Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiCao Chun
Artikel Wikipedia

Cao Chun

Cao Chun (ca170-210), nama kehormatan Zihe, merupakan seorang perwira militer yang mengabdi dibawah Cao Cao pada masa akhir Dinasti Han Timur di Tiongkok. Ia merupakan adik sepupu Cao Cao dan adik kandung Cao Ren dan ia dikenal memimpin sebuah pasukan kavaleri elit yang bernama Kavaleri Harimau dan Macan Tuntul (虎豹騎) di beberapa pertempuran melawan rival Cao Cao, antara lain Yuan Shao, Tadun dan Liu Bei. Cao Chun mahir dalam pertempuran, populer di kalangan rakyat, dan dikenal karena rasa disiplinnya yang kuat, rasionalitas, kecintaan pada ilmu pengetahuan, dan rasa hormatnya kepada para cendekiawan. Ia terkenal di seluruh negeri.

Jenderal Dinasti Han (meninggal 210)
Diperbarui 10 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cao Chun
曹純
Konsultan (議郎)
(dibawah Cao Cao)
Masa jabatan
? – ?
Penguasa monarkiKaisar Xian dari Han
Penasihat Militer dibawah Menteri Pekerjaan Umum
(參司空軍事)
(under Cao Cao)
Masa jabatan
? – ?
Penguasa monarkiKaisar Xian dari Han
Informasi pribadi
Lahirca170[a]
Meninggal210[1]
AnakCao Yan
Orang tua
  • Cao Chi (ayah)
KerabatCao Ren (kakak)
Cao Cao (sepupu)
PekerjaanPerwira militer
Nama kehormatanZihe (子和)
Nama anumertaMarquis Wei (威侯)
Gelar bangsawanMarquis Desa Gaoling
(高陵亭侯)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Cao Chun (ca170-210), nama kehormatan Zihe,[2] merupakan seorang perwira militer yang mengabdi dibawah Cao Cao pada masa akhir Dinasti Han Timur di Tiongkok. Ia merupakan adik sepupu Cao Cao dan adik kandung Cao Ren dan ia dikenal memimpin sebuah pasukan kavaleri elit yang bernama Kavaleri Harimau dan Macan Tuntul (虎豹騎) di beberapa pertempuran melawan rival Cao Cao, antara lain Yuan Shao, Tadun dan Liu Bei. Cao Chun mahir dalam pertempuran, populer di kalangan rakyat, dan dikenal karena rasa disiplinnya yang kuat, rasionalitas, kecintaan pada ilmu pengetahuan, dan rasa hormatnya kepada para cendekiawan. Ia terkenal di seluruh negeri.

Kehidupan

Cao Chun dan kakaknya, Cao Ren merupakan sepupu jauh dari Cao Cao.[3] Kakek dan ayahnya, Cao Bao (曹襃) dan Cao Chi (曹熾) merupakan pegawai sipil di pemerintahan Dinasti Han Timur.[4] Ayah mereka meninggal ketika Cao Chun berusia 13 tahun, sehingga Cao Chun dan Cao Ren tinggal bersama keluarga lain. Mereka mewarisi kekayaan keluarga ketika mereka dewasa; mereka kaya raya dan memiliki ratusan pelayan dan pengikut. Cao Chun dikenal sebagai pemimpin yang tegas, taat aturan, dan adil di antara para pengikutnya. Warga kota sangat menghormatinya. Sebagai seorang yang berpengetahuan luas dan menghormati para cendekiawan, Cao Chun juga populer di kalangan kaum terpelajar, banyak di antaranya berbondong-bondong mendatanginya dan menjadi pengikutnya.[5]

Pada usia 17 tahun, Cao Chun dipanggil untuk mengabdi di pemerintahan Han sebagai seorang Gentleman of the Yellow Gate (黃門侍郎). Dua tahun kemudian, ia mengikuti sepupu keduanya, Cao Cao, ke Xiangyi (襄邑; sekarang Kabupaten Sui, Henan)[b] untuk merekrut tentara. Sejak saat itu, ia telah bertempur di pihak Cao Cao dalam beberapa pertempuran melawan panglima perang saingan.[6] Ia menjadi Konsultan (girou) dan Penasihat Militer untuk Menteri Pekerjaan Umum (參司空軍) sekitar tahun 196 sampai 205.

Membinasakan Sisa Kekuatan Yuan Shao

Pada awal 205, Cao Chun memimpin pasukan kavaleri elit bernama Kavaleri Harimau dan Macan Tutul (虎豹騎) di Pertempuran Nanpi melawan Yuan Tan, putra sulung Yuan Shao. Yuan Tan sendiri memimpin pasukannya ke medan perang, menimbulkan banyak korban jiwa pada pasukan Cao Cao. Cao Cao awalnya bermaksud menunggu musuh kelelahan, tetapi Cao Chun menasihati, "Kita telah menempuh seribu mil untuk menghadapi musuh. Jika kita tidak dapat mengalahkan mereka, mundur pasti akan merusak moral kita; terlebih lagi, pasukan kita berada jauh di wilayah musuh dan tidak dapat bertahan dalam kampanye yang berkepanjangan. Mereka sombong setelah kemenangan mereka, sementara kita takut setelah kekalahan kita. Dengan menanamkan rasa takut pada musuh, kita pasti dapat mengalahkan mereka."

Cao Chun berpendapat, "Hari ini, kita telah menempuh seribu mil untuk menyerang musuh. Jika kita tidak dapat sepenuhnya memusnahkan mereka dan segera mundur, kita pasti akan merusak prestise militer kita; terlebih lagi, kita sudah berada jauh di wilayah musuh dan tidak dapat mempertahankan kampanye yang berkepanjangan. Sekarang, musuh menjadi sombong dan ceroboh karena kemenangan sementara mereka, sementara pasukan kita menjadi waspada karena kemunduran yang kita alami. Dengan pasukan kita yang waspada menghadapi musuh yang sombong dan ceroboh, kita pasti dapat meraih kemenangan." Cao Cao setuju dan melancarkan serangan cepat. Yuan Tan memang dikalahkan, dan Kavaleri Harimau dan Macan Tutul Cao Chun bahkan membunuh Yuan Tan.[7]

Pada 207, Cao Chun kembali memimpin Kavaleri Harimau dan Macan Tutul di Pertempuran Gunung Serigala Putih melawan suku Wuhuan yang bersekutu dengan rival Cao Cao, Yuan Shang. Dalam pertempuran tersebut, Cao Cao dengan tegas memerintahkan pertempuran, menunjuk Zhang Liao dan Zhang He sebagai garda depan, dan mengirim Cao Chun bersama Kavaleri Harimau dan Macan Tutul untuk menyerang pasukan Wuhuan. Cao Chun dengan gemilang menangkap Tadun,[8] yang kemudian dieksekusi oleh Zhang Liao.[9] Pasukan Cao Cao mengejar musuh yang melarikan diri, memaksa 200.000 pasukan musuh untuk menyerah. Setelah pertempuran ini, Cao Chun, selain prestasi militernya sebelumnya, dianugerahi Kaisar Xian dari Han dengan gelar Marquis Desa Gaoling, dengan wilayah kekuasaan yang terdiri dari 300 rumah tangga.[10]

Kampanye Selatan Melawan Liu Bei

Pada tahun 208, Cao Chun menemani Cao Cao dalam kampanye di Provinsi Jing. Selama Pertempuran Changban, Cao Chun memimpin pasukannya mengejar panglima perang saingan Liu Bei dan menangkap kedua putri Liu Bei, bersama dengan sebagian besar perlengkapannya. Mereka juga mengumpulkan beberapa tentara Liu Bei yang terpencar selama pertempuran dan merekrut mereka untuk bergabung dengan pasukan Cao Cao. Setelah Cao Cao menduduki Kabupaten Jiangling (江陵縣; sekarang Jingzhou, Hubei), ibu kota Provinsi Jing, Cao Chun kembali ke Kabupaten Qiao (譙縣; sekarang Bozhou, Anhui).[11] Tidak diketahui apakah Cao Chun ikut di Pertempuran Chibi.

Kematian

Cao Chun wafat pada 210. Pada akhir tahun 220, putra dan pewaris Cao Cao, Cao Pi, memaksa Kaisar Xian untuk turun takhta demi dirinya, mengakhiri dinasti Han Timur, dan mendirikan negara Cao Wei. Setelah menjadi kaisar, Cao Pi menganugerahkan gelar anumerta "Marquis Wei" (威侯) kepada Cao Chun.[12]

Kavaleri Harimau dan Macan Tutul yang dipimpin Cao Chun adalah kavaleri elit di pasukan Cao Cao. Proses perekrutannya sangat ketat dan selektif - Hanya prajurit yang memiliki setidaknya 100 anak buah di bawah komandonya yang memenuhi syarat. Bahkan, Cao Cao sendiri bingung bagaimana ia dapat memimpin pasukan ini. Maka, Cao Cao memercayai Cao Chun untuk memimpin Kavaleri Harimau dan Macan Tutul dimana pasukan ini juga menghormati Cao Chun. Setelah Cao Chun meninggal, ketika seseorang menanyakan Cao Cao mengenai pemilih komandan baru kavaleri tersebut, Cao Cao bertanya kembali, "Siapakah yang dapat dibandingkan dengan (Cao) Chun? Apakah saya bukan salah satu orang yang dapat memimpin (pasukan ini)?". Pada akhirnya Cao Cao tidak memilih siapapun.[13]

Keturunan

Putra Cao Chun, Cao Yan (曹演; fl.210-254), bertugas sebagai perwira militer di negara Cao Wei selama periode Tiga Kerajaan dan memegang jabatan Jenderal yang Memimpin Pasukan (領軍將軍). Sekitar tahun 254 hingga 256, ia dianugerahi gelar Marquis Distrik Pingle (平樂鄉侯). Setelah kematiannya, putranya, Cao Liang (曹亮), mewarisi gelar marquis-nya.[14]

Lihat pula

  • Daftar tokoh Kisah Tiga Negara

Catatan

  1. ↑ While Cao Chun's birth year was not recorded, he was younger than Cao Ren, who was born in 168. Also, he was 20 (by East Asian reckoning) when he went to Xiangyi to recruit soldiers; this took place calate 189, just before Cao Cao declared war on Dong Zhuo in the 12th month of the 6th year of the Zhongping era, per Cao Cao's biography in Sanguozhi; the month corresponds to 26 Dec 189 to 23 Jan 190. That year ends on 22 Feb 190 in the Julian calendar as it had a leap 12th month (24 Jan to 22 Feb 190).
  2. ↑ Di Xiangyi, Cao Cao juga memperoleh dukungan dari penduduk setempat, Wei Zi (卫玆); ia kemudian terbunuh dalam Pertempuran Xingyang. Putra Wei, Wei Zhen (卫臻), kemudian menjadi pejabat Cao Wei, dan biografinya terdapat dalam jilid 22 dari "Sanguozhi".

Referensi

  1. ↑ de Crespigny (2007), hlm. 40.
  2. ↑ (英雄記曰:純字子和。) Yingxiong Ji annotation in Sanguozhi vol. 9.
  3. ↑ (曹仁字子孝,太祖從弟也。 ... 仁弟純, ...) Sanguozhi vol. 9.
  4. ↑ (魏書曰:仁祖襃,潁川太守。父熾,侍中、長水校尉。) Wei Shu annotation in Sanguozhi vol. 9.
  5. ↑ (英雄記曰: ... 年十四而喪父,與同產兄仁別居。承父業,富於財,僮僕人客以百數,純綱紀督御,不失其理,鄉里咸以為能。好學問,敬愛學士,學士多歸焉,由是為遠近所稱。) Yingxiong Ji annotation in Sanguozhi vol. 9.
  6. ↑ (年十八,為黃門侍郎。二十,從太祖到襄邑募兵,遂常從征戰。) Yingxiong Ji annotation in Sanguozhi vol. 9.
  7. ↑ (初以議郎參司空軍事,督虎豹騎從圍南皮。袁譚出戰,士卒多死。太祖欲緩之,純曰:「今千里蹈敵,進不能克,退必喪威;且懸師深入,難以持乆。彼勝而驕,我敗而懼,以懼敵驕,必可克也。」太祖善其言,遂急攻之,譚敗。純麾下騎斬譚首。) Sanguozhi vol. 9.
  8. ↑ (及北征三郡,純部騎獲單于蹹頓。) Sanguozhi vol. 9.
  9. ↑ (從征袁尚於柳城,卒與虜遇,遼勸太祖戰,氣甚奮,太祖壯之,自以所持麾授遼。遂擊,大破之,斬單于蹋頓。) Sanguozhi vol. 17.
  10. ↑ (以前後功封高陵亭侯,邑三百戶。) Sanguozhi vol. 9.
  11. ↑ (從征荊州,追劉備於長坂,獲其二女輜重,收其散卒。進降江陵,從還譙。) Sanguozhi vol. 9.
  12. ↑ (建安十五年薨。文帝即位,追謚曰威侯。) Sanguozhi vol. 9.
  13. ↑ (魏書曰:純所督虎豹騎,皆天下驍銳,或從百人將補之,太祖難其帥。純以選為督,撫循甚得人心。及卒,有司白選代,太祖曰:「純之比,何可復得!吾獨不中督邪?」遂不選。) Wei Shu annotation in Sanguozhi vol. 9.
  14. ↑ (子演嗣,官至領軍將軍,正元中進封平樂鄉侯。演薨,子亮嗣。) Sanguozhi vol. 9.
  • Chen, Shou (3rd century). Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi).
  • de Crespigny, Rafe (2007). A biographical dictionary of Later Han to the Three Kingdoms (23–220 AD). Leiden: Brill. ISBN 978-90-04-15605-0.
  • Pei, Songzhi (5th century). Annotated Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi zhu).
  • l
  • b
  • s
Tokoh dalam Kisah Tiga Negara
Ningrat
Wei
  • Cao Ang
  • Cao Biao
  • Cao Cao
  • Cao Chong
  • Cao Fang
  • Cao Gong
  • Cao Huan
  • Cao Jian
  • Cao Ju (Pangeran Pengcheng)
  • Cao Lin (Pangeran Donghai)
  • Cao Lin (Pangeran Pei)
  • Cao Mao
  • Cao Pi
  • Cao Rui
  • Cao Song
  • Cao Yu
  • Cao Zhang
  • Cao Zhi
  • Cao Zhi (Yungong)
  • Guo Nüwang
  • Permaisuri Bian
  • Putri Dongxiang
  • Putri Qinghe
  • Zhen Ji
Shu
  • Liu Bei
  • Liu Chen
  • Liu Li
  • Liu Shan
  • Liu Xuan
  • Liu Yong
Wu
  • Sun Ba
  • Sun Ce
  • Sun Deng
  • Sun Hao
  • Sun He
  • Sun Jian
  • Sun Liang
  • Sun Luban
  • Sun Luyu
  • Sun Quan
  • Sun Xiu
  • Bu Lianshi
  • Da dan Xiao Qiao
  • Pan Shu
  • Teng Fanglan
Lainnya
  • Bao Xin
  • Ding Yuan
  • Dong Cheng
  • Dong Zhuo
  • Gao Gan
  • Gongsun Du
  • Gongsun Kang
  • Gongsun Zan
  • Han Fu
  • Han Sui
  • He Jin
  • Kong Rong
  • Kong Zhou
  • Liu Biao
  • Liu Chong
  • Liu Cong
  • Liu Dai
  • Liu Qi
  • Liu Yan
  • Liu Yao
  • Liu Yu
  • Liu Zhang
  • Lü Bu
  • Ma Teng
  • Meng Huo
  • Qiao Miao
  • Shi Xie
  • Tao Qian
  • Wang Kuang
  • Yan Baihu
  • Yuan Shao
  • Yuan Shang
  • Yuan Shu
  • Yuan Tan
  • Yuan Xi
  • Zhang Chao
  • Zhang Jiao
  • Zhang Lu
  • Zhang Xiu
  • Zhao Fan
Penasihat
Wei
  • Bi Chen
  • Bi Gui
  • Cang Ci
  • Chen Deng
  • Chen Qun
  • Cheng Yu
  • Chenggong Ying
  • Cui Lin
  • Cui Yan
  • Ding Yi
  • Deng Yang
  • Deng Yi
  • Dong Zhao
  • Du Xi
  • Fu Jia
  • Gao Rou
  • Gaotang Long
  • Guo Jia
  • Han Ji
  • He Yan
  • Hua Xin
  • Huan Fan
  • Huan Jie
  • Jia Chong
  • Jia Xu
  • Jiang Gan
  • Jiang Ji
  • Li Feng
  • Li Sheng
  • Liang Xi
  • Liu Shao
  • Mao Jie
  • Sima Fang
  • Sima Fu
  • Sima Lang
  • Sima Shi
  • Sima Yi
  • Sima Zhao
  • Sima Zhi
  • Wang Lang
  • Wang Su
  • Wu Zhi
  • Xiahou He
  • Xiahou Xuan
  • Xin Pi
  • Xu Shu
  • Xun You
  • Xun Yu
  • Yang Xiu
  • Zhang Hua
  • Zhang Miao
  • Zhong Yao
Shu
  • Chang Ji
  • Chang Xu
  • Chen Zhen
  • Chen Zhi
  • Dong He
  • Dong Yun
  • Fa Zheng
  • Fei Yi
  • Guo Youzhi
  • Jian Yong
  • Jiang Wan
  • Jiang Wei
  • Lai Min
  • Liu Ba
  • Ma Liang
  • Ma Su
  • Mi Zhu
  • Pang Tong
  • Peng Yang
  • Qiao Zhou
  • Qin Mi
  • Ren Xi
  • She Yuan
  • Sima Shengzhi
  • Sun Qian
  • Wang Chong
  • Wang Fu
  • Wang Hua
  • Wang Lian
  • Wen Li
  • Xu Ci
  • Xu Jing
  • Yang Hong
  • Yao Zhou
  • Yin Mo
  • Zhang Bao
  • Zhang Song
  • Zhuge Liang
  • Zhuge Qiao
Wu
  • Bu Zhi
  • Cheng Bing
  • Gu Shao
  • Gu Tan
  • Gu Yong
  • Kan Ze
  • Liu Dun
  • Lou Xuan
  • Lu Kai
  • Lu Mao
  • Lu Su
  • Lu Xun
  • Pan Jun
  • Pei Xuan
  • Puyang Xing
  • Qin Song
  • Shi Ren
  • Shi Xie
  • Sun Jun
  • Sun Shao
  • Wan Yu
  • Wei Zhao
  • Xue Zong
  • Yin Li
  • Yu Fan
  • Yu Zhong
  • Zhang Hong
  • Zhang Ti
  • Zhang Wen
  • Zhang Zhao
  • Zhou Yu
  • Zhu Ju
  • Zhuge Jin
Lainnya
Chen Gong • Gao Pei • Guo Tu • Han Xuan • Jin Xuan • Ju Hu • Ju Shou • Kuai Liang • Li Ru • Lu Zhi • Ma Midi • Pang Ji • Shen Pei • Tian Feng • Wang Yun • Xu Gong • Xun Chen • Zhang Song
Jenderal
Wei
  • Bao Xun
  • Cai Mao
  • Cao Chun
  • Cao Hong
  • Cao Ren
  • Cao Shuang
  • Cao Xiu
  • Cao Zhen
  • Chen Deng
  • Chen Tai
  • Deng Ai
  • Du Yu
  • Dian Wei
  • Fei Yao
  • Gongsun Yuan
  • Guanqiu Jian
  • Guo Huai
  • Han Hao
  • Hao Zhao
  • Huang Quan
  • Jia Kui
  • Jiang Wei
  • Li Dian
  • Man Chong
  • Meng Da
  • Niu Jin
  • Pang De
  • Qian Hong
  • Qin Lang
  • Ren Jun
  • Sima Wang
  • Sima You
  • Sima Zhou
  • Sun Li
  • Tang Zi
  • Tian Xu
  • Wang Ling
  • Wang Chang
  • Wang Jun
  • Wang Shuang
  • Wei Guan
  • Wen Ping
  • Wen Qin
  • Wen Yang
  • Xiahou Ba
  • Xiahou Dun
  • Xiahou En
  • Xiahou Mao
  • Xiahou Shang
  • Xiahou Yuan
  • Xu Chu
  • Xu Huang
  • Yang Hu
  • Yang Qiu
  • Yu Jin
  • Yue Jin
  • Zang Ba
  • Zhang He
  • Zhang Liao
  • Zhong Hui
  • Zhu Ling
  • Zhuge Dan
Shu
  • Chang Ji
  • Chang Xu
  • Chen Dao
  • Cheng Ji
  • Deng Zhi
  • Feng Xi
  • Fu Qian
  • Fu Rong
  • Gao Xiang
  • Guan Ping
  • Guan Xing
  • Guan Yu
  • Huang Quan
  • Huang Zhong
  • Huo Jun
  • Huo Yi
  • Ju Fu
  • Li Yan
  • Liao Hua
  • Liu Feng
  • Liu Yan
  • Liu Yin
  • Ma Chao
  • Ma Dai
  • Ma Zhong
  • Meng Da
  • Ren Kui
  • Wang Ping
  • Wei Yan
  • Wu Ban
  • Xiahou Ba
  • Xiang Chong
  • Zhang Fei
  • Zhang Nan
  • Zhao Lei
  • Zhao Yun
  • Zhuge Shang
  • Zhuge Zhan
  • Zong Yu
Wu
  • Chen Biao
  • Chen Wu
  • Cheng Pu
  • Ding Feng
  • Dong Xi
  • Gan Ning
  • Guo Ma
  • Han Dang
  • He Qi
  • Huang Gai
  • Jiang Qin
  • Ling Cao
  • Ling Tong
  • Lu Kang
  • Lü Fan
  • Lü Dai
  • Lü Meng
  • Luo Tong
  • Mi Fang
  • Pan Jun
  • Pan Zhang
  • Quan Cong
  • Sun Ben
  • Sun Chen
  • Sun Fu
  • Sun Huan (Shuwu)
  • Sun Shao
  • Sun Yi
  • Taishi Ci
  • Teng Xiu
  • Teng Yin
  • Wen Qin
  • Wen Yang
  • Wu Jing
  • Xu Sheng
  • Zhou Fang
  • Zhou Tai
  • Zhu Huan
  • Zhu Ran
  • Zhu Zhi
  • Zhuge Ke
  • Zhuge Rong
  • Zu Mao
Lainnya
  • Bian Zhang
  • Cao Bao
  • Cao Xing
  • Chunyu Qiong
  • Dong Min
  • Fan Chou
  • Gao Shun
  • Gongsun Fan
  • Guo Si
  • Hao Meng
  • Hu Zhen
  • Hua Xiong
  • Huang Zu
  • Huangfu Song
  • Ji Ling
  • Jiang Xu
  • Li Jue
  • Liang Xing
  • Liu Hu
  • Ma Midi
  • Niu Fu
  • Qin Yilu
  • Shan Jing
  • Tian Kai
  • Wen Chou
  • Xu Rong
  • Yan Liang
  • Yang Feng
  • Zhou Ang
  • Zhou Yu (Renming)
  • Zhu Jun
Lainnya
  • Beigong Boyu
  • Budugen
  • Cai Wenji
  • Cai Yong
  • Cao Buxing
  • Chen Zhuo
  • Cuishi
  • Diaochan
  • Du Kui
  • Ge Xuan
  • Guan Lu
  • Hua Tuo
  • Huang Chengyan
  • Huang Yueying
  • Huangfu Mi
  • Huchuquan
  • Ji Ben
  • Kang Senghui
  • Kang Tai
  • Liu Bao
  • Meng Huo
  • Mohuba
  • Murong Muyan
  • Pei Xiu
  • Putri Triệu
  • Shamoke
  • Sun Hanhua
  • Tufa Shujineng
  • Tuoba Jiefen
  • Tuoba Liwei
  • Wang Bi
  • Wang Yuanji
  • Xiahou Hui
  • Xun Can
  • Zhang Chunhua
  • Zhi Qian
  • Zhu Jianping
  • Zuo Ci

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Membinasakan Sisa Kekuatan Yuan Shao
  3. Kampanye Selatan Melawan Liu Bei
  4. Kematian
  5. Keturunan
  6. Lihat pula
  7. Catatan
  8. Referensi

Artikel Terkait

Qin Shi Huang

Kaisar pertama Tiongkok dan pendiri Dinasti Qin (221–210 SM)

Dinasti Trần

Dinasti Trần (Bahasa Vietnam: Nhà Trần; Aksara Han: 陳朝), secara resmi Đại Việt (Aksara Han: 大越), adalah sebuah dinasti Vietnam yang memerintah dari tahun

Liu Bei

Panglima perang Tiongkok dan Kaisar pendiri Shu Han (161–223)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026