Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Museum Batiwakkal

Museum Batiwakkal adalah sebuah museum yang berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Museum yang terletak di kecamatan Gunung Tabur ini dibangun pada tahun 1990 dan dibuka untuk umum pada tahun 1992. Museum ini juga merupakan renovasi ulang dari bentuk asli Keraton Gunung Tabur. Bagi para pengunjung yang tertarik datang ke Museum Batiwakkal, lokasinya sekitar 40 menit dari Kabupaten Berau. Museum ini dibuat oleh Aji Putri Nurhayati, Aji Putri Kannik Berau Sanipah, Aji Putri Nural Aini, dan Aji Iskandar Ayoeb. Museum ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. Jenis koleksi yang dimiliki oleh museum Batiwakkal ini yaitu historika, etnografika, keramologika, biologika, numismatika, dan heraldika. Koleksi unggulannya yaitu Singgasana Kesultanan Gunung Tabur, Sulimbar, dan Walasugi Walagandi.

museum di Indonesia
Diperbarui 27 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Museum Batiwakkal
Museum Batiwakkal
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 2°9′36.47″N 117°29′31.20″E / 2.1601306°N 117.4920000°E / 2.1601306; 117.4920000Lihat peta diperbesar
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 2°9′36.47″N 117°29′31.20″E / 2.1601306°N 117.4920000°E / 2.1601306; 117.4920000Lihat peta diperkecil
LokasiGunung Tabur, Berau[1]
Museum Batiwakkal tampak depan

Museum Batiwakkal adalah sebuah museum yang berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Museum yang terletak di kecamatan Gunung Tabur[2] ini dibangun pada tahun 1990[3] dan dibuka untuk umum pada tahun 1992.[4] Museum ini juga merupakan renovasi ulang dari bentuk asli Keraton Gunung Tabur.[5] Bagi para pengunjung yang tertarik datang ke Museum Batiwakkal, lokasinya sekitar 40 menit dari Kabupaten Berau. Museum ini dibuat oleh Aji Putri Nurhayati, Aji Putri Kannik Berau Sanipah, Aji Putri Nural Aini, dan Aji Iskandar Ayoeb.[6] Museum ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. Jenis koleksi yang dimiliki oleh museum Batiwakkal ini yaitu historika, etnografika, keramologika, biologika, numismatika, dan heraldika. Koleksi unggulannya yaitu Singgasana Kesultanan Gunung Tabur, Sulimbar, dan Walasugi Walagandi.[7]

Sejarah

Kini bernama Kabupaten Berau, tapi dahulu bernama Kerajaan Berau. Kerajaan ini berhasil menguasai hampir setengah pulau hingga batas ke Brunei dan Kutai. Kerajaan Berau ini berada di Kalimantan Utara. Kerajaan Berau terpecah menjadi Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Kala itu yang menjadi Raja di kerajaan Berau bernama Aji Dilayas. Ia memiliki dua orang istri yang keduanya melahirkan dua putra mahkota. Kerajaan memiliki aturan, jika Aji Dilayas mangkat maka penggantinya adalah putra mahkota dari istri pertama. Apabila putra mahkota dari istri pertama mangkat, maka digantikan oleh putra mahkota dari istri kedua. Awalnya Pangeran Tua sebagai putra mahkota dari istri pertama diangkat menggantikan Aji Dilayas yang mangkat. Lalu ketika Pangeran Tua meninggal, Pangeran Dipati sebagai putra mahkota dari istri kedua naik tahta. Namun ternyata Pangeran Dipati melanggar aturan tersebut dengan mengangkat puteranya Aji Kuning menjadi raja. Baru setelah Aji Kuning mangkat, Sultan Hasanuddin yang merupakan putra dari Pangeran Tua naik tahta. Karena aturan tersebut dilanggar, kerjaan Berau terpecah menjadi dua yaitu Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Kini, keraton kesultanan Gunung Tabur dijadikan museum yang bernama Battiwakal.[8]

Koleksi

Kata "Batiwakkal" memiliki arti jerih payah masyarakat yang tidak pernah menyerah dalam menjalankan tugas. Di museum Batiwakkal ini pengunjung dapat melihat benda yang pernah dipakai oleh keluarga kerajaan pada masa tersebut. Contohnya, seperti singgasana, dispenser yang dibuat dari keramik, juga ada timbangan untuk bayi. Di teras depan, terdapat dua pos yang berisi meriam. Pada masanya, meriam ini memiliki fungsi untuk perang melawan Belanda. Koleksi lainnya ada baju yang biasa dipakai oleh raja, senapan, meja dan kursi rapat, dan pernak-pernik lainnya yang kebanyakan terbuat dari keramik dan kayu. Barang-barang tersebut berada di ruangan utama dan disimpan rapi oleh pengelola. Bangunan utama ini pernah hancur sebelumnya di tahun 1945, kemudian direnovasi kembali pada tahun 1990. Estimasi bagi para pengunjung untuk berkeliling di museum ini sekitar 1-2 jam.[9]

Referensi

  1. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Gunung Tabur". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 2025-06-01.
  2. ↑ prokal.co. "Museum Batiwakkal Bisa Sumbang PAD | Berau Post". berau.prokal.co (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 2020-03-10. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Nurkarim, Ikbal. "TRIBUN TRAVEL Wisata Sejarah di Berau, Mengenal Histori Kerajaan Gunung Tabur di Museum Batiwakkal". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2020-03-10.
  4. ↑ prokal.co. "Kunjungan Tertinggi Capai 600 orang | Berau Post". berau.prokal.co (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 2020-03-10. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ "Museum Batiwakkal Kalimantan Timur". Informasi Situs Budaya Indonesia. 2018-03-16. Diakses tanggal 2020-03-10.[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ Wibisono, Sri; Times, Seo Intern IDN. "Informasi Penting saat Mengunjungi Museum Batiwakkal". IDN Times Kaltim (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2024-05-21. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ↑ Putri, Denada S (2024-02-08). "Sejarah Museum Batiwakkal di Berau, Ada Lukisan Sultan Gunung Tabur". Kaltim Suara. Diakses tanggal 2024-05-21.
  8. ↑ Travel, Backpacker (2023-10-02). "Mengenal Museum Batiwakkal Menyimpan Banyak Koleksi di Masa Kerajaan Majapahit – Travel". Diakses tanggal 2024-05-21.
  9. ↑ Sapparudin (2021-09-21). "Museum Batiwakkal Menyimpan Barang Kuno Peninggalan Kesultanan Gunung Tabur". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2024-05-21.
  • l
  • b
  • s
Istana di Indonesia
Sumatra
  • Istana Maimun
  • Istana Niat Lima Laras
  • Istano Basa Pagaruyung
  • Istano Silinduang Bulan
  • Istana Siak Sri Indrapura
  • Istana Sayap Pelalawan
  • Istana Rokan
  • Istana Gunung Sahilan
Jawa
Jakarta
  • Istana Negara Jakarta
  • Istana Merdeka
  • Istana Wakil Presiden Jakarta
Cirebon
  • Keraton Kasepuhan
  • Keraton Kanoman
  • Keraton Kacirebonan
Yogyakarta
  • Gedung Agung
  • Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Pura Pakualaman
Surakarta
  • Keraton Surakarta Hadiningrat
  • Pura Mangkunegaran
Kota lainnya
  • Istana Bogor
  • Istana Cipanas
  • Istana Palabuhanratu
  • Keraton Sumedang Larang
Kalimantan
Nusantara
  • Istana Negara Nusantara
  • Istana Garuda
  • Istana Wakil Presiden Nusantara
Kota lainnya
  • Kedaton Kutai Kartanegara
  • Museum Mulawarman
  • Museum Sadurengas
  • Istana Gunung Tabur
  • Istana Sambaliung
  • Istana Alwatzikubillah
  • Istana Amantubillah
  • Istana Kadriyah
  • Istana Surya Negara
  • Istana Matan
  • Istana Kuning
Bali
  • Istana Tampaksiring
  • Istana Klungkung
  • Puri Agung Denpasar
  • Puri Agung Pemecutan
  • Puri Agung Kesiman
  • Puri Agung Tabanan
  • Puri Saren Agung Ubud
  • Taman Sukasada Karangasem
  • Tirta Gangga
Sulawesi
  • Ballaʼ Lompoa
  • Istana Datu Luwu
  • Istana Malige
  • Keraton Buton
Pulau lain
  • Istana Bala Kuning
  • Istana Dalam Loka
  • Istana Kesultanan Ternate
  • Istana Kesultanan Tidore
  • Keraton Sumenep


Ikon rintisan

Artikel bertopik museum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Koleksi
  3. Referensi

Artikel Terkait

Museum Nasional Indonesia

museum di Indonesia

Daftar museum di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar museum di Provinsi DKI Jakarta

Pusat sekitar Monumen Nasional, dan Taman Mini Indonesia Indah. Museum-museum di Jakarta, dan di Indonesia pada umumnya, masih kurang mendapat perhatian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026