Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pencucian hijau

Pencucian hijau merupakan bentuk praktik tipuan pemasaran melalui pencitraan palsu dari pemasaran hijau. Praktik ini digunakan untuk meyakinkan masyarakat bahwa produk, tujuan, dan kebijakan suatu organisasi atau perusahaan seolah-olah telah menjalankan praktik usaha yang ramah lingkungan, sehingga memunculkan citra "baik bagi alam". Pencucian hijau biasanya hadir dalam pemasaran produk makanan dan obat-obatan. Praktik pencucian hijau bermacam-macam, mulai dari mengganti nama atau label suatu produk bernuansa lingkungan sekalipun produk yang dimaksud mengandung bahan kimia berbahaya, hingga kampanye pemasaran yang menggambarkan proses produksi perusahaan yang sangat ramah lingkungan, sekalipun nyatanya sangat memicu polusi. Bukti bahwa sebuah organisasi melakukan pencucian hijau sering kali terlihat dari pengeluarannya; secara signifikan lebih banyak uang atau waktu yang dihabiskan untuk mengiklankan bahwa produk mereka "hijau" daripada biaya yang dihabiskan untuk mengupayakan proses produksi usahanya benar-benar berwawasan lingkungan.

pemasaran yang menipu untuk mempromosikan persepsi bahwa produk, tujuan, atau kebijakan suatu organisasi ramah lingkungan.
Diperbarui 1 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pencucian hijau
Stasiun pengisian bahan bakar yang menggunakan tenaga matahari di Budapest, Hungaria.

Pencucian hijau[1][2] merupakan bentuk praktik tipuan pemasaran melalui pencitraan palsu dari pemasaran hijau. Praktik ini digunakan untuk meyakinkan masyarakat bahwa produk, tujuan, dan kebijakan suatu organisasi atau perusahaan seolah-olah telah menjalankan praktik usaha yang ramah lingkungan, sehingga memunculkan citra "baik bagi alam". Pencucian hijau biasanya hadir dalam pemasaran produk makanan dan obat-obatan.[3][4] Praktik pencucian hijau bermacam-macam, mulai dari mengganti nama atau label suatu produk bernuansa lingkungan (contoh, menggunakan kata "natural", "eco", "green", dsb.) sekalipun produk yang dimaksud mengandung bahan kimia berbahaya, hingga kampanye pemasaran yang menggambarkan proses produksi perusahaan yang sangat ramah lingkungan, sekalipun nyatanya sangat memicu polusi.[5][6] Bukti bahwa sebuah organisasi melakukan pencucian hijau sering kali terlihat dari pengeluarannya; secara signifikan lebih banyak uang atau waktu yang dihabiskan untuk mengiklankan bahwa produk mereka "hijau" (dengan kata lain, beroperasi dengan pertimbangan lingkungan) daripada biaya yang dihabiskan untuk mengupayakan proses produksi usahanya benar-benar berwawasan lingkungan.[7]

Walaupun pencucian hijau bukan istilah baru, penggunaannya telah meningkat selama beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya permintaan konsumen akan barang dan jasa yang ramah lingkungan.

Asal-usul istilah

Ada pula istilah "detoksifikasi linguistik" yang menjelaskan ketika, melalui undang-undang atau tindakan pemerintah lainnya, definisi toksisitas untuk zat tertentu diubah, atau nama zat diubah, sehingga lebih sedikit produk yang diklasifikasikan sebagai racun. Asal-usul frasa ini diinisiasi aktivis lingkungan dan penulis Barry Commoner.[8]

Sama halnya dengan Skema Perdagangan Emisi Karbon yang mungkin bermaksud baik, tetapi bisa jadi kontraproduktif jika biaya karbon terlalu rendah, atau jika penghasil emisi besar diberikan "kredit gratis." Sebagai contoh, anak perusahaan Bank of America MBNA menawarkan Eco-Logique MasterCard untuk konsumen Kanada. Bank of America memberikan penghargaan kepada pelanggan dengan karbon offset saat mereka terus menggunakan kartu. Namun, hanya 0,5 persen dari harga pembelian digunakan untuk membeli karbon, sementara sisa biaya interchange masih masuk ke bank.[9]

Kampanye dan komunikasi pemasaran ini dirancang untuk memublikasikan dan menyoroti kebijakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada berbagai pemangku kepentingan, sehingga memperbaiki reputasi perusahaan dan citra merek. Namun, menjamurnya klaim yang tidak berdasar dan pencucian hijau oleh beberapa perusahaan justru meningkatkan reaksi sinis dan ketidakpercayaan konsumen terhadap klaim tersebut.[10]

Jenis-jenis pencucian hijau

Planet Tracker, sebuah wadah pemikir (think tank) finansial nirlaba, mengklafikasikan pencucian hijau menjadi enam jenis[11]. Hal ini terjadi karena dilihat bahwa pencucian hijau semakin menjadi canggih dan kompleks yang di mana cara-cara perusahaan ataupun pemerintah melakukan pencucian hijau semakin diam-diam dan tidak terdeteksi. Keenam jenis tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Greencrowding: Strategi di mana menganggap apabila dapat bersembunyi di balik jumlah yang banyak dapat membuat sesuatu yang disembunyikan susah untuk dicari dan diidentifikasi. Misalnya sebuah perusahaan dapat menginformasikan bahwa mereka sudah mendaur ulang sekian puluh ton sampah padahal limbah yang mereka hasilkan ratusan ton.
  2. Greenlighting: Strategi yang dilakukan di mana sebuah perusahaan menggunakan slogan ataupun strategi-strategi pemasaran lainnya yang memberikan kesan bahwa mereka sudah mengimplementasikan transisi hijau padahal itu hanya layanan bibir semata dan kenyataannnya implementasi mereka minim dari apa yang mereka promosikan atau bahkan sama sekali tidak.
  3. Greenshifting: Strategi di mana perusahaan berusaha untuk memutarbalikkan letak kesalahan pada konsumen padahal perusahaan adalah pelaku terbesar dalam kontribusi penghambat transisi hijau seperti polusi udara ataupun limbah sampah.
  4. Greenrinsing: Strategi di mana perusahaan mengganti target Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environment, Social, and Governance) sebelum jatuh tempo untuk menghindari kesan gagal mencapainya.
  5. Greenlabelling: Ketika perusahaan menggunakan kata/label yang menunjukkan bahwa produk mereka itu sesuai dengan prinsip keberlanjutan, padahal sebenarnya pengkategorisasian mereka itu mengecoh dan tidak sesuai.
  6. Greenhushing: Ketika perusahaan berusaha untuk melaporkan lebih sedikit mengenai progres transisi hijau mereka atau memanipulasi data laporan mereka agar merkea tidak dikritik secara tajam.

Referensi

  1. ↑ The Age of Persuasion (January 8, 2011). "Season 5: It's Not Easy Being Green: Green Marketing". CBC Radio. Diakses tanggal 8 January 2011.
  2. ↑ "LP: 'The biggest environmental crime in history'". Libertypost.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-06. Diakses tanggal 2009-09-11.
  3. ↑ Kahle, Lynn R.; Gurel-Atay, Eda, ed. (2014). Communicating Sustainability for the Green Economy. M.E. Sharpe. ISBN 9780765636812.
  4. ↑ Marquis, Christopher; Qian, Cuili (2014). "Corporate Social Responsibility Reporting in China: Symbol or Substance?". Organization Science (dalam bahasa Inggris). 25 (1): 127–148. doi:10.1287/orsc.2013.0837. ISSN 1047-7039.
  5. ↑ Karliner, Joshua (March 22, 2001). "CorpWatch: A Brief History of Greenwash". Corpwatch.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-09. Diakses tanggal March 23, 2018.
  6. ↑ 24/7 Wall Street (2011-05-25). "Top 10 Greenwashing Companies In America". Huffington Post. Diakses tanggal 2016-07-07. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  7. ↑ "Greenpeace | Greenwashing". Stopgreenwash.org. Diakses tanggal 2016-07-07.
  8. ↑ Commoner, Barry (1990). "After 20 Years: The Crisis of Environmental Regulation". New Solutions. 1 (1): 22–29. doi:10.2190/ns1.1.g. PMID 22910312.
  9. ↑ "Cashing in on the Environmental". Climate Change Central. 2009-11-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-01-15. Diakses tanggal 2017-12-02.
  10. ↑ Jahdi, Khosro S.; Acikdilli, Gaye (August 2009). "Marketing Communications and Corporate Social Responsibility (CSR): Marriage of Convenience or Shotgun Wedding?". Journal of Business Ethics (dalam bahasa Inggris). 88 (1): 103–113. doi:10.1007/s10551-009-0113-1. ISSN 0167-4544.
  11. ↑ webadmin (2023-01-11). "The Greenwashing Hydra". Planet Tracker (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-03-01.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal-usul istilah
  2. Jenis-jenis pencucian hijau
  3. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026