Fatimah binti Asad adalah ibu dari Ali bin Abu Thalib dan sekaligus ibu mertua dari putri Nabi Muhammad, Fatimah az-Zahra. Fatimah merupakan putri dari Asad bin Hâsyim, ini menjadikan Ali merupakan keturunan Hasyim bin 'Abd al-Manaf dari kedua sisi ayah dan ibu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


| Bagian dari seri artikel mengenai |
| Syiah |
|---|
|
|
Fatimah binti Asad (Bahasa Arab: فاطمه بنت اسد) adalah ibu dari Ali bin Abu Thalib dan sekaligus ibu mertua dari putri Nabi Muhammad, Fatimah az-Zahra. Fatimah merupakan putri dari Asad bin Hâsyim, ini menjadikan Ali merupakan keturunan Hasyim bin 'Abd al-Manaf dari kedua sisi ayah dan ibu.
Orang Tua
Ayahnya Adalah Asad Bin Hasyim Bin Abdu Manaf Bin Qushoy,Saudara Dari Abdul Muthalib.Sedangkan Ibunya Adalah Fatimah Bint Qays bin haraam bin Rawahah Bin Hajar bin Abd bin Baghid bin Amer bin Luay[1],Pendapat Lain Mengatakan Ibunya Adalah Hubba Bint Haraam Bin Rawahah,Pendapat Lainnya Juga Mengatakan Ibunya Bernama Zahna Adik Dari Hushiel Dan Putra Dari Hofnai[2]
Ketika Siti Aminah, ibu Muhammad wafat, selanjutnya Muhammad diasuh oleh Abu Thalib dan istrinya, Fatimah binti Asad sebagaimana dikatakan Muhammad saat kematian Fatimah binti Asad,"Semoga Allah menyayangimu, wahai Ibuku. Engkau adalah Ibuku setelah Ibuku. Engkau lapar, tetapi engkau mengupayakan agar aku kenyang. Engkau compang-camping, namun engkau mengupayakan pakaian untukku. Engkau menahan diri dari makanan yang enak, tetapi engkau memberi makan enak untukku Dengan itu semua engkau hanya mengharapridha Allah dan kampung akhirat."[3]
Fatimah termasuk generasi awal masuk Islam dengan semua anak-anaknya yaitu Uqail, Ja'far, Ali, Ummu Hani', dan Thalib. Ia meriwayatkan 46 hadis. Saat kematiannya, Muhammad memberikan gamisnya untuk jasad Fatimah, lalu ia menggali sendiri kuburnya, dan saat memasukan ke liang kubur dibantu oleh Abbas bin Abdul Mutholib dan Abu Bakar.[3]