Modernisasi ekologis adalah teori dalam sosiologi lingkungan yang menganalisis hubungan antara perkembangan institusional dan isu-isu lingkungan, dengan menekankan perlunya restrukturisasi ekologis dalam produksi dan konsumsi di masyarakat modern untuk mencapai keberlanjutan. Dalam pendekatan ini, lembaga dan proses politik dapat dimodernisasi agar mampu mengarahkan perekonomian menuju perbaikan lingkungan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Modernisasi ekologis adalah teori dalam sosiologi lingkungan yang menganalisis hubungan antara perkembangan institusional (lembaga-lembaga sosial, politik, ekonomi, dan hukum yang membentuk struktur masyarakat) dan isu-isu lingkungan, dengan menekankan perlunya restrukturisasi ekologis dalam produksi dan konsumsi di masyarakat modern untuk mencapai keberlanjutan.[1] [2] Dalam pendekatan ini, lembaga dan proses politik dapat dimodernisasi agar mampu mengarahkan perekonomian menuju perbaikan lingkungan.[3]
Modernisasi ekologis merupakan pendekatan dalam menangani permasalahan lingkungan yang berpendapat bahwa krisis ekologis dapat diselesaikan melalui jalur politik, ekonomi, dan teknologi, tanpa harus merombak institusi atau struktur kekuasaan yang telah ada, serta tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi.[3][4] Konsep ini pertama kali muncul pada awal tahun 1980-an dan berfokus pada peran negara dan pasar dalam mendorong reformasi lingkungan.[5][6]
Gagasan tentang modernisasi ekologis pertama kali muncul pada awal tahun 1980-an dan diperkenalkan oleh sekelompok akademisi yang berafiliasi dengan Free University dan Social Science Research Centre di Berlin.[7] Tokoh-tokoh awal yang berperan penting dalam merumuskan teori ini antara lain Joseph Huber, Martin Jänicke, dan Udo E. Simonis. Gagasan ini muncul sebagai upaya rekonsiliasi antara agenda pertumbuhan ekonomi dengan tuntutan keberlanjutan lingkungan, dengan pendapat bahwa modernisasi ekologis adalah tahap yang tidak dapat dihindari dalam evolusi masyarakat industri.[8] Konsep ini mengusung proposisi utama bahwa pertumbuhan ekonomi dapat diadaptasi untuk memenuhi tujuan-tujuan lingkungan. Selain itu, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan diyakini memiliki kapasitas untuk memperbaiki, bahkan membalikkan, kerusakan lingkungan yang timbul akibat proses pertumbuhan ekonomi itu sendiri.[9][10]
Modernisasi Ekologis merupakan proses inovasi dan penyebaran teknologi yang berdampak positif terhadap lingkungan serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Konsep ini menekankan transisi dari struktur teknologi yang menghasilkan polusi tinggi menuju basis teknologi ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Proses modernisasi ekologis dipengaruhi oleh kebijakan publik dan orientasi pasar. Dalam kajian kebijakan lingkungan, istilah ini digunakan untuk menjelaskan kebijakan yang tidak hanya mengendalikan polusi, tetapi juga mendorong inovasi industri hijau. [11][12]
Tujuan utama dari modernisasi ekologis adalah memisahkan pertumbuhan ekonomi dari kerusakan lingkungan, sehingga pembangunan ekonomi tidak selalu diikuti oleh degradasi lingkungan. Beberapa konsep serupa yang digunakan saat ini antara lain pembangunan hijau, inovasi hijau, pertumbuhan ekonomi hijau, Green New Deal, dan transisi menuju ekonomi hijau.[13][14][15]