Ngrayun adalah kecamatan paling selatan di Kabupaten Ponorogo yang berbatasan dengan Kabupaten Pacitan dan Trenggalek. Ngrayun memiliki luas wilayah 173,08 km² sehingga menjadi kecamatan terluas di Ponorogo. Ngrayun terletak di kawasan Pegunungan Kidul, yaitu perbukitan kapur yang memanjang di selatan Jawa. Jalan di Ngrayun berkelok-kelok dengan tanjakan yang ekstrem serta terdapat banyak kampung terpencil di tengah hutan. Banyak kampung tersebut memiliki infrastruktur jalan yang kurang memadai sehingga sulit diakses terutama saat musim hujan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ngrayun | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Panggul, Trenggalek | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Ponorogo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Bambang Sucipto Purwantoro, S.Sos | ||||
| Populasi (2023) | |||||
| • Total | 62.504 jiwa | ||||
| Kode pos | 63464 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.02.02 | ||||
| Kode BPS | 3502010 | ||||
| Luas | 173,08 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 11 (+4 desa persiapan) | ||||
| |||||
Ngrayun adalah kecamatan paling selatan di Kabupaten Ponorogo yang berbatasan dengan Kabupaten Pacitan dan Trenggalek. Ngrayun memiliki luas wilayah 173,08 km² sehingga menjadi kecamatan terluas di Ponorogo. Ngrayun terletak di kawasan Pegunungan Kidul, yaitu perbukitan kapur yang memanjang di selatan Jawa.[1] Jalan di Ngrayun berkelok-kelok dengan tanjakan yang ekstrem serta terdapat banyak kampung terpencil di tengah hutan. Banyak kampung tersebut memiliki infrastruktur jalan yang kurang memadai sehingga sulit diakses terutama saat musim hujan.[2]
Lahan pertanian di Ngrayun cukup sempit dan lebih banyak digunakan untuk tanaman perkebunan dan kehutanan. Banyak kawasan hutan di Ngrayun yang berstatus "hutan rakyat" yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) tetapi ada juga yang dikelola Perhutani. Komoditas penting di Ngrayun antara lain porang, pinus, sengon, mahoni, dan lainnya. Pinus (Pinus merkusii) dilakukan proses penyadapan untuk diambil getahnya. Getah tersebut dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin.[3][4] Ngrayun juga memiliki ikon wisata seperti Watu Semaur dan Air terjun Sunggah.[5]
Dengan wilayah yang luas, jumlah desa di Ngrayun tergolong sedikit yaitu 11 desa. Desa-desa tersebut dibagi menjadi banyak dukuh atau kampung yang saling berjauhan di tengah hutan dan perbukitan. Oleh karena itu, Ngrayun merupakan kecamatan yang paling diprioritaskan untuk dimekarkan. Pemkab meresmikan 4 desa baru di Ngrayun pada tahun 2023 yaitu Sambiganen, Pucak Mulyo, Ngandel, dan Galih. Pada akhir tahun 2024, keempat desa tersebut masih berstatus desa persiapan tetapi dalam waktu dekat akan menjadi desa definitif.[6][7]

Ngrayun adalah kecamatan dengan geografi perbukitan di kawasan Pegunungan Kidul yaitu perbukitan kapur yang memanjang di selatan Jawa. Ngrayun terdiri dari beberapa desa dengan wilayah yang luas dan mencakup banyak dusun atau kampung yang terpencil di tengah kawasan hutan dan perbukitan. Daerah Ngrayun cenderung kering dan beberapa desa mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau.[8] Sedangkan di musim hujan, Ngrayun sering mengalami bencana seperti tanah longsor dan banjir yang dapat memutus akses jalan. Banyak desa yang memiliki infrastruktur jalan yang kurang memadai. Sehingga, warga setempat sering kali membangun jalan akses di wilayahnya secara swadaya tanpa bantuan pemerintah daerah.[9]
Pusat Kecamatan Ngrayun berada di Desa Ngrayun di ujung utara kecamatan dan terdapat Pasar Ngrayun. Jarak pusat kecamatan dengan pusat kabupaten sekitar 30 km yang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam. Sedangkan desa lain memakan waktu yang jauh lebih lama karena jalan yang berkelok-kelok dengan tanjakkan yang sulit dan licin saat hujan. Ngrayun dilewati jalur alternatif dari pusat kota Ponorogo menuju pantai selatan di Trenggalek.[1]
Batas wilayah Ngrayun adalah sebagai berikut:[1]
| Utara | Kecamatan Slahung, Kecamatan Bungkal dan Kecamatan Sambit |
| Timur | |
| Selatan | |
| Barat |
Kecamatan Ngrayun terdiri dari 11 desa dan 4 desa persiapan yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[1]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Baosan Kidul | Krajan, Bangun, Banu, Bendo, Bungur, Cambah, Ceni, Karangrejo, Kedung, Koni, Konto, Nggembong, Patuk, Soyo | [1] |
| 2 | Baosan Lor | Krajan, Bodeh, Bonkandang, Dondong, Duren, Galih, Gawangan, Jambe, Ngembel, Nglangsur, Pasir, Plosodewo, Plumbungan | [2] |
| 3 | Binade | Krajan, Blumbang, Klepu, Mando, Mbanar, Nglungur, Ngreco, Pelang, Petung, Pringjowo, Sledik | [1] |
| 4 | Cepoko | Krajan, Gunung Gede / Kampungan, Jati, Kembang, Ngandel, Petung Ombo, Semanding, Slorok, Tanggung | [1] |
| 5 | Gedangan | Krajan, Blutung, Gandusari, Lungur Gede, Ndoro, Ngasem, Nglebo, Njabak, Plaosan, Pucak, Sengon, Sobo | [1] |
| 6 | Mrayan | Krajan, Cepuran, Ganjur, Ndawung, Ndilem, Nglegok, Pakel, Plandon, Pokak, Sambirejo, Tempuran | [1] |
| 7 | Ngrayun | Krajan, Begem, Gading, Gandu, Ganen, Kalisuren, Ngimbo, Nglengkong, Nglodo, Sambi, Suko, Suwaru, Tanjung, Tawang | [1] |
| 8 | Selur | Krajan, Gamping, Jambon, Josari, Manggis, Maron, Mbagong, Mbowongan, Ndarungan, Ngelos, Pal Pal, Putuk, Tumpak Ndowo | [10] |
| 9 | Sendang | Krajan, Banyuanyar, Caluk, Nduren, Ngroto, Njinggring, Pagersari, Pucung, Sambi, Sengkan, Sono, Tawang, Tempel, Tumpak Salam | [1] |
| 10 | Temon | Krajan, Gragal, Ketro, Klitik, Lemare, Ngerjo, Nglerep, Nglorogan, Ngringin, Pajang | [1] |
| 11 | Wonodadi | Krajan, Coyo, Gamping, Guwo, Tunggon | [1] |
Desa persiapan berikut ini dimekarkan pada tahun 2023. Di akhir tahun 2024, semua desa ini belum berstatus desa definitif tetapi sudah memiliki penjabat kepala desa persiapan dan kantor desa persiapan.[6]
| No. | Nama Desa | Keterangan | Nama Dusun / Dukuh / Lingkungan |
Ref |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Galih | Pemekaran Desa Baosan Lor | Galih (Data belum lengkap) | [11] |
| 2 | Ngandel | Pemekaran Desa Cepoko | Ngandel (Data belum lengkap) | [11] |
| 3 | Pucak Mulyo | Pemekaran Desa Cepoko | Belum ada data | [11] |
| 4 | Sambiganen | Pemekaran Desa Ngrayun | Sambi, Ganen (Data belum lengkap) | [11] |
