Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kesultanan Gunung Tabur

Kesultanan Gunung Tabur adalah salah satu kesultanan yang terbentuk akibat pecahnya Kesultanan Berau pada awal abad ke-19 dan terletak di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Selama Perang Dunia II tahun 1945, Istana Gunung Tabur dibom oleh sekutu dan tidak ada bagian dari istana yang tersisa. Pada tahun 1990, Istana Gunung Tabur dibangun kembali dan dijadikan sebagai museum yang diberi nama Museum Batiwakkal yang diresmikan pada tahun 1992.

kerajaan di Asia Tenggara
Diperbarui 22 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kesultanan Gunung Tabur
Kesultanan Gunung Tabur

كسولطانن ڬونوڠ تابور
1810–1960
Bendera
Atas: Bendera kesultanan saat ini
Bawah: Bendera kesultanan pada abad ke-19
{{{coat_alt}}}
Lambang
Menampilkan peta 1810
Menampilkan peta sekarang
StatusProtektorat di bawah Kerajaan Belanda (sejak 1837)
Ibu kotaGunung Tabur
Bahasa yang umum digunakanMelayu, Berau
Agama
Islam Sunni (resmi)
Animisme
PemerintahanMonarki Kesultanan
Sultan 
• 1810 – 1834
Zainal Abidin II bin Badaruddin
• 1951 – 1960
Aji Raden Muhammad Ayub
• 2016 – sekarang
Aji Raden Muhammad Bachrul Hadi
Sejarah 
• Didirikan
1810
• Menjadi protektorat Kerajaan Belanda
1837
• Swapraja di bawah Daerah Istimewa Berau
1953
• Kesultanan dihapuskan
1960
Didahului oleh
Digantikan oleh
kslKesultanan
Berau
Indonesia
Sekarang bagian dari Indonesia
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Kesultanan Gunung Tabur adalah salah satu kesultanan yang terbentuk akibat pecahnya Kesultanan Berau pada awal abad ke-19 dan terletak di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.[1] Selama Perang Dunia II tahun 1945, Istana Gunung Tabur dibom oleh sekutu dan tidak ada bagian dari istana yang tersisa. Pada tahun 1990, Istana Gunung Tabur dibangun kembali dan dijadikan sebagai museum yang diberi nama Museum Batiwakkal yang diresmikan pada tahun 1992.

Istana Kesultanan Gunung Tabur

Sejarah

Pendirian

Kesultanan Gunung Tabur didirikan karena pemisahan Kesultanan Berau. Perpecahan Kesultanan Berau melahirkan dua kesultanan baru yaitu Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.[2]

Raja Berau kesembilan, Aji Dilayas, memiliki dua permaisuri yang masing-masing dikaruniai seorang putra. Sepeninggal Aji Dilayas, kedua putranya, Pangeran Tua dan Pangeran Dipati, merasa berhak atas takhta kerajaan. Untuk menghindari konflik, keputusan bersama dibuat bahwa mereka harus memerintah secara bergantian.[3]

Sebagai putra sulung, pangeran tua itu berkesempatan memerintah kerajaan dari tahun 1673 hingga 1700. Adiknya Pangeran Dipati memerintah dari tahun 1700 hingga 1731. Situasi ini berlangsung hingga akhirnya perseteruan antara kedua dinasti tersebut tidak dapat diselesaikan. Pada tahun 1810, kerajaan Berau terbelah menjadi dua generasi.[3]

Keturunan Aji Pangeran Dipati, dengan pewaris takhta Sultan Gazi Mahyudi, memperoleh wilayah di sebelah utara Sungai Berau, serta wilaya kiri dan kanan Sungai Segah. Sultan Gazi Mahyudi kemudian mendirikan Kesultanan Gunung Tabur

Sementara, keturunan Aji Pangeran Tua, dengan pewaris takhta Raja Alam bergelar Sultan Alimuddin, mendapat wilayah di sebelah selatan Sungai Berau, serta di wilayah kiri dan kanan Sungai Kelay. Kemudian Raja Alam mendirikan Kesultanan Sambaliung[3]

Batas Wilayah

Kesultanan Gunung Tabur berbatasan dengan Kesultanan Bulungan di sebelah utara, Kesultanan Sambaliung di bagian barat dan selatan, serta Laut Sulawesi pada bagian timur.

UtaraKesultanan Bulungan
TimurLaut Sulawesi
SelatanKesultanan Sambaliung
BaratKesultanan Sambaliung

Sultan Gunung Tabur

Berikut adalah daftar sultan yang pernah memerintah di Kesultanan Gunung Tabur sejak berdirinya pada tahun 1810 hingga saat ini.[4][5]

Daftar Penguasa
No Foto Sultan Masa pemerintahan
1 Zainal Abidin II bin Badaruddin 1810 – 1834
2 Aji Kuning II bin Zainal Abidin 1834 – 1850
3 Amiruddin (Maharaja Dendah I)[6] 1850 – 1876
4 Hasanuddin (Maharaja Dendah II) 1876 – 1882
* Aji Kuning (Wali) 1882 – 1884
5 Muhammad Syarifuddin 1884 – 1892
6 Muhammad Siranuddin 1892 – 1921
7 Achmad Maulana 1921 – 15 April 1951
8 Aji Raden Muhammad Ayub 15 April 1951 – 1960
9 Aji Raden Muhammad Bachrul Hadi 28 Desember 2016 – sekarang

Referensi

Sumber

  1. ↑ BPCB Samarinda (2015). Profil Cagar Budaya Kalimantan. Samarinda: Balai Pelestarian Cagar Budaya Samarinda. hlm. 41. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Syahiddin, dkk. (2013). Herawati, Y., dkk. (ed.). Cerita Rakyat Paser dan Berau (PDF). Samarinda: Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. hlm. 344. ISBN 978-602-777-737-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 BPCB Kaltim (2 Februari 2021). "Istana Gunung Tabur". Indosiana Platform Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Diakses tanggal 27 Oktober 2022.
  4. ↑ Indonesia traditional polities
  5. ↑ (Belanda) Tijdschrift voor Indische taal-, land-, en volkenkunde. Lange & Co. 1855. hlm. 88.
  6. ↑ (Belanda) Verhandelingen en Berigten Betrekkelijk het Zeewegen, Zeevaartkunde, de Hydrographie, de Koloniën, Volume 13, 1853

Lihat pula

  • Kabupaten Berau
  • Kesultanan Berau
  • Kesultanan Sambaliung
  • Suku Berau

Pranala luar

  • (Indonesia) Raja Alam Enggan Dipimpin Penjajah. Kaltim Pos, 17 Agustus 2003[pranala nonaktif permanen]
  • l
  • b
  • s
Kerajaan di Kalimantan
Kalimantan Barat
Nanga Bunut · Tanjungpura · Pontianak · Kubu · Sintang · Mempawah · Meliau · Sambas kuna · Sambas · Sanggau · Selimbau · Sekadau · Landak · Tayan · Piasak · Jongkong
Kalimantan Tengah
Kotawaringin
Kalimantan Selatan
Negara Daha · Negara Dipa · Kuripan · Banjar · Pagatan · Batulicin · Pulau Laut · Kusan · Sabamban · Tjingal · Sampanahan
Kalimantan Timur
Kutai Kertanegara · Kutai Martapura · Paser · Berau · Sambaliung · Gunung Tabur
Kalimantan Utara
Bulungan · Tidung
Malaysia Timur dan Brunei
Brunei · Sarawak · Sulu
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pendirian
  3. Batas Wilayah
  4. Sultan Gunung Tabur
  5. Referensi
  6. Sumber
  7. Lihat pula
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Asia Tenggara

bagian tenggara benua Asia

Pesta Olahraga Asia Tenggara

Kompetisi multi-olahraga negara-negara di Asia Tenggara

Kerajaan Sriwijaya sebagai Pusat Pendidikan Buddha di Asia Tenggara

Kerajaan Sriwijaya muncul pada akhir abad ke-7 menandai keberadaannya sebagai salah satu kekuatan maritim tertua dan berpengaruh di Asia Tenggara. Berasal

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026