tana Tidung | Tideng Pale | Ibrahim Ali | 3.506,05 | 29.291 | 5 | -/32 | ||
| 5 | Kota Tarakan | - | Khairul | 250,98 | 252.924 | 4 | 20/- |
Penduduk Kalimantan Utara sangat heterogen dan terbagi menjadi berbagai macam suku bangsa seperti suku Dayak (Lun Bawang / Lun Dayeh, Kenyah, Murut, dan lainnya), Tidung, Bulungan, Kutai, dan Banjar, lalu kelompok pendatang terbesar seperti suku Bugis, Jawa, Bajau, Gorontalo, Mandar, Minahasa, Buton, Madura, Makassar, Toraja, Tionghoa, Bawean, Bali, Suluk/Tausug, dan lainnya juga banyak mendiami Kalimantan Utara.[38]
| No | Suku bangsa | Jumlah (2010) | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Bugis | 180.030 | 32,42% |
| 2 | Dayak (termasuk Tidung dan Bulungan) | 173.614 | 31,27% |
| 3 | Jawa | 100.925 | 18,18% |
| 4 | Banjar | 24.764 | 4,46% |
| 5 | Toraja | 13.946 | 2,51% |
| 6 | Makassar | 9.199 | 2,27% |
| 7 | Tionghoa | 7.071 | 1,27% |
| 8 | Kutai | 6.265 | 1,13% |
| 9 | Sunda | 6.141 | 1,11% |
| 10 | Buton | 5.759 | 1,04% |
| 11 | Batak | 5.347 | 0,96% |
| 12 | Minahasa | 3.292 | 0,59% |
| Suku-suku lainnya | 18.922 | 3,41% | |
| Total | 555.275 | 100,00% |
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri pada akhir 2024, mayoritas penduduk Kalimantan Utara menganut agama Islam. Adapun banyaknya penduduk Kalimantan Utara menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 73,30%, diikuti oleh agama Kekristenan sebanyak 26,11% dengan rincian Protestan sebanyak 19,43% dan Katolik sebanyak 6,68%. Agama Kristen mayoritas di Kabupaten Malinau. Selebihnya menganut agama Buddha sebanyak 0,52%, kemudian Hindu sebanyak 0,04%, Konghucu sebanyak 0,02% dan penganut kepercayaan sebanyak 0,01%.[4][40]
Pendidikan bagi anak di Kalimantan Utara masih memerlukan perbaikan ke arah yang lebih baik dan itu berpengaruh bagi kelangsungan hidup warga perbatasan. Ini dikarenakan penduduk yang tinggal di daerah perbatasan bekerja di perkebunan sawit dan jauh dari pemukiman warga, sehingga anak-anak tidak dapat sekolah. Selain dari ketiadaan pilihan lainnya, hal lain adalah warga yang bekerja di kebun sawit di Malaysia putus sekolah dan tidak berkeahlian.[41]
Menurut Sistem Informasi Data Statistik Sektoral Kalimantan Utara, 1.140 ruang kelas SD hingga SMA mengalami rusak sedang hingga berat. Per 2019, sebanyak 30 bangunan sekolah dasar dan menengah telah diperbaiki dan 12 di antaranya dekat perbatasan Indonesia-Malaysia yang tersebar di Kabupaten Malinau dan Nunukan dengan anggaran mencapai Rp 34 miliar.[42] Namun, ada upaya pemberdayaan pendidikan oleh masyarakat seperti yang dicontohkan dari Kabupaten Malinau yang memiliki program "jam belajar masyarakat" (atau jambelmas) yang berasal dari Gerakan Wajib Belajar 16 Tahun dengan perpustakaan desa dan rumah baca masyarakat. Menurut Neraca Pendidikan Daerah Kemendikbud, per 2018, kabupaten ini memiliki 99 SD dan 29 SMP.[43]
| No. | Kode RS | Nama Rumah Sakit | Jenis RS | Kelas RS | Pemilik | Total Ranjang |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 6501013 | RS Pratama Long Ampung | RSU | D PRATAMA | Pemkab | 19 |
| 2 | 6503002 | RS Umum Daerah Akhmad Berahim | RSU | D PRATAMA | Pemkab | 13 |
| 3 | 6571044 | RS Umum Kota Tarakan | RSU | C | Pemkot | 73 |
| 4 | 6473043 | RS Umum Pertamedika Tarakan | RSU | D | Perusahaan | 36 |
| 5 | 6406012 | RS Umum Daerah Kabupaten Malinau | RSU | C | Pemkab | 163 |
| 6 | 6473042 | RS AL Ilyas Tarakan | RSU | D | TNI AL | 39 |
| 7 | 6473016 | RS Umum Daerah Tarakan | RSU | B | Pemprop | 335 |
| 8 | 6408025 | RS Umum Daerah Kabupaten Nunukan | RSU | C | Pemkab | 117 |
| 9 | 6408014 | RS Pratama Langap | RSU | D PRATAMA | Pemkab | 10 |
| 10 | 6404021 | RS Umum Daerah Tanjung Selor | RSU | C | Pemkab | 135 |
| 11 | 6504027 | RS Pratama Sebatik | RSU | D PRATAMA | Pemkab | 30 |
Sektor pariwisata di Kalimantan Utara mengunggulkan objek-objek wisata pesona alam dan hutan tropis serta budaya Dayak dan Tidung. Destinasi wisata yang bisa dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara antara lain Gunung Putih di Bulungan, air terjun Gunung Rian di Tana Tidung, air terjun Semolon di Malinau, Sae Lanuka di Nunukan, Pantai Amal, hingga hutan mangrove di Tarakan, dan lainnya.[44]
Selain itu pariwisata Kalimantan Selatan juga menawarkan kekayaan budaya meliputi Desa Wisata Setulang, Festival Irau dan Museum Kesultanan Bulungan.
Rumat adat Kalimantan Utara adalah Rumah Baloy yaitu rumah panggung khas masyarakat suku Tidung.[45]
Makanan dan minuman dari Kalimantan Utara yang dipengaruhi oleh etnis yang mendiami provinsi ini dengan ciri utama penggunaan bahan seperti ikan air tawar dan minim rempah. Adapun hidangan yang ditemukan di Kalimantan Utara adalah sebagai berikut:[46]
| Laut Sulawesi | ||||
| Laut Sulawesi | ||||
| ||||
| Kepulauan Derawan |