Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Cai Mao

Cai Mao (fl.190-208), nama kehormatan Degui adalah seorang perwira militer yang aktif pada masa Akhir Dinasti Han, mengabdi dibawah Liu Biao dan Cao Cao di Tiongkok.

Wikipedia article
Diperbarui 11 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Cai Mao (fl.190-208), nama kehormatan Degui adalah seorang perwira militer yang aktif pada masa Akhir Dinasti Han, mengabdi dibawah Liu Biao dan Cao Cao di Tiongkok.[1]

Kehidupan

Cai Mao berasal dari keluarga elit di Xiangyang, Komanderi Nan (南郡code: zh is deprecated ), ibukota Provinsi Jing (mencakupi wilayah moderen Hunan dan Hubei). Ayahnya adalah Cai Feng (蔡諷code: zh is deprecated ). Tantenya menikahi Zhang Wen yang mengabdi sebagai Komandan Agung (太尉code: zh is deprecated ) selama masa pemerintahan Kaisar Ling dari Han. Cai Mao memiliki dua kakak perempuan, satu menikahi Huang Chengyan[a] sementara yang satu lagi menikahi Liu Biao. Cai Mao juga memiliki beberapa kerabat terkemuka, seperti Cai Zan (蔡瓚code: zh is deprecated ) yang bekerja sebagai Kanselir Komanderi Mei (郿相code: zh is deprecated ); dan Cai Yan (蔡琰code: zh is deprecated )[b] yang mengabdi sebagai Administrator Komanderi Ba (巴郡太守code: zh is deprecated ). Keluarga Cai kemudian jatuh dan dibantai oleh bandit pada era Yongjia (307–313) masa pemerintahan Sima Chi dari Dinasti Jin (266–420).

Cai Mao dikenal sangat sombong dan arogan pada masa mudanya. Ia mengabdi sebagai perwira militer dibawah iparnya, Liu Biao, Gubernur Provinsi Jing. Pada 190, saat Liu Biao mulai menjabat, Cai Mao beserta Kuai Liang dan Kuai Yue membantunya menumpas pemberontakan lokal dan mengonsolidasi kekuasaan di provinsi tersebut. Cai Mao juga menjabat sebagai administrator di beberapa komanderi di Provinsi Jing, termasuk Jiangxia, Nan, dan Zhangling. Pada 192, Liu Biao diangkat sebagai Jenderal Penjaga Selatan (鎭南將軍code: zh is deprecated ) dari pemerintah pusat Dinasti Han. Liu Biao menunjuk Cai Mao sebagai penasihat militernya.

Liu Biao memiliki dua anak - Liu Qi dan Liu Cong - keduanya dilahirkan dari istri pertamanya. Putra bungsu, Liu Cong, menikahi seorang keponakan perempuan dari istri Cai Mao, Nyonya Cai. Jadi, keluarga Cai mendukung Liu Cong sebagai penerus Liu Biao di Provinsi Jing untuk masa depan walaupun Liu Qi merupakan putra sulung dan secara adat berhak mewarisi ayahnya. Pada 208, Cai Mao dan keponakan pihak perempuan Liu Biao, Zhang Yun (張允code: zh is deprecated ) berkomplotan untuk membunuh Liu Qi. Ketika Liu Qi mendengarkannya, ia berdalih keluar dari Xiangyang dan menjadi Administrator Komanderi Jiangxia. Setelah Liu Biao mangkat pada akhir tahun, Liu Cong menjadi Gubernur Provinsi Jing dengan dukungan keluarga Cai.

Pada akhir 208, Cao Cao yang mengendalikan pemerintahan pusat Dinasti Han dan kaisar boneka Kaisar Xian dari Han memimpin pasukan ke Provinsi Jing. Cai Mao, Kuai Yue, Zhang Yun dan lain menyarankan agar Liu Cong menyerah kepada Cao Cao. Karena Cai Mao mengenal Cao Cao pada masa mudanya,[1] Cao Cao memperlakukannya dengan baik dan bahkan mengunjungi rumahnya. Sejak saat itu, Cai Mao bertugas di bawah Cao Cao dan kemudian memegang posisi berikut dalam pemerintahan Cao Cao: Asisten Perwira Rumah Tangga (從事中郎), Mayor (司馬) dan Kolonel Changshui (長水校尉). Ia juga diangkat sebagai Marquis Desa Hanyang (漢陽亭侯).

Di Kisah Tiga Kerajaan

Dalam novel sejarah abad ke-14, Kisah Tiga Kerajaan, Cai Mao digambarkan sebagai tokoh antagonis kecil bersama keponakan Liu Biao dari pihak ibu, Zhang Yun (張允). Keduanya dikatakan sangat terampil dan berpengalaman dalam peperangan laut, setelah menjabat sebagai komandan pasukan angkatan laut Provinsi Jing. Dalam novel tersebut, Cai Mao juga merupakan paman dari putra bungsu Liu Biao, Liu Cong, karena ibu Liu Cong adalah Nyonya Cai (saudara perempuan Cai Mao). Pada tahun 208, setelah Liu Biao meninggal, Cai Mao, Nyonya Cai, dan Zhang Yun menentang keinginan terakhirnya dengan mendukung Liu Cong untuk menjadi Gubernur Provinsi Jing yang baru. Kemudian pada tahun itu, Cai Mao mendesak Liu Cong untuk menyerah kepada Cao Cao, yang telah memimpin pasukan besar untuk menyerang Provinsi Jing. Cao Cao menerima penyerahan tersebut dan mengizinkan Cai Mao dan Zhang Yun untuk terus memimpin pasukan angkatan laut.

Pada tahap awal Pertempuran Tebing Merah pada musim dingin tahun 208–209, Cai Mao dan Zhang Yun memimpin pasukan angkatan laut Cao Cao melawan angkatan laut Sun Quan yang dipimpin oleh Zhou Yu. Setelah kalah dalam pertempuran awal, Cai Mao dan Zhang Yun menyarankan kepada Cao Cao untuk menghubungkan semua kapal perangnya dengan rantai besi untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi kemungkinan para prajurit mabuk laut akibat guncangan saat berlayar di sungai. Ketika Zhou Yu mendengar tentang hal itu, ia menggunakan tipu daya untuk menipu Jiang Gan agar percaya bahwa Cai Mao dan Zhang Yun berencana untuk mengkhianati Cao Cao dan membelot ke pihak Sun Quan. Jiang Gan kembali kepada Cao Cao dengan surat palsu sebagai bukti "pengkhianatan" Cai Mao dan Zhang Yun. Cao Cao tertipu dan memerintahkan Cai Mao dan Zhang Yun untuk dieksekusi. Meskipun ia menyadari kesalahannya kemudian, sudah terlambat.

Lihat pula

  • Daftar tokoh Kisah Tiga Negara

Catatan kaki

  1. ↑ Huang Chengyan dan istrinya memiliki seorang putri yang kemudian menikah dengan Zhuge Liang.
  2. ↑ Bukan mengenai Cai Wenji

Referensi

  1. 1 2 de Crespigny (2007), hlm. 28.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Di Kisah Tiga Kerajaan
  3. Lihat pula
  4. Catatan kaki
  5. Referensi

Artikel Terkait

Mao Zedong

Ketua ke-1 Partai Komunis Tiongkok dan pendiri Republik Rakyat Tiongkok (1893–1976)

Liu Qi (dinasti Han)

Cong telah menikahi keponakan Putri Cai, istri kedua Liu Biao. Faksi pendukung keluarga Cai (anggotanya termasuk Cai Mao dan Zhang Yun) memiliki pengaruh

Red Cliff (film)

laporan Jiang Gan, bahwa Cai Mao dan Zhang Yun memang berencana untuk membunuhnya dengan sengaja "menyumbangkan" panah ke musuh. Cai Mao dan Zhang Yun dieksekusi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026