Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kaisar Tiongkok

Sepanjang sejarah Tiongkok, "Kaisar" adalah gelar superlatif yang dipegang oleh penguasa monarki yang memerintah berbagai Dinasti atau Kekaisaran Tiongkok. Dalam teori politik tradisional Tiongkok, kaisar adalah "Putra Langit", seorang otokrat yang memiliki hak mandat ilahi untuk memerintah semua yang ada di bawah Langit. Kaisar disembah setelah ia meninggal berdasarkan kultus kekaisaran. Garis keturunan kaisar yang berasal dari garis keluarga paternal membentuk sebuah dinasti, dan suksesi dalam kebanyakan kasus secara teoritis mengikuti primogenitur agnatik.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kaisar Tiongkok
Untuk gunung berapi di Indonesia, lihat Emperor of China.
Kaisar Tiongkok
Bekas Kerajaan
Imperial
Segel Pusaka Kerajaan
Qin Shi Huang, kaisar pertama Tiongkok (m. 221–210 SM).[1] Penggambaran pertengahan abad ke-19
Penguasa pertama Qin Shi Huang
Penguasa terakhir Puyi
Gelar Yang Mulia Kaisar (陛下; Bìxià)
Pendirian 221 SM (2246–2247 tahun yang lalu)
Pembubaran 12 Februari 1912 (114 tahun yang lalu)

Sepanjang sejarah Tiongkok, "Kaisar" (Hanzi: 皇帝; Pinyin: Huángdì) adalah gelar superlatif yang dipegang oleh penguasa monarki yang memerintah berbagai Dinasti atau Kekaisaran Tiongkok. Dalam teori politik tradisional Tiongkok, kaisar adalah "Putra Langit", seorang otokrat yang memiliki hak mandat ilahi untuk memerintah semua yang ada di bawah Langit. Kaisar disembah setelah ia meninggal berdasarkan kultus kekaisaran. Garis keturunan kaisar yang berasal dari garis keluarga paternal membentuk sebuah dinasti, dan suksesi dalam kebanyakan kasus secara teoritis mengikuti primogenitur agnatik.

Selama Dinasti Han, Konfusianisme memperoleh pengakuan sebagai teori politik resmi. Kewenangan mutlak kaisar disertai dengan berbagai tugas pemerintahan dan kewajiban moral; kegagalan dalam menegakkan tugas-tugas ini dianggap akan mencabut Mandat Surgawi dari dinasti tersebut dan membenarkan penggulingannya. Dalam praktiknya, kaisar terkadang menghindari aturan ketat mengenai suksesi dan "kegagalan" dinasti yang dikabarkan dirinci dalam sejarah resmi yang ditulis oleh pengganti mereka yang sukses atau bahkan dinasti-dinasti berikutnya. Kekuasaan kaisar juga dibatasi oleh birokrasi kekaisaran, yang dikelola oleh pejabat-sarjana, dan kasim selama beberapa dinasti. Seorang kaisar juga dibatasi oleh kewajiban berbakti kepada kebijakan leluhurnya dan tradisi dinasti, seperti yang pertama kali dijelaskan secara rinci dalam Huang-Ming Zuxun (Petunjuk Leluhur) era Ming.

Gelar

Gelar Kaisar Tiongkok dalam bahasa aslinya adalah huángdì (皇帝). Gelar aslinya tidak memandang jenis kelamin dan pernah disandang dan diklaim oleh pria dan wanita. Dalam bahasa Indonesia, gelar ini diterjemahkan menjadi "kaisar" untuk pria dan "maharani" untuk wanita.

Setelah berhasil menaklukan beberapa kerajaan pada Periode Negara Perang dan menyatukannya dalam sebuah kekaisaran pada tahun 221 SM, Raja Ying Zheng dari Dinasti Qin akhirnya membuat gelar baru yang kedudukannya lebih tinggi dari wáng (王, raja), yakni huángdì (皇帝, kaisar), untuk menunjukkan bahwa kedudukan yang dia pegang lebih tinggi dari gelar lain sebelumnya. Ying Zheng menjadi orang pertama yang menyandang gelar tersebut dan menyebut dirinya sebagai "Kaisar Qin Pertama" (秦始皇, Qín Shǐ Huáng).

Gelar ini merupakan perpaduan dari dua gelar, yakni huáng (皇) dan dì (帝), gelar bagi delapan penguasa Tiongkok kuno (tiga huáng dan lima dì) yang dikatakan setengah dewa dalam legenda.

Sejarah

Kedudukan kaisar berada di atas kasta orang biasa, para bangsawan, dan anggota keluarga kekaisaran dan secara teori, perintahnya selalu dipatuhi dengan segera. Dalam praktiknya, kekuasaan kaisar berbeda-beda antara tiap kaisar dan tiap dinasti. Pada umumnya, para kaisar yang menjadi pembentuk dinasti memiliki kekuasaan absolut, seperti Kaisar Ying Zheng yang membentuk Dinasti Qin. Namun di sisi lain, beberapa kaisar juga memiliki kekuasaan terbatas. Pada masa Dinasti Song, kekuasaan kaisar berada di bawah bayang-bayang para menteri. Pada masa pertama pemerintahan Zhongzong maupun Ruizong, dua saudara yang berturut-turut menjadi kaisar, kedudukan mereka berada di bawah bayang-bayang ibu mereka, Ibu Suri Wu, sebelum kemudian Wu mengambil alih tahta sendiri sebagai Maharani.

Banyak hal yang menyebabkan kekuasaan kaisar terbatas, salah satu di antaranya adalah usia. Dengan sistem turun-temurun, beberapa kaisar mangkat dengan meninggalkan pewaris yang masih muda. Dalam masalah ini, ibu suri adalah pihak yang paling berhak mengatur kekaisaran sebagai pendamping dan wali kaisar muda. Bila ibu suri terlalu lemah untuk memegang kendali negara, para pejabat istana yang akan berperan dalam mengatur kekaisaran. Para kasim juga memiliki pengaruh besar di pemerintahan, karena para kaisar kerap menjadikan mereka orang kepercayaan dan memiliki akses pada dokumen-dokumen negara.

Berbeda dengan sistem monarki di Jepang yang memandang kaisar sebagai sosok suci keturunan dewa, kaisar dan monarki dalam adat Tiongkok didasarkan atas kepercayaan Mandat Langit (天命, Tiānmìng). Secara teori, langit memberikan mandat kepada kaisar berdasar kemampuan mereka untuk memerintah dengan baik dan adil, menjadikan kaisar dipandang sebagai Putra Langit (天子, Tiānzǐ). Bila kaisar dan dinastinya dipandang sudah melenceng dan tidak mampu memegang kendali pemerintahan dengan cara-cara yang dibenarkan, maka orang lain dapat melakukan pemberontakan, membubarkan dinasti penguasa, dan membentuk dinasti yang baru. Hal ini dipercaya bahwa langit telah mencabut mandatnya pada dinasti lama dan memberikannya kepada pihak lain yang pantas menyandangnya. Dengan prinsip ini, maka dimungkinkan bahwa dinasti penguasa yang baru dibentuk oleh mereka yang bukan berasal dari kalangan bangsawan.

Walaupun mayoritas dipegang oleh lelaki, tetapi beberapa perempuan dinyatakan menyandang gelar ini. Chen Shuozhen (陳碩真), wanita dari kalangan petani yang memimpin pemberontakan pada Dinasti Tang pada tahun 653,[2] menyatakan dirinya sebagai Maharani Wenjia (文佳皇帝, Wén Jiā Huángdì).[3] Ibu Suri Hu, setelah mangkatnya sang putra, Kaisar Xiaoming (510 – 31 Maret 528) dari Dinasti Wei Utara, menyatakan putri dari Xiaoming sebagai anak lelaki dan menobatkannya sebagai kaisar. Namun, jenis kelaminnya segera diketahui dan keponakan Xiaoming yang kemudian menjadi kaisar.[4] Tetapi kedua wanita ini tidak dipandang sebagai Maharani oleh para sejarawan, menjadikan Wu Zetian satu-satunya wanita yang diakui sebagai Maharani sepanjang sejarah Tiongkok.

Pemimpin wangsa Aisin Gioro sekarang dan penuntut hipotesis yang sah untuk menjadi kaisar adalah Jin Yuzhang. Namun, Jin bekerja sama dengan otoritas pemerintahan Tiongkok dan tidak berniat untuk mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar atau menghidupkan kembali sistem monarki.[5]

Pencacahan

Teori politik tradisional menyatakan hanya boleh ada satu Putra Langit yang sah. Namun, mengidentifikasi kaisar yang "sah" selama masa perpecahan tidak selalu tanpa kontroversi, dan oleh karena itu jumlah pasti kaisar yang sah bergantung pada posisi seseorang dalam sejumlah perselisihan suksesi. Dua kontroversi yang cukup diperdebatkan adalah keabsahan Cao Wei dan Shu Han sebagai pengganti Dinasti Han selama Zaman Tiga Negara dan pada masa kapan Dinasti Song Selatan tidak lagi menjadi dinasti yang sah dan berganti ke Dinasti Yuan.[6] Pandangan dari Dinasti Qing yang dikabarkan ke Eropa dari para Yesuit menyatakan bahwa ada 150 kaisar dari Qin Shi Huang sampai Kaisar Kangxi.[7] Ditambah dengan 8 kaisar penerus Kangxi yang tidak kontroversial sama sekali, maka ada sebanyak 158 kaisar Tiongkok selama sejarah Tiongkok.

Menurut salah satu perhitungan, dari Dinasti Qin sampai ke Qing, ada sebanyak total 557 individu yang pada suatu waktu pernah mengklaim gelar Kaisar, termasuk beberapa pengklaim secara bersamaan pada waktu yang berbeda.[8] Tokoh seperti Li Zicheng, Huang Chao, dan Yuan Shu mendeklarasikan diri mereka sebagai kaisar, Putra Langit dan mendirikan dinasti sendiri sebagai saingan dinasti petahana untuk melawan keabsahan dinasti dan mencoba menggulingkan kaisar petahana. Diantara kaisar-kaisar Tiongkok yang terkenal ada Qin Shi Huang, Kaisar Gaozu dari Han, Kaisar Wu dari Han, Kaisar Guangwu dari Han, Kaisar Taizong dari Tang, Kaisar Hongwu dan Kaisar Yongle dari Ming, serta Kaisar Kangxi, Yongzheng dan Qianlong dari Qing.[9]

Kekuatan

Kata-kata kaisar dianggap sebagai titah suci (圣旨; 聖旨), dan proklamasi tertulisnya disebut 'arahan dari atas' (上谕; 上諭). Secara teori, perintah kaisar harus dipatuhi segera. Ia ditinggikan di atas semua rakyat biasa, bangsawan, dan anggota keluarga kekaisaran. Sapaan kepada kaisar selalu harus formal dan merendah, bahkan oleh anggota keluarga terdekat sekalipun.

Namun, dalam praktiknya, kekuasaan kaisar bervariasi antara kaisar yang berbeda dan dinasti yang berbeda. Secara umum, dalam siklus dinasti Tiongkok, kaisar yang mendirikan sebuah dinasti biasanya mengkonsolidasikan kekaisaran melalui otokrasi relatif—contohnya termasuk Qin Shi Huang, kaisar Gaozu dan Guangwu dari Han, Kaisar Taizong dari Tang, Kublai Khan dari Yuan, dan Kaisar Kangxi dari Qing.

Tidak seperti Kaisar Jepang yang berasal dari satu wangsa saja dan tidak bisa digulingkan walaupun ada pergantian Mandat Langit karena mereka merupakan keturunan dewi Shinto Amaterasu, dinasti Tiongkok dapat digulingkan. Meskipun kaisar-kaisar Tiongkok sering mengembangkan kultus kekaisaran dan memupuk kultus kepribadian di sekitar diri mereka sendiri, mereka jarang menyatakan bahwa mereka memiliki darah ilahi. Contoh, Kaisar Hongwu memiliki latar belakang sebagai petani sebelum menjadi kaisar.[10]

Sapaan

Sebagai kaisar yang, secara hukum, memiliki kedudukan absolut tanpa ada yang menandingi, semua bawahannya harus memberikan penghormatan, baik dalam masalah percakapan ataupun yang lainnya. Ketika kaisar telah tiba di tahta, orang-orang diharuskan melakukan kowtow di hadapan kaisar. Saat berbincang dengan kaisar, adalah sebuah tindak kejahatan untuk membanding-bandingkan orang lain dengan kaisar. Juga sebuah tindakan tabu untuk menyapa kaisar dengan nama lahirnya, meskipun orang tersebut adalah ibunya sendiri. Kaisar juga tidak dapat disapa dengan "Anda". Semua yang berbicara dengan kaisar harus menggunaan sapaan khusus semacam Bìxià (陛下), Huáng Shàng (皇上), dan Shèng Shàng (聖上/圣上), sebagaimana masyarakat Nusantara menyapa para penguasa monarki dengan sapaan "Baginda", "Paduka", atau "Yang Mulia". Kaisar juga dapat disapa dengan sebutan "Putra Langit" (天子, Tiānzǐ). Para pelayan kerap menyapa kaisar dengan sapaan Wàn Suì Yé (萬歲爺/万岁爷) yang bermakna "Tuan Sepuluh Ribu Tahun." Walaupun tidak menyapa kaisar dengan namanya langsung, ibu kaisar juga tidak menggunakan sapaan khusus sebagaimana orang lain, tetapi dengan gelarnya langsung, yakni huángdì (皇帝), atau dengan panggilan Ér (兒/儿, "anak"). Di sisi lain, kaisar menyebut dirinya sendiri di hadapan orang lain dengan sebutan Zhèn (朕), Gu (孤) atau Guǎrén (寡人).

Keluarga

  • Huánghòu (皇后) adalah gelar bagi permaisuri atau pasangan utama kaisar dan bertindak sebagai Ibu Negara (國母, Guómǔ). Seorang kaisar hanya dapat memiliki satu permaisuri dalam satu masa, kecuali pada masa Kaisar Xuan dari Dinasti Zhou Utara yang memiliki lima permaisuri dalam satu waktu. Gelar ini juga dapat diberikan secara anumerta sebagai bentuk penghormatan.
  • Pínfēi (嬪妃), kerap diterjemahkan sebagai "selir", adalah pasangan kaisar yang tingkatannya di bawah permaisuri. Meskipun hanya memiliki satu permaisuri, kaisar dapat memiliki banyak selir. Para selir ini terbagi menjadi beberapa tingkatan dan hierarki ini berbeda-beda pada setiap dinasti. Pada masa Dinasti Qing, hierarki selir kaisar dari yang tertinggi adalah: Huáng Guìfēi (皇貴妃), Guìfēi (貴妃), Fēi (妃), Pín (嬪), Guìrén (貴人), Chángzài (常在), Dāyìng (答應), dan Guān Nǚzǐ (官女子).
  • Huángtàihòu (皇太后) adalah gelar bagi ibu suri dan biasanya dianugerahkan pada ibu kaisar atau mantan permaisuri. Gelar ini dapat dipegang oleh dua orang sekaligus dalam satu waktu. Pada masa Kaisar Zaichun, gelar ini diberikan kepada Cixi (ibu kandung Kaisar Zaichun yang merupakan selir dari kaisar sebelumnya, Yi Zhu) dan Ci'an (permaisuri dari mendiang Kaisar Yi Zhu). Dalam beberapa kasus, gelar ini dapat dipegang oleh wanita yang berperan sebagai ibu tiri kaisar, meskipun dia bukanlah ibu kandung kaisar maupun permaisuri dari kaisar sebelumnya, sebagaimana yang terjadi pada Ibu Suri Kangci, ibu tiri dari Kaisar Yi Zhu. Ibu Suri bertindak sebagai pegambil keputusan dalam urusan rumah tangga istana. Beberapa ibu suri juga memerintah kekaisaran sebagai pendamping dan wali bagi kaisar yang masih terlalu muda atau kurang cakap dalam memerintah.
  • Tàihuángtàihòu (太皇太后) adalah gelar bagi ibu suri tua atau ibu suri senior. Saat kaisar mangkat, permaisurinya akan menjadi ibu suri. Namun, saat kaisar yang baru juga mangkat terlebih dahulu, permaisuri dari kaisar baru akan menjadi ibu suri, sedangkan ibu suri yang lama akan bergelar ibu suri tua.
  • Putra-putri kaisar, pangeran (皇子, Huángzǐ) dan putri (公主, Gōngzhǔ). Mereka disapa sesuai urutan kelahiran, misal: Pangeran Tertua, Putri Ketiga, dan sejenisnya. Saudara dan paman kaisar secara hukum akan menjadi pejabat di pemerintahan, dan kedudukan mereka setara dengan pejabat istana.
  • Huángtàizǐ (皇太子) adalah gelar bagi putra mahkota dan pewaris kaisar. Gelar ini biasanya disandang oleh putra tertua dari kaisar dengan permaisuri, sebagaimana kaidah Konfusius. Namun pada masa Wu Zetian, mantan kaisar Ruizong yang ditetapkan sebagai putra mahkota diberi gelar yang tak lazim, Huángsì (皇嗣). Istri utama dari putra mahkota dianugerahi gelar Tàizǐfēi (太子妃).

Purna-Kaisar

Pada umumnya, seorang kaisar akan memerintah hingga akhir hayatnya. Namun, dalam beberapa kasus, kaisar dapat turun tahta sebelum mangkatnya, baik secara sukarela, ditekan, maupun digulingkan. Gelar bagi kaisar yang telah turun tahta adalah Tàishànghuáng (太上皇) yang dapat diterjemahkan sebagai "purna-kaisar." Gelar ini pertama kali digunakan oleh Kaisar Ying Zheng kepada mendiang ayahnya.[11]

Walaupun begitu, beberapa kaisar yang telah turun tahta tidak menerima gelar ini, melainkan justru diturunkan tingkatannya menjadi pangeran. Umumnya hal ini terjadi pada kaisar yang digulingkan, bukan turun tahta secara sukarela.

Lihat pula

  • Mandat Langit
  • Daftar Penguasa Tiongkok
  • Taishang Huang
  • Kaisar Jepang
  • Penguasa Monarki
  • Augustus

Catatan kaki

  1. ↑ Dillon, Michael, ed. (2017). Encyclopedia of Chinese History. Routledge. hlm. 182. ISBN 978-0-415-42699-2.
  2. ↑ Woo, X L. Empress Wu the Great: Tang dynasty China. Algora Publishing. ISBN 978-0-87586-660-4.
  3. ↑ Zizhi Tongjian, vol. 199.
  4. ↑ Zizhi Tongjian, vol. 152.
  5. ↑ "Just call me Jin, says the man who would be emperor". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). 2004-11-27. Diakses tanggal 2026-02-18.
  6. ↑ Wilkinson, Endymion (2018). Chinese History: A New Manual. hlm. 8–9, 684.
  7. ↑ Intorcetta, Prospero. (1687). Confucius Sinarum Philosophus
  8. ↑ Barmé, Geremie (2008). The Forbidden City. Harvard University Press. hlm. 594. ISBN 978-0-674-02779-4.
  9. ↑ Lu Yungao (陸運高) (2006). 看版圖學中國歷史. Zhonghua Shuju. hlm. 5. ISBN 962-8885-12-X.
  10. ↑ Nylan, Michael (2007). ""Empire" in the Classical Era in China (304 BC–AD 316)". Oriens Extremus. 46. Harrassowitz Verlag: 48–83. JSTOR 24047664.
  11. ↑ Eisenberg, Andrew (2008). Kingship in Early Medieval China. Leiden: Brill. hlm. 24–25. ISBN 9789004163812.
  • l
  • b
  • s
Penguasa Tiongkok
Tiga Maharaja dan Lima Kaisar
  • Kaisar Yan
  • Kaisar Kuning (Huang Di)
  • Kaisar Yao
  • Kaisar Shun
  • Kaisar Yu
Penguasa Dinasti Xia, Shang, dan Zhou
Dinasti Xia
  • Yu yang Agung
  • Qi
  • Tai Kang
  • Zhong Kang
  • Xiang
  • Shao Kang
  • Zhu
  • Huai
  • Mang
  • Xie
  • Bu Jiang
  • Jiong
  • Jin
  • Kong Jia
  • Gao
  • Fa
  • Jie
夏商周
Shang Awal
  • Da Yi
  • Da Ding
  • Da Jia
  • Bu Bing
  • Da Geng
  • Xiao Jia
  • Da Wu
  • Lü Ji
  • Zhong Ding
  • Bu Ren
  • Jian Jia
  • Zu Yi
  • Zu Xin
  • Qiang Jia
  • Zu Ding
  • Nan Geng
  • Xiang Jia
Zaman Yin
  • Pan Geng
  • Xiao Xin
  • Xiao Yi
  • Wu Ding
  • Zu Geng
  • Zu Jia
  • Lin Xin
  • Kang Ding
  • Wu Yi
  • Wen Wu Ding
  • Di Yi
  • Di Xin
Zhou Barat
  • Wen
  • Wu
  • Zhou Gong
  • Cheng
  • Kang
  • Zhao
  • Mu
  • Gong
  • Yì (Jian)
  • Xiao
  • Yí (Xie)
  • Li
  • Gong He
  • Xuan
  • You
Zhou Timur
  • Ping
  • Huan
  • Zhuang
  • Xi
  • Hui
  • Xiang
  • Qing
  • Kuang
  • Ding
  • Jian
  • Ling
  • Jĭng
  • Dao
  • Jìng
  • Yuan
  • Zhending
  • Ai
  • Si
  • Kao
  • Weilie
  • An
  • Lie
  • Xian
  • Shenjing
  • Nan
Pemimpin Zaman Musim Semi dan Gugur dan Zaman Negara-Negara Berperang, dan Dinasti Qin
Zaman Musim Semi dan Gugur
  • lihat Silsilah penguasa Zaman Musim Semi dan Gugur
秦
Zaman Negara Berperang
  • lihat Silsilah penguasa Zaman Negara Berperang
Dinasti Qin
  • Qín Shǐ Huáng
  • Qin Er Shi
Kaisar Dinasti Han dan Zaman Tiga Kerajaan
Han Barat
  • Gaozu
  • Hui
  • Qianshao
  • Houshao
  • Wen
  • Jing
  • Wu
  • Zhao
  • Pangeran Changyi
  • Xuan
  • Yuan
  • Cheng
  • Ai
  • Ping
  • Ruzi
汉
Interregnum
  • Wang Mang (Dinasti Xin)
  • Gengshi
  • Liu Penzi (Lülin & Chimei)
Han Timur
  • Guangwu
  • Ming
  • Zhang
  • He
  • Shang
  • An
  • Marquess Beixiang
  • Shun
  • Chong
  • Zhi
  • Huan
  • Ling
  • Pangeran Hongnong
  • Xian
Zaman Tiga Negara
  • Xian
  • Cao Wei
    • Cao Pi
    • Cao Rui
    • Cao Fang
    • Cao Mao
    • Cao Huan
  • Shu Han
    • Liu Bei
    • Liu Shan
  • Wu Timur
    • Sun Quan
    • Sun Liang
    • Sun Xiu
    • Sun Hao
  • Raja-raja perang
    • Dong Zhuo
    • Gongsun Zan
    • Han Fu
    • Liu Biao
    • Liu Yao
    • Liu Zhang
    • Lü Bu
    • Ma Teng
    • Meng Huo
    • Yuan Shao
    • Yuan Shu
    • Zhang Jiao
    • Zhang Lu
Kaisar Dinasti Jìn, Zaman Enam Belas Negara, Dinasti Selatan dan Utara, dan Dinasti Sui
Dinasti Jìn
  • Jin Barat
    • Wu
    • Hui
    • Huai
    • Min
  • Jin Timur
    • Yuan
    • Ming
    • Cheng
    • Kang
    • Mu
    • Ai
    • Fei
    • Jianwen
    • Xiaowu
    • An
    • (Huan Xuan)
    • An
    • Gong
隋
Zaman Enam Belas Negara
  • lihat Silsilah Penguasa Zaman Enam Belas Negara
Dinasti Selatan dan Utara
  • lihat Silsilah Penguasa Dinasti-Dinasti Selatan dan Utara
Dinasti Sui
  • Wen
  • Yang
  • Gong
Kaisar Dinasti Tang dan Zaman Lima Dinasti dan Sepuluh Negara
Dinasti Tang
  • Gaozu
  • Taizong
  • Gaozong
  • Zhongzong
  • Ruizong
  • Wu Zetian (interregnum Zhou Kedua)
  • Zhongzong (jabatan kedua)
  • Shang Di
  • Ruizong (jabatan kedua)
  • Xuánzōng (玄宗)
  • Suzong
  • Daizong
  • Dezong
  • Shunzong
  • Xianzong
  • Muzong
  • Jingzong
  • Wenzong
  • Wuzong
  • Xuānzōng (宣宗)
  • Yizong
  • Xizong
  • Zhaozong
  • Ai Di
唐
Lima Dinasti
  • Liang Akhir
    • Zhu Wen
    • Zhu Yougui
    • Zhu Youzhen
  • Panglima perang
    • Liu Shouguang (Yan)
    • Wang Rong (Zhao)
    • Li Maozhen (Qi)
  • Jin
    • Li Keyong
  • Tang Akhir
    • Li Cunxu
    • Li Siyuan
    • Li Conghou
    • Li Congke
  • Jin Akhir
    • Shi Jingtang
    • Shi Chonggui
  • Interregnum (pendudukan Liao)
    • Taizong
    • Shizong
  • Han Akhir
    • Liu Zhiyuan
    • Liu Chengyou
  • Han Utara
    • Liu Chong
    • Liu Chengjun
    • Liu Ji'en
    • Liu Jiyuan
  • Zhou Akhir
    • Guo Wei
    • Chai Rong
    • Guo Zongxun
Sepuluh Kerajaan
(selain Han Utara)
  • Bekas Shu
    • Wang Jian
    • Wang Yan
  • Shu Akhir
    • Meng Zhixiang
    • Meng Chang
  • Jingnan
    • Gao Jixing
    • Gao Conghui
    • Gao Baorong
    • Gao Baoxu
    • Gao Jichong
  • Chu
    • Ma Yin
    • Ma Xisheng
    • Ma Xifan
    • Ma Xiguang
    • Ma Xi'e
    • Ma Xichong
  • Han Selatan
    • Liu Yan
    • Liu Bin
    • Liu Sheng
    • Liu Chang
  • Wu
    • Yang Xingmi
    • Yang Wo
    • Yang Longyan
    • Yang Pu
  • Tang Selatan
    • Li Bian
    • Li Jing
    • Li Yu
  • Min
    • Wang Chao
    • Wang Shenzhi
    • Wang Yanhan
    • Wang Yanjun
    • Wang Jipeng
    • Wang Yanxi
    • Zhu Wenjin
    • Wang Yanzheng (Yin)
  • Wuyue
    • Qian Liu
    • Qian Yuanguan
    • Qian Hongzuo
    • Qian Hongzong
    • Qian Chu
Kaisar Dinasti Song, Liao, Jin, dan Xia Barat
Song Utara
  • Taizu
  • Taizong
  • Zhenzong
  • Renzong
  • Yingzong
  • Shenzong
  • Zhezong
  • Huizong
  • Qinzong
宋
Song Selatan
  • Gaozong
  • Xiaozong
  • Guangzong
  • Ningzong
  • Lizong
  • Duzong
  • Gongzong
  • Duanzong
  • Bing Di
Dinasti Liao
  • Taizu
  • Taizong
  • Shizong
  • Muzong
  • Jingzong
  • Shengzong
  • Xingzong
  • Daozong
  • Tianzuo
  • Yelu Deguang
  • Yelu Abaoji
Xia Barat
  • Jingzong
  • Yizong
  • Huizong
  • Chongzong
  • Renzong
  • Huanzong
  • Xiangzong
  • Shenzong
  • Xianzong
  • Mozhu
Dinasti Jīn
  • Taizu
  • Taizong
  • Xizong
  • Hailingwang
  • Shizong
  • Zhangzong
  • Weishaowang
  • Xuanzong
  • Aizong
  • Modi
  • Wanyan Aguda
  • Wanyan Yong
Kaisar Dinasti Yuan
Pra-Kubilai Khan
  • Genghis Khan (Taizu)
  • Tolui (regent) (Ruizong)
  • Ögedei Khan (Taizong)
  • Güyük Khan (Dingzong)
  • Möngke Khan (Xianzong)
  • Kubilai Khan (Shizu)
元
Pasca-Kubilai Khan
(1271)
  • Kubilai Khan (Shizu)
  • Temür Khan (Chengzong)
  • Külüg Khan (Wuzong)
  • Buyantu Khan (Renzong)
  • Gegeen Khan (Yingzong)
  • Yesün Temür Khan (Taiding)
  • Ragibagh Khan (Tianshun)
  • Jayaatu Khan (Wenzong)
  • Khutughtu Khan (Mingzong)
  • Jayaatu Khan (Wenzong)
  • Rinchinbal Khan (Ningzong)
  • Toghon Temür
Kaisar Dinasti Ming
Dinasti Ming
  • Kaisar Hongwu
  • Kaisar Jianwen (Yunwen)
  • Kaisar Yongle (Di)
  • Kaisar Hongxi (Gaochi)
  • Kaisar Xuande (Zhanji)
  • Kaisar Zhengtong (Qizhen)
  • Kaisar Jingtai (Qiyu)
  • Kaisar Chenghua (Jianshen)
  • Kaisar Hongzhi (Youtang)
  • Kaisar Zhengde (Houzhao)
  • Kaisar Jiajing (Houcong)
  • Kaisar Longqing (Zaihou)
  • Kaisar Wanli (Yijun)
  • Kaisar Taichang (Changluo)
  • Kaisar Tianqi (Youxiao)
  • Kaisar Chongzhen (Youjian)
明
Dinasti Ming Selatan
  • Hongguang
  • Longwu
  • Shaowu dan Yongli (bersama)
  • Yongli
Kaisar Dinasti Qing
  • Nu'erhaci
  • Huang Taiji
  • (Dorgon)
  • Kaisar Shunzhi (Fulin)
  • Kaisar Kangxi (Xuanye)
  • Kaisar Yongzheng (Yinzhen)
  • Kaisar Qianlong (Hongli)
  • Kaisar Jiaqing (Yongyan)
  • Kaisar Daoguang (Minning)
  • Kaisar Xianfeng (Yizhu)
  • Kaisar Tongzhi (Zaichun)
  • Kaisar Guangxu (Zaitian)
  • Kaisar Xuantong (Puyi)
Presiden Republik Tiongkok
1911-1928
  • Sun Yat-sen
  • Yuan Shikai
  • Li Yuanhong
  • Feng Guozhang
  • Xu Shichang
  • Cao Kun
  • Duan Qirui
  • Zhang Zuolin
Republik Tiongkok
Kuomintang
  • Tan Yankai
  • Chiang Kai-shek
  • Lin Sen (Sejak 1949 memerintah di Taiwan, Tiongkok Daratan dikuasai Republik Rakyat Tiongkok)
  • Chiang Kai-shek
  • Yen Chia-kan
  • Chiang Ching-kuo
  • Lee Teng-hui
  • Chen Shui-bian (PPD)
  • Ma Ying-jeou
  • Tsai Ing-wen (PPD)
  • Lai Ching-te (PPD)
Pemimpin tertinggi Republik Rakyat Tiongkok
  • Mao Zedong
  • Hua Guofeng
  • Deng Xiaoping
  • Jiang Zemin
  • Hu Jintao
  • Xi Jinping
Tiongkok

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Gelar
  2. Sejarah
  3. Pencacahan
  4. Kekuatan
  5. Sapaan
  6. Keluarga
  7. Purna-Kaisar
  8. Lihat pula
  9. Catatan kaki

Artikel Terkait

Tiongkok

negara di Asia Timur

Sejarah Tiongkok

kekaisaran pertama Tiongkok. Pergantian dinasti dalam sejarah Tiongkok telah mengembangkan suatu sistem birokrasi yang memungkinkan Kaisar Tiongkok memiliki

Silsilah Kaisar Tiongkok (pertengahan)

penaklukkan Tiongkok oleh Suku Mongol, Kubilai Khan. Silsilah Kaisar Tiongkok (kuno) → Silsilah Kaisar Tiongkok (awal) → Silsilah Kaisar Tiongkok (pertengahan)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026