Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat adalah pebisnis asal Indonesia. Ia merupakan pendiri Sriwijaya Capital, sebuah firma investasi ''private equity'' yang berfokus pada pembiayaan dan pengelolaan portofolio perusahaan tahap pertumbuhan di Indonesia dan Asia Tenggara. Sebelumnya ia merupakan Presiden Direktur Indika Energy, posisi yang pertama kali didudukinya pada tahun 2005, kini ia menjabat sebagai Komisaris PT Indika Energy Tbk. Selain di bidang energi, ia juga menduduki beragam posisi di beberapa perusahaan bidang media, keuangan dan teknologi. Di bidang organisasi, ia pernah menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia (2021–2025) dan kemudian menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia (2024–2029)
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Arsjad Rasjid | |
|---|---|
| Komisaris PT Indika Energy Tbk. | |
| Mulai menjabat 2025 | |
| Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia[1] | |
| Masa jabatan 2021–2025 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat 16 Maret 1970 Jakarta, Indonesia |
| Pendidikan | Universitas California Selatan Universitas Pepperdine |
| Pekerjaan | Pengusaha |
| Situs web | arsjadrasjid |
Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat (lahir 16 Maret 1970) adalah pebisnis asal Indonesia. Ia merupakan pendiri Sriwijaya Capital, sebuah firma investasi ''private equity'' yang berfokus pada pembiayaan dan pengelolaan portofolio perusahaan tahap pertumbuhan di Indonesia dan Asia Tenggara[2]. Sebelumnya ia merupakan Presiden Direktur Indika Energy, posisi yang pertama kali didudukinya pada tahun 2005, kini ia menjabat sebagai Komisaris PT Indika Energy Tbk.[3] Selain di bidang energi, ia juga menduduki beragam posisi di beberapa perusahaan bidang media, keuangan dan teknologi.[4] Di bidang organisasi, ia pernah menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia (2021–2025) dan kemudian menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia (2024–2029)[5]
Arsjad adalah putra dari pasangan H.M.N. Rasjid (Purnawirawan TNI AD) dan Hj. Suniawati. Ayahnya berdarah Palembang, sedangkan Ibunya berdarah Sunda-Tionghoa.
Arsjad menimba ilmu di University of Southern California di bidang Computer Engineering pada tahun 1990. Selain itu, beliau juga mendalami ilmu di bidang Administrasi Bisnis yang membuahkan gelar Bachelor of Business Administration dari Pepperdine University, California, Amerika Serikat pada tahun 1993.[6]
Pada 2025, Arsjad Rasjid mendirikan Sriwijaya Capital dan menjabat sebagai pendiri sekaligus ketua[2]. Sriwijaya Capital bergerak di bidang ''private equity'', dengan fokus pada investasi di perusahaan tahap pertumbuhan (''growth-stage'') serta pendampingan pengelolaan portofolio. Dalam pengumuman publik perusahaan, Sriwijaya Capital juga menyampaikan fokus investasi pada sejumlah sektor seperti kesehatan, transisi energi, konsumer, serta jasa bisnis dan industri, dengan Indonesia sebagai pasar utama.[7]
Arsjad Rasjid berkarier di kelompok usaha Indika Energy (Indika Energy Group) melalui PT Indika Energy Tbk sebagai perusahaan induk. Dalam struktur portofolio, Indika Energy menjalankan bisnis energi yang mencakup pilar energi sumber daya dan infrastruktur energi, serta mengelola portofolio lain yang mencakup logistik dan infrastruktur, mineral, bisnis hijau, dan ventura digital. Arsjad pernah menjabat sebagai Presiden Direktur sejak 2005 dan berperan pada tingkat perusahaan induk dalam pengelolaan portofolio grup. Pada 2025, terjadi perubahan susunan pengurus yang menempatkan Arsjad pada jajaran komisaris, sementara posisi Presiden Direktur dijabat oleh pengurus lain.[3]
Arsjad Rasjid menjabat sebagai Presiden Komisaris PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk, perusahaan telekomunikasi yang terbentuk melalui proses penggabungan usaha yang melibatkan XL Axiata dan Smartfren.[8] Dalam struktur perusahaan hasil penggabungan, XLSmart menggunakan merek layanan seperti XL, AXIS, dan Smartfren. Penggabungan ini efektif pada April 2025 dan menjadikan XLSmart sebagai entitas tunggal yang melanjutkan kegiatan usaha telekomunikasi seluler.
Pada 2023, Arsjad Rasjid tercatat sebagai Ketua Dewan Pengawas (Chairman of the Board of Trustees) Indonesian Business Council (IBC). IBC merupakan organisasi nirlaba berbasis riset yang berfungsi sebagai wadah dialog antara pemimpin sektor swasta dan pemerintah, termasuk melalui penyusunan kajian serta masukan kebijakan terkait daya saing ekonomi Indonesia. Dalam publikasi IBC, jajaran Board of Trustees periode 2023–2026 juga mencakup Husodo Angkosubroto, Arif Rachmat, Harun Hajadi, Agus Salim Pangestu, Muki Hamami, dan George Santosa Tahija.[9]
IBC menyelenggarakan Indonesia Economic Summit (IES)[10] sebagai forum tahunan yang mempertemukan pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lain untuk membahas isu ekonomi serta agenda pembangunan. Dalam rangkaian IES 2026, IBC berkolaborasi dengan Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) dalam peluncuran Business 57+ (B57+)[11] Asia-Pacific Regional Chapter dan penyelenggaraan Indonesia–B57+ Multilateral Business Roundtable yang membahas penguatan konektivitas perdagangan dan investasi di pasar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam serta mitra strategisnya.
Arsjad terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) periode 2021-2026 dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII di Kendari, Sulawesi Tenggara. Pada Munas Konsolidasi Persatuan yang berlangsung pada 16 Januari 2025[5], Kadin mengukuhkan kepemimpinan baru dan menetapkan Arsjad Rasjid sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia periode 2024–2029. Setelah itu, posisinya di Kadin berfokus pada peran pertimbangan dan arahan organisasi.
Arsjad sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN bidang Pengembangan Pengusaha Nasional yang fokus untuk mengakselerasi kewirausahaan nasional yang inklusif dan terarah, termasuk mengembangkan wirausaha sosial dan pemula.[12] Arsjad juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Dana dan Sarana KADIN periode 2008 - 2013.[13]
Arsjad Rasjid tercatat menjabat sebagai Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) pada 2023. Sebagai Ketua ASEAN-BAC, Arsjad Rasjid memimpin dan mengoordinasikan berbagai inisiatif untuk mempromosikan kerja sama antar-negara anggota ASEAN. Dalam kapasitas ini, ia tampil pada sejumlah agenda terkait forum bisnis ASEAN dan kegiatan yang berkaitan dengan dialog kebijakan dan kerja sama kawasan. Peran ASEAN-BAC pada umumnya menjadi wadah masukan sektor swasta kepada pemerintah negara-negara ASEAN dan penyelenggaraan agenda bisnis regional.[14]
Pada periode 2023-2027, ia menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), organisasi yang mengelola dan mengembangkan olahraga panahan di Indonesia.
Sebagai Ketua Umum PB Perpani, Arsjad Rasjid bertanggung jawab untuk memimpin dan mengatur berbagai program dan kegiatan yang bertujuan meningkatkan prestasi panahan Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia berupaya keras untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi atlet panahan Indonesia, termasuk menyediakan dukungan dan fasilitas yang memadai, serta memperkuat sistem pelatihan dan pembinaan.
Dalam periode kepengurusannya, PB Perpani memfokuskan program pembinaan dan partisipasi pada kejuaraan internasional sebagai bagian dari persiapan kualifikasi Olimpiade. Pada siklus kualifikasi menuju Olimpiade Paris 2024, panahan Indonesia mengamankan sejumlah tiket untuk tampil pada beberapa nomor, termasuk melalui pencapaian atlet pada Kejuaraan Dunia Panahan 2023 serta perolehan kuota tambahan berdasarkan peringkat dunia. Menjelang akhir 2025, tim panahan Indonesia juga diberitakan menjadi juara umum cabang panahan pada SEA Games 2025 di Thailand.[15]
Arsjad Rasjid juga tercatat sebagai pendiri dan ketua 5P Global Movement.[16] Organisasi ini memperkenalkan berbagai kegiatan dan kemitraan yang berfokus pada program sosial, dialog lintas komunitas, serta inisiatif publik yang melibatkan jejaring mitra dari berbagai sektor. 5P berdiri di atas lima pilar utama: Peace (Perdamaian), Prosperity (Kemakmuran), People (Manusia), Planet (Bumi), dan Partnership (Kemitraan). Forum ini bertujuan untukmemperkuat kolaborasi global demi menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan berbasis nilai-nilai kemanusiaan.[17]
Pada 2024, Arsjad Rasjid dilantik sebagai Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi dan Penataan Akustik Masjid di Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk masa khidmat 2024–2029.[18] Dalam peran ini, bidang yang dipimpinnya berkaitan dengan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid serta inisiatif penataan akustik masjid, termasuk aspek tata kelola dan standardisasi penggunaan sistem audio agar lebih tertib dan sesuai kebutuhan kegiatan masjid.
Pada 2025, Arsjad Rasjid diberitakan memimpin KPOTI untuk periode 2025–2030.[19] KPOTI merupakan wadah yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan permainan rakyat serta olahraga tradisional. Dalam sejumlah pemberitaan, kepemimpinannya dikaitkan dengan agenda penguatan program dan dokumentasi permainan tradisional.
Arsjad Rasjid terpilih sebagai Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) untuk periode 2025–2029. [20]AFTECH merupakan asosiasi industri teknologi finansial di Indonesia yang menaungi perusahaan-perusahaan fintech dari berbagai subsektor dan menjadi kanal koordinasi industri dengan pemangku kepentingan terkait. Dalam kapasitas Dewan Pengawas, perannya berkaitan dengan fungsi pengawasan organisasi, termasuk tata kelola, arah kebijakan internal, serta penguatan kepatuhan dan etika organisasi sesuai ketentuan yang berlaku bagi anggotanya.
Pada Oktober 2025, Arsjad Rasjid ditunjuk sebagai anggota dewan (board member) Endeavor Indonesia.[21] Endeavor Indonesia adalah bagian dari jaringan global Endeavor yang berfokus pada dukungan bagi pengusaha berdampak tinggi (high-impact entrepreneurs) melalui mentoring, akses jejaring, dan penguatan ekosistem kewirausahaan. Dalam peran sebagai board member, keterlibatannya umumnya mencakup masukan strategis dan dukungan jejaring untuk program organisasi serta penguatan tata kelola lembaga.
Arsjad pernah terpilih sebagai Young Global Leader 2011 dari World Economic Forum (WEF)[22] dan menerima penghargaan sebagai Best Executive di Indonesia pada tahun 2010 dari Asiamoney.[23]
| Jabatan bisnis | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Rosan Roeslani |
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia 2021–sekarang |
Petahana |