Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden kedelapan Republik Indonesia dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Oktober 2024 di Kompleks Parlemen, Jakarta. Pelantikan ini menandai dimulainya pemerintahan lima tahun Prabowo Subianto sebagai Presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Prabowo Subianto sebagai mengucapkan sumpah kepresidenan, Presiden berkeluar Joko Widodo terlihat di sisi kiri. | |
| Tanggal | 20 Oktober 2024 (2024-10-20) |
|---|---|
| Lokasi | Kompleks Parlemen, Jakarta |
| Penyelenggara | Majelis Permusyawaratan Rakyat |
| Peserta/Pihak terlibat | Prabowo Subianto Presiden ke-8 Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden ke-14 Republik Indonesia — Penerima jabatan Joko Widodo Presiden ke-7 Republik Indonesia Ma'ruf Amin Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia — Pelepas jabatan |
| ||
|---|---|---|
|
Presiden Indonesia ke-8 Pra-Kepresidenan Kerabat
Galeri: Gambar, Suara, Video |
||
Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden kedelapan Republik Indonesia dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Oktober 2024 di Kompleks Parlemen, Jakarta.[1][2] Pelantikan ini menandai dimulainya pemerintahan lima tahun Prabowo Subianto sebagai Presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Pasangan Prabowo–Gibran memenangkan pemilihan umum presiden 2024 dengan 58,59% suara melawan dua pasangan lawannya, Anies–Muhaimin dan Ganjar–Mahfud. Pada hari pelantikan, Presiden Prabowo menjadi orang tertua yang menerima jabatan Presiden Republik Indonesia (73 tahun 3 hari). Sementara wakilnya, Gibran, menjadi orang termuda yang menerima jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia (37 tahun 19 hari).
Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju di bawah Joko Widodo, dan Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Surakarta serta putra Jokowi, memenangkan pemilihan presiden 2024 dengan 58,59% suara, mengalahkan Anies–Muhaimin dan Ganjar–Mahfud. Kemenangan tersebut menandai kampanye Prabowo keempat dan yang terakhir, setelah kampanye wakil presiden pada 2009 dan kampanye presiden tahun 2014 dan 2019 yang keduanya dikalahkan oleh Jokowi.
Terdapat kontroversi mengenai majunya Gibran sebagai kandidat. Mahkamah Konstitusi membuat putusan yang kontroversial untuk meloloskan Gibran sebagai calon wakil presiden.[3] Menurut keputusan tersebut, kandidat di bawah usia 40 tahun bisa maju mencalonkan menjadi presiden atau wakil presiden jika telah memegang jabatan kepala daerah.[3] Mengingat Gibran adalah seorang wali kota dan putra Jokowi, muncul spekulasi bahwa Presiden sendiri yang memengaruhi putusan tersebut untuk memperpanjang legasinya. Kekhawatiran diperburuk dengan terlibatnya saudara ipar Jokowi, Anwar Usman, Ketua Mahkamah Konstitusi selama putusan tersebut.[4]

Lokasi pelaksanaan pelantikan ini awalnya direncanakan akan berlangsung di ibu kota baru, Nusantara. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, sebelumnya mengatakan bahwa pelantikan akan berlangsung di Nusantara, seperti Upacara 17 Agustus 2024.[5] Pada 28 Juni, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, mengatakan pelantikan akan tetap berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta.[6][7]
Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan latihan dan apel pada 13–14 Oktober di Markas Korps Brigade Mobil, Jawa Barat, untuk mengamankan acara.[8] Kepolisian juga bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia dan ketiga matranya, termasuk Darat, Laut, dan Udara, untuk pengawasan, patroli, dan protokoler naratama dan naratetama selama acara.[9] Pada hari pelantikan, TNI–Polri mengerahkan 115.000 personel, dengan 100.000 dari TNI dan 15.000 dari kepolisian.[10]
Setiap presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia harus mengambil sumpah jabatan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sumpah jabatan dilakukan oleh rohaniwan menurut kepercayaan pengambil, dalam hal Prabowo dan Gibran, oleh rohaniwan muslim dan disumpah di bawah Al-Qur'an. Prabowo (dan Gibran) bersumpah sebagai berikut:[11]
Bismillahirrahmanirrahim. Demi Allah, saya bersumpah: akan memenuhi kewajiban (Wakil) Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada nusa dan bangsa.
Ucapan mulai dari "Demi Allah..." hingga akhir sumpah didasarkan pada Pasal 9 Undang-Undang Dasar 1945.
Setelah mengambil sumpah jabatan oleh presiden dan wakil presiden, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara terkait pelantikan.[12]

Pada pidato awal jabatannya di parlemen, Prabowo membahas banyak aspek, mulai dari korupsi, kemiskinan, swasembada pangan dan energi, hilirisasi, hingga kemerdekaan Palestina.[12]
Prabowo menargetkan pemerintahannya akan mencapai swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia. Ia optimis jika target ini dapat dicapai dalam empat sampai lima tahun kedepan.[13] Lebih lanjut, Prabowo mengumumkan bahwa pemerintahannya juga akan mengejar swasembada energi. Ia percaya jika situasi geopolitik dunia mengharuskan Indonesia untuk mencapai swasembada pangan dan energi.[14]
Topik lain yang diangkat oleh Prabowo pada pidatonya adalah kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina, mengingat prinsip anti-kolonialisme Indonesia dan sejarah masa lalu kolonialisme di Indonesia.[12] Anggota parlemen kemudian bereaksi dengan menyerukan "free Palestine!"[15] Dalam pidato awal, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, juga berharap bahwa Prabowo akan melanjutkan seruan untuk kemerdekaan Palestina dari pendudukan Israel.[16]
Sebelum pelantikan, beberapa anggota parlemen ada yang bertepuk tangan dan ada yang menyoraki keluarga Joko Widodo yang hadir—Bobby Nasution, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep—dengan 'huuu' ketika kamera menyoroti mereka di layar.[17][18]
Pada saat pidato pelantikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, seluruh anggota parlemen secara bersamaan bertepuk tangan berdiri dan bernyanyi Terima Kasih Jokowi untuk berterima kasih atas jasanya sebagai presiden Indonesia selama dua periode.[19]
Sesaat setelah Prabowo Subianto selesai membacakan sumpah jabatan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melepas pin kepresidenan. Hal ini dilakukan guna menandakan berakhirnya masa jabatan Presiden Republik Indonesia tahun 2019–2024.

Mantan presiden Joko Widodo menyambut presiden dan wakil presiden yang baru dilantik di Istana Merdeka setelah kedatangannya dari pelantikan. Upacara dimulai dengan masuknya pasukan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia ke lapangan upacara dan diakhiri dengan lagu kebangsaan dan pemeriksaan pasukan oleh Jokowi dan Presiden Prabowo yang baru dilantik. Jokowi dan istrinya, Iriana, kemudian berangkat menuju Bandar Udara Halim Perdanakusuma untuk kembali ke kota mereka Surakarta menggunakan pesawat Angkatan Udara.[20]
Pesta rakyat di Jakarta Pusat untuk memeriahkan acara pelantikan menghadirkan 13 panggung di berbagai lokasi, beberapa menampilkan tema daerah dari lima pulau utama Indonesia.[21] Pesta rakyat berlangsung di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga M.H. Thamrin, dengan penampilan dari berbagai artis dan grup musik seperti Dewa 19 dan Kotak.[22] Meskipun telah disediakan titik-titik sampah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, beberapa warga masih membuang sampah di jalan.[23] Penutupan jalan dilakukan untuk pesta rakyat tersebut dan iring-iringan presiden dari Kompleks Parlemen menuju Istana Merdeka dan kembali dibuka setelahnya.[24]

Jamuan santap malam negara dilaksanakan di Istana Merdeka pada Minggu malam, dihadiri oleh pemimpin dan tamu negara sahabat yang datang memenuhi undangan pelantikan.[25] Para hadirin termasuk wakil perdana menteri Australia dan Selandia Baru Richard Marles dan Winston Peters; menteri luar negeri Britania Raya David Lammy; perdana menteri Singapura Lawrence Wong, Papua Nugini James Marape, Korea Selatan Han Duck-soo, dan Vanuatu Charlot Salwai; serta wakil presiden Laos dan Republik Rakyat Tiongkok Pany Yathotou dan Han Zheng.[26] Prabowo kemudian dijadwalkan untuk mengumunkan kabinet barunya setelah acara ini.

Prabowo mengumumkan nama kabinet barunya yakni Kabinet Merah Putih pada Minggu malam dari Istana Merdeka.[27] Kabinet tersebut terdiri dari 48 menteri, peningkatan dari 34 pada kabinet sebelumnya, dengan beberapa kementerian baru yang dibentuk atau dipecah dari kementerian yang ada. Beberapa menteri dari kabinet sebelumnya, seperti Sri Mulyani, Bahlil Lahadalia, Tito Karnavian, dan Budi Arie Setiadi, menjabat kembali atau diposisikan pada kementerian baru.[28]
Pada 20 Oktober 2024, pemerintah merilis foto resmi presiden dan wakil presiden Prabowo dan Gibran melalui Kementerian Sekretariat Negara. Foto tersebut dapat diunduh secara gratis dan dapat dicetak serta dipajang di bangunan pemerintah, kantor, sekolah, dan ruang publik sebagai simbol kepemimpinan negara.[57]