Cao Yu nama kehormatan Pengzu adalah pangeran negara Cao Wei pada masa Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Ia merupakan anak Cao Cao, panglima perang Tiongkok yang terkuat dan menjadi pusat kekuatan pada masa Akhir Dinasti Han dan bapak bangsa Cao Wei. Putranya, Cao Huan, merupakan kaisar kelima dan terakhir sebelum berdirinya Dinasti Jin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Cao Yu 曹宇 | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Adipati Yan (燕公) | |||||
| Masa jabatan | February 266–278? | ||||
| Pangeran Yan (燕王) | |||||
| Masa jabatan | 232 – February 266 | ||||
| Kelahiran | antara 196 dan 211[1] | ||||
| Kematian | 278 (usia antara 67 dan 82) | ||||
| Istri | Nyonya Zhang, daughter of Zhang Lu[2] | ||||
| Keturunan | Cao Huan | ||||
| |||||
| Wangsa | House of Cao | ||||
| Ayah | Cao Cao | ||||
| Ibu | Nyonya Huan | ||||
Cao Yu (sebelum 217–278) nama kehormatan Pengzu[3] adalah pangeran negara Cao Wei pada masa Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Ia merupakan anak Cao Cao, panglima perang Tiongkok yang terkuat dan menjadi pusat kekuatan pada masa Akhir Dinasti Han dan bapak bangsa Cao Wei. Putranya, Cao Huan, merupakan kaisar kelima dan terakhir sebelum berdirinya Dinasti Jin.
Cao Yu merupakan putra Cao Cao dengan Nyonya Huan. Ia memiliki dua orang kakak kandung – Cao Chong dan Cao Ju (曹據).[4] Ia diangkat menjadi Marquis dari Kepala Distrik (都鄉侯) pada tahun 211 pada masa pemerintahan Kaisar Xian di Dinasti Han Timur. Pada tahun 215, setelah panglima perang Zhang Lu menyerah kepada ayahnya Cao Cao, Cao Cao menikahkan salah satu putri Zhang dengan Cao Yu. Cao Yu kemudian dipromosikan menjadi marquis daerah dengan gelar "Marquis Luyang" (魯陽侯) pada tahun 217.[5]
Pada 221, setelah kakak tirinya Cao Pi mengakhiri Dinasti Han dengan memaksa Kaisar Xian dari Han untuk mundur, Cao Yu menjadi adipati dan kemudian diangkat menjadi Pangeran Xiapi (下邳王) pada tahun depannya. Pada tahun 224, kerajaannya diubah dari Xiapi (下邳; sekarang Pizhou, Jiangsu) menjadi Kabupaten Shanfu (單父縣; sekarang Kabupaten Shan, Shandong).[6]
Kemudian pada 232, pada masa pemerintahan Cao Rui (putra dan penerus Cao Pi), gelar Cao Yu berubah menjadi Pangeran Yan (燕王). Cao Rui pada masa kecilnya sangat dekat dengan pamannya sehingga Cao Rui sangat menyukainya sehingga pada saat Cao Rui naik taktha, Cao Yu diperlakukan sangat baik. Pada tahun 235, Cao Yu dipanggil untuk bertugas di istana kekaisaran Wei. Dia kembali ke Ye (鄴; di Handan sekarang, Hebei) pada tahun 237, tetapi dipanggil kembali ke ibu kota Wei, Luoyang pada musim panas tahun 238. Cao Rui jatuh sakit parah pada musim dingin tahun 238–239 dan dia menunjuk Cao Yu sebagai Panglima Tertinggi (大將軍) dengan harapan bahwa Cao Yu akan membantu penggantinya dalam mengatur negara. Setelah menjabat sebagai Panglima Tertinggi selama beberapa hari, Cao Yu berniat mengundurkan diri. Di saat yang sama, Cao Rui juga berubah pikiran jadi dia melepaskan Cao Yu dari tugasnya. Cao Yu kembali ke Ye pada musim panas tahun 239 setelah kematian Cao Rui.[7]
Pada tahun 260, setelah penguasa Wei keempat Cao Mao terbunuh dalam kudeta yang gagal terhadap wali penguasa Sima Zhao, putra Cao Yu, Cao Huan, Adipati Distrik Changdao (常道鄉公), terpilih menjadi kaisar baru dan dia naik takhta tak lama setelah kematian Cao Mao. Cao Yu tetap menjadi Pangeran Yan ketika putranya menjadi kaisar nominal di bawah kendali Sima Zhao. Jumlah rumah tangga kena pajak di kerajaannya meningkat sepanjang masa pemerintahan Cao Rui, Cao Fang, Cao Mao dan Cao Huan hingga mencapai 5.500. Pada tanggal 4 Februari 266, putra Sima Zhao, Sima Yan, memaksa Cao Huan untuk turun tahta demi kepentingannya, mengakhiri negara Cao Wei dan mendirikan Dinasti Jin. Sima Yan menjadi kaisar dan dia memberikan Cao Huan gelar "Pangeran Chenliu" (陳留王). Status Cao Yu diturunkan dari seorang pangeran menjadi seorang adipati, sehingga ia dikenal sebagai "Adipati Yan" (燕公); dia meninggal pada tahun 278.[8]
Istri dan selir: