Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Politik hijau

Istilah politik “Hijau”, yang berasal dari bahasa Jerman Grün, disatukan oleh die Grünen, sebuah partai Hijau yang terbentuk di akhir 1970an. Kadang-kadang istilah ekologi politik digunakan di Eropa dan di lingkaran akademis, tetapi yang belakangan telah mulai mewakili ranah kajian lintas-disiplin, termasuk kimia dan teknik kimia.

Wikipedia article
Diperbarui 9 April 2016

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Politik hijau adalah ideologi politik yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang berkelanjutan dan berorientasi pada lingkungan. Ideologi ini sering kali, tetapi tidak selalu, berakar pada pelestarian lingkungan hidup, nonkekerasan, keadilan sosial, dan demokrasi akar rumput.[1][2][3] Ideologi ini mulai dibentuk di dunia Barat pada tahun 1970-an dan sejak saat itu, ideologi ini mewujudkan berbagai partai-partai hijau di berbagai negara di dunia dan mencapai kesuksesan elektoral.

Istilah hijau dalam "politik hijau" berasal dari pembentukan partai "die Grünencode: de is deprecated " (bahasa Jerman untuk "hijau"),[4][5] sebuah partai berwawasan lingkungan yang terbentuk di akhir 1970-an.[6] Kadang-kadang, istilah ekologi politik juga digunakan untuk menyebut ideologi politik ini di lingkaran akademis, tetapi belakangan ini telah mulai digunakan untuk menyebut ranah kajian lintas-disiplin yang mengintegrasikan ilmu humaniora, ekologi, dan ilmu ekonomi politik dalam permasalahan berkaitan dengan kerusakan lingkungan, marjinalisasi, konflik lingkungan, konservasi, serta gerakan sosial terkait dengan kontrol dan identitas lingkungan.[7][8]

Pendukung politik hijau umumnya mendukung gagasan yang sama dengan gerakan konservasi, lingkungan hidup, feminisme, dan perdamaian. Selain permasalahan terkait dengan lingkungan dan demokrasi, politik hijau juga menaruh perhatian pada kebebasan sipil, keadilan sosial, nonkekerasan, dan kadang kala mendukung variasi lokalisme dan cenderung mendukung progresivisime sosial.[9] Hal ini dapat dilihat dari berbagai partai hijau, yang pada umumnya berada di sayap kiri dalam spektrum politik. Politik hijau juga memiliki hubungan dengan ideologi politik ekosentris lainnya seperti ekofeminisme, ekososialisme, perlambatan, dan anarkisme hijau, tetapi sejauh mana ideologi ini dapat dipandang sebagai variasi dari politik hijau masih diperdebatkan.[10] Seiring dengan dikembangkannya filosofi politik hijau sayap kiri, terdapat pula kehadiran gerakan yang berlainan yang cenderung sayap kanan dengan komponen ekologis, seperti ekokapitalisme dan konservatisme hijau.

Sejarah

Bagian ini sedang dipersiapkan dan dikembangkan sehingga mungkin terjadi perubahan besar. Anda dapat membantu dalam penyuntingan halaman ini. Templat ini dipasang oleh NobbySteamboat (bicara). Jika section tidak disunting dalam beberapa hari, silakan hapus templat ini dan beritahukan orang yang memberikan , NobbySteamboat.
Jika Anda adalah pengguna yang menambahkan templat ini dan Anda sedang aktif menyunting, pastikan untuk mengganti templat ini dengan {{sedang ditulis}} saat hendak menyunting. Klik pranala untuk parameter templat yang akan digunakan. Artikel ini terakhir disunting oleh HsfBot (bicara | kontrib) 5 bulan lalu. (Perbarui pewaktu)

Pengaruh awal

Mahatma Gandhi, pengagas konsep nonkekerasan, yang menjadi dasar politik hijau
Henry David Thoreau, penulis novel Walden, yang memengaruhi pemikiran politik hijau

Penganut politik hijau menganggap bahwa politik hijau sebagai bagian dari pandangan dunia yang lebih tinggi dan telah lebih dahulu dirumuskan dalam pemikiran alih-alih sekadar ideologi politik belaka. Poltik hijau umumnya mengambil sikap etis dan pandangan dari berbagai sumber, mulai dari nilai-nilai tradisi masyarakat adat dan pribumi, hingga etika Mahatma Gandhi, Baruch de Spinoza, dan Jakob Johann von Uexküll.[11][12] Tokoh-tokoh tersebut memengaruhi pemikiran politik hijau terhadap pandangan ke depan hingga generasi ketujuh dan pada tanggung jawab pribadi setiap individu untuk membuat pilihan moral.

Kegelisahan akan dampak buruk dari tindakan manusia terhadap alam telah ada sebelum diciptakannya konsep environmentalisme modern. Para pemerhati sosial, bahkan dari zaman Romawi dan Tiongkok kuno, sudah mulai mengeluhkan tentang pencemaran lingkungan di sekitar mereka.[13] Sementara itu, akar filosofis dari lingkungan hidup ditelurusir kembali oleh para pemikir abad pencerahan seperti Jean-Jacques Rousseau di Prancis dan penulis sekaligus naturalis Henry David Thoreau di Amerika Serikat.[14] Gerakan lingkungan hidup yang terorganisir mulai dibentuk pada akhir abad ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat sebagai reaksi terhadap Revolusi Industri yang menekankan ekspansi ekonomi tanpa memperhatikan faktor lingkungan.[15] Hal ini dapat ditelusuri dari pendirian Sierra Club di San Fransisco pada tahun 1892.

Partai-partai hijau saat ini pada umumnya terbentuk dari organisasi-organisasi kiri berbasis lingkungan dan yang mengambil terminologi dari ilmu ekologi, dan kebijakan dari environmentalisme, ekologi mendalam, feminisme, pasifisme, anarkisme, sosialisme libertarian, libertarian possibilisme, demokrasi sosial, ekososialisme, dan/atau ekologi sosial atau libertarianisme hijau. Pada tahun 1970-an, seiring dengan meningkatnya pengaruh gerakan-gerakan semacam ini, politik hijau mulai tumbuh sebagai sebuah filosofi baru yang menyintesiskan tujuan-tujuan mereka. Maka dari itu, gerakan politik partai hijau umumnya tidak disamakan dengan kebijakan beberapa politik sayap kanan dan fasisme yang mempromosikan lingkungan hidup sebagai bentuk kebanggaan terhadap "tanah air".[16][17][18]

Pada abad 20 Politik hijau diusung saat konferensi Rio pada tahun 1992, sebelumnya memang sudah dirintis pertemuan dengan beberapa negara oleh PBB. Pada tahun 1972 diadakan konferensi Stockholms yang dikenal dalam dunia international dengan United Nations Conference on the Human Environment (UNCHE). Rintisan politik hijau dapat dikatakan dimulai dari pertemuan antar negara ini. Karena dihadiri 6000 orang yang terdiri dari 113 delegasi negara, perwakilan dan pengamat dari semua organisasi non pemerintah, dan setidaknya ada 1500 wartawan dari seluruh dunia.[19] Selain beberapa tamu penting tersebut ada banyak produk hukum yang dilahirkan dari konferensi tersebut. Salah satu produk hukum dari konferensi ini adalah terbentuknya UNEP.

Berdasarkan pertemuan international tersebut maka dilahirkan Konferensi Rio yang disebut sebagai Rio Declaration on Environment and Development yang digagas oleh Earth Summit. Dari sinilah muncul klausul hukum apa yang disebut sebagai politik hijau.

Bunga matahari merupakan simbol dari Politik Hijau


Simbol Politik Hijau

Partai Hijau Jerman bersaing dalam pemilihan nasional pertama mereka pada pemilihan federal 1980. Setelah mengikuti pemilihan Eropa 1979, mereka mengadakan konferensi Empat Pilar Partai Hijau yang disetujui oleh semua kelompok dalam aliansi asli, dan menyatukan kelompok-kelompok tersebut menjadi satu Partai. Pernyataan prinsip ini telah digunakan oleh banyak Pihak Hijau di seluruh dunia. Pada pertemuan itulah tercipta istilah "Hijau" (bahasa Jerman: "Grün") dan mengadopsi bunga matahari sebagai simbol Politik Hijau.[20]

Partai Hijau

  • Partai Hijau Indonesia
  • Partai Atjeh Hijau
  • Partai Hijau Australia
  • Partai Hijau Amerika Serikat
  • Partai Hijau Inggris dan Wales
  • Partai Hijau Jepang
  • Aliansi 90/Partai Hijau

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Membrive, Veronica; Armie, Madalina (2020). "Eco-Politics: History and Policy Frameworks". Industry, Innovation and Infrastructure (dalam bahasa Inggris). Cham: Springer. hlm. 1–12. ISBN 978-3-319-71059-4.
  2. ↑ Wall 2010. p. 12-13.
  3. ↑ Peter Reed; David Rothenberg (1993). Wisdom in the Open Air: The Norwegian Roots of Deep Ecology. University of Minnesota Press. hlm. 84. ISBN 978-0-8166-2182-8.
  4. ↑ Derek Wall (2010). The No-nonsense Guide to Green Politics. New Internationalist. hlm. 12. ISBN 978-1-906523-39-8.
  5. ↑ Jon Burchell (2002). The Evolution of Green Politics: Development and Change Within European Green Parties. Earthscan. hlm. 52. ISBN 978-1-85383-751-7.
  6. ↑ Playing by the Rules: The Impact of Electoral Systems on Emerging Green Parties. 2007. hlm. 79. ISBN 978-0-549-13249-3.
  7. ↑ Robbins, Paul (2012). Political Ecology: A Critical Introduction. Wiley-Blackwell. ISBN 9780470657324.
  8. ↑ Peet, Richard; Watts, Michael (2004). Liberation Ecologies: Environment, Development, Social Movements. Routledge. hlm. 6. ISBN 9780415312363.
  9. ↑ Dustin Mulvaney (2011). Green Politics, An A-to-Z Guide. SAGE publications. hlm. 394. ISBN 9781412996792.
  10. ↑ Wall 2010. p. 47-66.
  11. ↑ "Indigenous Leaders at the Frontlines of Environmental Injustice and Solutions". www.nrdc.org (dalam bahasa Inggris). 2021-10-11. Diakses tanggal 2024-10-17.
  12. ↑ Sharma, Aaditya Vikram (2020-07-06). "Green Politics: What Drives Us and What Drove Us?". Modern Diplomacy (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-10-17.
  13. ↑ Keys, David (December 2003). "How Rome polluted the world". Geographical. Vol. 75, no. 12. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 June 2017. Diakses tanggal 13 February 2015.
  14. ↑ LaFreniere, Gilbert F. (1990). "Rousseau and the European Roots of Environmentalism". Environmental History Review. 14 (4): 41–72. doi:10.2307/3984813. ISSN 1053-4180. JSTOR 3984813. S2CID 157682006.
  15. ↑ McCormick, John (1995). The Global Environmental Movement. London: John Wiley. ISBN 9780471949404.
  16. ↑ Uekötter, Frank (2006). The green and the brown: a history of conservation in Nazi Germany. Cambridge University Press. hlm. 202. ISBN 9780521612777.
  17. ↑ "},"archive-date":{"wt":"13 March 2008"},"access-date":{"wt":"24 March 2008"}},"i":0}}]}' id="mwAXs"/>Staudenmaier, Peter. "Fascist Ecology: The 'Green Wing' of the Nazi Party and its Historical Antecedents". Diarsipkan dari asli tanggal 13 March 2008. Diakses tanggal 24 March 2008.
  18. ↑ Biehl, Janet; Staudenmaier, Peter (1995). "'Ecology' and the Modernization of Fascism in the German Ultra-Right". Ecofascism: Lessons from the German Experience. AK Press. ISBN 978-1873176733. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 September 2008. Diakses tanggal 23 February 2008.
  19. ↑ Kamil, Melda (1999). "Prinsip-Prinsip Dalam Hukum Lingkungan International". Jurnal Hukum & Lingkungan (JHP). XXIX (2): 107. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-07. Diakses tanggal 2020-03-05.
  20. ↑ "Newsmaker: Green bans". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). 2012-03-30. Diakses tanggal 2020-01-24.

Sumber

  • Wall, Derek (2010). The No-Nonsense Guide to Green Politics. Oxford: New Internationalist Publications. ISBN 978-1-906523-39-8.

Bacaan lanjutan

  • Dobson, Andrew (2007). Green Political Thought. 4. Edition (1. Edition 1980), London/ New York: Routledge. ISBN 0-415-40351-0 (Hardcover)
  • Gilk, Paul (2009). Green Politics is Eutopian. The Lutterworth Press. Diarsipkan dari asli tanggal 17 June 2019. Diakses tanggal 13 October 2010.
  • Spretnak, Charlene (1986). The Spiritual Dimension of Green Politics. Santa Fe, N.M.: Bear & Co. 95 p. ISBN 0-939680-29-7
  • Zimmermann, Katharina; Graziano, Paolo (2020). "Mapping Different Worlds of Eco-Welfare States". Sustainability. 12 (5): 1819. doi:10.3390/su12051819. hdl:11577/3414644.
  • l
  • b
  • s
Politik hijau
Topik inti
  • Litigasi perubahan iklim
  • Lobi bahan bakar fosil
  • Partai hijau
  • Politik perubahan iklim
Empat pilar
  • Filosofi ekologis
  • Keadilan sosial
  • Demokrasi akar rumput
  • Nonkekerasan
Perspektif
  • Alter-globalisasi
  • Anarkisme hijau
  • Disinvestasi
  • Ekofasisme
  • Ekofeminisme
  • Ekokapitalisme
  • Ekologi mendalam
  • Ekologi Queer
  • Ekonasionalisme
  • Ekootoritarianisme
  • Ekosentrisme
  • Ekososialisme
  • Environmentalisme
  • Environmentalisme hijau terang
  • Kiri hijau
  • Konservatisme hijau
  • Kritik terhadap globalisasi
  • Liberalisme hijau
  • Libertarianisme hijau
  • Perlambatan
  • Tangan kotor
  • Zionisme hijau
Cendikiawan
  • Abbey
  • Albert
  • Anderson
  • Bari
  • Best
  • Beuys
  • Berry
  • Bookchin
  • Brown (Lester)
  • Brower
  • Carson
  • Callicott
  • Dodds
  • d'Eaubonne
  • Gandhi
  • George
  • Hawken
  • Jackson
  • Khosla
  • Klein
  • Kovel
  • LaDuke
  • Latouche
  • Leopold
  • Linkola
  • Löwy
  • Maathai
  • Mason
  • Næss
  • Negri
  • Nussbaum
  • Porritt
  • Raworth
  • Rendueles
  • Rolston III
  • Salleh
  • Sassen
  • Schumacher
  • Scruton
  • Shiva
  • Singer
  • Snyder
  • Sukhdev
  • Thoreau
  • Zerzan
Politikus
  • Bandt
  • Bausch
  • Benčić
  • Bennett
  • Betancourt
  • Brélaz
  • Brown (Bob)
  • Camejo
  • Cohn-Bendit
  • Cuffe
  • Emsis
  • Fajardo
  • Feinstein
  • Fischer
  • Frassoni
  • Gore
  • Grodzka
  • Habeck
  • Halsema
  • Harris
  • Hourigan
  • Joly
  • Kelly
  • Kogler
  • Kretschmann
  • Kuhn
  • Lalonde
  • Lipietz
  • López
  • Lucas
  • Lunacek
  • Martin
  • Manning
  • May
  • Nader
  • O'Gorman
  • Roth
  • Schmidt-Nielsen
  • Silva
  • Sirkis
  • Stein
  • Trittin
  • Van der Bellen
  • Vējonis
  • Wall
Organisasi
  • Federasi Hijau Asia Pasifik
  • Partai Hijau Eropa
  • Federasi Partai Hijau Afrika
  • Federasi Pemuda Hijau Eropa
  • Global Greens
  • World Ecological Parties
Topik terkait
  • Aktivisme sosiopolitik korporasi
  • Bea lingkungan
  • Berkelanjutan
    • desain
    • energi
    • pembangunan
    • rekayasa
    • renovasi
    • transportasi
  • Daftar insiden lingkungan
    • konflik
    • pembunuhan
  • Ekologi politik
  • Ekomodernisme
  • Ekonomi rendah karbon
  • Ekonomi sirkular
  • Ekonomika ekologis
  • Energi terbarukan
  • Environmentalisme
    • dalam musik
    • penatalayanan
    • penentangan
      • skeptisisme
  • Gerakan konservasi
  • Hijau
    • ekonomi
    • hirearki transportasi
    • imperialisme
    • infrastruktur
    • kebijakan industri
    • kendaraan
    • New Deal
    • pekerjaan
    • pembangunan
    • pemulihan
    • pencucian
    • penghijauan
    • pertumbuhan
    • teori
  • Investasi hijau
  • Keadilan iklim
  • Keuangan iklim
  • Lingkungan
    • dampak dari penerbangan
    • dampak dari pertanian
    • gerakan
    • keadilan
    • keuangan
    • konflik
    • masalah
    • perencanaan
    • rasisme
    • reformasi fiskal
    • teknologi
  • Lokalisme
  • Mitigasi perubahan iklim
  • Modernisasi ekologis
  • Pajak karbon
  • Pajak lingkungan
  • Pemasukan karbon
  • penghapusan bahan bakar fosil
  • Progresivisme
  • Target iklim
  • Terorisme hijau
  • Konflik air
  • l
  • b
  • s
Partai Hijau menurut negara
Afrika
  • Algeria
  • Angola
  • Benin
  • Burkina Faso
    • Reli Para Ekolog
    • Partai Ekolog
  • Burundi
  • Republik Afrika Tengah
  • Chad
  • Kamerun
  • Republik Demokratik Kongo
  • Mesir
  • Gabon
  • Ghana
  • Guinea
  • Guinea-Bissau
  • Pantai Gading
  • Kenya
  • Madagaskar
  • Mali
  • Mauritius
  • Maroko
    • Partai Hijau
    • Izigzawen
  • Mozambik
  • Nigeria
  • Nigeria
  • Rwanda
  • Senegal
  • Sierra Leone
  • Somalia
    • Partai Hijau
    • Partai Hijau Demokratik
  • Afrika Selatan
    • Aliansi Hijau
    • Partai Hijau
  • Togo
  • Tunisia
  • Uganda
    • Partai Ekologi
    • Partai Hijau
  • Zambia
Amerika
  • Argentina
  • Bolivia
  • Brasil
  • Kanada
  • Chile
  • Kolombia
  • Kosta Rika
  • Partai Dominikan
  • Guatemala
  • Guyana Prancis
  • Haiti
  • Meksiko
  • Nicaragua
  • Peru
  • Puerto Rico
  • Saint Vincent dan Grenadines
  • Amerika Serikat
  • Uruguay
    • Hijau
    • Sol
    • PERI
  • Venezuela
Asia-Pasifik
  • Australia
  • Fiji
  • Polinesia Prancis
  • Hong Kong
  • India
  • Indonesia
    • Indonesia
    • Aceh
  • Iran
  • Iraq
  • Israel
    • Meretz
    • Gerakan Hijau
    • Partai Hijau
  • Jepang
  • Lebanon
  • Mongolia
    • Will-Hijau Sipil
    • Partai Hijau
  • Nepal
    • Hariyali
    • Masyarakat Sipil Hijau
  • Kaledonia Baru
  • Selandia Baru
  • Pakistan
  • Papua Nugini
  • Filipina
  • Arab Saudi
  • Korea Selatan
  • Sri Lanka
  • Taiwan
  • Uzbekistan
  • Vanuatu
Eropa
  • (PHE
  • FPHE)
  • Albania
  • Andorra
  • Austria
  • Belarus
  • Belgia
    • Flanders dan Brussels
    • Wallonia dan Brussels
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Bulgaria
    • Partai Hijau
    • Partai Hijau
  • Kroasia
    • Pengembangan Sustainabel Kroasia
    • Partai Daftar Hijau
  • Siprus
  • Republik Ceko
  • Denmark
    • Partai Rakyat Sosialis
    • Partai Hijau
  • Estonia
  • Finlandia
  • Prancis
  • Georgia
  • Jerman
    • Aliansi '90/Hijau
    • Partai Demokratik Ekologi
  • Yunani
  • Hungaria
    • Dialog untuk Hungaria
    • Politik Dapat Menjadi Berbeda
  • Islandia
  • Irlandia
  • Italia
    • Federasi Hijau
    • Partai Hijau Italia
  • Kosovo
  • Latvia
  • Liechtenstein
  • Lithuania
  • Luxembourg
  • Makedonia
  • Malta
  • Moldova
  • Montenegro
  • Belanda
    • Partai Kiri Hijau
    • Partai Hijau
  • Norwegia
  • Polandia
  • Portugal
    • Partai Bumi
    • Partai Hijau
    • LIVRE
  • Rumania
    • Partai Ekolog
    • Partai Hijau
  • Rusia
    • Alternatif Hijau (GROZA)
    • Partai Ekologi "Hijau" (KEDR)
    • Persatuan Hijau (Partai Hijau Rusia)
    • Aliansi Hijau dan Demokrat Sosial
  • Serbia
  • Slowakia
  • Slovenia
    • Partai Hijau
    • Partai Pemuda
  • Spanyol
    • Hijau Katalonia
    • Konfederasi Hijau
    • Equo
  • Swedia
  • Switzerland
  • Turki
  • Ukraina
  • Britania Raya
    • Inggris dan Wales (Wales)
    • Irlandia Utara
    • Skotlandia
Pranala yang dimiringkan mengindikasikan non-anggota atau observer Hijau Global.
  • l
  • b
  • s
Ideologi politik
  • Kiri dan kanan
    • Sayap kiri
    • Sentrisme
    • Sayap kanan
  • Anarkisme
    • Sosial
  • Kapitalisme
  • Demokrasi Kristen
  • Kolektivisme
  • Komunalisme
  • Komunisme
  • Komunitarianisme
  • Konservatisme
  • Konstitusionalisme
  • Distributisme
  • Environmentalisme
  • Ekstremisme
  • Fanatisisme
  • Fasisme
  • Feminisme
  • Fundamentalisme
  • Globalisme
  • Politik hijau
  • Individualisme
  • Industrialisme
  • Intelektualisme
  • Islam (Islamisme)
  • Liberalisme
  • Libertarianisme
  • Maskulisme
  • Militerisme
  • Monarkisme
  • Nasionalisme
  • Progresivisme (Konservatisme progresif)
  • Radikalisme
  • Rashisme
  • Reformisme
  • Republikanisme
  • Demokrasi sosial
  • Sosialisme
  • Utilitarianisme
Terkait: Daftar ideologi politik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pengaruh awal
  3. Simbol Politik Hijau
  4. Partai Hijau
  5. Referensi
  6. Catatan kaki
  7. Sumber
  8. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Partai Hijau Indonesia

partai politik di Indonesia

Ideologi politik

ideologi yang mengakomodasi manajemen sosial, politik, dan ekonomi dari kehidupan manusia

Daftar partai politik di Indonesia

artikel daftar Wikipedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026