Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPaus Marselinus
Artikel Wikipedia

Paus Marselinus

Paus Marselinus adalah Paus Gereja Katolik ke-29 yang menjabat dari tahun 296 hingga tahun 304 M. Ia memimpin Gereja Katolik pada masa Kekaisaran Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Diokletianus, yang dikenal dengan penganiayaan besar terhadap umat Kristen. Pemerintahan Paus Marselinus merupakan salah satu periode yang paling sulit dalam sejarah Gereja karena penganiayaan yang dahsyat, tetapi juga menjadi awal dari pengakuan iman yang kokoh di tengah ancaman.

Paus Gereja Katolik dari tahun 296 hingga tahun 304 M
Diperbarui 12 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paus Marselinus
Infobox orangPaus Marselinus

Suntingan nilai di Wikidata
Nama dalam bahasa asli(la) Marcellinus Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahirannilai tidak diketahui Suntingan nilai di Wikidata
Roma Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1r April 304 ↔ 25 Oktober 304 Suntingan nilai di Wikidata
Roma Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanKatakombe Priskila Suntingan nilai di Wikidata
29 Paus
30 Juni 296 – 2 April 304 (Penganiayaan Diokletianus)
← Paus Kaius – Paus Marsellus I → Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaGereja Katolik Roma Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanimam Katolik Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeKekaisaran Romawi Suntingan nilai di Wikidata
Exaltation (en) Terjemahkan
  • santo Suntingan nilai di Wikidata
Tanggal perayaan26 April Suntingan nilai di Wikidata

Paus Marselinus adalah Paus Gereja Katolik ke-29 yang menjabat dari tahun 296 hingga tahun 304 M. Ia memimpin Gereja Katolik pada masa Kekaisaran Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Diokletianus, yang dikenal dengan penganiayaan besar terhadap umat Kristen. Pemerintahan Paus Marselinus merupakan salah satu periode yang paling sulit dalam sejarah Gereja karena penganiayaan yang dahsyat, tetapi juga menjadi awal dari pengakuan iman yang kokoh di tengah ancaman.

Kehidupan awal

Marselinus lahir di Roma pada abad ke-3 M. Tidak banyak catatan mengenai kehidupan awalnya, tetapi diyakini bahwa ia berasal dari keluarga Kristen yang taat. Marselinus dikenal karena kesalehannya serta komitmennya dalam menyebarkan ajaran Injil.

Masa Kepausan

Pada tahun 296 M, ia terpilih sebagai Uskup Roma menggantikan Paus Kaius. Penunjukannya sebagai paus datang di tengah suasana yang penuh ketegangan, di mana umat Kristen mulai mengalami tekanan dari pihak Kekaisaran Romawi. Paus Marselinus segera menghadapi tanggung jawab besar untuk menjaga kestabilan Gereja dalam masa penuh tantangan.

Kepemimpinan dalam Masa Penganiayaan

Kepemimpinan Paus Marselinus berlangsung pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus, yang melancarkan salah satu penganiayaan terbesar terhadap umat Kristen dalam sejarah Kekaisaran Romawi. Pada tahun 303 M, Kaisar Diokletianus mengeluarkan serangkaian dekret yang memerintahkan penghancuran gereja, penyitaan Kitab Suci, dan paksaan kepada umat Kristen untuk menyembah dewa-dewa Romawi. Terlebih, banyak umat Kristen yang dibunuh dan gereka dibakar. Pemerintah Romawi mengambil alih pemakaman dan properti pribadi milik umat Kristen. Bahkan, banyak penduduk Romawi yang tidak bersalah ditangkap, disiksa, dibiarkan kelaparan, dibakar, dan menjadi tontonan pertunjukan Gladiator. Dekret ini menyebabkan banyak umat Kristen menjadi martir karena menolak meninggalkan iman mereka.[1]

Dalam menghadapi tekanan ini, Paus Marselinus berada dalam posisi sulit, bahkan bisa jadi menyerah pada pihak kekaisaran. Uskup Petilianus di Afrika menyebutkan dalam surat-suratnya pada tahun 400 dan 410, bahwa Marselinus dan uskup Melchiades, Marsellus, dan Silvester (tiga penerusnya) telah menyerahkan kitab-kita suci dan memberikan penghormatan pada dewa-dewa pagan. Namun, klaim ini tanpa bukti yang cukup. Dalam surat penyitaan bangunan gereja di Roma, hanya ada dua diaken Romawi, yakni Straton dan Kassius, yang disebut sebagai pengkhianat. Santo Agustinus juga membantah pernyataan Petilianus dalam suratnya. Oleh karena itu, hal ini masih menjadi bahan perdebatan di kalangan sejarawan Gereja.[2][3]

Sebagian besar sumber patristik mendukung bahwa Marselinus kemudian bertobat dan memberikan kesaksian iman yang tegas. Ia dianggap sebagai seorang yang menyesali kelemahannya dan kembali memimpin Gereja dengan keberanian, hingga akhirnya meregang nyawa sebagai martir.

Penganiayaan dan kematian

Pada tahun 304 M, tahun kedua persekusi yang dilakukan oleh Diokletianus, Paus Marselinus diyakini ditangkap oleh otoritas Romawi karena menolak mempersembahkan korban kepada dewa-dewa pagan. Meskipun tidak ada konsensus mutlak mengenai detail kematiannya, tradisi Gereja menyebutkan bahwa ia dihukum mati dengan cara dipancung.[3] Namun, ada juga yang meyakini, ia meninggal karena sebab alami.[2] Marselinus wafat pada masa yang sama ketika banyak umat Kristen menjadi martir di Roma dan wilayah lainnya.

Tidak ada sumber tepercaya dari abad ke-4 dan ke-5 Masehi yang menyebut ia meninggal sebagai martir.

Warisan dan pengakuan

Setelah kematiannya, nama Paus Marselinus diabadikan dalam daftar para martir Gereja. Meskipun ia menghadapi tuduhan yang meragukan konsistensi imannya, Gereja Katolik menghormatinya sebagai seorang pemimpin yang bertobat dan setia hingga akhir hayat. Kemartirannya menjadi saksi iman yang menginspirasi generasi Kristen selanjutnya.

Marselinus dimakamkan di Katakomba Santo Priscilla di Roma. Ia tidak memiliki hari peringatan liturgis yang khusus dalam kalender umum Gereja, tetapi dihormati bersama para martir lainnya dari masa penganiayaan Diokletianus.

Kontroversi Seputar Kehidupan dan Kematian Marselinus

Sejarah Paus Marselinus tidak luput dari kontroversi. Salah satu perdebatan utama adalah dugaan bahwa ia menyerah pada tekanan pihak kekaisaran. Catatan ini pertama kali muncul dalam karya "Liber Pontificalis" dan beberapa tulisan lain, tetapi tidak semua sejarawan Gereja sepakat dengan pandangan tersebut.

Konsili Donatis pada abad ke-4 mencoba untuk menuduh bahwa Paus Marselinus jatuh ke dalam dosa penghormatan kepada berhala. Namun, Bapa Gereja Santo Agustinus membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa kepemimpinan Marselinus tetap setia pada Kristus. Perdebatan ini mencerminkan kompleksitas sejarah pada masa itu, di mana tekanan eksternal sangat memengaruhi kehidupan umat beriman.

Daftar pustaka

Catatan kaki

  1. ↑ O'Malley 2010, hlm. 24.
  2. 1 2 "Pope St. Marcellinus". The Catholic Encyclopedia. Diakses tanggal 2025-12-11.
  3. 1 2 Chisholm 1911, hlm. 684.

Referensi

  •  Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Marcellinus, St" . Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press.
  • O'Malley, John W. (2010). A history of the popes: from Peter to the present. Sheed & Ward. ISBN 978-1-58051-229-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Didahului oleh:
Kaius
Paus
296 - 304
Diteruskan oleh:
Marselus I
  • l
  • b
  • s
Paus Gereja Katolik
  • Daftar paus
    • grafik
    • masa jabatan
    • orang kudus
  • Nama Paus
  • Abdikasi Paus
    • Paus emeritus
  • Antipaus
  • Paus terpilih
Abad ke-1
s.d. ke-4
  • Petrus
  • Linus
  • Anakletus
  • Klemens I
  • Evaristus
  • Aleksander I
  • Sistus I
  • Telesforus
  • Higinus
  • Pius I
  • Anisetus
  • Soter
  • Eleuterus
  • Viktor I
  • Zefirinus
  • Kalistus I
  • Urbanus I
  • Pontianus
  • Anterus
  • Fabianus
  • Kornelius
  • Lusius I
  • Stefanus I
  • Sistus II
  • Dionisius
  • Feliks I
  • Eutikhianus
  • Kaius
  • Marselinus
  • Marselus I
  • Eusebius
  • Miltiades
  • Silvester I
  • Markus
  • Yulius I
  • Liberius
  • Damasus I
  • Sirisius
  • Anastasius I
Abad ke-5
s.d. ke-8
  • Inosensius I
  • Zosimus
  • Bonifasius I
  • Selestinus I
  • Sistus III
  • Leo I
  • Hilarius
  • Simplisius
  • Feliks III
  • Gelasius I
  • Anastasius II
  • Simakhus
  • Hormidas
  • Yohanes I
  • Feliks IV
  • Bonifasius II
  • Yohanes II
  • Agapitus I
  • Silverius
  • Vigilius
  • Pelagius I
  • Yohanes III
  • Benediktus I
  • Pelagius II
  • Gregorius I
  • Sabianus
  • Bonifasius III
  • Bonifasius IV
  • Adeodatus I
  • Bonifasius V
  • Honorius I
  • Severinus
  • Yohanes IV
  • Teodorus I
  • Martinus I
  • Eugenius I
  • Vitalianus
  • Adeodatus II
  • Donus
  • Agato
  • Leo II
  • Benediktus II
  • Yohanes V
  • Konon
  • Sergius I
  • Yohanes VI
  • Yohanes VII
  • Sisinius
  • Konstantinus
  • Gregorius II
  • Gregorius III
  • Zakharias
  • Stefanus II
  • Paulus I
  • Stefanus III
  • Adrianus I
  • Leo III
Abad ke-9
s.d. ke-12
  • Stefanus IV
  • Paskalis I
  • Eugenius II
  • Valentinus
  • Gregorius IV
  • Sergius II
  • Leo IV
  • Benediktus III
  • Nikolaus I
  • Adrianus II
  • Yohanes VIII
  • Marinus I
  • Adrianus III
  • Stefanus V
  • Formosus
  • Bonifasius VI
  • Stefanus VI
  • Romanus
  • Teodorus II
  • Yohanes IX
  • Benediktus IV
  • Leo V
  • Sergius III
  • Anastasius III
  • Lando
  • Yohanes X
  • Leo VI
  • Stefanus VII
  • Yohanes XI
  • Leo VII
  • Stefanus VIII
  • Marinus II
  • Agapitus II
  • Yohanes XII
  • Benediktus V
  • Leo VIII
  • Yohanes XIII
  • Benediktus VI
  • Benediktus VII
  • Yohanes XIV
  • Yohanes XV
  • Gregorius V
  • Silvester II
  • Yohanes XVII
  • Yohanes XVIII
  • Sergius IV
  • Benediktus VIII
  • Yohanes XIX
  • Benediktus IX
  • Silvester III
  • Benediktus IX
  • Gregorius VI
  • Klemens II
  • Benediktus IX
  • Damasus II
  • Leo IX
  • Viktor II
  • Stefanus IX
  • Nikolaus II
  • Aleksander II
  • Gregorius VII
  • Viktor III
  • Urbanus II
  • Paskalis II
  • Gelasius II
  • Kalistus II
  • Honorius II
  • Inosensius II
  • Selestinus II
  • Lusius II
  • Eugenius III
  • Anastasius IV
  • Adrianus IV
  • Aleksander III
  • Lusius III
  • Urbanus III
  • Gregorius VIII
  • Klemens III
  • Selestinus III
  • Inosensius III
Abad ke-13
s.d. ke-16
  • Honorius III
  • Gregorius IX
  • Selestinus IV
  • Inosensius IV
  • Aleksander IV
  • Urbanus IV
  • Klemens IV
  • Gregorius X
  • Inosensius V
  • Adrianus V
  • Yohanes XXI
  • Nikolaus III
  • Martinus IV
  • Honorius IV
  • Nikolaus IV
  • Selestinus V
  • Bonifasius VIII
  • Benediktus XI
  • Klemens V
  • Yohanes XXII
  • Benediktus XII
  • Klemens VI
  • Inosensius VI
  • Urbanus V
  • Gregorius XI
  • Urbanus VI
  • Bonifasius IX
  • Inosensius VII
  • Gregorius XII
  • Martinus V
  • Eugenius IV
  • Nikolaus V
  • Kalistus III
  • Pius II
  • Paulus II
  • Sistus IV
  • Inosensius VIII
  • Aleksander VI
  • Pius III
  • Yulius II
  • Leo X
  • Adrianus VI
  • Klemens VII
  • Paulus III
  • Yulius III
  • Marselus II
  • Paulus IV
  • Pius IV
  • Pius V
  • Gregorius XIII
  • Sistus V
  • Urbanus VII
  • Gregorius XIV
  • Inosensius IX
  • Klemens VIII
Abad ke-17
s.d. ke-20
  • Leo XI
  • Paulus V
  • Gregorius XV
  • Urbanus VIII
  • Inosensius X
  • Aleksander VII
  • Klemens IX
  • Klemens X
  • Inosensius XI
  • Aleksander VIII
  • Inosensius XII
  • Klemens XI
  • Inosensius XIII
  • Benediktus XIII
  • Klemens XII
  • Benediktus XIV
  • Klemens XIII
  • Klemens XIV
  • Pius VI
  • Pius VII
  • Leo XII
  • Pius VIII
  • Gregorius XVI
  • Pius IX
  • Leo XIII
  • Pius X
  • Benediktus XV
  • Pius XI
  • Pius XII
  • Yohanes XXIII
  • Paulus VI
  • Yohanes Paulus I
  • Yohanes Paulus II
Abad ke-21
  • Benediktus XVI
  • Fransiskus
  • Leo XIV
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
  • Selama Kekaisaran Romawi, hingga 493
    • Di bawah Konstatinus Agung, 312–337
  • Kepausan Ostrogoth, 493–537
  • Kepausan Bizantin, 537–752
  • Kepausan Franka, 756–857
  • Saeculum obscurum, 904–964
  • Zaman Kresentius, 974–1012
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
  • Kepausan Tuskulum, 1012–1044 / 1048
  • Konflik dengan Romawi Suci, 1048–1257
  • Kepausan kembara
    • Viterbo, 1257–1281
    • Orvieto, 1262–1297
    • Perugia, 1228–1304
  • Kepausan Avignon, 1309–1378
  • Skisma Barat, 1378–1417
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  • Kepausan Renaisans, 1417–1534
  • Kepausan Reformasi, 1534–1585
  • Kepausan Barok, 1585–1689
  • Abad Pencerahan, ±1640–1740
  • Kepausan Revolusi, 1775–1848
  • Permasalahan Roma, 1870–1929
  • Vatikan, 1929–sekarang
    • Perang Dunia II, 1939–1945
    • Perang Dingin, 1945–1992
  • Buku
  • Kategori
  •  Portal Katolik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
    • 3
  • GND
  • FAST
    • 2
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Swedia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Masa Kepausan
  3. Kepemimpinan dalam Masa Penganiayaan
  4. Penganiayaan dan kematian
  5. Warisan dan pengakuan
  6. Kontroversi Seputar Kehidupan dan Kematian Marselinus
  7. Daftar pustaka
  8. Catatan kaki
  9. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Paus Gereja Katolik

daftar Paus Gereja Katolik

Konstantinus Agung

kaisar Romawi dari tahun 306 hingga 337 dan kaisar pertama yang pindah ke agama Kristen

Daftar orang kudus Katolik

daftar tidak lengkap dari orang dan malaikat yang telah dikanonisasi sebagai santo/a oleh Gereja Katolik. Menurut teologi Katolik, semua santo menikmati

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026