Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiGereja Katolik dan pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia
Artikel Wikipedia

Gereja Katolik dan pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia

Gereja Katolik memainkan peran khusus terhadap pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, melalui detik-detik pembacaan teks Proklamasi oleh Presiden Pertama di Indonesia, Bapak Ir. Soekarno, sekaligus dengan julukan Bapak Proklamator. Vatikan merupakan negara Eropa pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia pada tanggal 6 Juli 1947, yang ditandai dengan pembukaan kedutaan besar yang disebut Nunsiatur Apostolik untuk Indonesia dan menugaskan Georges de Jonghe d'Ardoye, sebagai duta besar Vatikan pertama di Jakarta untuk periode 1947-1955. Pengakuan ini didasarkan pada kesamaan prinsip menolak penjajahan, serta menolak imperialisme, dan kapitalisme dengan bertujuan untuk mendukung hak perdamaian, serta prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan, dengan melalui dukungan dari seorang tokoh umat katolik yang bernama Uskup Soegijapranata. Dukungan dari Vatikan diberi tanda legitimasi internasional dengan revolusi yang besar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia, agar mendorong negara lain untuk mengikuti jejak pengakuan tersebut.

Wikipedia article
Diperbarui 26 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gereja Katolik dan pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia
Artikel ini mungkin memuat teks yang disalin secara bulat-bulat dari situs web kecerdasan buatan. Informasi di dalamnya dapat saja berisi halusinasi atau bahkan memuat referensi fiksi atau palsu. Setiap pelanggaran hak cipta dan riset asli yang dimuat ke artikel ini harus segera dihapus. (Maret 2026)
Bagian dari seri tentang
Gereja Katolik
St. Peter's Basilica
Basilika Santo Petrus, Kota Vatikan
Ikhtisar
  • Paus (Leo XIV)
  • Hierarki
  • Sejarah (Lini Masa)
  • Teologi
  • Liturgi
  • Sakramen
  • Maria
Latar Belakang
  • Yesus
    • Penyaliban
    • Kebangkitan
    • Kenaikan
  • Gereja Perdana
    • Petrus
    • Paulus
    • Bapa-Bapa Gereja
  • Sejarah Gereja Katolik
  • Sejarah Kepausan
  • Konsili Ekumenis
  • Magisterium
  • Empat Ciri Gereja
  • Satu Gereja Sejati
  • Suksesi Apostolik
Organisasi
  • Takhta Suci
  • Kuria Romawi
  • Dewan Kardinal
  • Konsili Ekumene
  • Lembaga Keuskupan
  • Gereja Latin
  • Gereja-Gereja Timur
  • Hukum Kanon
  • Teologi
  • Ajaran

Allah

    • Tritunggal
      • Bapa
      • Putra
      • Roh Kudus
    • Kesehakikatan
    • Filioque

    • Divinum Illud Munus
    Hukum Ilahi
    • Dasatitah
    • Ex Cathedra
    • Pengilahian
    Akhirat
    • Surga
    • Purgatorium
    • Limbo
    • Neraka
    Misteri Paskah
    • Sengsara
    • Penyaliban
    • Turun ke Tempat Penantian
    • Bangkit
    • Naik ke Surga
    Santa Perawan Maria
    • Mariologi
    • Penghormatan
    • Dikandung Tanpa Noda
    • Bunda Allah
    • Perawan Abadi
    • Diangkat ke Surga
      • Dormisi
    • Gelar-Gelar
      • Ratu
    • Penampakan
    • Mediatrix
    Keselamatan
    • Baptis Rindu
    • Rahmat Ilahi
    • Di Luar Gereja Tidak Ada Keselamatan
    • Kebenaran yang diinfusi
    • Ketidaktahuan Yang Tak Teratasi
    • Pembenaran
    • Sarana-Sarana Rahmat
    • Kelayakan
    • Dosa Yang Mendatangkan Maut
    • Dosa Yang Tidak Mendatangkan Maut
    • Pemenuhan
    • Pengaruh Moral
    • Pengudusan
    • Sinergisme
    Eklesiologi
    • Dewan Uskup
    • Khazanah Iman
    • Infalibilitas Gereja
    • Tubuh Mistik Kristus
    • Keutamaan Sri Paus
    • Umat Allah
    • Komunitas Sempurna
    • Subsistit In
    Lain-Lain
    • Yosefologi
    • Moralitas
    • Tubuh Manusia
      • Ceramah-Ceramah
    • Seksualitas
    • Apologetika
    • Amilenialisme
    • Dosa Asal
    • Kemanunggalan Hakikat
    • Predestinasi
    • Tujuh Dosa Pokok
    • Pandangan yang Membahagiakan
    • Para Kudus
    • Dogma
    Teks dan Skriptura
    • Alkitab
      • Perjanjian Lama
      • Deuterokanonika
      • Perjanjian Baru
    • Alkitab resmi
      • Vulgata
        • Vulgata Sistina
        • Vulgata Sisto-Klementina
        • Nova Vulgata
      • Pesyita
    • Kredo Para Rasul
    • Kredo Nikea
    • Kredo Athanasius
    • Katekismus Gereja Katolik
    • Bulla kepausan
    • Anjuran apostolik
    • Epistula Encyclica
    Filsafat
    • Kebajikan kardinal
    • Teori perang yang benar
    • Hukum kodrat
    • Etika Katolik
    • Personalisme
    • Probabilisme
    • Ajaran sosial
    • Filsafat hukum kanonik
    • Para filsuf
    • Etika kebajikan


    Mazhab-mazhab

    • Augustinianisme
    • Skolastisisme
      • Thomisme
      • Scotisme
      • Occamisme
    • Humanisme Kristen
    • Molinisme
    • Neo-skolastisisme
    Ibadat
    • Liturgi
      • Liturgi Katolik Timur
      • Misa
      • Liturgi Ilahi
      • Kurban Kudus
      • Qurobo Kudus
      • Ibadat Harian
      • Tahun Liturgi
    • Sakramen
      • Baptis
      • Tobat
      • Ekaristi
      • Krisma
      • Pengurapan
      • Perkawinan
      • Imamat
    • Doa
    • Devosi
    • Kitab Suci
    • Kanon Kitab Suci
    Ritus
    • Latin
    • Romawi
      • Pasca-Vatikan II
      • Tridentina
      • Ritus Sarum
      • Tata Cara Anglikan
      • Tata Cara Zaire
    • Galia
      • Ambrosian
      • Braga
      • Mustrarab

    • Timur
    • Antiokhia
      • Maronit
      • Suryani Barat
      • Suryani Malankara
    • Kaldea
      • Suryani Timur
      • Suryani Malabar
    • Bizantin
      • Armenia
    • Aleksandria
      • Etiopia
    Topik-topik lain
    • Antipaus
    • Anti-Katolik
    • Kritik
    • Deisme/Pandeisme
    • Ekumenisme
    • Monastisisme

    Hubungan dengan:

    • Islam
    • Yudaisme
    • Protestan
    Isu-isu sosial
    • Seni rupa
    • Evolusi
    • Perawatan kesehatan
    • HIV-AIDS
    • Homoseksualitas
    • Musik
    • Jerman Nazi
    • Politik (di Amerika Serikat)
    • Peradaban Manusia
    • Ilmu pengetahuan
    • Peranan seks dan gender
      • moralitas seksual
    • Ajaran sosial
    • Perbudakan
    • Abad Penjelajahan
     Portal Katolik
    • l
    • b
    • s
    Bagian dari seri mengenai
    Sejarah Indonesia
    Prasejarah
    Manusia Jawa 1.000.000 BP
    Manusia Flores 94.000–12.000 BP
    Bencana alam Toba 75.000 BP
    Kebudayaan Buni 400 SM
    Kerajaan Hindu-Buddha
    Kerajaan Kutai 400–1635
    Tarumanagara 450–900
    Kerajaan Kalingga 500–782
    Kerajaan Melayu 671–1347
    Sriwijaya 671–1028
    Kerajaan Sunda 662–1579
    Kerajaan Galuh 669–1482
    Kerajaan Bima 709–1621
    Mataram Kuno 716–1016
    Kerajaan Bali 914–1908
    Kerajaan Kahuripan 1019–1046
    Kerajaan Janggala 1042–1135
    Kerajaan Kadiri 1042–1222
    Kerajaan Singasari 1222–1292
    Majapahit 1293–1478
    Kerajaan Islam
    Lihat: Penyebaran Islam di Nusantara
    Kesultanan Peureulak 840–1292
    Kerajaan Haru 1225–1613
    Kesultanan Ternate 1257–1914
    Kesultanan Samudera Pasai 1267–1521
    Kesultanan Bone 1300–1905
    Kerajaan Kaimana 1309–1963
    Kesultanan Gowa 1320–1957
    Kesultanan Limboto 1330–1863
    Kerajaan Pagaruyung 1347–1833
    Kesultanan Brunei 1368–1888, sekarang Brunei
    Kesultanan Gorontalo 1385–1878
    Kesultanan Melaka 1405–1511
    Kesultanan Sulu 1405–1851
    Kesultanan Cirebon 1445–1677
    Kesultanan Demak 1475–1554
    Kerajaan Giri 1481–1680
    Kesultanan Bolango 1482–1862
    Kesultanan Aceh 1496–1903
    Kerajaan Balanipa 1511–sekarang
    Kesultanan Banten 1526–1813
    Kesultanan Banjar 1526–sekarang
    Kerajaan Kalinyamat 1527–1599
    Kesultanan Johor 1528–1877
    Kesultanan Pajang 1568–1586
    Kesultanan Mataram 1586–1755
    Kerajaan Fatagar 1600–1963
    Kesultanan Jambi 1615–1904
    Kesultanan Bima 1620–1958
    Kesultanan Palembang 1659–1823
    Kesultanan Sumbawa 1674–1958
    Kesultanan Kasepuhan 1679–1815
    Kesultanan Kanoman 1679–1815
    Kesultanan Siak 1723–1945
    Kesunanan Surakarta 1745–sekarang
    Kesultanan Yogyakarta 1755–sekarang
    Kesultanan Kacirebonan 1808–1815
    Kesultanan Deli 1814–1946
    Kesultanan Lingga 1824–1911
    Negara lainnya
    Lihat: Kerajaan-kerajaan Kristen di Nusantara
    Kerajaan Soya 1200–sekarang
    Kerajaan Bolaang Mongondow 1320–1950
    Kerajaan Manado 1500–1670
    Kerajaan Siau 1510–1956
    Kerajaan Larantuka 1515–1962
    Kerajaan Sikka
    Kerajaan Tagulandang 1570–1942
    Kerajaan Manganitu 1600–1944
    Republik Lanfang 1777–1884
    Kerajaan Lore 1903–sekarang
    Kolonialisme Eropa
    Portugis 1512–1850
    VOC 1602–1800
    Jeda kekuasaan Prancis dan Britania 1806–1815
    Hindia Belanda 1800–1949
    Munculnya Indonesia
    Kebangkitan Nasional 1908–1942
    Pendudukan Jepang 1942–1945
    Revolusi Nasional 1945–1949
    Republik Indonesia
    Awal Kemerdekaan 1945–1949
    Republik Indonesia Serikat 1949–1950
    Demokrasi Liberal 1950–1959
    Demokrasi Terpimpin 1959–1965
    Transisi 1965–1966
    Orde Baru 1966–1998
    Reformasi 1998–sekarang
    Menurut topik
    • Arkeologi
    • Mata uang
    • Ekonomi
    • Militer
    Garis waktu
     Portal Indonesia
    • l
    • b
    • s

    Gereja Katolik memainkan peran khusus terhadap pengakuan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, melalui detik-detik pembacaan teks Proklamasi oleh Presiden Pertama di Indonesia, Bapak Ir. Soekarno, sekaligus dengan julukan Bapak Proklamator. Vatikan merupakan negara Eropa pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia pada tanggal 6 Juli 1947, yang ditandai dengan pembukaan kedutaan besar yang disebut Nunsiatur Apostolik untuk Indonesia dan menugaskan Georges de Jonghe d'Ardoye, sebagai duta besar Vatikan pertama di Jakarta untuk periode 1947-1955.[1] Pengakuan ini didasarkan pada kesamaan prinsip menolak penjajahan, serta menolak imperialisme, dan kapitalisme dengan bertujuan untuk mendukung hak perdamaian, serta prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan, dengan melalui dukungan dari seorang tokoh umat katolik yang bernama Uskup Soegijapranata. Dukungan dari Vatikan diberi tanda legitimasi internasional dengan revolusi yang besar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia, agar mendorong negara lain untuk mengikuti jejak pengakuan tersebut.[2]

    Peran Gereja Katolik dan Vatikan

    • Diplomasi oleh Mgr. Soegijapranata: Uskup Agung Semarang ini mengirim surat ke Paus Pius XII pada 18 Januari 1947, melobi dukungan untuk kemerdekaan Indonesia, menjadikan Vatikan negara Eropa pertama yang mengakui RI.[3]
    • Pengakuan Resmi: Vatikan memberikan pengakuan resmi pada 6 Juli 1947, memberikan "stempel" legitimasi internasional yang sangat berarti bagi perjuangan RI.[4]
    • Kesamaan Nilai: Vatikan mendukung Indonesia karena kesamaan prinsip, seperti menolak ateisme, mendukung perdamaian dunia, dan menjunjung martabat manusia, yang selaras dengan Pembukaan UUD 1945.[5]
    • Dampak Berganda: Pengakuan Vatikan memicu negara-negara lain di Eropa dan Amerika untuk segera mengakui kemerdekaan Indonesia, memperkuat posisi RI di kancah internasional.[6]

    Kontribusi Tokoh Katolik

    • Soegijapranata: Selain diplomatik dengan Vatikan, sang uskup dengan menunjukkan sikap politik terhadap kemerdekaan Republik Indonesia bertujuan demi mendukung para pahlawan tanah air agar terbebas dari pemerintahan kolonialisme Jepang di Indonesia untuk menyerang terhadap pasukan pasukan kekaisaran Jepang saat Pertempuran Lima Hari di Semarang.
    • Semangat Patriotisme: Soegijapranata mengajarkan bahwa Gereja Katolik sejati yang berarti seorang pahlawan dari umat Katolik untuk memperjuangkan pahlawan nasional Indonesia demi mencintai tanah air serta mendukung asas Pancasila, sebagai simbol menyatukan keberagaman suku dan agama di Indonesia, agar tidak terpecah belah demi harmonisasi dan kedamaian, serta mendorong umat Katolik untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

    Hubungan Berkelanjutan

    Hubungan Indonesia dengan Takhta Suci terus terjalin erat, ditandai dengan berbagai kunjungan Paus dan kerja sama lintas agama hingga saat ini, menegaskan komitmen bersama terhadap perdamaian dan kerukunan.

    Referensi

    1. ↑ "Negara Yang Pertama Kali Mengakui Kemerdekaan Indonesia". gramedia.com. 23 April 2026.
    2. ↑ "Bagaimana Vatikan Jadi Salah Satu Negara Pertama Yang Akui Kemerdekaan Indonesia". nationalgeographic.grid.id. 28 Agustus 2024.
    3. ↑ "Jejak Uskup Katolik Sembunyikan Pejuang Kemerdekaan Indonesia Dari Kejaran Jepang Di Semarang". kompas.com. 17 Agustus 2024.
    4. ↑ "Bung Karno dan Takhta Suci Vatikan". historia.id. 3 September 2024.
    5. ↑ "Ada Jasa Besar Vatikan Di Balik Kemerdekaab Indonesia". rri.co.id. 2 September 2024.
    6. ↑ "Respons Vatikan Terhadap Kemerdekaan Indonesia". kompas.com. 17 Desember 2020.

    Lihat juga

    • Hubungan Indonesia dengan Takhta Suci
    • Sejarah Indonesia
    • Revolusi Nasional Indonesia
    • Kemerdekaan Indonesia
    • Gereja Katolik di Indonesia
    • Paus Pius XII
    • Ir. Soekarno

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Peran Gereja Katolik dan Vatikan
    2. Kontribusi Tokoh Katolik
    3. Hubungan Berkelanjutan
    4. Referensi
    5. Lihat juga

    Artikel Terkait

    Agama di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Gereja Katolik di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Indonesia

    negara di Asia Tenggara dan Oseania

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026