Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Modernisasi ekologis

Modernisasi ekologis adalah teori dalam sosiologi lingkungan yang menganalisis hubungan antara perkembangan institusional dan isu-isu lingkungan, dengan menekankan perlunya restrukturisasi ekologis dalam produksi dan konsumsi di masyarakat modern untuk mencapai keberlanjutan. Dalam pendekatan ini, lembaga dan proses politik dapat dimodernisasi agar mampu mengarahkan perekonomian menuju perbaikan lingkungan.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Modernisasi ekologis adalah teori dalam sosiologi lingkungan yang menganalisis hubungan antara perkembangan institusional (lembaga-lembaga sosial, politik, ekonomi, dan hukum yang membentuk struktur masyarakat) dan isu-isu lingkungan, dengan menekankan perlunya restrukturisasi ekologis dalam produksi dan konsumsi di masyarakat modern untuk mencapai keberlanjutan.[1] [2] Dalam pendekatan ini, lembaga dan proses politik dapat dimodernisasi agar mampu mengarahkan perekonomian menuju perbaikan lingkungan.[3]

Modernisasi ekologis merupakan pendekatan dalam menangani permasalahan lingkungan yang berpendapat bahwa krisis ekologis dapat diselesaikan melalui jalur politik, ekonomi, dan teknologi, tanpa harus merombak institusi atau struktur kekuasaan yang telah ada, serta tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi.[3][4] Konsep ini pertama kali muncul pada awal tahun 1980-an dan berfokus pada peran negara dan pasar dalam mendorong reformasi lingkungan.[5][6]

Sejarah

Gagasan tentang modernisasi ekologis pertama kali muncul pada awal tahun 1980-an dan diperkenalkan oleh sekelompok akademisi yang berafiliasi dengan Free University dan Social Science Research Centre di Berlin.[7] Tokoh-tokoh awal yang berperan penting dalam merumuskan teori ini antara lain Joseph Huber, Martin Jänicke, dan Udo E. Simonis. Gagasan ini muncul sebagai upaya rekonsiliasi antara agenda pertumbuhan ekonomi dengan tuntutan keberlanjutan lingkungan, dengan pendapat bahwa modernisasi ekologis adalah tahap yang tidak dapat dihindari dalam evolusi masyarakat industri.[8] Konsep ini mengusung proposisi utama bahwa pertumbuhan ekonomi dapat diadaptasi untuk memenuhi tujuan-tujuan lingkungan. Selain itu, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan diyakini memiliki kapasitas untuk memperbaiki, bahkan membalikkan, kerusakan lingkungan yang timbul akibat proses pertumbuhan ekonomi itu sendiri.[9][10]

Konsep

Modernisasi Ekologis merupakan proses inovasi dan penyebaran teknologi yang berdampak positif terhadap lingkungan serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Konsep ini menekankan transisi dari struktur teknologi yang menghasilkan polusi tinggi menuju basis teknologi ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Proses modernisasi ekologis dipengaruhi oleh kebijakan publik dan orientasi pasar. Dalam kajian kebijakan lingkungan, istilah ini digunakan untuk menjelaskan kebijakan yang tidak hanya mengendalikan polusi, tetapi juga mendorong inovasi industri hijau. [11][12]

Tujuan utama dari modernisasi ekologis adalah memisahkan pertumbuhan ekonomi dari kerusakan lingkungan, sehingga pembangunan ekonomi tidak selalu diikuti oleh degradasi lingkungan. Beberapa konsep serupa yang digunakan saat ini antara lain pembangunan hijau, inovasi hijau, pertumbuhan ekonomi hijau, Green New Deal, dan transisi menuju ekonomi hijau.[13][14][15]

Referensi

  1. ↑ "Ecological Modernization - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2025-09-25.
  2. ↑ Satoh, Keiichi (2025-03-20). Almeida, Paul (ed.). Ecological Modernization Theory and Climate Action (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1). Oxford University Press. doi:10.1093/oxfordhb/9780197762097.013.0005. ISBN 978-0-19-776209-7.
  3. 1 2 Gibbs, David (2017). Ecological Modernization (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons, Ltd. hlm. 1–13. doi:10.1002/9781118786352.wbieg0434. ISBN 978-1-118-78635-2.
  4. ↑ Ali, Mohammad (2013-01-01). Ali, Mohammad (ed.). Chapter 5 - Issues of Sustainability Assessment. Boston: Academic Press. hlm. 59–71. ISBN 978-0-12-407196-4.
  5. ↑ Murphy, Joseph (2000-02-01). "Ecological modernisation". Geoforum. 31 (1): 1–8. doi:10.1016/S0016-7185(99)00039-1. ISSN 0016-7185.
  6. ↑ Hajer, Maarten A. (1997-09-18). The Historical Roots of Ecological Modernization. Oxford University PressOxford. hlm. 73–103. ISBN 0-19-829333-X.
  7. ↑ Wang, Huiping; Huang, Yuezhan (2025-03-01). "Spatial correlation network of Chinese-style ecological modernization and its influencing factors". Ecological Indicators. 172: 113297. doi:10.1016/j.ecolind.2025.113297. ISSN 1470-160X.
  8. ↑ Bakari, Mohamed El-Kamel (2017-09-05). The Dilemma of Sustainability in the Age of Globalization: A Quest for a Paradigm of Development (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing USA. hlm. 90–91. ISBN 979-8-216-32720-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ 3.0.co;2-u"},"journal":{"wt":"Journal of Environmental Policy and Planning"},"volume":{"wt":"2"},"issue":{"wt":"4"},"pages":{"wt":"269–285"},"doi":{"wt":"10.1002/1522-7200(200010/12)2:4<269::aid-jepp58>3.0.co;2-u"},"issn":{"wt":"1523-908X"}},"i":0}}]}' id="mwzA"/>Huber, Joseph (2000). <269::aid-jepp58>3.0.co;2-u "Towards industrial ecology: sustainable development as a concept of ecological modernization". Journal of Environmental Policy and Planning. 2 (4): 269–285. doi:10.1002/1522-7200(200010/12)2:4<269::aid-jepp58>3.0.co;2-u. ISSN 1523-908X.
  10. ↑ 3.0.co;2-#"},"journal":{"wt":"European Environment"},"volume":{"wt":"10"},"issue":{"wt":"1"},"pages":{"wt":"12–23"},"doi":{"wt":"10.1002/(sici)1099-0976(200001/02)10:1<12::aid-eet213>3.0.co;2-#"},"issn":{"wt":"0961-0405"}},"i":0}}]}' id="mw3Q"/>Giorgi, Liana; Redclift, Michael (2000-01). <12::aid-eet213>3.0.co;2-# "European environmental research in the social sciences: research into ecological modernization as a 'boundary object'". European Environment. 10 (1): 12–23. doi:10.1002/(sici)1099-0976(200001/02)10:1<12::aid-eet213>3.0.co;2-#. ISSN 0961-0405.
  11. ↑ Walz, Rainer (2015): Green Industrial Policy in Europe. Intereconomics 50 (3), hlm. 145–152
  12. ↑ Altenburg, Tilman; Assmann, Claudia (2017): Green Industrial Policy. Concept, Policies, Country Experiences. Geneva, Bonn: UN Environment; German Development Institute
  13. ↑ UNEP (United Nations Environment Programme) (2011): Towards a Green Economy: Pathways to Sustainable Development and Poverty Eradication. Geneva: UNEP.
  14. ↑ OECD (2011): Towards Green Growth. Paris: OECD
  15. ↑ Jörgens, Helge; Knill, Christoph, ed. (2023). Routledge Handbook of Environmental Policy. Erscheinungsort nicht ermittelbar: Taylor & Francis. hlm. 69–70. ISBN 978-0-367-48992-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Konsep
  3. Referensi

Artikel Terkait

Perubahan sosial

semua perubahan besar yang terjadi dalam masyarakat

Hutan mangrove

belodok. Manfaat yang lebih penting dari hutan mangrove adalah fungsi ekologisnya sebagai pelindung pantai, habitat berbagai jenis satwa, dan tempat pembesaran

Dampak perang terhadap lingkungan

Studi tentang dampak perang terhadap lingkungan berfokus pada modernisasi peperangan dan pengaruhnya yang semakin meningkat terhadap lingkungan . Metode

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026