Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Huang Gai

Huang Gai adalah seorang jenderal dari negara Wu pada Zaman Tiga Negara. Tahun kelahiran dan kematiannya tidak tercatat dalam sejarah. Ia lahir di Quanling, Lingling di Prefektur Jingzhou dengan nama panjang Huang Gongfu (黃公覆).

Wikipedia article
Diperbarui 31 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Huang Gai
Infobox orangHuang Gai

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran145 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Lingling District (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kematian222 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (76/77 tahun)
Changde Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianPenyakit Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaannaval officer (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AnakQ18198403 Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Huang Gai (Hanzi: 黃蓋) adalah seorang jenderal dari negara Wu pada Zaman Tiga Negara. Tahun kelahiran dan kematiannya tidak tercatat dalam sejarah. Ia lahir di Quanling, Lingling di Prefektur Jingzhou (sekarang di utara Lingling, Hunan) dengan nama panjang Huang Gongfu (黃公覆).

Riwayat hidup

Masih merupakan keturunan dari gubernur Nanyang, Huang Zilian, kemudian kakek Huang Gai bermigrasi ke Lingling dan menetap di sana. Masa kecil Huang Gai diwarnai kemiskinan karena keluarga dekatnya meninggal sewaktu ia kecil. Karena pentang menyerah, ia kemudian berhasil menjadi pegawai pemerintahan di daerahnya.

Ia memutuskan untuk mengabdi kepada Sun Jian mulai dari saat Sun menghimpun kekuatan. Ia meneruskan pengabdiannya kepada Sun Ce dan Sun Quan sepeninggal Sun Jian pada tahun 191.

Mengabdi kepada Sun Quan

Pertempuran Chibi

Di Pertempuran Chibi, Huang Gai memainkan peran penting di kemenangan aliansi Sun-Liu melawan Cao Cao. Ia ikut berjuang di pertempuran ini sebagai bawahan Zhou Yu, panglima tentara Sun Quan.[1] Huang Gai bertemu dengan Zhou Yu untuk berkonsultasi dan menyatakan: "Musuh memiliki jumlah tentara yang besar dibandingkan punya kita sendiri. Saya takut kita tidak bisa bertahan lama. Namun, saya mengamati bahwa kapal perang Cao Cao terikat satu sama lain. Kita bisa musnahkan mereka dengan api". Huang Gai mempersiapkan beberapa kapal perang dan memuat setiap kapal dengan bahan yang dapat dibakar dan kemudian menulis surat kepada Cao Cao bahwa ia menyerah dan ingin membelot kepada Cao Cao. Sempat tidak percaya, Cao Cao kemudian berkata kepada utusan Huang Gai: "Saya hanya takut ini hanya tipu musilat. Namun, jika Huang Gai benar seperti ucapannya, saya akan memberi hadiah yang layak kepadanya."

Armada kapal kecilnya kemudian berangkat ke markas kebesaran Cao Cao. Angin berhembus keras dari tenggara. Saat armada kapal Huang Gai berlayar sampai tengah sungai, Huang Gai menyalakan obor dan memerintah pasukannya untuk berteriak "Kita menyerah" dan pasukan Cao Cao melihat dan melaporkan bahwa Huang Gai akan bergabung dengan mereka. Namun, saat armada Huang Gai mencapai 20 li dari armada besar Cao Cao, Huang Gai memerintah pasukannya untuk membakar kapal dan lari ke sampan kecil dibelakang. Karena angin berhembus sangat keras, kapal yang terbakar melaju sangat cepat dan menabrak kapal Cao Cao, menyebabkan armada besar Cao Cao ikut terbakar. Api bahkan menyebar ke daratan menuju ke kamp tentara. Zhou Yu yang menyaksikan serangan Huang Gai kemudian memerintah pasukan lain untuk bergabung dengan Huang Gai dan menyerang Cao Cao. Hasilnya merupakan sebuah kemenangan gemilang bagi pasukan Sun Quan, dan Cao Cao terpukul mundur kembali ke utara.[2][3]

Huang Gai sendiri terluka saat pertempuran itu karena kena tembakan panah liar dan jatuh ke sungai. Pasukan bawahan Zhou Yu menyelamatkannya dan awalnya tidak mengenali wajahnya sehingga mereka menaruh Huang Gai ke toilet kapal. Saat Han Dang melewati kapal tersebut, Huang Gai dengan sekuat tenaga memanggil Han Dang. Han Dang mengenali suara Huang Gai dan dengan air mata berlinang bergegas lari ke arah Huang Gai dan membantu Huang Gai melepaskan bajunya supaya luka Huang Gai bisa diobati.[4]

Penilaian

Huang Gai memiliki watak serius dan keras, dan sangat dikenal sebagai seseorang yang disiplin. Setiap kali Huang Gai turun ke medan perang, bawahannya bersaing sengit untuk mengambil kredibilitas tertinggi. Huang Gai juga seseorang yang tegas dan tidak pernah menyimpang. Setelah ia meninggal, ia dikenang oleh masyarakat Wu[5] dan bahkan membuat portret dirinya dan menyembahnya sebagai seorang dewa.[6]

Di Kisah Tiga Negara

Kisah Tiga Negara karya Luo Guanzhong menempatkan Huang Gai sebagai karakter sampingan. Ia muncul sebagai salah satu karakter utama di beberapa cerita sebelum Pertempuran Chibi. Namun, cerita yang sangat signifikan terhadap Huang Gai adalah bagaimana ia dan Zhou Yu berkonsultasi mengenai cara melawan Cao Cao, di mana Huang Gai meminta Zhou Yu untuk menjalankan "tipu musilat penyiksaan diri" (苦肉計code: zh is deprecated ) untuk mengelabui Cao Cao agar serangan api ala Zhou Yu dapat dilancarkan. Suatu malam hari, mereka berdua mengadakan pertemuan rahasia untuk merencanakan siasat ini. Besoknya, Zhou Yu meminta seluruh jenderal untuk hadir dan mendiskusikan siasat perang dan Huang Gai berpura-pura marah dan menantang Zhou Yu. Zhou Yu ikut berpura-pura dengan Huang Gai dengan memarahinya dan memerintah Huang Gai dihukum mati. Namun, Gan Ning dan jenderal lainnya mengintervensi dan meminta Zhou Yu untuk mengampuni Huang Gai. Zhou Yu kemudian menghukum cambuk Huang Gai. Huang Gai kemudian menulis kepada Cao Cao bahwa ia kesal dengan Zhou Yu dan ingin membelot kepadanya. Awalnya tidak percaya, Cao Cao bertanya kepada Cai Zhong dan Cai He, mata-mata Cao Cao yang ditugaskan untuk mengintai Zhou Yu apakah benar Huang Gai ingin menyerah. Keduanya mengonfirmasi kepada Cao Cao bahwa Huang Gai dihukum cambuk karena melawan Zhou Yu karena perdebatan. Kan Ze, penasihat Cao Cao, meyakinkan Cao Cao untuk menerima pembelotan Huang Gai walaupun Cao Cao tahu pembelotan Huang Gai adalah omong kosong. Huang Gai kemudian menyurati Cao Cao bahwa pada hari yang ditentukan, ia akan berlayar menuju markas Cao Cao. Malam hari itu, Huang Gai menggunakan kesempatan tersebut untuk menyalakan api dan membakar kapal Cao Cao, memulai Pertempuran Chibi.[7]

Referensi

  1. ↑ (建安中,隨周瑜拒曹公於赤壁,建策火攻,語在瑜傳。) Sanguozhi vol. 55.
  2. ↑ (又豫備走舸,各繫大船後,因引次俱前。曹公軍吏士皆延頸觀望,指言蓋降。蓋放諸船,同時發火。時風盛猛,悉延燒岸上營落。頃之,煙炎張天,人馬燒溺死者甚衆,軍遂敗退,還保南郡。) Sanguozhi vol. 54.
  3. ↑ (江表傳曰:至戰日,蓋先取輕利艦十舫,載燥荻枯柴積其中,灌以魚膏,赤幔覆之,建旌旗龍幡於艦上。時東南風急,因以十艦最著前,中江舉帆,蓋舉火白諸校,使衆兵齊聲大叫曰:「降焉!」操軍人皆出營立觀。去北軍二里餘,同時發火,火烈風猛,往船如箭,飛埃絕爛,燒盡北船,延及岸邊營柴。瑜等率輕銳尋繼其後,雷鼓大進,北軍大壞,曹公退走。) Jiang Biao Zhuan annotation in Sanguozhi vol. 54.
  4. ↑ (吳書曰:赤壁之役,蓋為流矢所中,時寒墮水,為吳軍人所得,不知其蓋也,置廁牀中。蓋自彊以一聲呼韓當,當聞之,曰:「此公覆聲也。」向之垂涕,解易其衣,遂以得生。) Wu Shu annotation in Sanguozhi vol. 55.
  5. ↑ (蓋姿貌嚴毅,善於養衆,每所征討,士卒皆爭為先。 ... 蓋當官決斷,事無留滯,國人思之。) Sanguozhi vol. 55.
  6. ↑ (吳書曰:又圖畫蓋形,四時祠祭。) Wu Shu annotation in Sanguozhi vol. 55.
  7. ↑ Sanguo Yanyi ch. 43-50.
  • l
  • b
  • s
Tokoh dalam Kisah Tiga Negara
Ningrat
Wei
Cao Ang • Cao Cao • Cao Chong • Cao Fang • Cao Gong • Cao Huan • Cao Jian • Cao Ju (Pangeran Pengcheng) • Cao Lin (Pangeran Donghai) • Cao Lin (Pangeran Pei) • Cao Mao • Cao Pi • Cao Rui • Cao Zhang • Cao Zhi • Cao Zhi (Yungong) • Zhen Ji
Shu
Liu Bei • Liu Chen • Liu Li • Liu Shan • Liu Xuan • Liu Yong
Wu
Sun Jian • Sun Ce • Sun Deng • Sun Quan • Sun Shangxiang • Sun Liang • Sun Xiu • Sun Hao • Sun Ba • Sun Lutang • Sun Luyu • Sun Shao • Da dan Xiao Qiao • Bu Lianshi
Lainnya
Bao Xin • Ding Yuan • Dong Cheng • Dong Zhuo • Gongsun Du • Gongsun Kang • Gongsun Zan • Han Fu • Han Sui • He Jin • Kong Rong • Liu Biao • Liu Chong • Liu Cong • Liu Dai • Liu Qi • Liu Yan • Liu Yao • Liu Zhang • Lü Bu • Ma Teng • Meng Huo • Shi Xie • Tao Qian • Yuan Shao • Yuan Shang • Yuan Shu • Yuan Tan • Yuan Xi • Zhang Jiao • Zhang Lu • Zhang Xiu • Zhao Fan
Penasihat
Wei
Bi Chen • Bi Gui • Cang Ci • Chen Deng • Chen Qun • Cheng Yu • Cui Lin • Cui Yan • Dong Zhao • Gaotang Long • Guo Jia • Han Ji • Hua Xin • Huan Fan • Huan Jie • Jia Chong • Jia Xu • Jiang Ji • Liu Shao • Man Chong • Sima Fang • Sima Fu • Sima Lang • Sima Shi • Sima Yi • Sima Zhao • Sima Zhi • Wang Lang • Xiahou He • Xiahou Xuan • Xun You • Xun Yu • Yang Fu • Yang Jun • Zhang Hua • Zhang Miao
Shu
Chang Ji • Chang Xu • Chen Zhen • Chen Zhi • Dong Yun • Fa Zheng • Fei Yi • Guo Youzhi • Jian Yong • Jiang Wan • Jiang Wei • Liu Ba • Ma Liang • Ma Su • Mi Zhu • Pang Tong • Peng Yang • Qiao Zhou • Qin Mi • Ren Xi • She Yuan • Sima Shengzhi • Sun Qian • Wang Chong • Wang Fu • Wang Hua • Wang Lian • Wen Li • Xu Ci • Xu Jing • Yang Hong • Yin Mo • Zhang Song • Zhuge Liang • Zhuge Qiao
Wu
Bu Zhi • Gu Yong • Kan Ze • Lu Su • Lu Xun • Pan Jun • Puyang Xing • Shi Xie • Sun Jun • Sun Shao • Xue Zong • Yu Fan • Zhang Ti • Zhang Wen • Zhang Zhao • Zhou Yu • Zhu Ju • Zhuge Jin
Lainnya
Chen Gong • Gao Pei • Guo Tu • Han Xuan • Jin Xuan • Ju Hu • Ju Shou • Kuai Liang • Li Ru • Lu Zhi • Ma Midi • Pang Ji • Shen Pei • Tian Feng • Wang Yun • Xu Gong • Xun Chen • Zhang Song
Jenderal
Wei
Bao Xun • Cai Mao • Cao Hong • Cao Ren • Cao Shuang • Cao Xiu • Cao Zhen • Chen Tai • Deng Ai • Deng Yang • Dian Wei • Du Yu • Fei Yao • Gongsun Yuan • Guanqiu Jian • Guo Huai • Han Hao • Hao Zhao • Huang Quan • Jia Kui • Li Dian • Man Chong • Meng Da • Niu Jin • Pang De • Qin Lang • Qian Hong • Sima Wang • Sima Yan • Sima Zhou • Song Xian • Sun Li • Tian Yu • Wang Jun • Wang Ling • Wang Shuang • Wei Guan • Wen Qin • Wen Yang • Wu Zhi • Xiahou Ba • Xiahou Dun • Xiahou En • Xiahou Mao • Xiahou Shang • Xiahou Yuan • Xin Pi • Xu Chu • Xu Huang • Yang Hu • Yang Qiu • Yu Jin • Yue Jin • Zang Ba • Zao Zhi • Zhang He • Zhang Liao • Zhong Hui • Zhu Ling • Zhuge Dan
Shu
Chen Dao • Cheng Ji • Deng Zhi • Feng Xi • Fu Rong • Gao Xiang • Guan Yu • Guan Ping • Guan Xing • Huang Zhong • Jiang Wei • Ju Fu • Li Yan • Liao Hua • Liu Feng • Liu Yan • Liu Yin • Ma Chao • Ma Dai • Ma Zhong • Ren Kui • Wei Yan • Wu Ban • Xiahou Ba • Xiang Chong • Zhang Fei • Zhang Nan • Zhao Lei • Zhao Yun • Zhuge Shang • Zhuge Zhan • Zong Yu
Wu
Chen Biao • Cheng Pu • Ding Feng • Gan Ning • Guo Ma • Han Dang • Huang Gai • Jiang Qin • Ling Tong • Lü Fan • Lü Meng • Luo Tong • Mi Fang • Pan Jun • Pan Zhang • Quan Cong • Song Qian • Sun Ben • Taishi Ci • Wen Qin • Wen Yang • Wu Jing • Xu Sheng • Zhu Huan • Zhu Ran • Zhou Fang • Zhou Tai • Zhuge Ke • Zhuge Rong • Zu Mao
Lainnya
Bian Zhang • Cao Xing • Chunyu Qiong • Dong Min • Fan Chou • Gao Shun • Gongsun Fan • Guo Si • Hu Zhen • Hua Xiong • Huang Zu • Huangfu Song • Ji Ling • Jiang Xu • Li Jue • Li Meng • Liang Xing • Liu Hu • Lu Bu • Niu Fu • Shan Jing • Tian Kai • Wen Chou • Xu Rong • Yan Liang • Yang Feng • Zhou Ang • Zhou Yu (Renming) • Zhu Jun
Lainnya
Budugen • Cai Wenji • Cai Yong • Diaochan • Du Kui • Guan Lu • Hua Tuo • Huangfu Mi • Huchuquan • Ji Ben • Kang Tai • Kebineng • Liu Bao • Meng Huo • Murong Muyan • Putri Triệu • Shamoke • Tuoba Liwei • Wang Bi • Wang Yuanji • Xiahou Hui • Zhang Chunhua • Zhi Qian • Zhu Rong • Zuo Ci
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Belanda

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat hidup
  2. Mengabdi kepada Sun Quan
  3. Pertempuran Chibi
  4. Penilaian
  5. Di Kisah Tiga Negara
  6. Referensi

Artikel Terkait

Huang (marga)

nama keluarga (黃)

Zaman Tiga Negara

periode dalam sejarah Tiongkok (220–280 M) yang didominasi oleh kerajaan Wei, Shu-Han, dan Wu

Dynasty Warriors 5

permainan video tahun 2005

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026