Teologi seksualitas Katolik, sama seperti teologi Katolik pada umumnya, bersumber dari hukum alam, kitab suci kanonik, wahyu ilahi, dan tradisi suci, sebagaimana yang ditafsirkan secara otoritatif oleh magisterium Gereja Katolik. Moralitas seksual mengevaluasi perilaku seksual berdasarkan standar yang ditetapkan oleh teologi moral Katolik, dan banyak menyajikan prinsip-prinsip umum yang melaluinya umat Katolik dapat mengevaluasi apakah suatu tindakan memenuhi standar tersebut. Banyak doktrin terperinci Gereja yang berasal dari prinsip bahwa "kenikmatan seksual adalah tidak teratur secara moril apabila dicari demi dirinya sendiri, dipisahkan dari tujuan prokreatif dan unitifnya".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Teologi seksualitas Katolik, sama seperti teologi Katolik pada umumnya, bersumber dari hukum alam, kitab suci kanonik, wahyu ilahi, dan tradisi suci, sebagaimana yang ditafsirkan secara otoritatif oleh magisterium Gereja Katolik. Moralitas seksual mengevaluasi perilaku seksual berdasarkan standar yang ditetapkan oleh teologi moral Katolik, dan banyak menyajikan prinsip-prinsip umum yang melaluinya umat Katolik dapat mengevaluasi apakah suatu tindakan memenuhi standar tersebut. Banyak doktrin terperinci Gereja yang berasal dari prinsip bahwa "kenikmatan seksual adalah tidak teratur secara moril apabila dicari demi dirinya sendiri, dipisahkan dari tujuan prokreatif dan unitifnya".