Abu Hudzaifah bin Utbah adalah sahabat Nabi Muhammad. Nama asli Abu Hudzaifah adalah Husyaim. Ia adalah anak dari Utbah bin Rabi'ah, salah satu pemimpin Quraisy dan saudara laki-laki Hindun bin Utbah, istri dari Abu Sufyan dan ibu dari Muawiyah bin Abu Sufyan. Ibunya bernama Fatimah binti Shafwan bin Umayyah, istrinya bernama Sahlah binti Suhail bin Amr. Abu Hudzaifah bertubuh tinggi, tampan dan bergigi gingsul. Ia masuk Islam di periode awal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Abu Hudzaifah bin Utbah | |
|---|---|
| Lahir | Husyaim 42 SH |
| Meninggal | 12 H (usia 53-54 tahun) |
| Sebab meninggal | Pertempuran Yamamah |
| Orang tua |
|
Abu Hudzaifah bin Utbah (bahasa Arab: أبو حذيفة بن عتبةcode: ar is deprecated , atau Abu Khudzaifah bin Uthbah, lahir tahun 42 sebelum hijrah (578) - wafat 12 H (633)) adalah sahabat Nabi Muhammad.[1] Nama asli Abu Hudzaifah adalah Husyaim.[2] Ia adalah anak dari Utbah bin Rabi'ah, salah satu pemimpin Quraisy dan saudara laki-laki Hindun bin Utbah, istri dari Abu Sufyan dan ibu dari Muawiyah bin Abu Sufyan.[3] Ibunya bernama Fatimah binti Shafwan bin Umayyah, istrinya bernama Sahlah binti Suhail bin Amr.[4] Abu Hudzaifah bertubuh tinggi, tampan dan bergigi gingsul. Ia masuk Islam di periode awal.
Abu Hudzaifah berasal dari Mekkah dan ikut dalam melakukan hijrah ke Habasyah bersama istrinya Sahlah binti Suhail dan hijrah ke Madinah. Ia adalah bekas majikan dari Salim seorang Sahabat Nabi yang banyak menghafal Al-Qur'an, lalu Ia merdekakan dan diangkat anak.
Ia ikut dalam Pertempuran Badar di bawah pimpinan kompi Abdullah bin Jahsy[5]. Dalam pertempuran itu, maju dari kalangan Quraisy menantang duel dari keluarganya semua yaitu Utbah ayahnya, Syaibah pamannya, dan Walid saudaranya, semuanya terbunuh dihadapi oleh Hamzah, Ali dan Ubaidah.[4] Abu Hudzaifah menyaksikan penguburan keluarganya dengan rasa sedih.[6]
Nabi berkata, “Wahai Abu Hudzaifah, masih adakah pengaruh bapakmu dalam jiwamu?” Dia menjawab, “Demi Allah tidak, wahai Nabiyullah. Aku tidak meragukan keadaan bapakku. Aku juga tidak menyayangkan kemariannya. Hanya saja, sesungguhnya sebelum ini aku berharap ia mau memiuk Islam. Aku berharap ia mendapat petunjuk untuk mengikuti seruanmu. Setelah mengetahui apa yang terjadi, aku sadar, ia telah terbunuh dalam keadaan kafir sehingga aku tak mungkin lagi berharap. Karena itulah aku bersedih.”[4]
Pada suatu kesempatan Nabi berkata,"Belajarlah Al Qur'an kepada empat orang, yaitu Ibnu Mas'ud, Ubay bin Ka'ab, Mu'adz bin Jabal, dan Abu Hudzaifah."[7] Ia memiliki budak remaja bernama Salim.[8] Abu Hudzaifah mengikuti semua peperangan bersama Muhammad.
Abu Hudzaifah mati syahid dalam Pertempuran Yamamah yang sangat keras melawan Musailamah pada tahun 12 H, di usia 53-54 tahun di masa Abu Bakar.[9] Ia memimpin grup pasukan dari muhajirin di posisi sayap kanan. Ia berkata menjelang kematiannya, "Hai ahli Al-Qur'an, hiasilah Al-Qur'an dengan amal kalian." Kemudian ia menyerang mereka sampai dia pun terbunuh.[7]
Anaknya, Muhammad bin Abu Hudzaifah kelak terlibat politik melawan Khalifah Utsman bin Affan hingga ia terbunuh di Palestina pada 36 H.[7]