Kaisar Xian dari Han adalah kaisar terakhir Dinasti Han, memerintah dari tahun 189 sampai 220. Ia naik tahta sejak kanak-kanak dan menjadi kaisar boneka dalam cengkraman beberapa penguasa militer di penghujung Dinasti Han.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kaisar Xian dari Han 漢獻帝 | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Kaisar Xian, ilustrasi Dinasti Qing | |||||||||
| Kaisar Dinasti Han | |||||||||
| Berkuasa | 28 September 189 – 11 December 220 | ||||||||
| Pendahulu | Kaisar Shao | ||||||||
| Wali | Dong Zhuo Li Jue Guo Si Cao Cao Cao Pi | ||||||||
| Adipati Shangyang (山陽公) | |||||||||
| Masa jabatan | 11 December 220 – 21 April 234 | ||||||||
| Penerus | Liu Kang | ||||||||
| Pangeran Bohai (渤海王) | |||||||||
| Masa jabatan | 189 | ||||||||
| Pangeran Chenliu (陳留王) | |||||||||
| Masa jabatan | 189 | ||||||||
| Kelahiran | 2 April 181 Luoyang, Dinasti Han | ||||||||
| Kematian | 21 April 234(234-04-21) (umur 53) Komando Henei, Cao Wei | ||||||||
| Istri | Permaisuri Fu Selir Dong Permaisuri Cao Cao Hua | ||||||||
| Keturunan | putra pertama tidak diketahui Liu Feng, Pangeran Nanyang Liu Xi, Pangeran Jiyin Liu Yi, Pangeran Shangyang dua putra lainnya dua putri lainnya Putri Changle | ||||||||
| |||||||||
| Wangsa | Wangsa Liu | ||||||||
| Ayah | Kaisar Ling | ||||||||
| Ibu | Permaisuri Linghuai | ||||||||
Kaisar Xian dari Han (Hanzi: 漢獻帝) (181-19 September 234) adalah kaisar terakhir Dinasti Han, memerintah dari tahun 189 sampai 220. Ia naik tahta sejak kanak-kanak dan menjadi kaisar boneka dalam cengkraman beberapa penguasa militer di penghujung Dinasti Han.
Kaisar Xian adalah anak dari Liu Hong (Kaisar Ling dari Han) dan adik dari Liu Bian (Kaisar Shao dari Han). Sewaktu Yuan Shao membunuhi para pejabat kekaisaran, ia bersama Liu Bian diculik oleh menteri Zhang Rang dan Duan Gui. Kemudian dalam satu kesempatan pertemuan dengan Dong Zhuo, ia dianggap sebagai anak yang cakap karena ia dapat menjawab dan mengambarkan situasi pengalaman mereka sewaktu diculik dibandingkan kakaknya Liu Bian yang tak cakap berbicara.
September 189, Dong Zhuo menurunkan Liu Bian dari tahta kekaisaran dan mengangkat Liu Xie yang waktu itu hanya berumur 9 tahun untuk menjadi kaisar. Ia kemudian menggunakan Kaisar Xian yang masih kanak-kanak ini sebagai alat untuk memerintah Dinasti Han.
Karena kezalimannya, Dong Zhuo kemudian diserang oleh para penguasa daerah dalam satu koalisi militer. Dong lalu membumihanguskan Luo Yang, ibu kota saat itu dan memindahkan ibu kota ke Chang'an. Ia membawa serta Kaisar Xian dalam pelarian ini.
Setelah Dong mati, Li Jue dan Guo Fan meneruskan pemerintahan kekaisaran. Namun kedua orang ini bentrok karena kepentingan pribadi dan Kaisar Xian kemudian mengasingkan diri bersama Yang Feng. Tahun 196, Cao Cao yang saat itu menguasai Xuchang menyambut Kaisar Xian untuk melindunginya. Xuchang kemudian berganti nama menjadi Xudu dan nama tahun diganti menjadi Jian'an. Namun tetap saja, Kaisar Xian hanyalah seorang kaisar boneka yang tidak mempunyai hak penuh.
Seperti halnya Dong Zhuo, Cao Cao memperalat Kaisar Xian untuk mewujudkan impiannya mempersatukan seluruh Cina, tetapi tidak menyatakan dirinya sebagai kaisar untuk tidak menyulut kemarahan dari para penguasa daerah lainnya. Beberapa kali usaha untuk membunuh Cao Cao oleh Kaisar Xian gagal. Siasat membunuh Cao Cao diorganisir oleh Menteri Dong Cheng dan Ratu Fu, tetapi usaha ini terbongkar sebelum terlaksana mengakibatkan Dong Cheng dibunuh dan Ratu Fu dikurung sampai mati.
Tahun 220, Cao Cao meninggal dan menurunkan tahtanya kepada anaknya, Cao Pi. Cao Pi yang merasa bahwa kekuasaannya telah cukup kuat lalu memaksa Kaisar Xian untuk menyerahkan tahta kekaisaran kepadanya. Ia kemudian mendirikan negara Wei untuk menggantikan Dinasti Han. Liu Xie kemudian diberikan gelar Adipati Shanyang sesuai dengan tradisi dua mahkota dan tiga penghormatan (二王三恪). Liu Xie kemudian belajar untuk menjadi seorang dokter.
Sesaat setelah negara Wei berdiri, Liu Bei yang mengira Liu Xie telah terbunuh kemudian memberikan gelar anumerta kepada Liu Xie dengan gelar Kaisar Min. dan lalu mendirikan negara Shu sebagai penerus Dinasti Han. Cao Zhi juga mengira bahwa Kaisar Xian telah meninggal dan berkabung. Liu Xie sendiri wafat pada 234 dan dikebumikan dengan penghormatan yang layak bagi seorang kaisar, menggunakan upacara adat Han, dan kaisar Wei saat itu, Cao Rui, adalah salah satu pelayat.
Karena putra mahkotanya sudah meninggal, gelar Adipati Shangyang diberikan kepada cucunya, Liu Kang (劉康). Keharyapatihannya berlangsung selama 73 tahun lagi dengan dua adipati setelah Liu Kang, yakni Liu Jin (劉瑾) dan Liu Qiu (劉秋). Garis keturunan Kaisar Xian hangus karena Pergolakan Lima Barbar dimana pasukan pemberontak pimpinan Ji Sang dan Shi Le menjarah Ye.
Permaisuri
Empress; Huánghòu
Wanita Mulia
Noble Lady; Guìrén
Kaisar Xian dari Han Lahir: 2 April 181 Meninggal: 21 April 234 | ||
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Liu Bian |
Kaisar Tiongkok Han Timur 189–220 bersama dengan Dong Zhuo (189–192) Li Jue (192–196) Cao Cao (196–220) Cao Pi (220) |
Diteruskan oleh: Kaisar Zhaolie dari Shu Han |
| Diteruskan oleh: Kaisar Wen dari Wei | ||
| Diteruskan oleh: Kaisar Da dari Wu | ||
| Gelar penyandang kekuasaan | ||
| Lowong Pejabat terakhir yang diketahui: Liu Jing |
Adipati Shangyang 220–234 |
Diteruskan oleh: Liu Kang |